Edisi 139

Waktu Raja ketujuh Kerajaan Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud datang ke Indonesia disambut sangat terhormat sebagai Tamu Negara yang akhirnya hanya menginap di Bali tanpa jadi kerja sama besar dengan Indonesia. China datang ke Indonesia sebagai negara yang bekerja sama dalam investasi membangun infrastruktur dan bersedia Kontrak Karya.

Uni Eropa kerja sama yang selama ini berjalan hanya sebagai pembeli hasil bumi Indonesia, tidak bersedia kerja sama dalam bentuk Kontrak Karya. Hingga akhirnya Uni Eropa menganggap Indonesia dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo ditakuti. Kenapa ada sebagian rakyat yang demo? Mungkin banyak di antara kita tidak tahu yang diam-diam dikerjakan oleh Presiden Jokowi.

Saat ini Arab Saudi lagi sadar bahwa minyak bumi mau habis sehingga Putra Mahkota-nya diperintah untuk deplomasi ke mana-mana, dan membangun investasi ke negara lain. Pemerintah kita juga sadar bahwa masa depan dunia ini bukan lagi minyak bumi, melainkan nikel. China sudah memiliki teknologi dan secara masif memproduksi mobil listrik.

Uni Eropa telah lebih dahulu memproduksi mobil listrik dan memperkenalkannya ke ujung dunia. Mendadak Uni Eropa marah karena Presiden Jokowi nelalui Kepres Nomor 11 Tahun 2019 melakukan penghentian ekspor bahan mentah bijih nikel ke Eropa. Dan Uni Eropa menggugat Presiden ke WTO, karena larangan ekspor ini.

Dengan tegas dan gagah berani Presiden menjawab; “Indonesia tidak lagi ekspor bijih nikel, karena Indonesia akan mermbangun sendiri pabrik baterai untuk bahan bakar mobil”. Apakah Jokowi membual? Tentu tidak! PT Vale Indonesia adalah perusahaan pertama yang melaksanakan Kontrak Karya penambangan bijih nikel pada tahun 2014, dan perusahaan tambang ini 58% sahamnya milik perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah.

Artinya, perusahaan nikel terbesar ini dikelola oleh bangsa sendiri. Dan masih banyak lagi perusahaan nikel lain yang berkonsep Kontrak Karya tersebar di Sulawesi. Pembangunan perusahaan nikel ini amat masif di periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi. Dahulu Indonesia selalu mengekspor bijih nikel mentah ke Uni Eropa. Uni Eropa sangat senang karena bisa membeli bahan baku baterai dengan sangat murah dari Indoneisa. >>Read More>>