BKCU Kalimantan Memperluas Sinergi Credit Union Taklukan Tantangan New Normal

Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku XXXI dengan mengedepankan protocol kesehatan yang berlangsung secara virtual dan offline Q Hall Qubu Resort, Kubu Raya, Sabtu (15 Agustus 2020).

Tema RAT adalah “Optimizing The Benenfits of Credit Union Through Good Governance and Community Empowerment”. Diharapkan Credit Union tetap sehat dan berkelanjutan sehingga angota terus mendapatkan manfaat serta hal-hal positif dengan bergabung bersama CU di tempatnya masing-masing.

Ketua Pengurus Puskopdit BKCU Kalimantan, Edi Vincensiun Petebang, S.Sos, menyampaikan rasa syukur karena di tengah pandemic Covid -19 Credit Union tetap bertahan dan terus melayani anggotanya dengan maksimal. Bahkan Puskopdit BKCU Kalimantan secara nasional, tetap terbesar berdasarkan anggota dan aset.

“Kita juga patut bangga atas berbagai penghargaan, apresiasi yang diberikan pemerintah dan berbagai pihak kepada aktivis maupun CU-CU dalam jejaring kita, baik tingkat dunia, nasional maupun lokal. Ini bukti bahwa kerja kita, credit union, berguna bagi banyak orang,” ujarnya dalam sambutan pembukaanRAT.

Atas nama Puskopdit BKCU Kalimantan, Edi mengucapkan terima kasih kepada 44 CU Primer anggota, pemilik Puskopdit BKCU Kalimantan yang telah bekerja sama dan mendukung pengurus dalam menjalankan program kerja Tahun Buku 2019. Secara umum, seluruh program kerja dapat terlaksana denan baik. “BKCU adalah KITA,kita adalah BKCU. Kita telah bersepakat memberikan mandate kepada lembaga ini untuk memastikan keberlanjutan gerakkan Credit Union melalui tata kelola yang sehat dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas anggota (misi).

“Kita telah, sedang, dan akan bergerak bersama untuk memastikan CU-CU kita sehat dan berkelanjutan. Ada kontrak solidaritas, MO yang standar serta Escete mobile dan core Escete. Dalam tata kelola CU yang standar, Pengurus, Pengawas, dan manajemen dituntut proaktif dan secara maksimal melakukan tugas dan tanggung jawabnya,” tegasnya.

RAT sukses dan lancar menurut Sekretaris Pengurus, Agustinus Alibata, semula RAT Tahun Buku 2019 dijadualkanbulan Mei 2020 di Ambon dengan CU Hati Amboina (CU HA), sebagai tuan rumah. Namun karena seringnya terjadi gempa di sana CUHA mengundurkan diri. Pengurus kemudian menunjuk CU Kusapa, Sanggau. Dikarenakan terjadi pandemic corona Covid-19, CU Kusapa juga mengundurkan diri. Akhirnya pengurus memutuskan untuk mengorganisir RAT. Inilah RAT dalam sejarah Puskopdit BKCU Kalimantan yang dilaksanakan dengan model gabungan offline dan virtual.

RAT kali ini diikuti 44 CU primer anggota, 5 CU primer mengikuti secara offline di Pontianak dan 39 CU primer lainnya mengikuti secara virtual. Dalam RAT kali ini turut hadir sebagai peninjau yaitu CU Pantura Lestari  di Ketapang dan CU Sumber Sejahtera di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “RAT ini secara tertulis sudah diberikan tanggapan dati 44 CU anggota kami. Sehingga yang hadir di ruangan ini ada 5 CU dan lainnya mengikuti secara virtual. Karena kebetulan anggota Puskopdit BKCU Kalimantan ini ada di 18 provinsi,” jelas Alibata.

Ketua panitia RAT, Marselus Sunardi menyebut ada 7 sejarah penting dalam pelaksanaan RAT Puskopdit BKCU Kalimantan tahun buku 2019. Tiga diantaranya, inilah RAT yang tempat dan waktu pelaksanaannya berpindah tiga kali;  pertama kalinya RAT dilaksanakan secara virtual, pertama kalinya diperdengarkan Mars Puskopdit BKCU Kalimantan.

Rapat RAT dipandu oleh Hermanus Abeh, Ketua CU Stella Maris dan Victoria Budi Astuti, Ketua CU Khatulistiwa Bakti sebagai sekretaris rapat. Pengurus Puskopdit BKCU Kalimantan yang hadir di lokasi offline adalah; Edi V Petebang (Ketua), Agustinus Alibata (Sekretaris) dan Marselus Sunardi (Bendahara). Pengurus lain hadir dari tempat tinggal masing-masing. Yakni Herman Habatan (Wakil Ketua) dari Atambua, Anton Serasima, (Anggota Pengurus) dari Tana Toraja, Isang Ipuy (Anggota Pengurus) dari Pangkalanbun, Achmad Rofik (Anggota Pengurus) dari Jakarta. Semua Pengawas mengikuti RAT dari luar Pontianak, yakni; Rita Sarlawa (Ketua) dari Palangka Raya, Kun Anggora (Sekretaris Pengawas) dari Batam dan P Marcel Lamuri (Anggota Pengawas) dari Larantuka. Semua manejemen dipimpin Erowin (General Manager) hadir di lokasi RAT di Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam RAT ini membahas Laporan Pertanggungjawaban Pengurus (LPJ) dan Laporan Hasil Pengawasan (LHP), perubahan program kerja tahun buku 2020, pengesahan pergantian antar waktu pengurus, pemilihan tuan rumah RAT tahun buku 2020, pemilihan panitia pemilihan pengurus dan pengawas, pengumuman BKCU Award, pengumuman pemenang samyembara Mars BKCU Kalimantan. Satu bulan sebelum RAT pengurus telah mengirimkan dokumen LPJ, LHP, perubahan program kerja pengurus.

Dalam RAT tanggal 15 Agustus 2020, Pengurus dan Pengawas menyampaikan jawaban atas pertanyaan dan saran tertulis yang sudah disampaikan oleh CU Anggota. Ada 25 CU Primer yang menyampaikan pertanyaan dan saran untuk pengurus. Pergantian antar waktu dari alm Romo Linus Oge kepada Achmad Rofig dari CU Bererod Gratia, Jakarta. Tuan rumah RAT Tahun Buku 2020 semula peserta mayoritas memilih kembali CU Hati Amboina, namun pengurus CU Hati Amboina belum bisa menerima karena belum berakhirnya pandemic Covid-19. Akhirnta RAT memilih CU Cindelaras Tumangkar, Jogyakarta sebagai tuan rumah RAT Puskopdit BKCU Kalimantan  Tahun Buku 2020.

Puskopdit BKCU Kalimantan berharap sinergitas gerakkan CU dan koperasi lainnya bersama pemerintah dapat terus terjalin dan solid. Kehadiran CU dan koperasi sangat bermanfaat serta memberikan dampak positif di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Puskopdit BKCU Kalimantan dan pemerintah, menurut Edi V Petebang, khususnya di Provinsi Kalmantan Barat, sama-sama punya komitmen penuh untuk menjaga, melindungi credit union – koperasi karena kehadirannya nyata memberi bukti meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup anggota.

Edi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mitra kerja, pemerintah, lembaga swasta dan semua pihak atas kerja sama dan dukungannya, terutama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalbar yang secara khusus hadir di Kantor Puskopdit BKCU Kalimantan dan memberikan sambutan untuk RAT kali ini. Selain dukungan Ketua Induk Koperasi Kredit (Inkopdit), Joko Susilo, pertama kalinya RAT Puskopdit BKCU Kalimantan dihadiri secara virtual oleh Menteri Koperasi dan UKM.

GM Puskopdit BKCU Kalimantan, Erowin, S.Hut, menuturkan bahwa tantangan CU cukup besar dalam kondisi pandemic Covid-19 ini; banyak dampak yang dirasakan. Mulai kesehatan hingga ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat. Ia pun menghimbau kepada masyarakat yang telah bergabung dengan credit union agar tetap dapat berjuang bersama melawan dampak dari Covid-19. (edi)

This entry was posted in Opini and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *