DR Sesilia Seli, M.Pd : Nilai Itu Seseuatu Yang Harus Dihayati dan Diperjuangkan

Ketika panitia seminar meminta kepada Ketua Credit Union Khatulistiwa Bakti (CUKB) DR Sesilia Seli, M.Pd, untuk menyajikan materi seminar tentang Nilai-nilai, aktivis CU yang juga Dosen Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat itu mengaku bingung. Panitia sendiri hanya mengatakan; “Pokoknya nilai-nilai. Penting itu nilai-nilai. Ibu harus memberikan nilai-nilai!”

Sebagai aktivis dan akademisi, tidak kekurangan akal. Langkah yang dilakukan, mempelajari banyak hal. “Ternyata CU itu tidak hanya nilai. Tetapi ada pondasinya, ada prinsip-prinsipnya, dan ada visi misinya. Itu yang harus sama-sama diketahui agar menjadi darah daging kita. Seperti halnya makan, sesungguhnya apa yang kita makan akan menjadi darah dan daging kita,” tuturnya penuh semangat.

Agar terpenuhi harapan panitia, maka materi seminar yang disajikan diberi judul; “Menginternalisasikan Visi, Misi, Pondasi, Prinsip dan Nilai-Nilai CU; Sebuah Keharusan Dalam Merawat Loyalitas dan Kecintaan Anggota Terhadap CU.” Nilai itu adalah sesuatu yang harus diyati sesorang sebagai pedoman untuk berfikir dan bertindak agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Nilai itu adalah sesuatu yang sangat berharga, dan pantas untuk diperjuangkan.

Karena itu di CU tidak hanya bicara soal nilai. Di CU ada 6 pondasi, 7 nilai, 9 prinsip dan 4 pilar yang kita hidupi. Sebagai koperasi – sebuah lembaga cooperative, lembaga yang mengutamakan kerjasama, pada hakekatnya memiliki ciri sebagai berikut; Pertama, ada nilai yang dihayati dan diinternalisasikan. Kedua, kita memiliki komitmen dan tujuan bersama. Ketiga, kita menghadapi masalah yang sama, dan secara bersama. Keempat, kita ini saling membutuhkan. Seseorang tidak akan bisa menjadi ketua koperasi, misalnya, bilamana tidak ada anggota yang memilihnya untuk menjadi ketua. Kelima, ada komitmen yang kita bangun. Keenam, gotong-royong dan saling memberdayakan. Bekerja dan bermitra dengan pihak lain, secara berkelanjutan dan ekonomi bersama menuju kemandirian bersama.

Bagaimana citra CU di dunia pasar? Bagi para aktivis; pengurus, pengawas,  komite, dan CO bukan hal yang baru. Ibarat sebuah bangunan bertingkat, 4 – 6 lantai, maka pondasinya harus kokoh. Kita tidak berani – takut naik ke lantai 6, misalnya, jika bangunan tersebut tidak kokoh. Namun, karena pondasinya kokoh – kuat, banyak orang yang tidak kawatir naik sampai lantai teratas. Begitu juga dengan bangunan CUKB – bukan dalam arti fisik, namun sebagai sebuah lembaga yang ditopang oleh nilai-nilai yang dihayati bersama, sehingga menjadi kokoh dan terpercaya.

Pondasi Credit Union itu ada 6, yaitu; Sikap, Visioner, Kejujuran, Keberanian, Integritas dan Pengorbanan. Itulah balok-balok dasar yang ada di dalam organisasi CU. Ini pula yang membuat CUKB bisa terus berkembang dan maju menjadi CU yang baik. “Walau belum yang terbaik,” kata Seli berterus terang.

Sikap – Ada beberapa komponen. Antara lain; percaya diri, penuh keyakinan, proaktif, tekun, pantang menyerah, setia, amanah, adil, suka menolong, kerja keras, tanggung jawab, dan tegas. Amanah, misalnya, kita dipercaya boleh meminjam, maka kita harus kembali membayar pinjaman tersebut. Dan membayarnya harus TWTJ, alias Tepat Waktu Tepat Janji. Kalau pinjam di CUKB janjinya diangsur 10 bulan, boleh dilunasi kurang dari 10 bulan, tetapi tidak boleh lebih dari 10 bulan. Kalimat TWTJ itu mudah diucapkan, tapi sulit melaksanakannya. Artinya, belum amanah, belum adil. Ada orang yang TWTJ, sementara masih ada yang setengah TW dan setengah TJ. Artinya, belum seragam dan amanahnya belum full. Belum I love you full kepada CU.

Tanggung Jawab – “Situ yang tanggung – saya yang jawab,” belum satu paket. Sebagai anggota tanggung jawab kita belum full. Kalau pengurus – aktivis menrancang jasa simpanan turun, anggota banyak yang kasak-kusuk untuk tidak setuju. Sebaliknya, jika jasa simpanan naik, senang. Mereka tidak tahu betapa susahnya mengelola CU. Di dalam jejaring Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Badan Koordinasi Credit Union (BKCU) Kalimantan ada 40 poin kontrak solidaritas. Salah satu di antaranya, jasa simpanan tidak boleh lebih dari 1 degit. Artinya, jasa simpanan 10% per tahun sudah tidak boleh. Dan CUKB telah melaksanakan komitmen gerakkan karena jasa simpanan anggota tidak sampai 10% per tahun.

Kontrak solidaritas yang ada sanksinya, jika kredit lalai (KL-nya) tinggi, di atas 10%, misalnya, dalam pertemuan BKCU name teks-nya berwarna hitam. Biasanya, warna name teks biru atau merah. Setelah 5 tahun kontrak solidaritas gerakkan ditandatangani, sanksi diberlakukan. Bisa jadi, pengurus CU yang KL-nya tinggi, karena dianggap tidak punya tanggung jawab, duduknya pun di pojok belakang, atau bahkan paling depan, supaya kelihatan. Jadi, yang kena sanksi pengurus, bukan anggota. Untuk menghindari KL tinggi, yang harus dilakukan para anggota, meminjamlah secara bertanggung jawab, sesuai kemampuan untuk mengembalikan.

Visioner – Kita harus mau menyesuaikan dengan perkembangan zaman, harus punya pandangan jauh ke depan, selalu berfikir kekinian, mau mengaktualisasikan dengan perkembangan dunia, dan kemajuan teknologi yang demikian pesat. Jika tidak mau, kita akan mati pelan-pelan.

Kejujuran – CU adalah lembaga keuangan. Memang, pengurus dan manajemen yang mengelola keuangan. Jujur itu bukan hanya ketua yang harus jujur. Namun semua komponen CUKB, baik pengurus, pengawas, manajemen dan anggota harus jujur. “CUKB bukanlah yang terbersih. Ada kasus yang sudah ditangani secara hukum. Karena dia mencederai pondasi kejujuran. Apa yang dikatakan, berbeda dengan yang dilakukan, itu juga tidak jujur. Puji Tuhan, pengurus, pengawas tidak ada yang proud. Saya kunci brankas pun tidak tahu,” jelasnya.

Keberanian – Kita harus berani menyuarakan kepentingan bersama. Sebagai ketua, misalnya, berani menegur, berani mengingatkan, berani menyuarakan apa yang menjadi kepentingan CU. Kita harus punya semangat keberanian untuk kepentingan bersama.

Integritas – Artinya punya komitmen, bertindak sesuai dengan nilai-nilai, etika, dan reputasi kita bersih. Integritas merupakan salah satu atribut penting yang harus dimiliki seorang pemimpin, terutama. Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan, nilai-nilai, metode, ukuran, prinsip dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.

Pengorbanan – Untuk pengurus, pengawas, dan komite banyak sekali yang dikorbankan. Satu, korban perasaan. Yang namanya organisasi itu pasti banyak konflik. Apalagi anggota CU itu keyakinannya saja berbeda-beda, etnisnya berbeda-beda diikat dalam sebuah organisasi. Kadang, yang tidak prinsip diperdebatkan berlebihan. Kita bukan hanya mengorbankan perasaan, juga waktu. Bagaimana pun, komite misalnya, mereka juga perlu makan, perlu kerja pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu jangan menilai menjadi pengurus, pengawas, komite itu gampang, dan banyak duitnya. “Sebab, tidak semua yang kami lakukan dihargai dengan uang. Harus disadari, aktivis itu volounter – sukarelawan,” jelas Seli.

Prinsip – Kita semua punya tanggung jawab sosial. CU adalah jalan kebaikan, tawarkan kepada orang lain. Namun, kalau mau menawarkan agar orang tersebut masuk menjadi anggota CU, kita harus benar dulu dalam ber-CU. Sehingga bisa menceritakan kepada orang lain secara baik dan benar. Itulah bentuk tanggung jawab sosialnya. Jika kita sendiri belum benar ber-CU-nya, bisa membuat CU hancur.

Nilai-nilai Dasar – Menolong diri sendiri. Misi sejati CU adalah  “Helping People to Help Themselves”. Tujuan utama sebenarnya, menolong diri sendiri dulu, bukan menolong orang lain dulu. Dengan menolong diri sendiri, bila sudah mampu baru bisa menolong orang lain. Sehingga orang lain itu kemudian bisa menolong dirinya sendiri.

Keadilan – Bukan berarti sama rata sama rasa. Adil itu kita menjalankan dan menerima hak sesuai dengan apa yang kita berikan – kontribusi kita.

Setiap kali pertemuan, sering membacakan misi, sampai hafal di luar kepala. Misi CUKB adalah meningkatkan kualitas hidup anggota, baik fisik maupun moral. Bukan hanya fisik yang nampak yang diperbaiki, tetai juga mental – moral dengan melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan baik secara individu maupun melalui kelompok-kelompok binaan. Memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh komunitas CUKB. Itulah penjelasan misi CUKB. Sedangkan penjelasan Visinya, menjadi credit union yang aman, credit union yang sehat, terpercaya, dan berkelanjutan.

Secara adminstrasi – keorganisasian, maupun secara keuangan CUKB itu sehat. Ibarat orang, kalau CUKB ini dibawa ke dokter sebagai pasien, gula darahnya 300. Artinya deabetes – kredit lalainya (KL) masih di atas 5%. Kalau dibawa lagi ke dokter, tekanan darahnya 220/100, tetapi masih mampu jalan. Jalannya juga pelan-pelan. Itu keadaan CUKB saat ini. Kalau dilihat kesehatan mau yang ideal sekali, menurut analisis Pearls CUKB belum ideal. Dari 15 indikator Pearls, misalnya, baru 5 indikator yang ideal. “Yang lain, mirip-mirip ideal. Seharusnya 7 yang ideal, nilainya 9,99. Menyakitkan! Sudah dekat ideal tapi belum ideal secara analisis Pearls,” kata Seli sedikit galau.

Anggota CUKB banyak yang baru masuk. Namun banyak pula yang dikeluarkan. CUKB, kata Seli, memang punya program mengeluarkan anggota yang tidak aktif selama 5 tahun berturut-turut. Agar administrasi menjadi lebih baik. Ini suatu langkah yang sangat berani. Daripada jumlah anggotanya 100.000, misalnya, ternyata yang aktif hanya 35.000 orang. Sama juga bohong. Lebih baik anggotanya sedikit tetapi semua aktif berparsipasi dan bertransaksi. Anggota CUKB per 31 Desember 2019 tercatat 53.329 orang, terdiri dari 27.675 orang laki-laki dan 25.654 orang perempuan.

CUKB harus; terpercaya, dikelola dengan baik, berkelanjutan, sekarang dan selama-lamanya. Karena itu Nilai-nilai, PASTI (Profesional, Antusias, Solider, Tangguh, Integritas). Pernyataan posisi juga penting. Raih kesejahteraan bersama kami. Bukan bersama mereka. Maksudnya, bagaimana kita bersama-sama meraih kesejahteraan melalui CUKB.  Motto, dalam CUKB selalin merupakan akronim baha pelayanan CUKB adalah pelayanan yang MESTI – tidak boleh tidak harus seperti yang ditetapkan di dalam kebijakan-kebijakan yang berlaku.

Dalam credit union, juga ada istilah tree in one. Dan itu bukan hanya bagi aktivis, tetapi untuk semua insan gerakkan credit union. Saya pemimpin, Saya sukarelawan, dan Saya anggota, itulah yang dimaksudkan tree in one. Artinya, semua anggota gerakkan punya peranan.

Pemimpin, kata orang bijak; Seorang pemimpin itu ciri khasnya adalah dia harus mampu memimpin dirinya sendiri. “Kalau dalam ber-CU masih setengah-setengah, misalnya, setengah TW setengah TJ, itu artinya kita belum mampu memimpin diri sendiri,” kata Seli memberi contoh.

Tanpa mengurangi rasa hormat, kebanyakan kaum ibu itu punya sisi mata 1000. Sebelah kanan 1000 dan sebelah kiri 1000, berarti 2000. Niat dari rumah, bawa dompet mau bayar utang ke CU. Di perjalanan tiba-tiba ketemu sahabat karib. “Yuk, mampir ke Mega Mall, lagi banyak diskon, 75% + 20%,” ajak sang sahabat. Yang diajak pun hayuuk saja. Karena tergoda diskon 75%++, akhirnya uang habis untuk mengejar diskon, tidak jadi bayar utang. Ketika ditelpon petugas dari CU mengingatkan tentang kewajibannya, dia bilang; “Mohom maaf, saya hanya bisa bayar jasa.” Inilah contoh tentang sulitnya mengendalikan diri.

Volunteer – Semua insan gerakkan credit union adalah barisan sukarelawan, barisan berani mati. Pengurus, pengawas, komite, CO dan seluruh anggota harus berjiwa sukarelawan. Pasti tidak semua yang dilakukan untuk CU dibayar dengan uang. Ketika melakukan sosialisasi atau promosi berbuih-buih, sering uang habis untuk beli bensin, kadang tidak ada satupun yang mau menjadi anggota. Hanya karena di wilayah pengembangan yang menjadi tanggung jawabnya, semua dilakukan dengan senang hati tanpa menghitung untung rugi. Inilah bentuk pengerbanan seorang volunteer.

Anggota – Pengurus, pengawas, penasehat, komite, dan CO, jangan pernah menempatkan diri bukan sebagai anggota. Begitu juga staf manajemen. Semua adalah anggota. “Saya pun kalau mau pinjam uang di CUKB, wajib menghadap paling tidak dengan deputi untuk membicarakan pinjaman. Dalam rapat pengurus guna menentukan dikasih atau tidak pinjaman saya, saya pun tidak dilibatkaan dalam rapat. Karena reputasi saya baik, dikasih,” urainya. Apa yang berlaku bagi anggota, juga berlaku bagi pengurus. (my)

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *