Festival Film Indonesia (FFI) 2016 Siap Dilaksanakan

Festival Film Indonesia (FFI), ajang penghargaan tertinggi dalam perfilman Indonesia, siap dilaksanakan kembali tahun ini. Penghargaan Piala Citra, lambang supremasi untuk film dan insan perfilman terbaik setiap tahunnya, akan dianugerahkan pada puncak malam penghargaan FFI pada bulan November 2016. Mengawali seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan FFI 2016 adalah peluncuran FFI 2016 yang akan diadakan bersamaan dengan pemutaran perdana (Gala Premiere) film klasik Tiga Dara (1956), hasil restorasi dalam format 4K digital.

ffi“Peluncuran seluruh kegiatan FFI 2016 yang dibarengi dengan pemutaran perdana Tiga Dara ini sesuai dengan semangat kami dari panitia FFI tahun ini, yaitu semangat restorasi,” ujar Lukman Sardi, ketua panitia pelaksana FFI 2016, dalam jumpa pers perdana kegiatan FFI 2016, di Restoran Kembang Goela, Parking Lot Plaza Sentral, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

“Apalagi tahun 2016 ini adalah tahun yang istimewa bagi film Indonesia. Jumlah penonton film Indonesia di bioskop meningkat, yang juga menandakan kebangkitan kembalinya penonton film Indonesia di bioskop. Lalu mulai dibukanya investasi asing untuk perfilman Indonesia, yang bisa memajukan kualitas industri perfilman kita. Hal-hal inilah yang kami harapkan juga berdampak pada perubahan positif untuk penyelenggaraan FFI tahun ini,” kata Lukman Sardi, lebih lanjut.

Selain Lukman Sardi, duduk dalam kepanitiaan FFI adalah Robby Ertanto sebagai Wakil Ketua Pelaksana, Olga Lydia sebagai Ketua Bidang Penjurian, Reza Rahadian sebagai Ketua Bidang Acara, Ade Kusumaningrum sebagai Ketua Bidang Humas, dan Wulan Guritno sebagai Ketua Bidang Sponsor dan Event.

Seperti tahun sebelumnya, tahun ini ada 5 jenis kompetisi, yaitu Film Bioskop, Film Pendek, Film Animasi Pendek, Film Dokumenter Panjang, dan Film Dokumenter Pendek. “Ada hal baru yang akan coba kami lakukan. Yaitu untuk Film Bioskop, tahap seleksi akan dilakukan oleh semua Asosiasi Profesi Film. Masing-masing asosiasi akan melakukan voting lalu memberikan rekomendasi film-film yang kemudian akan menjadi short listed film-film yang akan masuk ke tahap penjurian berikutnya,” kata Olga Lydia, selaku Ketua Bidang Penjurian, menjelaskan.

“Tentu saja ada penyempurnaan dari segala kegiatan di FFI, mulai dari penjurian, semua aktifitas, sampai kepada malam penghargaan. Dari kami panitia sendiri sedang menggodok beberapa tambahan kategori penghargaan, agar cakupan FFI sendiri makin luas, baik di dalam negeri, maupun di tingkat regional. Kami berharap agar penyelenggaraan FFI tahun ini menjadi tolak ukur atau blueprint untuk pelaksanaan FFI yang lebih baik di tahun-tahun mendatang”.

Acara malam puncak penganugerahan Piala Citra, yang sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan FFI 2016, akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan November 2016, di Teater Besar – TIM, Jakarta Pusat.

Penjurian Film Bioskop FFI 2016 dilakukan dalam 3 (tiga) tahap penilaian dan melibatkan Akuntan Publik independen yang ditunjuk oleh Panitia Pelaksana FFI. Sementara Penjurian Film Pendek, Film Dokumenter, dan Film Animasi Pendek, dilakukan oleh Panel Dewan Juri yang masing-masing jenis film terdiri dari minimal 5 (lima) orang. Dewan Juri tersebut akan memilih 15 Film Terbaik untuk Masing-masing Katagori, dengan catatan:
Masing-masing asosiasi akan menggerakan anggotanya untuk mendaftar sebagai pemilih short list, dan bagi anggota yang terdaftar akan mendapatkan username dan password.
Film yang belum pernah tayang di bioskop Indonesia, dapat disaksikan secara streaming oleh anggota asosiasi yang sudah memiliki username dan password. Setiap kategori dipilih oleh anggota asosiasi profesi terkait.

Jadwal Penjurian
Seleksi awal oleh Asosiasi Profesi yang bernaung di bawah BPI,
03 Agustus 2016.
Pengiriman email untuk Usename,
18 Agustus 2016.
Pengumuman Eligible,
31 Agustus 2016.
Pembuatan Short list oleh Asosiasi, 15 September 2016.
Pengumuman Short list,
22 September 2016.
Penjurian Tahap I,
13 Oktober 2016.
Penjurian Tahap II,
10 November 2016.
Penjurian 5 Nominasi,
17 November 2016.

(Hardo Sukoyo)

This entry was posted in Layar Budaya, Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *