Bebek Nuklir, Rasanya Sempurna

BEBEK NUKLIR 2Nama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nurul Setyati, Kalau sedang ngoceh  di udara sering ganti-ganti nama. Kadang ditambah dikit jadi Nurul Astari, Nurul Ayu Astari. Tetapi tetap Nurul. Apalah arti sebuah nama. Yang penting, melakukan sesuatu yang positif. Mengaku orang kampung, dari sebuah desa di Grobogan, Jawa Tengah, tidak berpendidikan, namun bermodal semangat dan kerja keras Nurul ingin mencapai cita-cita, menjadi wirausaha yang sukses, dan membawa barokah untuk banyak orang.

Hoby menyanyi, suaranya bening, Nurul bercita-cita ingin jadi artis – penyanyi. Tetapi garis hidupnya menentukan lain. “Saya sama sekali tidak pernah berpikir kalau kemudian menekuni usaha kuliner seperti ini,” tuturnya membuka perbincangan dengan reporter Majalah UKM di bawah tenda kuliner bermerek Bebek Nuklir. Boleh dibilang, lanjut Nurul, usaha bebek goreng – bebek bakar ini anugerah Allah. Soalnya tidak pernah sekolah – belajar bisnis kuliner.

BEBEK NUKLIR 3“Boro-boro masak bebek yang susahnya minta ampun, bikin sayur bayam saja tidak bisa,” katanya berterus terang. Tetapi karena punya niat kuat harus bisa seperti ibunya, sajian masakan Nurul mendapat pujian banyak orang. Terutama penikmat bebek nuklir di kawasan Cibuntu, Bekasi, Jawa Barat. Dari segi pendidikan, teori memasak, dia mengaku, tidak punya. Tapi karena Nurul terjun langsung, praktek, akhirnya bisa juga. “Kalau ada orang yang tanya soal resep, aku suruh melihat saja. Aku tidak bisa menyebutkan secara rinci,” jelasnya berterus terang.

Niatnya, di Jakarta cari uang. Kalau tidak mau kerja keras, kita akan menjadi orang yang kalah. Nurul punya keinginan, ke depan harus bisa maju dan sukses. Juga ada manfaatnya untuk orang lain, mereka yang kerja di warung ini. “Dukungan menjadi pelanggan yang baik, sering mengajak teman-teman makan di sini agar bebek nuklir semakin banyak pelanggannya,” tutur seorang pelanggan yang mengaku sudah cukup lama jadi pelanggan. Usaha kuliner itu sangat membantu banyak pihak. Katakan membantu kesejahteraan masyarakat. Yang lapar bisa mampir makan, yang nganggur mendapatkan pekerjaan, peternak bebek senang karena punya pangsa pasar.

100_3706“Bebek nuklir ini termasuk usaha kreaktif, bagaimana meracik bumbu demikian sedap, rasanya sangat berbeda dengan bebek goreng – bebek bakar lainnya. Bebek nuklir punya ciri khas. Seperti nuklir, begitu makan langsung deeeem, di mulut rasanya lain. Pedasnya, gurihnya mantap. Sangat luar biasa dan istimewa sekali” kata Dedy Irama, adik raja dangdut H Roma Irama, yang mengaku sudah cukup lama menjadi pelanggan, memberi pujian.

Dia mengaku penggemar masakan bebek. Entah disemur, diopor, bebek goreng, bebek bakar, semua dimakan. Yang namanya bebek nuklir, membuat penasaran, seperti apa rasanya. Ternyata, nikmat benar. Meski sudah lama menjadi pelanggan, dia mengaku ketinggalan dari rekan-rekannya sesame penyanyi dangdut seperti Yus Yunus, Endang Kurnia, mereka lebih duluan.

BEBEK NUKLIR 4Tahu ada bebek nuklir, katanya, karena pemiliknya, Nurul ternyata senang memperhatikan anak yatim. Pada saat ada penyantunan, dia ada di situ. Setelah selesai pengajian, Nurul mengajaknya makan, ada bebek nuklir. Karena penasaran, ketika panitia menyuruh makan, tidak makan supaya bisa makan di bebek nuklir yang dipromosikan luar biasa. Ternyata benar adanya. “Setelah merasakan sekali, maunya datang lagi, dan datang lagi,” jelasnya. Rasa masakannya memang sangat berbeda, dan sangat spesial. Ada menu yang rasa manis kejawa-jawaan, ada yang dominan pedasnya seperti masakan padang. Tapi bebek nuklir, dagingnya pulen, rasanya sempurna.

Kuliner menjamur di mana-mana, menu bebek goreng – bebek bakar pun berjejer di trotoar tempat kuliner mangkal. Tetapi dari namanya saja, bebek nuklir ini sudah berbeda, dan mudah diingat. Begitu duduk, dan menikmati sajian bebek nuklir, sudah pedas duluan. Setelah makan pelanggan akan mengingat, kalau mengingat bom atum pasti akan ingat nuklir. “Kalau makan yang pedas-pedas akan ingat bebek nuklir. Pilihan nama untuk merek dagang memang harus tepat agar mudah diingat,” tutur Manaurung, salah seorang pelanggan setia yang sudah cukup lama.

BEBEK NUKLIR 5Seperti diceritakan pemiliknya, Nurul, ciri khas bebek nuklir bukan instan, tetapi membutuhkan proses dalam waktu pajang, sehingga menghasilkan citarasa nikmat seperti sekarang ini. Sebagai pelanggan kuliner, dia berharap kepada pemerintah, agar lebih serius memperhatikan pelaku kuliner, karena mereka adalah pelaku usaha untuk ikut mengatasi kesulitan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kuliner betul-betul membutuhkan campur tangan pemerintah dalam rangka memajukan usahanya, dengan modal yang boleh dibilang pas-pasan.

Pelanggan lain, Mulyana yang mengaku hampir tiap hari – tak pernah bosan makan di bebek nuklir mengatakan; masak bebeknya lunak, beda dengan yang lain. Rasa dagingnya unik, seperti daging sapi. Karena rasanya empuk, makan tiap hari tidak bosan. Kalau makan di tempat lain, baru sekali dua kali sudah bosan. mungkin baru seminggu kemudian datang lagi. Tapi makan bebek nuklir bisa setiap hari, tidak bosan. “Meskipun harganya relatif mahal, karena puas, bisa makan setiap hari,” kata Mulyana, seorang karyawan yang kerja di kontraktor bagian marketing.

Sebagai petugas trantib, kata Dede Sumarli, yang penting saling membantu saja. Kalau sudah ada warung di Cibuntu, pasti mereka itu warga Cibuntu. Timbal baliknya saling membantu. Majunya Cibuntu, adalah majunya warung-warung yang ada di Cibuntu. Semua didukung dan dibantu, agar ke depan mereka bisa maju, bisa semua sukses. Semua yang mempunyai kegiatan usaha di daerah Cibuntu mendapat dukungan dari pihak kelurahan setempat. Karena yang ditempat para pelaku kuliner itu tanah milik Pengairan, yang penting tidak dibangun secara permanen, dan ketika akan diperlukan oleh pihak Pengairan harus siap pindah.

Sebagai petugas trantib dia menyarankan agar para pelaku kuliner berbaik-baiklah dengan lingkungan sekitar, sering-sering pula berkoordinasi dengan pemangku kewenangan. Sehingga ketika ada masalah bisa cepat diselesaikan. Terutama, tentu berkoordinasi dengan pihak Pengairan. Kalau dari pihak kelurahan hanya tahu bahwa di wilayahnya ada kegiatan usaha. (yuni)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *