Agen Bank Nirkantor Dikawatirkan Menghambat KSP

DSCN2910
Program Bank Nirkantor yang diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama beberapa bank, baik bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank BNI dan bank swasta yang jumlahnya belasan, menimbulkan kekawatiran praktisi koperasi, khususnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang masih kecil.

Ada yang menilai, Bank Nirkantor sebenarnya tidak berbeda jauh dengan minimarket; Alfamartdan Indomart, maupun super market seperti; Giant, Lote Mart, Carre Four, Hypermart, yang terbukti menjadi pembuh pasar tradisional warung-warung kecil di sekitarnya. Bank nirkantor dengan sistem peragenanan, dimana perseorangan – bukan lembaga pun bisa menjadi agen, akan “menjadi pembunuh” KSP yang pangsa pasarnya para pedagang di pasar tadisional, industri rumahan, warung nasi, pedagang kaki lima (PKL); pedagang bakso, penjual gado-gado, tukang gorengan, penjual mainan anak-anak, dan sebagainya.

Ketika jumlah Alfamart dan Indomaret baru ribuan, kata Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Tunas Jaya, H Sugiharto yang koperasinya juga memiliki unit simpan pinjam (USP), belum terasa pengaruhnya terhadap pasar tradisional maupun warung-warung kelontong. Tetapi sekarang,setelah izin mendirikan mini market begitu mudah, tidak mempertimbangkan lokasi – wilayah, menjamurlah mini market sampai kampung-kampung.Tahun 2014 jumlah mini market di seluruh Indonesia mencapai 17.957. Karena lokasinya banyak yang berdekatan dengan pasar tradisional, membuat pasar tradisional sepi, dan warung kelontong banyak yang bangkrut. Diperkirakan setiap 1 gerai Alfamart & Indomart membunuh 15 usaha mikro (warung) dan industri rumahan di sekitarnya yang menitipkan produknya di warung tersebut. Jika perkiraan itu benar, maka sedikitnya 267.855 unit usaha mikro terbunuh, sekaligus menciptakan ratusan ribu pengangguran baru.

Jika kebijakan bank nirkantor seperti halnya izin mendirikan mini market, tidak selektif, para praktisi koperasi, khususnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang masih kecil kawatir perkembangannya terganggu. Mereka mempertanyakan, dasar pemikiran kebijakan bank nirkantor, apakah hanya mengadopsi pengalaman di luar negeri?“Sepanjang tujuannya murni semata-mata untuk memberikan kemudahan dan kemurahan kepada rakyat yang akan mengakses ke bank, itu bagus. Namun jika dalam pelaksanaannya ternyata pemerintah tidak bisa mengawasi secara ketat terhadap agen – pelaku di lapangan, dikawatirkan ada oknum yang memanfaatkan untuk keuntungan pribadi,” tutur Sugiharto yang sejak 38 tahun silam bekerja keras mengembangkan KSU Tunas Jaya, khususnya USP-nya yang selama ini menjadi pendukung utama permodalan anggota yang memiliki kegiatan usaha.

Menurut Sugiharto, di Indonesia selama ini terkenal selalu ada oknum yang memanfaatkan. Dia pun mempertanyakan; apakah regulasinya menjangkau ke sana, apa ada pengawasan langsung terhadap agen di lapangan, dan bagaimana rekrutmen calon agen? Kalau dilihat dari segi teknis, mungkin tidak sederhana karena selama ini bank menerapkan tatacara administrasi cukup ruwet. Kecuali mereka yang punya ATM, administrasinya masih tertulis. “Kalau kredibilitas agen tidak baik, dan kontrolnya kurang, yang akan dirugikan adalah nasabah. Kelihatan simple, tetapi belum tentu mudah. Sedangkan di bank slip setoran dobel. Itu pun, kalau tidak diverifikasi masih bisa diakali. Belum bisa membayangkan, bagaimana operasionalnya,” tegasnya.

Idealnya, menurut Sugiharto, jangan perorangan, tetapi badan hukum seperti koperasi. Koperasi-koperasi yang sehat, walau kecil, masih lebih baik karena badan hukum, daripada perorangan. Kalau perorang, jika tidak ada kualifikasi tertentu, susah. “Cara yang bijak, bank bersinergi – kerja sama dengan koperasi. Koperasi menyalurkan kredit kepada anggota. Karena sasarannya membantu usaha mikro dan kecil, maka yang boleh diberikan pinjaman hanya mereka yang punya kegiatan usaha,” urai Sugiharto.

Bank nirkantor yang secara operasional dilakukan oleh agen yang bekerja sama dengan bank memberikan pelayanan dasar perbankan, yakni simpan dan pinjam, lalu ditambah asuransi mikro. Pelayanan dasar simpanan melalui tabungan diharapkan bisa mendorong lagi gerakkan menabung sehingga dana yang mengendap di masyarakat bisa masuk ke system intermediasi perbankan.

Layanan dasar perbankan ini memang sengaja diarahkan untuk masyarakat yang selama ini tidak tersentuh layanan keuangan perbankan. Produk tabungannya pun berkarakter khas, yakni untuk masyarakat kecil. Bank dan otoritas memberikan insentif untuk masyarakat yang membuka rekening tabungan melalui layanan bank nirkantor. Rekening tabungan melalui layan bank nirkantor tidak dikenai biaya admnistrasi serta biaya buka dan tutup rekening.

Transaksi melalui rekening ini tanpa batas minimal, tetapi memiliki batas maksimal, yakni Rp 5 juta per bulan. Akumulasi saldo juga tidak boleh lebih dari Rp 20 juta per bulan. Jika melebihi batas itu maka nasabah didorong menjadi nasabah ban konvensional. Asumsinya, dengan nilai traksaksi yang makin besar nawsabah punya kemampuan mengakses layanan kantor bank konvensional.

Setelah menjadi nasabah melalui bank nirkantor, nasabah bisa menjadi peminjam. Fasilitas pinjaman mikro itu bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan usaha keluarga. Agen bank akan berfungsi sebagai perantara dokumen dan kelengakapan administrasi. Jika pengajuan disetujui, pencarian pinjaman dan pembayaran angsuran bisa dilakukan melalui agen.

Akses terhadap pinjaman bank yang makin mudah ini akan menjadi lawan tangguh rentenir. Apalagi, keberadaan age nada dalam jangkauan masyarakat. Selama ini, masyarakat terjerat oleh lintah darat karena tak bisa mengakses bank. Tanpa akses itu, masyarakat menjadi incaran rentenir yang menetapkan bunga sesuka mereka. Kalau dihitung secara detail, mungkin bunga yang dikenakan lintah darat itu bisa lebih dari 100% per tahun.

Praktik ijon dan rentenir di desa-desa sangat mungkin terjadi, dan karena hanya sebagian kecil usaha yang bisa dibiayai oleh bank. Terdapat 70% dari total 57 juta unit usaha kecil yang belum mendapat layanan bank. Mereka inilah yang dihisap lintah darat. (dm)

Instant-noodle-isle-2007

 

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *