Cara Memilih Arena Pameran

“Saya baru saja membuat produk kerajinan dari bambu dan saya ingin memasarkan produk tersebut lewat pameran. Bagaimana kiat untuk mengikuti pameran, dan saya ingin produk saya diekspor, apakah ada fasilitas bagi saya untuk melakukan kontak bisnis dengan pembeli di luar negeri?”. Pertanyaan itu dilontarkan seorang perajin bambu.

Persoalan yang dihadapi UKM di bidang pemasaran biasanya karena orientasi UKM ke pasar itu rendah. Selama ini UKM hebatnya di produksi, sampah saja bisa jadi produk. Tapi persaingan begitu ketat, sehingga UKM harus harus lebih berorientasi kepada pasar. Karena itulah promosi menjadi pilihan strategi bagi UKM. Kalau kita lihat selama ini pemasaran itu bisa dijalankan lewat promosi.

Bagi UKM promosi itu penting karena ada dua hal. Pertama, tanpa promosi itu seolah-olah UKM tidak melakukan aktivitas pemasaran. Kedua, promosi itu strategi marketing. Baru setelah itu kita bicara bagaimana kiat melakukan promosi. Karena itulah kenapa pameran itu perlu. Pameran itu merupakan promosi terintegrasi, berbeda dengan iklan yang sifatnya pasif. Pameran merupakan pilihan strategis bagi UKM karena bisa melakukan demo, membagikan brosur, melakukan personnal dealing dengan pembeli termasuk UKM-UKM baru yang menghasilkan produk di pasar.

Kiat supaya UKM sukses dalam pameran; Pertama, UKM harus menetapkan tujuan dan sasaran mengapa UKM itu ikut pameran dan apa yang harus dicapai oleh UKM tersebut. Misalnya UKM hanya ingin taste produk, ada juga karena mengejar sales, ada yang mencari pembeli. Kedua, rancanglah skenario aktivitas di pameran nanti, apakah ingin membuat demo produk misalnya demo anyaman. Bisa melakukan juga diskon harga. Daya tarik stan juga harus dipersiapkan sebelum ikut pameran. Ketiga, pilih agenda pameran yang cocok, Pilihan lokasi harus memperhatikan 5 hal, yaitu dari tema pameran masing-masing punya kelemahan dan kelebihan.

Pameran tematik khusus furniture cocok bila UKM ingin mencari pembeli. Biasanya pembeli itu cenderung mengikuti pameran yang tematik, maka kita harus mencari pameran tematik kalau ingin mencari pembeli. Ada juga pameran yang general, seperti semacam festival yang lebih cocok untuk UKM mencari sales atau penjualan. Lihat pula penyelenggaranya, tergantung kemampuannya mempromosikan kegiatan pameran itu. Penyelenggara yang ternama akan mampu mendatangkan banyak pengunjung dan mampu mempublikasikan ke media.

Berikutnya dalam memilih jenis pameran lihat waktu penyelenggaraan, untuk ritel atau mengejar sales ikuti pameran yang berkaitan dengan hari-hari Besar, sedangkan untuk tematik biasanya berkaitan dengan season, bulan April dan September sebegai pembeli season. Kelima, dalam memilih agenda perhatikan juga tempat. Di Jakarta misalnya yang terkenal di JCC dan Kemayoran.

Lalu, pesiapan sebelum pameran berlangsung, yaitu dari sisi brosur yang harus dijelaskan profil perusahaan, ada website di brosur, ada produk dengan gambar menarik, bahasa kalau bisa ditampilkan dalam dua bahasa yang lebih dianggap berkualitas, apalagi didukung design grafis menarik. Berikutnya contoh produk yang akan ditampilkan juga penting. Seringkali konsumen ingin tahu produk dari bahan bakunya, teknologinya, dll. Seringkali pameran sukses bila UKM bisa menampilkan contoh produk yang lengkap untuk eksperimen.

Saat ini konsumen cenderung memilih produk yang ramah lingkungan. Persiapan lain UKM perlu memiliki kemampuan manganalisa pasar, misalnya tren produk yang disukai konsumen saat itu. Berikutnya UKM lebih baik bila memiliki data potensial pembeli dari pameran yang diikuti sebelumnya, sehingga komunikasi bisa lancar setelah UKM tersebut bertemu pembeli yang sudah di kenal. UKM juga perlu menyiapkan pendamping untuk berkomunikasi. Misalnya dengan merekrut mahasiswa sebagai penjaga stand.

Kiat UKM mengikuti pameran yang tak kalah pentingnya adalah pada saat berlangsungnya pameran. Perlu diperhatikan beberapa hal seperti melakukan komunikasi secara aktif, karena intinya promosi itu adalah komunikasi. Sebaiknya kalau ada konsumen, ditanya apa tanggapannya terhadap produk kita sebagai masukan, karena dalam kompetisi kita perlu cepat merespon kebutuhan konsumen. Kedua, mengamati perilaku pasar dalam arti mengetahui tren model sebuah produk dan mencatat komentar-kometar dari konsumen yang datang di pameran. Hal lainnya adalah mengamati pesaing, apalagi di pameran sering banyak produk yang sejenis kemudian berusaha mencari inovasi baru dari yang dilakukan pesaing.

Setelah pameran berlangsung sebaiknya UKM juga melakukan evaluasi perilaku konsumen sebagai bagian kegiatan produksi. Dari konsep mungkin saja perilaku konsumennya berubah, yang saat ini lebih berorientasi ke produk ramah lingkungan misalnya. Maka UKM harus melakukan penyesuaian. Tak kalah pentingnya memenuhi kontrak dengan pembeli, dan sanggup memasok jumlah produk sesuai permintaan pembeli misalnya baik secara sendiri maupun lewat kerjasama dengan pengerajin lain. Ada beberapa UKM yang aktif melakukan pameran tidak punya toko tapi melakukan aktivitas pemasarannya dari pameran ke pameran. (my)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *