Agus Supriyadi : Tertantang Lahirkan Wirausaha

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mendominasi lebih kurang 99% dari struktur bisnis yang ada. Mereka kuat menghadapi krisis karena sasaran struktur bisnisnya sederhana. Beroperasi di mana tersedia potensi permintaan yang besar.

Eksistensi mereka, kata Agus Supriyadi pemilik Berkah Collection kepada UKM di kediamannya, Jl.Cipinang Muara I (Jl. Hanafi Raya) RT 016 RW 03 Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, perlu lebih diperkuat, dan keberpihakan terhadap wirausaha lokal sangat diperlukan. Sebaliknya, para wirausaha pun harus berusaha mengubah pola pikirnya untuk lebih profesional.

Menurut laki-laki kelahiran Karanggede Boyolali, Jawa Tengah itu, wirausaha lokal harus mampu membidik berbagai kesempatan bisnis. Jika tidak, Indonesia hanya akan menjadi penyedia tenaga kerja untuk mengerjakan proyek-proyek investasi asing. Agar muncul efek sebar ekonomi, harus didorong lahirnya wirausaha di berbagai daerah. Jika tidak, pendidikan hanya akan menyebabkan terjadinya arus migrasi yang tinggi ke perkotaan. Selama ini arus migrasi tinggi dari daerah-daerah ke Jabodetabek.

Uraian Agus bisa dipahami. Setelah bersama orangtuanya migrasi ke Lampung, akhirnya mengadu nasib ke Jakarta. Melalui perjuangan panjang, akhirnya menemukan jati dirinya. Sebelum membuka usaha kompeksi, bertahun-tahun menjadi karyawan pabrik garmen di Kawasan Industri Pulogadung.

“Di sini saya menimba ilmu. Tapi saat krisis ekonomi tahun 1998, menjadi korban  pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, menjadi penarik ojek di Terminal Kampung Melayu. Hampir 2 tahun menekuni profesi ini istri rajin menabung hasil ngojek. Setelah terkumpul jadi modal usaha, beli 1 mesin jahit kemudian membuka jahitan kecil-kecilan. Berkah dari Yang Maha Kuasa, sekarang usaha berkembang dengan omzet cukup bagus,” urai ayah dua orang putri, Iutvita Dwi Utari dan Rahma Shabila Zulfa dari perkawinannya dengan Susan.

Saat ini order Berkah Collection cukup lumayan. Antara lain, order dari Bank Indonesia (BI), sebanyak 2.100 stel untuk cabang seluruh Indonesia. Dari Bakrie Brothers 300 stel, untuk seragam nasional polisi Timor Leste sebanyak 3.000 stel, PT Panasonic 800 stel lengkap dengan sepatu dan topi, Yayasan Dinamika Security dalam setahun mencapai 4.000 stel lebih. “Prospek usahanya cukup bagus sehingga kini mempekerjakan 14 orang karyawan dengan sistem. Untuk sepotong celana, Rp 17 ribu dan baju Rp 15 ribu,” urainya.

Sebagai anak desa, Agus punya obsesi untuk memajukan ekonomi perdesaan dengan membuka usaha kompeksi – jahit-menjahit. Itu sebabnya, ia merekrut sejumlah tenaga kerja dari desa dengan harapan, kelak dikemudian hari mereka mampu menjadi pelaku usaha untuk mengembangkan ekonomi perdesaan. Dengan merekrut tenaga kerja dari perdesaan, bisa membantu program nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo membangun dari perdesaan.

Pesatnya pembangunan infrastruktur, transportasi, dan dana desa, berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi perdesaan. Jika perekonomian masyarakat desa berkembang dengan baik, maka kebutuhan sandang, pangan, dan papan bisa tercukupi. Imbasnya, usaha konveksi pun bisa berkembang. Sekarang banyak proyek pembangunan mengarah ke perdesaan untuk memajukan ekonomi perdesaan. Ada pula skema program PNPM, program listrik pedesaan, program prioritas pertanian, dan sejenisnya.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi perdesaan, persoalan yang muncul terbatasnya jumlah anak muda yang mau menjadi wirausaha di sektor pertanian atau  menginisiasi membuka usaha-usaha baru. Guna mendorong lahirnya wirausaha baru diperlukan berbagai kemudahan, misalnya, perizinan, permodalan, dn pendampingan. Yang tak kalah penting, keberanian kaum muda mencoba menciptakan karya melalui kewirausahaan. Kuncinya, kreatif dan bagaimana mengemas usaha tersebut sehingga banyak diminati orang.

Pahit getir ausaha telah dialami Agus dan Susan. Karena selalu bersyukur, hingga saat ini masih banyak memperoleh order. Baik dari perseorangan, lembaga pemerintah – swasta dari Sabang sampai Timor Leste. Banyak hikmah yang diperoleh, dan banyak orang yang baik. Ada memang pengalaman yang kurang baik, itu sebagai pengalaman untuk lebih berhati-hati. Soal untung dan rugi, dalam dunia usaha hal yang biasa. “Mudah-mudahan, usaha kami membawa berkah keluarga, berkah bagi karyawan. Itu sebabnya, usaha kami nama Berkah Collection, yang tak terasa sudah berjalan 18 tahun,” urainya. Bagi yang ingin menjalin kerjasama, bisa menghubungi lewat telepon (021) 866.140.18 atau HP: 0813.1402.8645. (sutarwadi.k)

This entry was posted in Sajian Khusus. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *