Ir. AA. Sagung Mirah Wira Jayathi MM : Wanita Harus Bekerja

Saat ini memang sudah begitu banyak wanita yang menduduki peran penting diberbagai perusahaan. Bahkan mereka ada diposisi puncak. Memang tidak mudah melakoni multi-peran seperti ini, tetapi mereka sukses menjalani. Kodrat wanita sebagai istri, sebagai ibu sejatinya bukan hambatan untuk bekerja dan berkarya. Tergantung bagaimana kita bisa menjalaninya dengan sungguh-sungguh.

Mengawali karir sebagai tenaga marketing KTA (kredit tanpa agunan) sebuah bank asing (Standard Chartered), memaksa ibu 3 putri ini harus bertemu dengan banyak orang. Membuat janji ketemu, dan menjalankan tugas penjualan setiap hari. Berkat ketekunan dan kegigihannya, wanita 44 tahun ini diganjar berbagai penghargaan dan award dari perusahaannya bernaung. Tentu ini sangat membanggakan, bahwa kerja kerasnya membuahkan hasil manis. Pun demikian Gung Mirah, demikian wanita ini dipanggil, tidak melalaikan tugas dan perannya sebagai ibu bagi 3 putrinya. Semua dilakoni dengan sungguh-sungguh. Ibu dari Dyah, Dyan dan Dynda ini sangat menikmati kesuksesan sebagai tenaga sales.

Namun setelah 10 tahun sebagai tenaga sales KTA, perusahaan melakukan berbagai perubahan yang membatasi pinjaman tanpa agunan. Tentu ini pukulan bagi Mirah, karena ditengah persaingan begitu ketat, persyaratan yang sangat sulit akan menyulitkan penjualan. “Harus dicari peluang yang lain”. Direktris perusahaan jasa konstruksi CV. Jaya Mandiri yang terletak di Jalan Batanghari VI A/5 a Renon Denpasar ini pun mencari berbagai peluang yang dapat dijalankan serta dibesarkan dengan semangat yang dimiliki. Tak mudah tetapi harus dicoba.

Ketemu banyak orang dengan berbagai latar belakang, membawa berkah tersendiri bagi Gung Mirah. Awalnya ada yang mengajak membuat toko kelontong, ada yang menyarankan membuat toko modern. Ada pula yang mengajak kembali ke usaha kontraktor sesuai keahliannya. Sebagai insinyur teknik, tawaran bekerja diperusahaan konstruksi tentu menantang. Namun saran satu sahabat yang sudah begitu lama tidak ketemu bahkan terlupakan menyarankan membuat koperasi simpan pinjam (KSP).

Apa koperasi? Bisnis seperti apa? Begitu banyak pertanyaan yang terkesan pesimis. Tetapi begitu dijelaskan tentang konsep koperasi yang akan dibuat ditambah pengalaman sebagai tenaga sales KTA di bank asing, akhirnya Gung Mirah setuju dengan konsep itu. Awalnya sangat canggung dan tidak mudah. Dengan kesungguhan dan kesabaran, maka koperasi ini sudah berdiri. Namanya KSP Mirah Cempaka. Kunci semua ini adalah Kepercayaan para sahabat yang mendukung koperasi ini.

Koperasi yang terletak di Jalan Serma Made Pil No. 11 Sanglah Denpasar ini, mempekerjakan 5 Pegawai dan Gung Mirah sebagai manager. Dengan sentuhan kewanitaannya, maka koperasi yang belum genap 1 tahun, tepatnya berdiri tanggal 7 September 2013 ini sudah memikat masyarakat disekitar Sanglah menjadi anggota dan menggunakan jasa layanan koperasi ini. Dengan aplikasi keuangan terpadu dan disain kantor yang sangat artistic membuat anggota dan pengguna jasa koperasi ini menjadi betah. Dengan asset mendekati 2 Milyar diusianya yang begitu belia tentunya sangat luar biasa.

“Kami ingin melayani semua lapisan masyarakat tanpa melihat alas kaki mereka,” demikian selalu diungkapkan oleh Gung Mirah, sehingga melecut semangat seluruh pegawai agar terus melakukan yang terbaik bagi anggota, nasabah dan pengguna jasa lainnya. Produk unggulan dari KSP Mirah Cempaka adalah simpanan Cempaka Mas. Dengan berbagai keunggulan serta fleksibelitas tinggi, simpanan ini memberi jawaban atas persoalan menabung masyarakat berpenghasilan rendah.

“Mereka merencanakan, kami membantu mewujudkannya. Sinergi inilah yang membuat koperasi MC semakin dekat dengan masyarakat. Disamping itu Kredit Tanpa Agunan secara harian sebagai penyumbang pendapatan terbesar kami. Inilah komitmen kami terhadap pedagang asongan, pedagang dengan gerobak dorong, tukang cukur yang tidak mempunyai agunan,” jelasnya.

Setelah dicermati, kata dia, kelompok masyarakat inilah yang sesungguhnya harus diberdayakan. Mereka tidak pernah tersentuh pelayanan perbankan yang mensyaratkan mereka memenuhi semua persyaratan bank teknis. Mereka inilah sesungguhnya wirausaha mandiri. Dan koperasi adalah jawaban atas persoalan permodalan yang mereka hadapi.

“Kami akan terus melakukan pembardayaan terhadap kelompok masyarakat marjinal dari sisi ekonomi ini. Kamipun akan melakukan berbagai upaya untuk memperkuat keuangan kami dengan menjajagi lembaga-lembaga kreditur seperti LPDB, Perbankan dan sebagainya, sehingga upaya kami turut serta dalam pengentasan kemiskinan dapat terwujud,” katanya penuh semangat. (***)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ir. AA. Sagung Mirah Wira Jayathi MM : Wanita Harus Bekerja

  1. Dinda Eka Saraswati says:

    saya Dinda Eka Saraswati, saya salah satu nasabah dari KSP Mirah Cempaka. saya sedang mendapatkan tugas dari kampus saya yaitu Universitas Dhyana Pura untuk membuah proposal penelitian, saya berada di semester 5 Manajemen Konsentrasi Keuangan. apakah boleh saya menggunakan nama KSP Mirah Cempaka ini untuk proposal penelitian saya? jika berkenan, bisa menghubungi saya di email yang tertera. terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *