BSI Motor Penggerak Ekonomi

Tahun 2021 menjadi momentum yang sangat baik bagi gerakan koperasi syariah melebarkan sayap bisnisnya. Pasalnya ekosistem keuangan dan ekonomi syariah yang digencarkan pemerintah sudah mulai berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan berdirinya bank dengan hasil merger anak usaha BUMN yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Kemudian terbentuknya sebuah organisasi besar berbasis syariah yaitu Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Dua hal ini menjadikan ruang gerak koperasi syariah semakin jelas marketnya.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB – KUMKM), akan turut aktif dalam perkembangan koperasi syariah melalui penyediaan dana bergulir khusus untuk koperasi syariah dan BMT (Baitul Maal Wa Tamwil). Ini momentum yang baik bagi gerakan koperasi syariah dan BMT untuk memainkan perannya disaat kondisi pandemi dan ketika ekosistem keuangan syariah lagi bagus.

LPDB-KUMKM tahun ini menargetkan bisa menyalurkan dana bergulir dengan skema syariah sebesar Rp900 miliar. Target ini diyakini bisa tercapai karena saat ini “incoming call” atau proposal yang masuk sudah mulai mengalir deras. Pelaku UMKM yang menjadi anggota koperasi mulai menambah modal kerjanya. Sehingga potensi permintaan pembiayaan syariah kepada LPDB-KUKKM juga akan meningkat. Tren permintaan pembiayaan syariah di LPDB-KUMKM terus mengalami perbaikan.

Terkait dengan realisasi pembiayaan dengan pola syariah di tahun 2020 lalu, jumlahnya mencapai Rp854,65 miliar atau setara 102% dari target yang ditetapkan di awal sebesar Rp832,5 miliar. Jika dilihat dari klasifikasi mitra berdasarkan jenisnya, sebanyak 3% dari total dana bergulir merupakan lembaga keuangan non bank. Kemudian 76% adalah koperasi primer simpan pinjam, 1% koperasi primer sektor riil dan 21% lembaga keuangan bank.

Realisasi pembiayaan syariah oleh LPDB-KUMKM tahun 2020 adalah yang tertinggi sepanjang sejarah sejak LPDB-KUMKM berdiri. Koperasi syariah itu unik, sebab mereka terkomunitas sehingga mengenal satu sama lain. Ini suatu hal nilai plus dalam hal analisa, kita cukup mengecek melalui komunitasnya.

Harapan ke depan, koperasi-koperasi syariah atau BMT yang selama ini sudah menjadi mitra LPDB – KUMKM tidak hanya berkutat pada bisnisnya semata yaitu mengucurkan pembiayaan bagi anggotanya. Namun mereka didorong juga bisa menjalankan fungsi sosial dan pemberdayaan bagi UMKM agar bisa naik kelas. Dengan begitu diharapkan koperasi syariah bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Dalam kaitan itu ekonomi syariah bergerak berdasarkan fondasi resilience yang kuat dengan memastikan bahwa sektor sosial aktif dalam mendorong perekonomian berbasis riil bersama dengan sektor komersial. Pondasi ekonomi dan keuangan syariah terbukti lebih kokoh dibandingkan dengan ekonomi konvensional dalam menghadapi krisis dikarenakan kohesi tersebut.

Berdasarkan laporan Indonesia Shariah Economic Outlook 2021 yang diterbitkan Universitas Indonesia, performa ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air memang terdampak Covid-19. Namun, ekonomi dan keuangan syariah nasional tercatat lebih resilience dibandingkan dengan ekonomi konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi yang lebih besar menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi Indonesia pada 2021.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dengan kelas menengah dan usia produktif yang terus tumbuh serta peningkatan minat terhadap produk halal, peluang untuk menjadi pusat pertumbuhan dan pemain utama ekonomi syariah global bukanlah tidak berdasar. Dengan dukungan penuh pemerintah dalam akselerasi ekonomi syariah di era digital diharapkan dapat meningkatkan investasi serta konsumsi.

Pada akhirnya mengarahkan peningkatan kapasitas ekspor produk-produk pasar halal dunia. Kunci keberhasilan peran ekonomi syariah adalah pendekatan yang adaptif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital. Pada sektor keuangan komersial Islam, highlight perkembangan pada 2021 masih diwarnai dengan harapan besar terhadap bank syariah anak usaha Himpunan Bank-bank milik negara (Himbara) hasil merger dalam meningkatkan penetrasi pasar ekonomi syariah dan memberikan kebermanfaatan.

Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan konsolidasi yang memberikan competitive advantage berupa dana murah, jaringan luas maupun blended expertise, BSI diharapkan mampu membuka akses pembiayaan lebih luas dalam perekonomian nasional. Harapan besar ini perlu disambut dengan komitmen untuk terus hadir dalam memberikan solusi keuangan yang sesuai dari sektor mikro hingga korporasi besar, terutama dalam kaitannya mendukung linkage keuangan syariah dengan industri halal yang sedang dikembangkan.

Untuk mendukung kebutuhan permodalan dalam negeri tersebut, aksi korporasi untuk memperluas jaringan dalam rangka menarik arus likuiditas masuk ke Indonesia dapat dimainkan agar kecukupan likuiditas dapat dipenuhi. Tidak lupa juga perlu adanya pendekatan inovatif pada layanan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi keuangan untuk menyasar sektor UMKM. Pasar modal syariah diyakini akan tumbuh dengan peningkatan jumlah investor, maupun volume transaksi.

Tren kapitalisasi pasar modal syariah meningkat hingga akhir 2020, terutama melalui peningkatan nilai outstanding sukuk, reksa dana syariah yang beredar maupun jumlah saham syariah. Di sisi lain, pandemi Covid-19 mendorong sektor keuangan sosial Islam untuk berperan lebih dalam perekonomian pada saat sektor keuangan komersial Islam menghadapi tekanan. Total koleksi dana zakat menunjukkan pertumbuhan 26,1% dengan penyaluran mencapai 84,59% pada 2020. Tren positif ini akan terus berkembang pada 2021.

Ke depan, sinergitas antara masyarakat, pengelola dana sosial, dan pemerintah dapat mengoptimalkan pengelolaan dana maupun program untuk memberikan dampak yang lebih luas. Untuk memacu kebangkitan ekonomi pada 2021, kunci awal keberhasilan dan peran penting ekonomi syariah memastikan ketersedian modal untuk menggerakkan sektor UMKM dan industri halal. Oleh karena itu, pekerjaan rumah besar dipikul oleh BSI sebagai motor penggerak ekonomi untuk dapat menarik dana dari luar. (my)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *