Dari Kopkar Menjadi Kopmas

Setelah 20 tahun lebih melayani anggota karyawan PT Hero Supermarket Tbk, timbul pertanyaan, mau dibawa kemana Koperasi Karyawan (Kopkar)  Anugerah?. Pertanyaan ini timbul setelah para pengurus, pengelola serta perwakilan anggota telah berbuat maksimal dalam memberikan pelayanan kepada 12 ribu lebih anggota dalam usaha simpan pinjam.

Salah satu bentuk pelayanan maksimal adalah pemberian pinjaman regular yang menggunakan modal sendiri jasanya sebesar 4% Flat per tahun dan dicairkan setiap satu minggu sekali. Lalu timbul pemikiran bahwa tujuan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya berarti bahwa setiap koperasi “wajib” mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi anggota koperasi.

Kopkar Anugerah, yang anggotanya karyawan PT Hero Supermarket Tbk, tersebar di seluruh Indonesia. Koperasi yang bergerak dalam usaha simpan pinjam ini didirikan untuk memenuhi ketentuan undang-undang yang berlaku saat itu bahwa setiap perusahaan yang akan go public wajib memberikan sekian persen sahamnya kepada koperasi perusahaan.

Dalam perkembangannya selama 2 puluh tahun lebih Kopkar Anugerah mampu memberikan manfaat kepada anggotanya dengan memberikan pinjaman untuk berbagai keperluan. Dalam memenuhi kebutuhan dana, Kopkar Anugerah menjalin program Linkage dengan beberapa bank sehingga semua permohonan pinjaman anggota selalu dapat dipenuhi dan dapat dicairkan tepat waktu. Indikator peningkatan pelayanan kepada anggota dari tahun ketahun dapat dilihat pada perkembangan jumlah aset seperti terlihat pada grafik di bawah ini:

1

 

 

 

 

 

 

Pada Rapat Pleno Anggota, yang kemudian disetujui dan disahkan pada RAT ke XX tahun 2012 di Hotel Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Kopkar Anugerah memutuskan untuk memperluas basis keanggotaan dengan menerima anggota dari masyarakat menjadi anggota luar biasa. Sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Perkoperasian yang baru No.17 tahun 2012 maka anggota luar biasa menjadi anggota.

Berdasarkan berbagai kajian disimpulkan, sebagai koperasi, Kopkar Anugerah juga memiliki kewajiban untuk “mengkoperasikan masyarakat” sebagai wujud dari tujuan koperasi di Indonesia yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Visi pun ditetapkan, menjadikan Kopkar Anugerah sebagai koperasi besar, mampu memberikan pelayanan kepada banyak anggota. Visi tersebut pada dasarnya merupakan hakikat keberadaan koperasi, karena berhasil tidaknya suatu koperasi bukan diukur dari besarnya Aset, bukan diukur dari besarnya SHU, atau jumlah penghargaan yang telah diterima, melainkan diukur dari “seberapa banyak masyarakat memperoleh manfaat dari koperasi yang bersangkutan”.

Menurut data dari Kementrian Koperasi, jumlah koperasi di Indonesia per Juni 2013 adalah 200.808 unit. Dari jumlah koperasi tersebut, yang aktif sebesar 142.387 unit. Dari jumlah koperasi aktif, yang melakukan RAT 47% dan yang memiliki Manajer sebanyak 26%. Apabila penyelenggaraan RAT dijadikan kriteria koperasi aktif, maka jumlah koperasi yang aktif sebenarnya hanya 34%. Dan apabila pengelolaan koperasi dilakukan oleh seorang manajer profesional dianggap sebagai koperasi yang akan mampu berkembang dengan baik, maka hanya 19% koperasi yang diperkirakan akan mempunyai masa depan yang baik. Jumlah ini tentu relatif kecil apabila dibandingkan dengan jumlah pelaku UMKM di Indonesia yang diperkirakan mencapai 56 juta.

Selama 2 tahun ini Kopkar Anugerah telah membuka 7 cabang di Jawa Barat, yaitu Cabang Bekasi, Bogor, Bandung-Sumedang, Subang, Tasikmalaya, Pangandaran dan Jakarta. Dari tujuh cabang tersebut Kopkar Anugerah telah menerima anggota lebih dari 6.600 orang.

Kopkar Anugerah menetapkan visi, pada tahun 2020 mampu memiliki jumlah anggota sebanyak 1 (satu) juta orang. Untuk mencapai visi tersebut, misi yang telah ditetapkan antara lain: Koperasi yang menguntungkan anggota; Meningkatkan kepercayaan kepada para kreditur; Menjadi tempat kebanggaan untuk bekerja dan berkarier. Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan tentunya bukan pekerjaan yang mudah dan memerlukan pelaksanaan misi tahap demi tahap serta memerlukan waktu yang panjang.

2

 

 

 

 

 

3

 

 

Selama koperasi mampu memberikan pelayanan kepada para anggotanya dengan harga yang lebih murah dari harga pasar maka anggota akan bertahan, tetap menjadi anggota koperasi. Tugas utama koperasi adalah mampu menjaga tingkat cash flow yang baik, sehingga pelayanan anggota dapat berjalan lancar. Administrasi yang prima merupakan modal utama untuk meningkatkan kepercayaan anggota dan kreditur, selain itu administrasi yang baik akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas, sehingga koperasi mampu memberikan gaji yang memadai kepada para pengurus dan pengelola.

Dengan pola linkage murni dimana pihak bank dapat memberikan bimbingan langsung kepada koperasi, maka koperasi akan dapat menjadi “kepanjangan tangan” dari pihak bank. Ini berarti berapapun kebutuhan dana yang diperlukan oleh koperasi akan disediakan oleh pihak bank. Pihak bank pun akan merasa diuntungkan karena mereka tidak perlu melayani usaha mikro dan kecil secara langsung, tetapi dilaksanakan oleh koperasi yang mampu mengembangkan prinsip kekeluargaan, menolong diri sendiri, bertanggung jawab dan sebagainya.

Simpanan anggota atau sertifikat modal koperasi adalah sejumlah dana yang wajib disetor oleh anggota kepada koperasi. Untuk Apa? Adalah konsep yang salah apabila anggota menganggap bahwa simpanannya  adalah suatu investasi  yang harus memperoleh balas jasa atau SHU. Fungsi simpanan anggota adalah sebagai jaminan atas pinjaman anggota,  harus memiliki  ketentuan bahwa jumlah pinjaman maksimal sekian kali dari jumlah simpanan. Untuk modal pemberian pinjaman yang berbunga murah. Keuntungan dari pinjaman yang menggunakan dana ini sebagian digunakan utuk dana resiko. Selisih positip jumlah modal dikurangi pinjaman, atau berdasarkan penghitungan tertentu sedapat mungkin disimpan dalam bentuk tanah dan bangunan.

4

 

 

 

 

 

Sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Perkoperasian No.17 tahun 2012 serta pemahaman mengenai keanggotaan, ada beberapa pengertian serta konsep keanggotaan yang harus dikembangkan, antara lain:

  • Bahwa Kopkar Anugerah bukan milik atau dimiliki hanya oleh anggota yang berasal dari karyawan. Kopkar Anugerah adalah milik semua anggota baik yang berasal dari karyawan maupun dari masyarakat umum.
  • Perbedaan pelayanan antara anggota yang berasal dari karyawan dengan anggota yang berasal dari masyarakat adalah karena anggota dari karyawan menggunakan system potong gaji.
  • Apabila anggota yang berasal dari karyawan memanfaatkan jasa koperasi dengan system non potong gaji, maka yang bersangkutan akan diperlakukan seperti anggota dari masyarakat.
  • Anggota yang berasal dari Karyawan dan dari masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang sama, antara lain hak atas SHU, hak menghadiri RAT dan memilih pengurus/pengawas serta kewajiban memiliki Sertifikat Modal Koperasi.

5

 

 

 

 

 

 

6

Kalkulasi bisnis atau penyusunan anggaran ditekankan pada penghitungan beban. Sebagai lembaga administrasi yang mampu mencapai skala ekonomis yang maksimal, koperasi harus mampu menyusun anggaran operasional yang efisien dan efektif. Jumlah beban harus rasional sehingga memungkinkan koperasi menjual harga barang dan jasa yang lebih murah dari harga pasar. Kalau hal ini tidak dapat dipenuhi akan mengakibatkan anggota keluar dari koperasi. Dana pendidikan dan dana sosial sebaiknya dijadikan beban, karena komponen tersebut merupakan kewajiban koperasi kepada anggota, apabila menjadi beban lebih mudah direncanakan dan dikendalikan.

Apabila total cost telah dapat dihitung maka koperasi tinggal menghitung antara besarnya jasa dengan besarnya SHU. Apabila koperasi lebih menekankan manfaat langsung maka bisa jadi jumlah SHU adalah Nol. Namun demikian koperasi juga memerlukan dana resiko (cadangan) jangka panjang sehingga SHU tetap diperlukan.

Pada jaman dulu pengurus dan pengawas koperasi tidak diberi honor atau kalau ada jumlahnya sangat kecil. Hal tersebut disebabkan menjadi pengurus dan pengawas koperasi adalah kegiatan sosial atau pengabdian. Sebagai pengganti honor yang kecil, para pengurus dan pengawas memperoleh persentase SHU dalam jumlah yang signifikan, sehingga para pengurus dan pengawas berusaha memakasimalkan jumlah SHU agar mereka memperoleh hasil yang cukup besar. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan konsep koperasi, bagaimanapun SHU itu berasal dari pendapatan jasa dari anggota.

Kopkar Anugerah mulai menerapkan konsep pengurus dan pengawas secara profesional, sehingga pengurus dan pengawas tidak perlu mendapatkan SHU. Mereka dapat memperoleh bonus dan penghasilan lainnya seperti karyawan, tetapi tentu dengan system yang berbeda.

Karyawan tentunya mengharapkan gaji yang besar, sarana prasarana yang memadai serta tingkat kesejahteraan yang memadai untuk jangka panjang. Hal ini perlu diperhatikan karena tanpa memiliki karyawan yang bekerja secara professional dapat menyebabkan koperasi tidak berkembang.

Koperasi tidak lain adalah lembaga administrasi keuangan anggota. Semakin kita dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional pengelolaan administrasi  maka cost sumber daya manusia  dapat ditingkatkan. Pada dasarnya selama harga jual koperasi masih lebih rendah dari harga pasar maka koperasi dapat berjalan tanpa SHU sekalipun.  Koperasi adalah lembaga yang memiliki SKALA EKONOMI paling baik, karena dengan system yang efektif penambahan jumlah anggota tidak akan meningkatkan jumlah beban organisasi secara langsung. Koperasi berbeda dengan PT yang selalu ditarget para pemegang saham untuk mencapai Laba Tertentu. (Komar)

 

 

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *