Andreas Mbete : Tidak Ingin Kopdit Obor Mas Menjadi Koperasi Biasa Biasa Saja

Menahkodai sebuah kapal besar bernama Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas yang membawa ‘penumpang’ – anggota per 31 Desember 2017 sebanyak 76.844 orang, menuju Pelabuhan Sejahtera, tanggung jawabnya berat. Dengan pertumbuhan anggota 22.000 orang lebih, atau meningkat 42% dari tahun 2016, dan diyakini bahwa pertumbuhan jumlah anggota akan semakin pesat, jika tak hati-hati risikonya besar.Dan hal itu sangat disadari oleh para pengurus, pengawas dan manajemen, terutama Ketua Pengurus dan General Manager (GM) sebagai pelaksana.

Membawa misi besar agar koperasi tetap eksis, kuat, kokoh, dan terpercaya, memang berat. “Pertama, harus berfikir bahwa Kopdit Obor Mas, bukan koperasi yang biasa-biasa saja, tetapi koperasi besar setara bank. Untuk itu dibutuhkan orang-orang yang berfikir besar, berfikir strategis, cerdas, memiliki semangat juang tinggi, tahan banting, dan berjuang tanpa henti,” jelas Ketua Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete, S.Pd., saat berbincang dengan wartawan Majalah UKM, di Wisma Induk Koperasi Kredit (Inkopdit), Jakarta, pertengahan Mei 2018 silam. Andreas adalah ketua baru, periode 2018 – 2021 yang terpilih dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2017 yang dilaksanakan pada Maret 2018. Andreas menggantikan Gabriel Tongge yang telah 2 periode memimpin Kopdit Obor Mas, yang menurut aturan lembaga, anggaran dasar (AD) tidak boleh dipilih kembali.

Koperasi sebagai sebuah lembaga usaha di Tanah Air, bisnisnya semakin kuat, karena regulator; Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberi izin untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Setelah dibuka kesempatan koperasi boleh ikut menyalurkan KUR, menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah (UKM) A.A. Gede Ngurah Puspayoga, cukup banyak koperasi yang mengajukan permohonan ikut penyalurkan KUR. Namun sampai Mei 2018 baru ada 2 koperasi yang memperoleh izin, yaitu Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas Maumere, NTT dan Kospin Jasa Pekalongan, Jawa Tengah.

Kopdit Obor Mas, sampai saat ini masih merupakan ‘satu-satunya’ dari 887kopdit primer di Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) yang sudah mau menyalurkan KUR. Sementara, ratusan koperasi besar lainnya anggota Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) masih memilih untuk berswadaya memberdayakan diri, dan mengeksplor potensi jejaring gerakan.

Untuk bisa menyalurkan KUR, kata Menkop, persyaratannya memang ketat. Koperasi, sebagai lembaga keuangan non bank yang telah berbadan hukum performance-nya harus sama dengan bank. Non Performing Loan (NPL) – Kredit Lalai (KL-nya) harus di bawah 5%, CAR 85%, BOPO 90%, sistem informasi teknologi (IT) online, diaudit akuntan publik, memiliki BI Cheking yang terkoneksi secara baik dangan BI, OJK maupun Kemenkeu melalui online. Sumber daya manusia (SDM) manajernya harus bersertifikat kompetensi.

Karena salah satu syarat untuk bisa menjadi menyalurkan KUR, pengelolaannya harus profesional, memiliki kompetensi, dan Kopdit Obor Mas sejak 2017 dipercaya oleh pemerintah menjadi penyalur KUR, maka salah satu program setrategis tahun 2018 adalah peningkatan kualitas SDM pengelola. Mulai General Manager (GM), manajer, kepala divisi, dan kasir harus tersertifikasi. “Untuk GM, sudah lama bersertifikasi kompetensi,” jelas Andreas.

Realisasi program peningkatan kualitas SDM, pada Februari 2018, Kopdit Obor Mas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi para manajer, kepala divisi, kasir, dan talent, bekerja sama dengan Bandan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) selama 2 minggu. Karena pesertanya cukup banyak, uji kompetensi dilaksanakan selama 1 minggu. Materi pelajarannya terutama terkait tugas dan fungsi masing-masing. Sebagai manajer, misalnya, materinya tentang kepemimpinan, bagaimana seorang manajer mengelola sebuah lembaga usaha secara profesional, bagaimana mengelola manajemen koperasi simpan pinjam, bagaimana sikap seorang pemimpin terhadap anak buah, bagaimana berkomunikasi dengan baik untuk bernegosiasi agar berhasil, dan sebagainya.

“Diklat tidak akan berhenti hanya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi, tetapi akan terus berkelanjutan, agar kualitas SDM semakin prima,” tutur Andreas. Terkait audit, lanjut dia, sejak 1998 Kopdit Obor Mas sudah diaudit olen akuntan publik. Dalam 2 tahun terakhir, berturut-turut meraih predikat; Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Hendro, Busroni, Alamsyah. Artinya, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tercatat pun, sama seperti yang dikerjakan.

Menkop dan UKM menegaskan; “Bila dikelola dengan baik, benar, dan profesional, koperasi bisa tumbuh dan menjadi besar dan berkualitas. Kopdit Obor Mas contoh konkret. Bila tidak bagus, tidak baik, tidak mungkin bisa menjadi penyalur KUR”. Bukti lain, Kopdit Obor Mas terpilih sebagai Kopdit Terbaik 2017 versi Inkopdit, yang baru kali pertama melakukan pemilihan terhadap kopdit-kopdit primer anggota Inkopdit. Penilaian itu dimaksudkan untuk mendorong kopdit-kopdit primer meningkatkan kualitas lembaganya.

Kalau kualitas usaha Kopdit Obor Mas terus ditingkatkan, bukan tidak mungkin suatu saat kelak akan bisa listing di lantai bursa efek Indonesia, seperti Kospin Jasa. Kualitas Kopdit Obor Mas, bisa dilihat dengan diresmikannya operasional ATM dan 6 unit mobil kas keliling untuk meningkatkan pelayanan anggota. Mobil kas keliling memiliki fungsi sebagai tarik dan setor tunai, penerimaan anggota baru, pembukaan rekening tabungan, serta konsultasi pinjaman.

Peluncuran KUR secara simbolis dilakukan Menkop dan UKM, diberikan kepada 10 orang anggota Kopdit Obor Mas masing-masing Rp20 juta per orang. Penyaluran KUR disesuaikan dengan persyaratan plafon pinjaman untuk usaha mikro sebesar Rp5 juta – Rp25 juta. Sebelum menerima KUR, anggota harus mengikuti pendidikan finansial agar dapat mengembangkan usaha produktif. KUR diperuntukkan bagi anggota koperasi yang punya usaha produktif dan memenuhi syarat sebagai penerima KUR. Kopdit Obor Mas memiliki produk KUR Mikro dengan maksimal pinjaman Rp25 juta dalam waktu 36 bulan, dan KUR Ritel pinjaman antara Rp25 juta – Rp500 juta, dengan jangka waktu 5 tahun. Penyaluran KUR perdana kepada 10 anggota Kopdit Obor Mas yang bergerak di sektor usaha pertanian, perkebunan, dan perdagangan, dengan total penyaluran sebesar Rp350 juta.

Ketika mendaftar sebagai penyalur KUR, Kopdit Obor Mas mengajukan rencana anggaran untuk tahun 2017 sebesar Rp100 miliar. Namun, mengingat sudah jelang tutup tahun, yang disetujui hanya Rp10 miliar, dengan rincian Rp5 miliar untuk sektor usaha mikro dan Rp5 miliar untuk usaha ritel. Tahun 2018 Kopdit Obor Mas, ditetapkan Kemenkeu untuk menyalurkan KUR senilai Rp150 miliar. Penetapan itu, disampaikan Menteri Koperasi dan UKM. Bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kopdit Obor Mas, menjadi kebanggaan tersendiri. Karena koperasi tersebut mampu membuktikan sebagai koperasi besar, berkualitas dan sehat sehingga diizinkan oleh BI, OJK, dan Kemenkeu untuk menyalurkan KUR.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat concern dalam mengembangkan koperasi di seluruh Indonesia. Namun, pemerintah tidak lagi memberikan bantuan hibah, melainkan memberikan pelatihan-pelatihan manajemen keuangan dan peningkatan kualitas SDM, serta menyediakan pembiayaan dengan bunga ringan. Contoh, dulu bunga KUR 22%, turun menjadi 12%, kemudian turun menjadi 9% dan tahun 2018 turun lagi tiggal 7%. Jika tidak ada bunga rendah penghasilan UMKM anggota koperasi akan habis untuk membayar bunga kredit. Kapan mereka akan sejahtera. Penyaluran KUR harus diawasi dengan ketat supaya tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan permodalan untuk mengembangkan usahanya.

Kopdit Obor Mas diharapkan tidak hanya berorientasi kepada besarnya sisa hasil usaha, sehingga bisa menciptakan jasa rendah bagi anggota. Diyakini, ke depan akan muncul koperasi-koperasi sekelas Kopdit Obor Mas,dan Kopdit Pintu Air, karena gerakan koperasi di NTT terus tumbuh. Menurut Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, kinerja Kopdit Obor Mas dan Kopdit Pintu Air makin mempertegas Kabupaten Sikka sebagai Kabupaten Koperasi di NTT. Menurut data, jumlah koperasi di Kabupaten Sikka sebanyak 431 unit, 163 unit di antaranya sudah berbadan hukum. Total anggota 291.000 orang sekitar 85% dari jumlah penduduk Sikka 344.000 jiwa. Sedangkan total aset Rp1 triliun lebih dan omzet Rp8 triliun lebih.

****

Meskipun periode kepengurusan Kopdit Obor Mas per 4 tahun, namun rencana strategis (Renstra) jangka panjangnya 5 tahunan. Setelah Renstra disahkan dalam sidang paripurna rapat anggota (RA), penjabaran program yang ingin dicapai disusun per tahun buku, juga disahkan dalam sidang paripurna RA maupun rapat anggota tahunan (RAT). Dicontohkan, Renstra 2012 – 2017, dengan visi; Menjadi Koperasi Kelas Dunia bersertifikat ISO 9001:2008 dan Access Branding. Dari Renstra itu, target jumlah anggota tahun 2016 mencapai 100.000 orang dan aset mencapai Rp1 triliun.

Mimpi besar itulah yang mendorong seluruh jajaran pengurus, pengawas, dan manajemen terus bekerja keras. Bahwa target belum menjadi kenyataan, itu soal lain. Yang terpenting, kata Andreas, semua telah berusaha kerja maksimal. “Karena sampai akhir Maret 2018 total anggota Kopdit Obor Mas telah mencapai 80.000 orang lebih, sedangkan program kerja pengurus tahun 2018 harus mampu merekrut anggota baru 25.000 orang. Kami yakin, tidak susah. Karena tahun 2017 anggota baru yang masuk 22.646 orang. Untuk mencapai 25.000 anggota baru, setiap kantor cabang (ada 10 kantor cabang) harus mampu merekrut minimal 2.500 orang,” tegas Andreas seraya menambahkan bahwa target aset pun naik dari Rp600.883.703.761 tahun buku 2017 menjadi Rp750 miliar tahun buku 2018.

Saat ini, semua manajer Kopdit Obor Mas telah bersertifikat kompetensi profesi, sehingga kemampuannya tidak diragukan. Maka, para manajer cabang diberikan beban tanggung jawab lebih besar, mengelola cabang tersebut secara otonomi. Biaya-biaya operasional tidak dikontribusi dari kantor pusat. Mereka harus mampu membiayai diri sendiri. Kantor pusat mengeluarkan kebiajakan dan memacu pertumbuhan segala aspek manajemen. Dampak positifnya, di antara para manajer cabang saling berlomba, bersaing menggapai prestasi terbaik. Dengan demikian, tujuan berkoperasi untuk sejahtera tercapai.

Bagi mereka yang kerja keras dan berprestasi, mendapatkan penghargaan dari lembaga – kantor pusat. Ukuran prestasi itu, misalnya, cabang mampu melebihi target merekrut anggota baru, atau menekan kredit lalai di bawah 5% – 0%. Pada November 2017, bertepatan dengan ulang tahun Kopdit Obor Mas ke-45, memberi penghargaan kepada; Cabang Dengan Pertumbuhan Anggota Terbesar, Cabang Dengan Pertumbuhan Simpanan Terbesar, Cabang Dengan Pengelolaan Adminstrasi Terbaik, Cabang Dengan Kredit Lalai Terendah, Cabang Yang Anggotanya Membayar Simpanan Wajib 100%. Karena penilaiannya semua aspek, maka satu cabang bisa saja meraih beberapa penghargaan prestasi. Kepada karyawan pun diberikan penghargaan; Karyawan Teladan, dari masing-masing cabang. Salah satu aspek penilaiannya untuk Karyawan Teladan, dia bekerja human error-nya rendah. Tidak masuk kerja dalam setahun di bawah 12 hari. Menurut Andreas, setiap tahun diberikan penghargaan, tetapi pada ulang tahun Kopdit Obor Mas ke-45 setiap aspek diberikan penghargaan.

Namun, kata Andreas, bukan berarti tanggung jawab pengurus lebih ringan. Karena Kopdit Obor Mas koperasi besar, pengurus tetap harus memegang prinsip kehati-hatian. Menjaga nama baik lembaga, dan kepercayaan anggota jangan sampai koperasi yang sudah besar salah urus, dan hancur. “Mempertahankan dan meningkatkan yang sudah baik, lebih berat daripada ketika berusaha mencapainya,” tegas Andreas. Untuk menjaga agar program kerja tercapai dengan baik, lanjut dia, setiap bulan dievaluasi, sejauh mana capaiannya. Dan itu telah menjadi tradisi sejak dari dulu. GM harus menyiapkan laporan untuk pengurus sebagai bahan evaluasi bulanan. Dengan evaluasi itu bisa diketahui bagaimana pertumbuhan anggota, neraca rugi labanya, bagaimana kredit lalai, bagaimana perkembangan volume pinjaman, pertumbuhan simpanan, dan sebagainya.

Dengan langkah-langkah tersebut, sangat wajar Kopdit Obor Mas yang didirikan pada tahun 1972, saat ini menjadi koperasi terbaik di NTT dengan berbagai penghargaan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Untuk tingkat nasional antara lain; Tahun 2011 Kopdit Obor Mas meraih penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM sebagai; Koperasi Paling Responsif Terhadap Perubahan Lingkungan Strategis. The Best Cooperative in Service Excellent of The Year dari Menteri Perekonomian RI pada Maret 2015, KSP Award 2015, Dekopin Award 2015. Pada puncak acara Harkopnas 12 Juli 2017, di Makassar, Sulawesi Selatan, GM Kopdit Obor Mas Leonardus Frediyanto meraih penghargaan Bhakti Koperasi.Dilihat dari kinerjanya selama ini, Yanto, panggilan akrabnya, memang pantas menerima penghargaan tersebut.

Sebenarnya, sejak tahun 2005 Andreas telah berada di jajaran elite Kopdit Obor Mas. Pernah menjadi anggota pengawas, pernah pula menjadi sekretaris selama 2 periode. Boleh dibilang pengelola dapur organisasi adalah sekretaris, sekaligus sebagai motor penggerak organisasi tersebut.

“Selain sekretaris dalam struktur organisasi, selama 8 tahun – 2 periode, oleh teman-teman pengurus dipercaya sebagai pengurus harian. Sebagai pengurus harian, masuk kantor setiap hari untuk mem-back up seluruh kegiatan organisasi. Jika ada hal-hal mendesak, diberikan mandat untuk mengambil keputusan bersama-sama dengan GM, tetapi tidak mengurangi keputusan kolektif pengurus. Dan keputusan tersebut dilaporkan dalam rapat pengurus,” jelasnya.

Terkait dengan sistem pemilihan pengurus dan pengawas, standar saja, dipilih oleh anggota. Prosesnya, karena anggota jumlahnya puluhan ribu, maka pemilihannya diawali dari pemilihan wakil anggota kelompok RAT. Pemilihan pengurus tahun 2018 diikuti oleh 115 perwakilan kelompok RAT. Biayanya cukup besar, Rp25.000 per anggota, untuk di tingkat kelompok, belum pada RAT konsolidasi – paripurna. Pada saat RAT paripurna, setiap kelompok diwakili 3 orang. Karena jumlah pengurus 9 orang, jika calonnya lebih, kebetulan yang mencalonkan ada 14 orang, maka suara terbanyak 1 – 9 yang menjadi pengurus. Sedangkan untuk pengawas, calonnya ada 7 orang, tetapi jumlah pengawas hanya 5 orang, maka suara terbanyak 1 – 5 yang menjadi pengawas. Walau mendapatkan suara terbanyak, tidak otomatis menjadi ketua pengurus, begitu juga pengawas. Pengurus – pengawas terpilih mengadakan untuk menyusun komposisi. Karena senioritas dan pengalaman di kepengurusan, Andreas dipercaya untuk menakhodai kapal besar tersebut.

Namun, ketika ditanya untuk Renstra 5 tahun ke depan, 2018 – 2022, yang akan bertepatan dengan setengah abad – 50 tahun usia Kopdit Obor Mas, belum berani menjelaskan karena belum dimusyawarahkan bersama antara pengurus – pengawas dan manajemen. “Tetapi yang jelas, kami tidak ingin Kopdit Obor Mas menjadi koperasi yang biasa-biasa saja. Harus menjadi koperasi luar biasa,” tegasnya. Dan yang terpenting, lanjutnya, ke depan ingin memberikan pelayanan prima kepada anggota, agar anggota bisa meningkatkan kehidupan yang lebih layak – lebih baik. “Tidak usah bicara soal sejahtera. Karena sejahtera itu sangat relatif. Hidup lebih layak, itu yang harus diperjuangkan,” katanya.

Anggota yang memiliki kegiatan produktif – kegiatan usaha (UMKM), lanjut dia, Obor Mas akan mendamping dan memberikan bimbingan kepada para pelaku UMKM, agar mereka – penerima KUR dapat mengelola usahanya lebih baik, supaya bisa meningkat, dan pendapatan ekonomi rumah tangga semakin baik. Anggota Kopdit Obor Mas didorong untuk memiliki kegiatan usaha. Apa pun usahanya. Jangan berfikir bahwa usahanya itu harus besar. Kita bisa memulai dengan skala kecil. Obor Mas sudah punya produk Pinjaman Jumbo, yaitu pinjaman untuk memulai usaha. Misalnya, beli pulsa, jual pulsa, beli bensin jual bensin, atau bikin kue. Untuk memulai usaha seperti itu tidak besar. (adit – mar)

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *