Indonesia Eksportir Alas Kaki Kelima Dunia

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara mengemukakan, Indonesia menjadi eksportir terbesar kelima dunia di sektor industri kulit dan alas kaki. Posisi Indonesia berada di bawah Cina, India, Vietnam, dan Brasil. Market share-nya di pasar internasional mencapai 44%” kata Ngakan kepada awak media di sela-sela Pameran Kulit, Produk Kulit, dan Alas Kaki di Plaza Pameran Industri Kementerian Perindustrian di Jakarta.

Dia menegaskan, pemerintah mencatat, investasi di sektor ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga akhir tahun 2017, nilai investasinya mencapai Rp7,62 triliun atau naik empat kali lipat dibanding tahun 2016. Menurutnya, industri kulit, produk kulit dan alas kaki domestik perlu mempertahankan desain, suplai bahan baku, serta keberlanjutan industri. “Hal itu pentiig untuk meningkatkan daya saing,” tegasnya.

Meski produk kulit Indonesia masuk ke pasar ekspor dan menempati posisi kelima dunia, sektor ini masih harus mengejar produk negara lain dari segi desain dan branding. Salah satu tantangan yang perlu dihadapi, tambah Ngakan, para pengusaha industri kulit, pengusaha kulit dan alas kaki adalah, kecenderungan memilih produk yang sudah bermerk. “Solusinya, menjadikan produk kulit dan alas kaki lokal nomor satu di tingkat nasional terlebih dahulu,” ujar Ngakan.

Berdasarkan data Trade Map, pertumbuhan ekspor industri tersebut dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2015, tercatat nilai transaksi US$ 4,85 miliar, tahun 2016 meningkat 3,3% menjadi US$ 5,01 miliar. “Tiga faktor yang mendorong industri dapat maju  adalah investasi, teknologi dan sumber daya manusia (SDM). Ketiga faktor itu harus saling melengkapi,” ujarnya. Agar dapat meningkatkan kualitas produk industri kulit dan alas kaki, Ngakan berpesan, hendaknya menggunakan bahan-bahan alami. Pemerintah juga akan memproteksi industri tersebut. Caranya, bahan kulit berkualitas bagus tidak banyak diekspor.

Untuk mempromosikan produk unggulan industri kulit dan alas kaki nasional, Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah (UKM) menyelenggarakan pameran bertema Local Goods for Lifestyle”. Pameran diikuti 48 IKM dari Banten, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Produk yang ditampilkan antara lain sepatu, tas, dompet, ikat pinggang, dan jacket. Menurut Sekretaris Direktorat Jendral IKM, Eddy Suswanto, pameran dikunjungi dari semua lapisan masyarakat. Khususnya pembeli potensial dari Jabodetabek. Diharapkan pasar produk IKM kerajinan meluas dan dapat meningkatkan kesejahteraan perajin lokal, sehingga mereka terus berkarya dan berinovasi.

“Kita harus akui, kesejahteraan perajin sepatu di Indonesia belum terpenuhi. Ini dikarenakan perekonomian nasional belum stabil. Hasil penjualan produk, boleh dikatakan baru bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Insya Allah di tahun politik ini, tingkat kesejahteraan perajin sepatu kulit bisa meningkat,” papar Sabar Ali, salah seorang perajin. Warga RT 11 RW 03 Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, ayah lima orang anak asal Padang Pariaman, Sumatera Barat itu mengaku, hasil produknya baru bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung.

“Boleh dibilang produk kami selama dua tahun belakangan hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan membayar pekerja. Pembayarannya pun tak bisa dipastikan. Kadang seminggu baru terima, kadang dua minggu. Karena sistemnya konsinyasi. Bila pembayaran tersendat, berpengaruh pada pengembangan usaha. Karena modal kami terbatas, hanya sekitar Rp10 juta-Rp15 juta.  Harapannya, pemerintah memberikan pendampingan usaha sehingga kami menjadi pelaku UKM dengan baik,” urai Sabar Ali.

Hal serupa diutarakan Buyung (51) yang bergabung dengan Sabar Ali sejak dua tahun silam. Kebetulan sama-sama dari Sumbar dan pernah bekerja di industri sepatu.  Baik Sabar Ali maupun Buyung mengemukakan, hingga saat ini pemasaran sepatu kulit belum begitu menggembirakan. Mereka berharap, untuk tahun-tahun berikutnya mengalami perkembangan yang cerah. Mereka ikut gembira ekspor kerajinan kulit dan alas kaki Indonesia berhasil menempati posisi kelima dunia. (sutarwadi k.)

This entry was posted in Kiat Sukses and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *