CU Daya Lestari Lahannya sangat luas dan subur

DSCN6326Rapat Anggota Tahunan (RAT) Credit Union Daya Lestari (CUDL) yang dilaksanakan pada 25 – 26 Januari 2014 di Hotel Radja, Samarinda, merupakan RAT ke-12 tahun buku 2013. RAT yang diikuti utusan-utusan dari 27 cabang CUDL di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai presentatif dari seluruh anggota CUDL.

Dijelaskan oleh Ketua Dewan Pimpinan CUDL, Dr Yohannes Libut, M.Kes bahwa cabang-cabang CUDL sebagian besar beroperasi di daerah pedalaman Kaltim dan perbatasan Malaysia. Menurut Yohannes, kehadiran CUDL di desa-desa sepanjang perbatasan itu sangat dibutuhkan masyarakat karena mereka dapat memanfaatkan berbagai produk simpan – pinjam dan produk-produk solidaritas lainnya untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan keluarga yang diidamkan.

Setiap 3 tahun sekali CUDL membuat strategi planning dan setiap tahun dilakukan business plan yang melibatkan kelompok inti, manajemen dan pengurus. “Kami juga berupaya untuk mencapai ukuran standar yang ditetapkan bagi Koperasi Kredit tingkat nasional. Karena itu CUDL mulai menerapkan access branding yang merupakan standar ACCU, agar lebih professional melayani anggota, semakin sehat dan kuat, tumbuh secara berkelanjutan,” urai Dokter Yohannes.

Dalam kurun waktu 12 tahun perjalanannya di Kaltim nampak pertumbuhan jumlah anggota yang bergabung dari tahun ke tahun terus meningkat. Jumlah anggota aktif sampai akhir 2013 sebanyak 37.979 orang. “Diharapkan tahun 2014 anggota yang bergabung semakin meningkat sehingga akan semakin banyak anggota mendapat manfaat dari produk yang tersedia di CUDL,” jelas Yohannes seraya menyebut jumlah aset CUDL per 31 Desember 2013 sebesar Rp 626,465 miliar.

Menurut data yang ada, kata dia, 75% dari aset ini beredar kembali ke anggota sebagai pinjaman produktif dalam berbagai usaha, sehingga peredaran uang ini membawa dampak positif bagi perkembangan kegiatan ekonomi di desa-desa khususnya di pedalaman.

Dalam kancah Gerakkan Koperasi Indonesia (GKI), CUDL termasuk koperasi besar, misalnya, dari 100 koperasi besar tahun 2013, CUDL berada diurutan ke-18. Sedangkan Di lingkungan BKCU Kalimantan yang beranggotakan 47 CU Primer, CUDL memiliki aset terbesar dan jumlah anggota berada di urutan ke-3. Semua itu merupakan gambaran bahwa hasil karya banyak orang, terutama kelompok inti, manajemen dan pengurus membuahkan hasil baik.

Menurut Dr Yohanes, CU harus lebih banyak hadir di Kaltim karena sebagian besar masyarakatnya tinggal di pedalaman. Dengan hadirnya CU di pedalaman akan membawa dampak ekonomi yang lebih besar, sebab pelayanan CU terutama adalah menabung dan meminjam, sehingga membuat ekonomi di pedalaman tumbuh dan berkembang. Dengan demikian akan meninggkatkan kesejahteraan masyarakat di pedalaman Kaltim.

Menurut General Manager (GM) CUDL Agustinus Tului, S.Kom, CU yang didirikan di Kota Samarinda, 4 Juni 2001, dirintis oleh 113 orang dengan aset Rp 25,3 juta. CUDL merupakan kumpulan orang-orang yang saling percaya. Visinya ingin menjadi credit union terbaik di kawasan tengah Indonesia. Sedangkan misinya memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan berkualitas.

Menurut Tului, begitu biasa GM ini dipanggil, CUDL terbuka untuk semua warga masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, suku dan golongan. Menurut dia, agar masyarakat tertarik menjadi anggota ada satu terobosan, yaitu menciptakan simpanan progresif. Produk ini diperuntukan bagi orang yang belum punya tabungan, akhirnya punya tabungan. Caranya, orang itu pinjam ke CU, kemudian setiap bulan mengangsur. Artinya, orang “dipaksa” belajar menabung. Ketika kewajiban mengangsur selesai, tabungan itu sepenuhnya menjadi milik anggota, plus jasanya yang dibagikan di akhir tahun sebagai sisa hasil usaha (SHU). CUDL memberikan peluang kepada anggota untuk mengembangkan usahanya dengan dukungan pinjaman modal kerja – modal pengembangan usaha.

Ketika beragam bisnis merambah pedesaan menawarkan pelayanan financial, CUDL pun hadir memberikan solusi, mendukung penguatan modal usaha. Para pengurus – pengawas, dan terutama jajaran manajemen terus bekerja keras – kerja secara profesional guna membangun kepercayaan masyarakat. Hasilnya, secara financial kini menjadi CU Primer terbesar (nomor 1) di jajaran anggota BKCU Kalimantan. Keberhasilan itu tidak terlepas dari program pendidikan yang dilaksanakan terus menerus – berkesinambungan dengan sistem yang sangat solid.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengurangi angka kemiskinan, dengan meluncurkan berbagai program. Di antaranya memberikan bantuan raskin, BLT, BLSM, Inpres Desa Tertinggal, Askeskin, dan sebagainya. Namun belum membuahkan hasil yang signifikan. Rakyat miskin masih dengan mudah ditemui di mana-mana, di seluruh Tanah Air. Khususnya di wilayah perbatasan dan desa-desa terpencil.

Tahun 2001, CU hadir di Kaltim sebagai mitra pemerintah untuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan, dengan menggunakan konsep solidaritas dan swadaya. Gerakkan ini difasilitasi oleh Yayasan Pancur Kasih Kalimantan Barat, yang kemudian diperkokoh oleh tokoh-tokoh Persatuan Dayak Kalimantan Timur, diketuai oleh Drs Yurnalis Ngayong. Sistem pelayanan yang dilakukan CUDL menggunakan sistem komputerisasi. Karena CU mengelola aset anggota cukup besar, memerlukan bantuan teknologi untuk melayani dan melakukan transaksi-transaksi.

KANTOR CU DAYA LESTARI 2CUDL memiliki produk layanan di antaranya; Produk Simpanan Harian, Produk Simpanan Sinata yang merupakan produk tabungan pensiun bagi anggota. Disamping itu juga menyiapkan layanan pinjaman yang berfungsi untuk membeayai pendidikan anak, mengembangkan usaha, untuk membeli rumah atau kesejahteraan anggota, dan sebagainya. Semua itu dilakukan berdasarkan harapan dan semangat dari anggota yang disampaikan pada saat RAT. Usulan-usulan yang disampaikan secara resmi pada saat RAT dikelola dan dituangkan dalam bentuk produk guna memberikan pelayanan kepada anggota. Masyarakat di pedesaan – pedalaman merasa sangat terbantu oleh kehadiran CUDL karena telah memberikan manfaat dan sumbangsih cukup besar bagi perkembangan ekonomi secara kekeluargaan. CUDL juga memberikan pelayanan transfer uang dari desa ke kota hanya butuh waktu 6 jam atau paling lama 1 hari. Jika dana tersebut untuk anaknya yang sekolah di kota bisa segera dimanfaatkan. Latar belakang itu pula yang memacu semangat para pengawas, pengurus maupun manajemen dibantu oleh kelompok inti dan kolektor yang berada di jajaran paling depan, berhadapan langsung dengan anggota.

Standar acsess branding yang saat ini digunakan merupakan panduan bagi CUDL agar dapat dikelola dengan baik sehingga mampu mencapai prestasi yang menggembirakan. CU menganut prisip swadaya – dikelola dengan utuh dari anggota, dan tidak menerima sumbangan – dana dari luar anggota. Prinsip swadaya – pendidikan dan solidaritas menjadi dasar pengelolaan.

CUDL berkomitmen mendidik anggota agar dapat memiliki perilaku yang baik dalam menajemen keuangan keluarga. Menyisihkan sebagian dananya untuk pebiayaan masa depan, seperti beaya pendidikan anak-anak, beaya kebutuhan dasar, beaya sakit, maupun kegiatan sosial.

Ada satu contoh menarik dari salah seorang anggota, dimana anggota tersebut mengembangbiakan ulat Hongkong. Tahun 2007 dia mulai produksi dengan mendapat penghasilan 10 Kg per bulan. Usahanya terus berkembang, saat ini produksinya bisa mencapai 400 Kg per bulan. Ada juga anggota yang bergerak dibidang usaha transportasi, khususnya untuk pengangkutan kelapa sawit.

Didukung pengelolaan manajemen professional perkembangan CUDL dalam gerakkan BKCU Kalimantan merupakan solusi yang dikelurkan ACCU. “Memasuki tahun 2014 kami terus bertekad membangun kepercayaan dan memberikan rasa bangga dengan berusaha meningkatkan kemampuan dari berbagai aspek, baik kualitas maupun kuantitas anggota, pelanggan, membangun sistem pelayanan, membangun susmber daya manusia, dan membangun infrastruktur fisik di berbagai kantor cabang se-Kalimantan Timur.

CUDL akan memperluas jaringan dengan membuka cabang-cabang baru di desa-desa, menjalin kerja sama sdengan berbagai pihak dalam hal pengembangan ekonomi kerakyatan, dengan konsep solidaritas dan swadaya membangun ekonomi kerakyatan dari anggota untuk anggota sehingga tercipta ekonomi yang kuat di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Melalui waktu dan proses, sejak tanggal 23 Mei 2003 CUDL telah berbadan hukum sebagai koperasi, yang dikeluarkan oleh Kantor Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Samarinda. (dm)

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *