Dampak Virus Corona dan Menyongsong Bulan Suci Ramadhan

Pertengahan Maret 2020 terlihat perilaku sebagian dari masyarakat kita yang berbelanja di warung-warung. Pasar-pasar tradisional dan pasar-pasar ritel secara berlebihan – panic buying karena dihantui oleh perasaan cemas seiring dengan merebaknya virus Corona – yang juga disebut pandemic Covid-19 di Indonesia.

Meskipun bisa dimaklumi, akan tetapi seharusnya  hal itu tidak dilakukan oleh sebagian masyarakat kita karena pemerintah dipastikan telah mempertimbangkan dengan matang terkait penyediaan, distribusi, stabilitas harga dan kemudahan akses bahan pangan utama untuk masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu dalam rangka menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan terhadap bahan pangan utama oleh masyarakat patut diapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang telah menetapkan aturan untuk membatasi pembelian bahan pangan oleh masyarakat. Efektifitas pelaksanaan ketentuan tersebut di lapangan sudah barang tentu harus disertai dengan kegiatan sosialisasi dan pengawasan  secara berkala dan ketat oleh Satgas Pangan diberbagai tingkatan, baik di Pusat maupun di Daerah.

Penyediaan, distribusi, dan pengendalian harga bahan pangan utama oleh pemerintah menjadi sangat penting mengingat selain dalam rangka untuk mengantisipasi terhadap dampak merebaknya wabah Covid-19 juga dalam waktu dekat sudaah akan memasuki bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang  sebagaimana biasanya selalu terjadi kenaikan harga-harga bahan pangan utama seperti; beras, tepung terigu, gula, minyak goreng, telor, ayam, dan daging.

Dalam penyediaan bahan pangan utama, seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, DKI Jakarta  dengan jumlah penduduk sekitar 10,57 juta jiwa, dan sekaligus sebagai Ibukota NKRI, pusat kegiatan politik, ekonomi dan sosial budaya nampaknya memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal itu mengingat DKI Jakarta selama ini dalam penyediaan bahan pangan utama seperti; beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi – kerbau, daging ayam, telor, buah-biahan, sayur-sayuran dan ikan sebagian terbesar, 95% tergantung pasokan dari daerah-daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten serta dari luar negeri.

Beruntung DKI Jakarta telah dapat memanfaatkan dengan baik keberadaan forum kerja sama dengan daerah-daerah sekitarnya dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan utama sejak dari terbentuknya kegiatan Satpraja hingga kini menjadi Mitra Praja Utama (MPU) dengan anggota dari Provinsi Lampung provinsi-provisi di Pulau Jawa, Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui forum kerja sama ini DKI Jakarta selain melaksanakan dan mengikuti kegiatan sesuai kesepakatan bersama juga memberikan fasilitasi yang diperlukan oleh daerah-daerah lain dalam koridor MPU.

Sebut saja untuk kebutuhan daging yang berasal dari ternak besar, kecil dan unggas DKI Jakarta memberikan fasilitasi agar yang dipasok dan masuk ke wilayah DKI Jakarta adalah sudah dalam bentuk daging segar dan olahan sesuai standar keamanan dan mutu pangan segar asal hewan ternak (NKV). Selain itu meskipun terkendala dan belum bisa direalisasikan sepenuhnya, DKI Jakarta juga pernah menyediakan outlet bagi anggota MPU untuk memasarkan komoditas-komoditas pertanian unggulan yang mewakili daerah-daerah anggota MPU di Pasar Induk Kramatjati.

Sebagai garda depan dalam penyediaan distribusi, stabilisasi harga dan kemudahan keterjangkauan terhadap bahan pangan utama bagi masyarakatnya, selama ini DKI Jakarta senantiasa mengandalkan keberadaan kelembagaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pangan seperti Food Station dan Darma Jaya. Di tingkat nasional meskipun produksi padi tahun 2019 mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2018, namun ketersediaan beras dipastikan dalam jumlah yang memadai karena adanya dukungan cadangan beras milik pemerintah di Bulog dan yang terdapat di masing-masing lumbung pangan warga masyarakat.

This entry was posted in Dari Redaksi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *