Analisa Pasar Ekspor Untuk UKM

Para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) diharapkan memanfaatkan hasil analisa pasar ekspor yang dilakukan para atase perdagangan di luar negeri. Setiap tahun para atase perdagangan melakukan 10 market survei – market brief di negara masing-masing. Isi dari market brief tersebut menjelaskan pasar yang ada, daya saing produk yang ada di negara tersebut. Contoh, soal furnitur dalam market brief dijelaskan bentuk yang menarik, harga yang cocok, jaringan distribusi, kompetitornya, strategi dan bagaimana cara memenangkan pasar di negara-negara tersebut.

Market brief telah didistribusikan kepada dunia usaha lewat asosiasi-asosiasi, dinas pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Kepada pelaku UKM yang belum tergabung di asosiasi namun ingin mengekspor produknya bisa mendapatkan market brief dengan mudah yaitu mengakses internet, juga diberikan gratis bagi yang datang langsung ke Kemendag. Indonesia memiliki 40 kantor perwakilan di luar negeri, sehingga jika setiap tahun dan setiap atase membuat 10 market brief maka ada 400 hasil analisa – market brief yang dibuat.

Kemendag juga menjalin kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Kerjasama tersebut untuk mencapai target tiga kali lipat ekspor nasional. Untuk meningkatkan kinerja ekspor sampai tiga kali lipat pada lima tahun ke depan, kita bisa memanfaatkan hasil-hasil kerja sama dengan JICA guna meningkatkan jejaring kemitraan. Ini sekaligus sebagai wujud komitmen antara pemerintah dan swasta dalam upaya peningkatan ekspor nasional.

Menginisiasi dan memperkuat produk berdaya saing global bagi UKM dalam rangka peningkatan ekspor nonmigas. Proyek ini terbagi menjadi lima working groups yang masing-masing memiliki tujuan saling berkaitan, antara lain peningkatan fungsi yang meliputi reformasi organisasi, informasi pasar, promosi ekspor, pengembangan produk, dan peningkatan jaringan – aliansi. Dengan adanya informasi pasar ekspor yang rinci, penguatan jaringan yang lebih luas, produk yang berkualitas dan promosi yang intensif, serta SDM ekspor yang profesional, maka aktivitas perdagangan internasional, khususnya ekspor, diharapkan meningkat sesuai dengan target.

Bentuk kerja sama yang telah dilakukan antara lain dialog eksportir mengenai permasalahan yang dihadapi eksportir dan pelatihan bagi eksportir yang bertujuan meningkatkan kapasitas SDM dalam bersaing di pasar internasional. JICA juga turut berperan dalam peningkatan informasi pasar sebagai hasil dari riset pasar, layanan Customer Services Centre (CSC) yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam memperoleh berbagai informasi perdagangan ekspor, serta membership services sebagai sarana pendukung layanan CSC berbasis online.

Terakhir, Design Partnership Program (DPP) berupa pengembangan database desainer, Design Facilitation Services (DFS), Designer Dispatch Service (DDS), dan seminar desain, yang bertujuan meningkatkan mutu desain produk UKM, mempromosikan desainer dan UKM, memenuhi kebutuhan UKM terhadap pengembangan produk berorientasi ekspor, serta memfasilitasi alih pengetahuan dari desainer yang berpengalaman kepada desainer local – daerah. (red)

This entry was posted in Dari Redaksi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *