Edisi 135

Pemerintah optimis kontribusi ekspor produk usaha kecil dan menenengah (UKM) akan terus meningkat. Kontribusi ekspor produk UKM 2019 mencapai 15% dan diharapkan tahun 2020 meningkat mencapai 18%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total ekspor Indonesia sepanjang Januari-November 2019 mencapai US$ 153,1 miliar, sedangkan total impor lebih besar yakni US$ 156,2 miliar. Alhasil, neraca perdagangan tercatat defisit US$ 3,1 miliar. Kontribusi UKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sudah mencapai 60,23% dari sekitar 64 juta pelaku usaha.

Pemerintah akan memfasilitasi UKM untuk mengekspor barang dan mencari pasar potensial. Tiongkok, menjadi salah satu pasar yang dinilai potensial lantaran memiliki penduduk mencapai 1,7 miliar orang. Untuk itu, perlu dilakukan perluasan pasar, salah satunya melalui e-commerce.

Banyak produk yang dibutuhkan pasar dunia. Meliputi produk hasil laut, seperti rumput laut, udang, lobster, sampai ranjungan. Produk holtikultura, buah segar, banyak sekali, lalu home dekorasi, furniture, pajangan, kerajinan. Termasuk perhiasan, perak, dan emas, kuliner – halal food sudah pasti, muslim fashion. Jadi, banyak sekali opportunity permintaan produk UMKM di tengah ekonomi dunia yang sedang lesu.