Idham ZA : Tahun 2018 Kebangkitan Kopetri

Tahun 2018 harus lebih baik dari 2017, karena awal tahun 2018 merupakan awal revitalisasi dari kegiatan cabang-cabang Kopetri. Revitalisasi diharapkan bukan hanya anggota Kopetri, tetapi juga masyarakat luas. Demikian dikemukakan Ketua Koperasi Pegawai Perum Peruri (Kopetri) Idham Zulkarnaen Achmad kepada Majalah UKM di sela-sela Rapat Anggota Khusus (RAK) Kopetri di Balai Subono Mantovani, Jln. Falatehan No.2 Blok K-V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 16 Desember 2017 silam.

Tahun 2018 ini diharapkan menjadi tahun kebangkitan Kopetri dalam mengembangkan usahanya. Ini menjadi tantangan yang cukup sulit bagi usaha perkoperasian seperti Kopetri, karena sumber daya manusia (SDM-nya) sudah tidak cocok dengan iklim sekarang. Sebagian besar pengurusnya, bahkan hampir 65 persen lebih personelnya sudah lanjut usia. Sehingga mereka akan mengalami kesulitan dalam  mengikuti tranding market. Di sisi lain, karena income koperasi tidak secantik income perusahaan sehingga menjadi dilematis, dan mungkin harus menyaring kader terbaik dengan income yang miring.

“Apalagi di era global seperti sekarang ini, skill seseorang menjadi dasar utama untuk menjembatani kelemahan-kelemahan koperasi menuju profesionalisme. Karena itu, giliran generasi muda yang memiliki skill harus segera tampil untuk menggantikan seniornya. Bagi generasi tua yang dinilai yang kurang memadai, harus diminimalisir. Karena, kami sangat membutuhkan SDM yang mampu menggali inovasi-inovasi baru dalam memajukan koprasi,” urainya.

Di era globalisasi, tambahnya, koperasi harus bisa memberikan pelayanan dan sumbangan-sumbangan terbaiknya kepada perusahaan maupun masyarakat. Harus peka menangkap situasi dan keinginan masyarakat. Inilah tantangan yang dihadapi koperasi saat ini. Karena itu, koperasi harus menyediakan SDM yang berkualitas dan mau membuka diri dengan para perintis maupun warga yang ahli di bidangnya.

Contoh, di bidang otomotif Kopetri menjalin kerja sama dengan Astra Motor. Dengan begitu, manajemen harus terbuka sehingga bisa transfer teknologi menjadi profesional. Mau tidak mau, kopersai harus dipacu secara dini. Kalau tidak dipacu, kapan mau menularkannya ke generasi penerusnya. Demikian pula dengan usaha di bidang properti. Bila kita tidak menggandeng mereka yang sudah pakar, perkembangan usaha koperasi akan berjalan lamban seperti ’keong’.

Karena itu, kata Idham, Kopetri harus sigap agar tidak ketinggalan. Terus melakukan pendampingan kepada para mitra, sehingga mereka yang mengajukan pinjaman modal ke koperasi merasa di-‘uwong’-kan. Dengan demikian, mereka akan mampu menjadi pelaku-pelaku ekonomi yang handal. Baik di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun Industri Kecil Menengah (IKM).

“Kami juga berikan share kepada mereka, sehingga ada transformasi. Karena itu, Kopetri di tahun 2018 ini, selain meningkatkan penyaluran kredit, juga diiringi dengan pengembangan teknologi. Karena, teknologi akan berdampingan dengan kinerja karyawan koperasi yang memiliki skill yang baik. Sebagai contohnya, kami menjalin kerja sama dengan Telkom, Astra, dan sebagainya, yang semuanya lebih mengandalkan skill. Kalau sekarang Kopetri tidak mau ke arah sana, akan ketinggalan kereta. Apalagi yang menyangkut penyaluran kredit berupa uang, tanpa diimbangi skill dan teknologi, apa jadinya,” tegasnya.

Pembekalan teknologi, bukan hanya diberikan kepada anggota koperasi, tetapi juga kepada manajemen anak-anak perusahaan. Namanya pembekalan, skala pendek yang krannya mulai dibuka tahun 2018. Tetapi yang terpenting adalah pendampingan agara hasilnya lebih baik. Tanpa pendampingan jangan mengharap hasilnya bisa maksimal.

Pembina Kopetri mengingatkan, memasuki usia ke-39, Kopetri harus mampu menyubangkan perannya dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia. Tujuan awal didirikannya Kopetri adalah untuk memberikan manfaat kepada anggota. Dan yang dapat dirasakan langsung, pembagian sisa hasil usaha (SHU), program simpan pinjam reguler, pinjaman sejahtera yang melibatkan bank-bank pemerintah dengan suku bunga rendah. Melalui partisipasi aktif anggota akan tercapai perekonomian yang kuat, dan kesejahteraan anggota, maupun masyarakat pada umumnya. Dengan demikian, dapat menjadikan Kopetri sebagai unit ekonomi mandiri dan  transparan.

Karena rapat anggota (RA) merupakan forum pemegang kekuasaan tertinggi dalam pengambilan keputusan, melalui forum tersebut diharapkan rencana kerja tahun buku 2018 menjadi pedoman bagi pengurus, pengawas, dan operasional untuk melaksanakan pemetaan realisasi tahun 2018 sesuai rencana jangka panjang Kopetri 2017-2021, dan mengembangkan usaha di era  pasar bebas yang semakin kompetitif.

Dengan semakin kompetitifnya usaha di bidang perkoperasian, pengurus, dan anggota Kopetri dituntut untuk mengembangkan skill agar mampu memenangkan persaingan. SDM Kopetri harus bekerja profesional dan inovatif, mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, mengedepanan transparansi dan kejujuran. Peningkatan skill harus diimbangi dengan percaya diri dan komitmen anggota. Komitmen yang tinggi merupakan dasar utama terhadap pengembangan usaha. Tanpa ada komitmen yang kuat, strategi usaha yang sudah ditetapkan akan tidak ada artinya.

Visi dan misi Kopetri selain meningkatkann kesejahteraan anggota dan masyarakat, juga ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Karena itu, dalam rangka pencapaian visi dan misi Kopetri secara optimal, diharapkan ada kesinergian tiga pilar. Pembina, pengurus, dan anggota dapat terjalin dengan baik, sehingga pelayanan dan hasil usaha meningkat.

“Rencana kerja (Renja) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) Kopetri Tahun 2018 merupakan pedoman bagi Pengurus periode 2018-2020 yang akan datang untuk melaksanakan tugas sesuai amanat anggotan yang diputuskan dalam RA. Pengembangan unit usaha dan optimalisasi aset di Karawang diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan SHU. Karena itu, dalam merealisasikan Renja dan RAPB 2018, pengurus beserta jajaran operasional diharapkan dapat meningkatkan peran aktif anaggota di seluruh Unit Usaha Koperasi,” tegas Idham Z.A. didampingi Yoyok Subagyo (Sekretaris), dan Jarot Bujono (Bendahara)..

Renja dan RAPB Kopetri Tahun 2018 yang ditetapkan dalam RA antara lain mengenai asumsi perkembangan eksternal (makro ekonomi) didasarkan tingkat inflasi diperkirakan 8,6%, prediksi pertumbuhan ekonomi nasional 5,4%, nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS adalah Rp13.500, suku bunga penarikan kredit perbankan berkisar 12%, suku bunga deposito 6%, kenaikan tarif dasar listrik/energi 10% dan kenaikan harga barang lokal sekitar 9%.

Asumsi perkembagan internal menyangkut bidang keuangan, meliputi pengendalian beban di semua unit usaha, penyempurnaan sistem, dan prosedur akuntansi, peningkatan kinerja keuangan, pengendalian cash flow, evaluasi laporan bulanan unit usaha, pengendalian pembayaran pajak dan restitusi pajak, serta evaluasi harga jual. Sedangkan bidang SDM, meliputi kaderisasi dan sistem rekruitmen, penyempuraan peraturan remunerasi, evaluasi beban tenaga kerja dan kekauatan SDM serta peningkatan kinerja sesuai degan prosedur.

Di bidang perdagangan barang, pencapaian target penjualan minimal dan biaya maksimal, pengadaan barang dan jasa dengan harga kompetitif, pengendalian inventory, pengendalian beban disemua unit usaha, pengembangan bisnis dengan pola kemitraan peningkatan kinerja unit usaha, dan kebutuhan anggota semakin meningkat.

Ketua pengawas Kopetri, Muhidin didampingi Heri Susanto (Sekretaris), dan Ati Nurhayati (Anggota) menilai, program kerja Kopetri 2017 telah dilakukan secara terus menerus dan diharapkan pada 2018 dapat berjalan efektif dan efisien dalam upaya meningkatkan perkembangan Kopetri. Karena itu, Kopetri dituntut bekerja keras, ikhlas, dan cerdas untuk menyesuaikan dengan perkembangan lingkungan eksternal dalam konteks bisnis yang selalu mengedepankan aspek legalitas dan ketaatan pada peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam RA tahun 2017, Kopetri juga memberikan santunan beasiswa kepada  36 siswa siswi SD-SMP-SMA/SMK putra-putri karyawan Kopetri berprestasi dengan total Rp39.65.000. (sutarwadi k.)

This entry was posted in Sajian Khusus and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *