25% UMKM di Kota Bekasi Permodalannya Disupport Koppas Kranggan

Berbeda dengan hari-hari biasa, akhir bulan – akhir pekan, Sabtu, 29 Juli 2017, lepas sholat Subuh kesibukan di Kantor Pusat Koperasi (Koppas) Kranggan mulai terasa. Kesibukan di pagi buta itu bukan karena para karyawan harus memberikan pelayanan prima kepada anggota yang akan melakukan transaksi, melainkan karena hari itu ada acara istimewa, bagi bagi hadiah untuk anggota dan calon anggota yang nilai totalnya ratusan juta rupiah.

Hari semakin terang, para bikers yang tergabung dalam Koppas Kranggan Cycle Community (K2CR) juga pesepeda dari komunitas lain terus mengalir berdatangan untuk mengikuti funbike – gowes sehat bareng, dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70. Sampai sekitar jam 07.00 wib, saat start yang dikomandoi Ketua Koppas Kranggan, Anim Imamuddin, S.E., M.M., tercatat 1.000-an peserta. Mereka menelusuri jalan-jalan “kampung” di wilayah Kecamatan Jatisampurna, Bekasi Selatan. Gowes sehat bareng ini disambut antusias oleh warga Kota Bekasi, terutama mereka yang mendukung Anim untuk mengikuti Pemilihan Walikota Bekasi tahun 2018 mendatang. Namun acara rutin tahunan itu semata-mata hanya untuk memeriahkan Harkopnas, bukan kampanye Pilkada.

Yang juga tidak kalah meriah acara siang hari saat Gebyar Hadiah Tabungan Cempaka, yang dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Pasar Kranggan, Jatisampurna, persis di seberang Kantor Pusat Koppas Kranggan. Terik matahari kemarau membuat para undangan di bawah tenda utama kepanasan. Namun mereka, terutama anggota dan calon anggota yang memegang kupon undian tetap sabar menanti, siapa tahu bisa pulang membawa salah satu dari 5 sepeda motor sebagai hadiah utama. Apalagi siang itu juga dihibur penyanyi dangdut beken Irma Darmawangsa.

Agak disayangkan, namun juga banyak yang mensyukuri. Jelang ujung acara, alunan musik dangdut masih mengundang untuk berjoget, hadiah pun masih banyak yang belum diundi, awan gelap yang menggelayut di atas kota Bekasi, ambrol. Hujan deras membuat acara tercerai berai. Karena takut ada aliran listrik liar, hiburan musik dan nyanyi dihentikan total. Panitia sibuk mengamankan hadiah yang belum diundi. Setelah sebagian peralatan dipindahkan dari panggung, undian dilanjutkan ke tenda undangan. Karena hadiah nilai besar belum diundi, para pemegang kupon tetap setia menunggu keberuntungan sampai akhir acara. “Hujan lebat, berkah. Baru kali ini acara Gebyar Hadiah Tabungan Cempaka turun hujan lebat,” tutur Anim.

Setiap insan Gerakan Koperasi Indonesia (GKI) yang benar-benar mencintai dunia perkoperasian, loyal terhadap gerakan dan punya sikap militant, memang punya cara tersendiri dalam menyambut peristiwa-peristiwa peting GKI. Koppas Kranggan yang didirikan oleh komunitas pedagang Pasar Kranggan, setiap memperingati Harkopnas, di samping mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh gerakan di tingkat Kota, Provinsi, dan Nasional, juga punya tradisi menyelenggarakan kegiatan sendiri.

Koppas Kranggan yang telah mengembangkan keanggotaannya tidak terbatas hanya di komunitas pedagang pasar, tetapi juga pedagang di luar Pasar Kranggan, seperti; pedagang kaki lima (PKL), warung kelontong, warung makan, penjahit, pemilik bengkel, dan wirausaha lainnya, setiap bulan Juli punya tradisi menyelenggarakan hiburan rakyat yang dibungkus dalam acara Gebyar Hadiah Tabungan Cempaka. Kemeriahan yang diselenggarakan rutin setiap tahun itu di samping ada hiburan musik dengan menampilkan penyanyi tenar, juga membagi-bagi hadiah seperti; santunan bagi yang dinilai membutuhkan, beasiswa bagi anak-anak sekolah.

Dan yang selalu ditunggu-tunggu oleh para anggota dan calon anggota adalah undian yang menyediakan berbagai hadiah mulai dari hadiah hiburan, payung, kaos, kemudian kompor gas, rak piring, kipas angin, dispenser, tv LED, kulkas, sepeda, dan hadiah utama sepeda motor. Jumlah kupon yang diundi tahun 2017 ada 140.000 lembar. Untuk mendapat 1 lembar kupon minimal punya tabungan Rp200.000. Jika tabungannya Rp1 juta, akan mendapatkan 5 kupon. Di Koppas Kranggan ada satu orang anggota yang tabungannya sampai Rp4 miliar. Ini bukti ada kepercayaan sangat besar terhadap Koppas Kranggan. Juga ada anggota yang rajin menabung dan rajin pinjam, sehingga di akhir tahun dia menerima SHU Rp50 juta.

Tabungan Cempaka, kata Anim, adalah produk unggulan Koppas Kranggan, karena setiap tahun hadiahnya selalu meningkat. Gebyar Tabungan Cempaka tahun 2017 total hadiah senilai Rp300 juta dengan hadiah utama 5 buah sepeda motor. Koppas Kranggan yang kini telah bermitra dengan banyak pihak, seperti; PT Andita Mas, Rumah Sakit Melia, Universitas Mercu Buana, Betos, dan Bank Jabar. Dalam berbagai kegiatan Koppas Kranggan melibatkan generasi muda; Karang Taruna, kalangan dunia pendidikan, di kawasan Jatisampurna seperti; SMKN IV, SMAN VII, dan SMK Yadika. Secara bergiliran mereka tampil dalam grup paduan suara membawakan lagu; Indonesia Raya, Mars Koperasi, dan Mars Koppas Kranggan. Juga dihadiri pejabat pemerintahan mulai dari tingkat RT – RW, Kelurahan, Kecamatan, sampai walikota. Wakil rakyat di DPRD, Dekopinda, Dekopinwil dan Dekopin Pusat, Kepolisian, dan Koramil juga diundang.

Tujuan melibatkan begitu banyak kalangan masyarakat, terutama dari generasi muda, kata Anim yang mantan Ketua Karang Taruna Kota Bekasi, ingin memperkenalkan gerakan koperasi sedini mungkin agar kelak mereka mencintai dan menjadi anggota koperasi. Koppas Kranggan juga punya tim sepak bola, KKFC dan komunitas sepeda. Dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat koperasi semakin dikenal. Hal itu terbukti, sampai akhir tahun 2016 anggota dan calon anggota Koppas Kranggan telah mencapai 18.000-an orang.

Koppas Kranggan yang dulu berkantor di salah satu pojok pasar dengan ruang kantor berukuran 3 x 3 meter, setelah dikelola dengan baik, profesional, dan jujur, mengalami kemajuan sangat pesat. Koppas Kranggan kini telah memiliki gedung megah berlantai 3, dan menjadi kebanggaan warga Kota Bekasi karena telah berulang kali meraih prestasi nasional. Prestasi itu, kata Anim, bukan semata-mata hasil kerja pengurus, pengawas, dan manajemen, tetapi, terutama peran aktif para anggota, dan dukungan pemerintah Kota Bekasi. “Tanpa dukungan aktif anggota, Koppas Kranggan tidak ada apa-apanya,” tegas Anim, politisi dari Partai PDI Perjuangan, anggota DPRD Kota Bekasi yang kini juga mempersiapkan diri untuk meraih kursi Kota Bekasi I.

Koppas Kranggan, kata Anim, telah menggulirkan pinjaman modal bagi 15.000-an anggota dan calon anggota, yang tersebar (70%) di Kota Bekasi, khususnya di Kecamatan Jatisampurna, dan 30% lainnya di Depok, Bogor, dan DKI Jakarta, dengan total pinjaman Rp70 miliar. Koppas Kranggan juga punya penabung dan peminjam binaan, khususnya pedagang kecil (K5), sekitar 33.000 orang. Dari jumlah tersebut yang pinjam untuk modal usaha sekitar 24.000 orang. Di Kota Bekasi, kata Anim, tercatat 80.000-an pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jika 24.000 orang meminjam di Koppas Kranggan (25%) berarti Koppas Kranggan punya peran cukup besar dalam pembantuan permodalan UMKM. “Koppas Kranggan sudah memberiikan sumbangsih – pemikiran untuk membangun UMKM di Kota Bekasi. Jika di Kota Bekasi ada koperasi sekelas Koppas Kranggan, pemerintah kota tidak harus pusing membantu UMKM,” tegas Anim penuh semangat.

Khusus Tabungan Cempaka, kata Anim, adalah tabungan yang sangat fleksibel, seperti tabungan harian di bank. Hari ini setor besok boleh diambil, atau kapan saja boleh diambil. Setiap akhir bulan, berapa jasanya telah terbukukan dan bisa langsung dicetak seperti menabung di bank. “Artinya, walaupun namanya koperasi, soal manajemen tidak kalah dengan perbankan,” kata Anim meyakinkan para anggota dan calon anggota. Salah satu kelebihan pelayanan yang diberikan kepada anggota, lanjut Anim, di hari libur seperti lebaran, misalnya, pengurus siap melayani anggota.

“Kalau ada anggota yang membutuhkan dana sangat urgen, misalnya, ada keluarga sakit atau melahirkan di rumah sakit (RS), pintu rumah terbuka untuk melayani anggota. Setiap lebaran ketika kantor tutup, kas koperasi di rumah minimal Rp200 juta. Karena itu, anggota tidak perlu khawatir,” jelas Anim. Menabung di Koppas Kranggan, kata Anim, tidak sulit. Cukup bawa uang Rp20.000 dan kartu tanda penduduk (KTP) isi formulir, dapat buku tabungan. Statusnya sebagai calon anggota Koppas Kranggan.

Menurut Ketua Pengurus Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat, Agung Sujadmoko, Koppas Kranggan memang benar-benar sehat. Parameternya; Pertama, anggota koperasi terus bertambah banyak, mau berpartisipasi aktif, dan bertransaksi dengan koperasi. Koppas Kranggan sudah melayani lebih dari 15.000 anggota dan calon anggota. Kedua, usahanya sehat. Koppas Kranggan bukan saja SHU-nya terus meningkat, juga bisa memberikan hadiah kepada anggota melalui undian. Ketiga, modalnya sehat. Baik modal yang diperoleh dari simpanan anggota dan calon maupun modal penyertaan dari pihak ketiga, terkelola dengan baik. Keempat, manajemennya baik. Koppas Kranggan pasti manajemennya baik, sehingga mampu berkembang dan dapat kepercayaan besar dari anggota. Dan kelima, pengurusnya baik. Pengurus yang yang baik itu adalah pengurus yang cerdas, jujur, dan amanah. “Kesemuanya itu terbukti, dan Koppas Kranggan berprestasi nasional,” jelas Agung. (adit)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *