Indonesia Menuju Ekonomi Digital Kelas Dunia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa resah karena rendahnya pertumbuhan E-commerce di Indoneia. Karena itu ketika bertandang ke Menlo Park, Kalifornia, Amerika Serikat (AS) markas besar Facebook, Presiden mengungkapkan harapannya kepada Facebook agar bisa membantu Indonesia menjadi negara digital paling besar di Asia Tenggara (ASEAN) dengan nilai hingga US$ 130 miliar pada tahun 2020. Presiden memiliki harapan besar akan pertumbuhan E-commerce dan Starup – pengusaha pemula generasi muda di Indonesia.

“Membangun ekosistem tidak mungkin 1 – 2 tahun, tetapi harus segera dimulai. Jika tidak cepat dimulai, anak-anak muda kita akan ditinggal oleh perkembangan teknologi yang berkembang sangat cepat. Revolusi industri 4.0 kecepatannya 3.000 kali dari kecepatan revolusi industri yang pertama,” tegas Presiden.

Pertumbuhan ekonomi digital memang tengah bergeliat di Indonesia. Mengutip data social research monitoring socclab.co pada tahun 2015, pengguna internet di Indonesia mencapai 93,4 juta orang. Dan 77% di antaranya menggunakan paket internet untuk mencari informasi produk dan belanja online. Dengan perbaikan infrastruktur dan pencangan Palapa Ring akan tumbuh pesat. Ini tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan E-commerce. Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota – kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan sejauh 21.807 kilometer.

Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan existing network – jaringan yang sudah ada dengan new network – jaringan baru pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring Timur). Palapa Ring Timur akan dibangun sejauh 3.850 kilometer dan land cable sepanjang 600 kilometer dengan landing point sejumlah 15 titik pada 21 kota – kabupaten. Jaringan tersebut berkapasitas 100 GB (Upgradeable 160 GB) dengan mengusung konsep ring, 2 pair (4 core). Strategi pembangunan proyek Palapa Ring ini adalah dengan membentuk suatu konsorsium di mana anggota konsorsium terdiri dari penyelenggara telekomunikasi di Tanah Air.

Hasil yang diharapkan; jaringan ini akan menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia dan terintegrasi dengan jaringan yang telah ada milik penyelenggara telekomunikasi. Sovereignty – Kedaulatan negara dan Ketahanan Nasional melalui ketersedian infrastruktur telekomunikasi yang terintegrasi. Akselerasi pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sosial ekonomi melalui ketersediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi berkapasitas besar yang terpadu bisa memberikan jaminan kualitas internet dan komunikasi yang berkualitas tinggi, aman, dan murah.

Tahun 2016 transaksi E-commerce menembus angka US$ 4,98 miliar atau setara dengan Rp73 triliun. Dan tahun 2018 transaksi E-commerce diperkirakan akan mencapai Rp144 triliun, suatu angka yang cukup fantastis. Pertumbuhan Starup Indonesia melesat sejak  tahun 2014. Tetapi, memang tidak semua berhasil. Banyak yang berguguran. Bahkan menurut Kominfo, 75% Starup di Indonesia ini gagal. Jadi, hanya 25% saja yang mampu bertahan. Bagi kaum muda harap berhati-hati, jangan terpana oleh kisah sukses, karena tidak semuanya berhasil.

Tidak dapat dipungkiri, keberlangsungan starup juga didukung oleh kebijakan pemerintah. Salah satu datang dari Menteri Keuangan Sri Mulayni Indrawati. Menteri Keuangan mengatakan; “Ada yang mengeluh, baru punya ide mau bikin starup, izinnya banyak banget. Belum lagi Menteri Keuangan minta, supaya punya Nomor Wajib Pajak (NPWP), pula.” Dengan tegas Menkeu mengatakan; “Kalau baru punya ide, tidak harus punya NPWP. Waktu sudah punya perusahaan, dan kegiatan usahanya sudah menghasilkan, tetapi omzetnya masih di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) di bawah Rp4,8 miliar kalaupun bayar pajak adalah pajak usaha kecil hanya 0,5% dari omzet. Jadi, jangan merasa khawatir.”

Dukungan lain datang dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB). Kedua program tersebut diharapkan dapat menciptakan wirausaha-wirausaha baru dari kalangan generasi muda yang membuka lapangan pekerjaan. Salah satu implementasi dari penyaluran dana bergulir adalah menggerakkan kewirausahaan  di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda di Indonesia. Dan perguruan tinggi merupakan mediator yang tepat dalam membangun jiwa wirausaha pemula di kalangan generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa. Dengan begitu, diharapkan para lulusan sarjana dari perguruan tinggi tidak lagi menjadi job seeker – pencari kerja, tetapi menjadi job maker – pencipta lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu, salah satu program LPDB adalah dengan memberi akses permodalan bagi pengembangan wirausaha dari kalangan alumni atau mahasiswa perguruan tinggi untuk dapat mengakses pembiayaan atau modal bisnis. Permodalan menjadi salah satu kendala wirausaha pemula. Tahun 2018, LPDB KUMKM menyiapkan dana bergulir sebesar Rp100 miliar yang bisa dimanfaatkan para wirausaha pemula di lingkungan perguruan tinggi guna meningkatkan kapasitas usahanya. Mengakses dana bergulir di LPDB terbilang mudah, tidak rumit. Dengan maksimal pinjaman Rp50 juta – Rp250 juta perwirausaha dan dengan bunga cukup rendah, 10% per tahun menurun diharapkan bisa dimanfaatkan kalangan mahasiswa. Untuk lebih mempercepat penyalurannya, LPDB KUMKM menjalin kerja sama dengan perusahaan penjamin seperti Perum Jamkrindo bagi yang tidak memiliki jaminan.

Semakin tahun, semakin banyak jumlah anggota koperasi, ini sebagai indikator bahwa koperasi itu sehat. Kalau sehat, tentu datanya bagus dan bisa meningkatkan PDB koperasi. Pengembangannya sekarang koperasi diarahkan bisa menjadi penyalur KUR. Sudah ada 2 koperasi yang menjadi penyalur KUR, yaitu Kospin JASA Pekalongan, Jawa Tengah dan Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Maumere, NTT.

“Selama ini, memang tidak pernah ada koperasi menjadi penyalur KUR. Karena persyaratannya memang tidak mudah. Kalau hanya sehat, sangat banyak koperasi kita yang sehat. Soal pakai IT, hampir semua koperasi kita juga sudah menggunakan IT. Masalahnya, IT itu bisa nyambung ke Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan, tidak? Persyaratan itu yang dianggap berat. Sekarang ada beberapa koperasi yang dibina agar mereka bisa menjadi pelaksana penyalur KUR,” urai Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Pemerintah, menurut Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Rudiantara, akan terus meningkatkan infrastruktur di dalam komunikasi melalui Program Palapa Ring. Dengan perbaikan infrastruktur ini diyakini pengguna internet di Indonesia akan melonjak drastis. Pemerintah pun berubah posisinya. Jika semula sebagai regulator yang mengatur, kemudian berubah menjadi fasilitator, harus memfasilitasi dan juga berubah menjadi akselerator. “Untuk menjadi starup, perusahaan pemula bikin aplikasi itu tidak perlu izin dari Kominfo,” tegas Rudiantara. Sebagai regulator, lanjut dia, Kominfo menerapkan regulasi yang tidak memberatkan. Sebab, yang namanya starup belum tentu jadi. Untuk menjadi starup di Indonesia, cukup regristrasi melalui internet, tidak harus datang ke Kominfo. “Sertifikatnya juga bisa diprin sendiri,” tegas Rudiantara.

Dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah diharapkan pada tahun 2020 akan ada 1.000-an starup. Tetapi starup yang berkualitas, starup yang mempunyai nilai jual, dan starup yang memberi nilai tambah bagi bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah juga memberikan pelatihan, inkubasi, dan tahapan-tahapan berikutnya. Kalau sudah starup, pemerintah juga ingin banyak Unicorn, “gelar” yang diberikan kepada starup yang memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Di Indonesia saat ini baru ada 4 unicorn yaitu; Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Diharapkan tahun 2019 jumlah starup unicorn di Indonesia minimal 5 perusahaan. Karena itu pemerintah memfasilitasi, dan membuka ruang seluas-luasnya agar starup yang sudah ada berkembang lebih cepat lagi. Sedikitnya ada 370-an mentor di seluruh Indonesia yang siap kerja keras, rela tidak dibayar – relawan pembimbing starup baru.

Dalam kancah kewirausahaan, khususnya di kalangan entrepreneur muda ada istilah yang namanya sosio preneur, kreatif preneur, dan digital preneur. Beberapa contoh anak muda yang sukses sebagai entrepreneur sebut, misalnya, penggiat brand lokal Arto Soebiantoro, putra kedua pasangan seniman kondang Kris Soebiantoro dengan Maria Nguyen Kim Dung dikenal sebagai ahli brand lokal, CEO Gambaran Brand. Kemudian ada sang provokator people passion performance, Rene Suhardono Canoneo yang selama ini aktif mendorong anak-anak muda menemukan passion – jiwa lentera dan merintis karir dengan cara yang baik dan benar. Rene Suhardono adalah pendiri PT Indonesia Lebih Baik, kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pembangunan Jaya.

Lalu Ben Subiakto, creative preneur yang belakangan menjadi investor, Founder dan CEO Octovate Group. Juga ada Danton Sihombing, perancang grafis, Founder dan CEO Inkara Brand Consulting, salah satu konsultan brand terdepan di Indonesia. Kemudian Veronica Colondam pendiri Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dengan memfokuskan tujuan mengedukasi remaja tentang bahaya narkoba. Veronica dikenal sebagai sociopreneur, dan tercatat di peringkat 44 dunia sosiopreneur yang berpengaruh. Dan masih banyak wirausaha-wirausaha muda (usia di bawah 40 tahun) yang telah menggapai sukses.

Saat ini istilah starup digital sangat popular. Starup digital merujuk pada perusahaan yang berbau teknologi website dan internet. Adapun bisnis starup di Indonesia yang paling banyak dinimati adalah games dan aplikasi edukasi. Dengan berkembangnya media sosial dan smartphone pasar untuk mobile games dan sosial games ikut berkembang dan semakin pesat. Pengelola ini adalah transaksi E-commerce yang diperkirakan mencapai US$ 130 miliar pada tahun 2020. Ada 4 pemain besar E-commerce yang diistilahkan sebagai Unicorn di Indonesia. Mereka adalah; Achmad Zaky, pengusaha muda pendiri sekaligus CEO dari situs E-commerce Bukalapak.com sebuah perusahaan berbasis marketplace C2C yang berfokus pada pemberdayaan UKM. Nadiem Anwar Makarim, dia pendiri sekaligus CEO Go-Jek, perusahaan transportasi dan penyedia berbasis daring. Wiliam Tanuwijaya pendiri Tokopedia, platform jual beli online di Indonesia. Dan, Ferry Unardi pendiri perusahaan mesin pencari tiket yang terkenal dengan nama Traveloka.com.

Para sociopreneur bukan hanya sukses dalam berbisnis, usaha mereka juga merupakan ladang kebaikan bagi lingkungan dan penduduk sekitar. Suatu usaha akan sangat baik apabila terdapat 3 unsur, yaitu; 3P (profit – people – planet). Seen off passion dan propose harus kuat, dan jangan lupa bisnis harus berdampak. Bukan hanya sekadar buka lapangan pekerjaan, tetapi harus ada unsur pemberdayaan supaya kita punya usaha yang lebih inklusif. Misalnya, barang-barang yang dijual hasil karya, produksi orang-orang defabel akan punya cerita tersendiri. Dan ke depan, dunia akan membutuhkan sociopreneur – seorang entrepreneur yang melakukan kegiatan bisnisnya dengan tujuan memberdayakan lingkungan.

Semua orang bisa menjadi entrepreneur, namun tidak semua orang bisa menjadi sosicopreneur. Karena berjiwa bisnis bisa dibentuk sedangkan jiwa sosial memang naluri alamiah seseorang. Karenanya jumlah pebisnis sosial di dunia ini sedikit. Semua orang mampu berbisnis, namun tidak semua orang mampu berbagi. Para sociopreneur itu tidak hanya fokus menghasilkan profit, mereka juga berfokus membuat perubahan sosial. Memulai bisnis dengan model seperti ini butuh proses, komitmen, dan persiapan yang matang.

Para wirausaha yang bergerak dalam bidang sosial ini selalu berusaha menciptakan ide-ide cemerlang untuk mendapatkan solusi inovatif untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Membentuk business plan – rencana bisnis yang memiliki dampak positif terhadap masyarakat sekitar dan bersifat sustainable – berkelanjutan, dan berkembang sendiri dengan pendapatan yang dihasilkan. Contoh masyarakat sekitar, misalnya, warung, pedagang kaki lima, penjual makanan, supir angkutan umum. Memberdayakan ibu-ibu rumah tangga agar setelah dibina sehingga meningkatkan perekonomian mereka. (damianus)

 

This entry was posted in Sajian Khusus and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *