DR.Ir Nursatyo Argo, MM: Susah Menjalankan Koperasi Jika Tidak Dengan Cinta

Karena ingin lebih sejahtera, Kamis 17 Maret 1983 karyawan-kayawati PT Pertamina, Direktorat Perkapalan dan Komunikasi mendirikan Koperasi Tankers Pertamina Shiping. Setahun kemudian, tepat di Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 12 Juli 1984 koperasi yang lebih sering disebut Kopereasi Tankers itu didaftarkan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Koperasi DKI Jakarta untuk mendapatkan legalitas badan hukum (BH).

Seperti kebanyakan koperasi pegawai yang dikelola secara sambilan, tidak fokus dan hanya paruh waktu, setelah tumbuh jatuh bangun pun terjadi. Itu masa lalu, sebelum nahkoda koperasi dipercayakan kepada DR.Ir Nursatyo Argo,MM, 9 tahun silam. Namun kini, seperti peribahasa; Sekali Berlayar Pantang Surut. Dengan pengelolaan yang serius, fokus dan profesional, didukung tenaga-tenaga kreatif, inovatif dan produktif, Koperasi Tankers terus meroket.

Ketika dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) teman-temannya mendaulat untuk menahkodai koperasi, Argo yang wisuda Doktor Teknologi Kelautan dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, 7 Maret 2017 merasa “dijerumuskan” karena koperasi adalah bidang usaha yang sama sekali tidak dipahaminya. “Waktu itu benar-benar tidak tahu tentang koperasi,” tuturnya berterus terang. Namun dia tidak menyerah. Ketidaktahuan itu dianggap sebagai tantangan yang harus dihadapi untuk memenuhi harapan anggota, sejahtera bersama.

Koperasi Tankers kini telah menjadi salah satu koperasi besar di Indonesia dengan kekayaan bersih per 31 Desember 2016 sebesar Rp 93.492.934.285,- Kekayaan yang dimiliki oleh 1.034 anggota itu mengalami kenaikan 11,09% dibandingkan tahun buku 2015 yang baru Rp 84.261.832.585,- Koperasi Tanker tidak hanya beranggotakan pegawai tetap, namun juga karyawan kontrak. Jumlah anggota dari karyawan kontrak cukup besar, 384 orang, dari pensiunan 31 orang, juga ada anggota dari karyawan Bank Mandiri.

Sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2016 sebesar Rp 6.026.548.105,- Capaian sedikit menurun, beda-beda tipis dibandingkan tahun buku 2015, karena PT Perta Samudera yang menjadi andalan di tahun-tahun sebelumnya, sekarang diarahkan mencari proyek di luar Pertamina pendapatannya tahun 2016 menurun cukup besar. Faktor lain, adanya pembelian aset baru, sebidang tanah seluas 70 meter persegi berikut bangunan di atasnya 3 ½ lantai. Sekarang koperasi sudah punya 2 gedung kantor sendiri, di daerah Walang Baru Jakarta Utara dan Kelapagading. Kelak, kantor itu untuk ekspansi ke luar. Saat ini memang belum jalan, tetapi semua anak-anak perusahaan sewaktu-waktu siap pindah dari Pertamina.

Karena membeli aset baru, dan kena musibah, barang yang tenggelam ke dasar laut senilai Rp 1,5 miliar, secara bisnis penghasilan koperasi tidak turun. Bila dihitung pendapatan usaha masih Rp 7,5 miliar lebih. Walau penghasilan turun, namun kegiatan sosial tetap dilaksanakan. Terutama pemberian beasiswa kepada anak-anak anggota. Bea siswa yang awalnya (2013) hanya Rp 40 juta, terus ditingkatkan, tahun 2016 menjadi Rp 100 juta. Demikian juga apresiasi bagi anggota, baik untuk umroh – wisata rohani dipertahankan dan tetap dilaksanakan sesuai dengan situasi keuangan koperasi.

Kapasitas koperasi yang terus meningkat, dan Undang-undang (UU) No 25 tahun 1992 Pasal 43 ayat 3 membenarkan bahwa koperasi boleh berperan utama di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat, juga UU No 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, Pasal 50 huruf (h – i) mengecualikan koperasi, maka pengurus manfaatkan kesempatan untuk memperluas bidang usaha. Tujuannya guna meningkatkan kesejahteraan anggota. Ada 4 anak perusahaan yang didirikan yaitu; PT Tanker Mandiri, PT Tanker Samudera Mandiri, PT Perta Samudera, dan PT Samudera Perdana Maritim. Semua anak perusahaan itu usahanya tidak jauh-jauh dari laut dan perkapalan.

PT Tanker Mandiri anak koperasi pertama yang direkturnya dijabat oleh H.M Dahlan pensiunan dari Pertamina, didirikan pada 10 Agustus 2006. Awal 2008 PT Tanker Mandiri mendapat kepercayaan dari PT Pertamina (Persero) Perkapalan untuk mengelola tenaga operator PC, sekretaris dan penyelam tenik bawah air. Peluang bisnis lainnya melaksanakan perbaikan-perbaikan kapal yang memerlukan tenaga penyelam. Setelah kontrak kerja 1 tahun selesai diperpanjang menjadi 2 tahun.

Karena Pertamina membutuhkan tenaga-tenaga penyelam profesional, dan para penyelam juga membutuhkan Sertifikat Internasional, M Dahlan menjembatani untuk menyelenggarakan pendidikan bersertifikat internasional. Untuk itu pengajarnya juga yang diakui dunia internasional. Maka diudanglah pengajar dari IMCA yang berkator pusat di London, Inggris. Bisa dibayangkan, biayanya pasti mahal. Untuk meringankan peserta, kecuali memfasilitasi peralatan untuk praktek, Pertamina juga memberikan subsidi. Kekurangannya, sekitar Rp 25 juta per orang dibayar peserta kursus. “Karena mereka kami kontrak selama 2 tahun untuk mengerjakan proyek dari Pertamina, kami memberikan pinjaman uang. Pengembaliannya dicicil potong gaji selama 2 tahun juga. Kita sama-sama untung. Anak-anak dapat sertifikat yang diakui dunia internasional, Pertamina dan kami dapat tenaga-tenaga professional,” jelas Dahlan.

Melihat kesempatan terbuka begitu lebar pada 12 Agustus 2007 lahirlah anak kedua, PT Perta Samudera, Zamila Launuru  sebagai direkturnya. PT Perta Samudera bergerak di bidang jasa perbaikan kapal tanker, khususnya armada tanker PT Pertamina Perkapalan. Sebagai perusahaan baru, tidak mudah mendapatkan pekerjaan, apalagi kepercayaan. Hal itu karena sifat pekerjaan yang ditangani sangat spesifik dan membutuhkan keahlian, yaitu; running repair, perbaikan kapal dengan waktu terbatas – saat kapal sandar. Jika akurasi dan analisa waktu tidak tepat, bisa kelihalangan kesempatan, karena kapal harus melanjutkan perjalanan ke pelabuhan lain. Agar tidak kehilangan peluang, sekaligus untuk membangun kepercayaan, PT Perta Samudera mencari mitra kerja yang benar-benar ahli di bidangnya.

Karena selama memimpin Perta Samudera Zamila mampu menunjukan kinerjanya berkualitas baik, kini dipercaya secara khusus untuk konsentrasi mengembangkan usahanya di luar Pertamina. Istilahnya berburu ikan besar di lautan luas, dan harus menghadapi persaingan luar biasa ketat. “Sudah jalan, dan menghasilkan, tetapi belum maju banget. Diharapkan ke depan lebih kenceng lagi,” jelas Argo. Dulu sering mengikuti tender dan menang, tetapi masih di lingkup Pertamina. Sekarang harus bertarung bebas dengan orang luar. Kata Argo, biar berproses karena pada akhirnya memang harus begitu. Potensi di luar sangat besar, namun butuh proses dan pengalaman. Intinya, perlu informasi sebanyak mungkin, mencari ke mana-mana. Baik di kementerian atau lembaga pemerintah lainnya.

Menurut Zamila mencari proyek di luar Pertamina, memang tidak gampang. Kalau di Pertamina sudah tahu rimbanya, tetapi di luar masih harus memilah-milah. Perta Samudera telah kerja sama dengan PT Pelni. Juga tengah menjajaki berbagai peluang, namun masih sering terbentur masalah personil. Kapal-kapal di luar Pertamina pada umumnya kapal-kapal kecil, seperti kapal tongkang. Tetapi jumlahnya banyak, dan kansnya di luar ke depan lebih besar. Tahun 2016 hasil dari proyek di luar Pertamina belum banyak, tetapi setidak-tidaknya sudah mulai belajar untuk tidak terus-menerus hanya mengandalkan pekerjaan di seputar Pertamina. “Kita harus siap bersaing di luar. Potensi itu ada,” tegas Argo.

Karena keahliannya di lingkup perkapalan, yang dibidik pekerjaan-pekerjaan yang masih sejalan dengan perkapalan. Merawat boiler – ketel kapal, keahlian itu bisa dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan di luar perkapalan, di sumur minyak, misalnya. Di Indonesia banyak sumur minyak yang sudah tua, dan minyak mentahnya mengental. Agar minyak mentah mencair dan bisa disedot ke atas, disemprotkan uap panas yang dihasilkan dari boiler. Banyak pekerjaan seperti; pemipaan, pengukuran tanki, boiler, water treatmen, dan sebagainya. Namanya bisnis, walau potensinya besar orang lain banyak juga yang bisa melakukan.

Karena Koperasi Tankers memperoleh penguatan modal dengan bunga rendah dari Bank Mandiri maupun Bank Syariah Mandiri (BSM), mitra kerja dibayar terlebih dulu atas pekerjaan yang diberikan. Satu nilai plus, yang jarang dilakaukan perusahaan lain. Cara itu berdampak pada Reduce Cost yang cukup signifikan sehingga Saving Cost semakin tinggi. Soal keuntungan relatif kecil – untung tipis pun, tidak apa-apa, karena tujuan koperasi untuk membantu perusahaan. Ketika tender koperasi bagus, harga yang ditawarkan bagus, mendorong mitra yang lain mengikuti irama yang diciptakan oleh koperasi. Ketika koperasi menang tender kualitas tetap jadi pegangan. Jangan sampai orang lain menawarkan dengan harga lebih murah, tetapi memberikan kualitas barang yang rendah. Bagian pengadaan material harus mencari barang ke luar negeri; ke China, Jepang, Korea, atau ke mana saja. Yang penting bisa mendapatkan sumber yang bagus, baik kualitas maupun harganya.

Guna mereguk peluang bisnis di luar lingkup perusahaan, pada 27 Februari 2008 koperasi mendirikan PT Tanker Samudera Mandiri. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan, ekspor – impor, grosir, suplai, leveransir, distributor, commission house, peragenan dan sebagainya. Kegiatan perdagangan yang ditangani antara lain; computer, peralatan transmisi dan telekomunikasi, civil engineering, peralatan deck, mesin kapal dan alat bantunya. Kegiatan bidang jasa meliputi persewaan mesin dan peralatannya, jasa instalasi, perawatan, ekspedisi, pengepakan, dan pergudangan (bukan veem). Untuk impor barang berhubungan langsung dengan pihak pabrikan di Jepang, Korea maupun Singapura sehingga bisa mendapatkan bahan berkualitas bagus dengan harga lebih rendah, sehingga ketika dijual bisa memberikan harga lebih kompetitif dibanding perusahaan lain.

Hampir 10 tahun Argo berupaya memenuhi harapan para anggota. Karena harapan itu menjadi kenyataan, anggota sepertinya tidak rela jika Argo meninggalkan koperasi. Terbukti, ketika masa bakti kepengurusan berakhir mereka tetap mendaulatnya menjadi ketua. Masa bakti periode ke-3 (pemilihan 2014) yang mestinya hanya 3 tahun, pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2015 ketentuannya diubah dari 3 tahun menjadi 5 tahun. Karena RAT pemegang kekuasaan tertinggi, Argo tidak bisa mengelak. Apalagi dia juga mengaku; sekarang merasa semakin kerasan di koperasi.

“Sebenarnya telah beberapa kali menyampaikan kepada anggota supaya diganti, tetapi karena anggota masih mengehendaki, dan saya juga merasa masih menikmati tugas yang sangat baik ini, membuat semakin kerasan,” urai Argo saat berbincang denga Majalah UKM. Yang dipikirkan, lanjut dia, mengenai regenarasi. Tidak bagus juga bagi koperasi jika terus-menerus hanya bergantung pada seseorang. Mengaku tidak bisa selamanya mengelola koperasi, harus mencari generasi penurusnya. Dalam waktu dekat diharapkan sudah muncul generasi muda.

“Setelah pengurus berganti bukan berarti tidak memikirkan koperasi lagi. Hati saya tetap di koperasi dan akan selalu mensuport teman-teman agar koperasi terus berkembang. Sewaktu-waktu dibutuhkan, siap membantu koperasi,” tegas Argo. Bahkan, lanjut dia, tidak diminta pun akan tetap memperhatikan koperasi. Bentuk suport dan darma bakti seperti apa, harus dipikirkan dan didefinisikan bersama pengurus. Bisa saja, misalnya, aktif di salah satu anak perusahaan – menjadi penasehat, memberikan masukan pengurus dan manajemen. Intinya, harus ada regenerasi. Bergabungnya 2 personil potensial; Budiharjo, pensiunan direktur operasi di salah satu anak perusahaan PT Pertamina, dan Toha, mantan manajer teknik di Pertamina karena kecintaannya kepada koperasi. “Mengelola koperasi jika tidak didasari kecintaan, susah. Mereka sekarang kerja full time di koperasi,” tegas Argo.

Tahun 2016 bisnis Koperasi Tankers mengalami “kecelakaan” kecil. Salah satu anak perusahaan memenangkan tender. Pengadaan peralatan itu harus dimpor dari luar negeri. Selama ini, ketika mendapat proyek dan barangnya harus impor, tidak pernah diasuransikan, aman-aman saja. Namun kali ini, nasib kurang baik terjadi. Peralatan senilai Rp 1,5 miliar kejebur dan tenggelam ke dasar laut, tak bisa diambil. Argo mengakui, hal itu akibat sistem – prosedur yang belum rapi, kurang hati-hati, keteledoran pekerja. Dari pengalaman tersebut sistem kerja di koperasi diperbaiki. Untuk proyek-proyek dengan nilai tertentu, harus diasuransikan. “Dulu tidak. Kasaranya, seperti bekerja di rumah sendiri, yakin pasti aman. Sekarang dibuat aturan lebih ketat, lebih baik, lebih rapih. Intinya, semua resiko dipetakan – dimitigasi jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi lagi,” jelasnya.

Unit Simpan Pinjam (USP) untuk memenuhi kebutuhan anggota dalam hal keuangan, misalnya, untuk modal usaha, biaya pendidikan anak sekolah dan dana talangan untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak lainnya, kini bukan hanya sekedar cukup. Jumlah pinjaman yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp 5 juta sampai dengan Rp 200 juta dengan jasa – bunga cukup rendaha, 1% per bulan dari pokok pinjaman. Untuk keperluan anggota, kata Jones Nababan, Bendahara Koperasi Tankers, cukup tersedia dari kas lembaga – koperasi. Artinya, untuk kebutuhan anggota tidak perlu pinjam ke bank.

Jika parameter sejahtera adalah terlayaninya kebutuhan anggota, misalnya, pinjam uang mudah, belanja kebutuhan sehari-hari di toko koperasi lengkap, hal itu telah memenuhi. Bahkan pengurus mampu “memanjakan” anggota dengan pinjam sampai Rp 400 juta. Padahal dulu untuk pinjam Rp 1 juta saja sulit, harus antri berhari-hari, sekarang hanya hitungan jam. Kru-kru yang dikontrak minimal setahun, dan karyawan Pertamina yang belum menjadi anggota koperasi juga boleh pinjam uang di koperasi dengan jasa 1,2% per bulan, atau lebih tinggi 0,2% dari anggota. Pengembaliannya aman, karena potong gaji. Setelah menikmati manfaat koperasi para karyawan itu diharapkan mau menjadi anggota koperasi. Saat ini, dari 1.034 anggota sebagian mendekati usia pensiun. Kalau pesiun lalu keluar dari koperasi, jumlah anggota akan semakin berkurang.

Untuk kali pertama, menutup tahun buku 2016, Koperasi Tanker berhasil melunasi seluruh hutangnya di bank. Biasanya, mengawali tahun buku masih punya utang sekitar Rp 20 miliar. “Namun tahun 2017 mengawali dengan zero – nol utang,” jelas Jones. Dengan tidak memiliki utang bank, maka beban biaya membayar bunga tidak ada. Dalam ilmu ekonomi, dengan mengurangi biaya, penghasilkan akan bertambah. Dari sisi biaya, berusaha mencari peluang-peluang agar dapat eksis kembali. Ini salah satu upaya penghematan. “Kalau untuk membiayai proyek-proyek, yang membutuhkan dana puluhan miliar misalnya, memang belum bisa sendiri, harus pinjam ke pihak ketiga, bank,” jelas Jones seraya menambahkan bahwa sukses saat ini, berkat keberhasilan mempelajari – menganalisa – mencari jalan keluar dan berinovasi dari pengalaman – pasang surut masa lalu.

Dengan motto; Bersama Kita Meraih Bahagia yang ingin diraih bukan hanya sejahtera tetapi juga bahagia. Makin banyak uang makin sejahtera. Tetapi belum tentu bahagia. Bahagia itu, lebih pada rasa. Karenanya, sering diadakan gathering – rekreasi bersama bagi seluruh pengurus dan anggota yang berkontribusi besar terhadap koperasi. Liburan bersama di luar kota seperti mengadakan arung jeram, atau out bond untuk membangun spirit kebersamaan, mencari ide bersama-sama. Kegiatan seperti itu penting dan sangat besar manfaatnya.

Kebersamaan adalah investasi jangka panjang yang tidak ternilai harganya. Cita-cita berkoperasi yang terpenting membangun kebersamaan, dan sejahtera bersama. Anggota merasa bahagia jika SHU-nya besar. Itu yang tampak secara materiil. Yang tidak tampak – non materiil bahwa dalam berkoperasi kita tulus untuk membantu anggota. Mereka merasakan itu ketika mengalami kesulitan, bisa pinjam uang ke koperasi. Untuk hal-hal yang sifatnya emergency larinya ke koperasi. Bangga karena koperasi bisa memenuhi kebutuhan dengan cepat, tidak sulit. Dirasakan sangat membantu, terutama bagi anggota yang sedang punya masalah, ada keluarga sakit, isteri mau melahirkan, koperasi bisa dijadikan andalan.

Untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya gathering – kebersamaan juga melibatkan keluarga. Tidak pernah dilarangan, mau mengajak anak, cucu silahkan. Hal ini dimaksudkan agar keluarganya juga mengerti manfaat berkoperasi sehingga menumbuhkan kebanggaan menjadi anggota koperasi – pengurus koperasi. Dengan demikian mereka merasa, ini lho tempat kita bersama-sama, kita satu keluarga besar yang dibangun melalui koperasi.

Untuk meningkatkan kualitas kinerja sumber daya manusia (SDM) – karyawan, koperasi menyelenggarakan pelatihan. Setiap hari Senin diadakan koordinasi dengan unit-unit usaha, Selasa dan Kamis belajar bahasa Inggris. Khususnya untuk karyawan muda sebagai persiapan regenerasi. Karena pada akhirnya merekalah yang akan melanjutkan kegiatan usaha. Hari Rabu, di bawah pimpinan Sunarto yang mantan chip engenering kapal dan Boy, mendalami teknik perkapalan agar mereka memahami dari halauan sampai buritan. Hari Jumat, Jones dan Dahlan memberikan motivasi dari sudut religius secara umum karena keyakinan karyawan berbeda-beda. “Jika dalam suatu perusahaan moralitas karyawan kurang bagus, berbahaya,” tegas Jones.

Kebijakan lain, semua anak perusahaan terintegrasi. Sehingga, jika misalnya, ketika PT Perta Samudera dapat proyek tetapi dananya tidak cukup, bisa pinjam dulu ke PT Tankers Samudera Mandiri. Demikian pula sebaliknya. Toh, secara kelembagaan induknya koperasi. Untuk proyek senilai Rp 500 juta – Rp 1 miliar, koperasi pasti bisa meng-handle. Tetapi ketika dapat proyek yang nilainya Rp 5 miliar – Rp 10 miliar, harus cari pinjaman ke pihak ketiga, bank. Namun harus diperhitungkan, dalam waktu 3 bulan lunas agar beban bunga tidak terlalu berat. Dengan terintegrasi lebih memudahkan anak-anak perusahaan mencari pinjaman. Istilahnya dari ruang sebelah ke ruang sebelah lainnya.

Tahun 2016 Koperasi Tankers menambah satu anak perusahaan PT Samudera Perdana Maritim. Anak perusahaan yang dipimpin Sunarto itu mulai aktif April 2016. Anak perusahaan ini diharapkan mensubstitusi PT Perta Samudera yang fokus kepada pekerjaan di luar PT Pertamina. Potensi bisnis di perkapalan cukup besar, tetapi tantangan juga berat. Karena personil sebagian besar anak-anak muda, punya inovasi – terobosan lebih baik, termasuk mencari referensi harga sehingga lebih kompetitif.

Menurut Sunarto, mitra di perkapalan masih membutuhkan. “Ketika mengalami kesulitan, ada kapal bermasalah, misalnya, larinya pasti ke kami. Mungkin, jika minta bantuan ke tempat lain kurang kondusif. Pertamina perkapalan, masih ada perhatian ke koperasi,” jelas Sunarto yang dipercaya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Samudera Perdana Maritim. Kebijakan mengintegrasikan anak-anak perusahaan, menurut Dahlan, tidak hanya soal modal, tetapi juga masalah pengerjaan proyek. Misalnya, yang dapat proyek PT Samudera Perdana Maritim, tetapi yang mengerjakan PT Tanker Mandiri. Soal kualitas kinerja, berani menjamin lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Tenaga-tenaga profesional itu sertifikatnya diakui internasional.

Untuk melakukan doking – membersihkan kapal yang berkarat, agar biayanya tidak terlalu tinggi menggunakan pasir gunung. Kebutuhan pasir sangat besar. Untuk di Sorong saja bisa mencapai 400 – 500 ton per tahun. Karena di Sorong tidak ada pasir gunung yang baik – bisa digunakan untuk membersihkan kapal, harus  mendatangkan dari Lumajang, Jawa Timur. Yang menjadi persoalan, ongkosnya lebih mahal daripada harga pasirnya. Untuk menghilangkan kerang dilambung kapal bisa disemprot pakai air. Ada yang menggunakan cairan kimia, tetapi biayanya tinggi.

Saat ini PT Samudera Perdana Maritim tengah mengajukan permohonan kerja sama dengan Petamina untuk mengelola bengkel yang sedang vakum. Workshop – bengkel milik Pertamina itu saat ini tidak dikelola. “Dulu ada yang mengelola namun sudah dikembalikan ke Pertamina. Kami mengajukan permohonan ingin memanfaatkan untuk perbaikan kapal-kapal Pertamina juga. Lokasinya di daerah Sunter, cukup bagus. Ruangannya besar, sudah ada peralatannya. Kami mengajukan kontrak maintenance untuk berbaikan kapal. Ini upaya untuk meningkatkan penghasilan bagi koperasi secara keseluruhan,” jelas Sunarto terkait dengan terobosannya mencari proyek.

Adanya kebijakan pemerintah bahwa pembangunan Indonesia ke depan harus mengoptimalkan potensi laut kita, menurut Sunarto, yang bisa digarap luar biasa. Baik untuk pendistribusian ekonomi; bahan baku atau perdagangan. Karena Indonesia Negara pulau pasti membutuhkan kapal. Pahitnya, jika Indoneia tidak punya kilang minyak, dan sumber energinya sudah habis dieksplorasi, juga tidak ada minyak, masih punya laut, punya kapal. Kita masih bisa membangun, ambil dari sana. – ambil sini dan kapal akan menjadi motor penggerak ekonomi di berbagai daerah. (dm)

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *