Kiat Sukses Mengembangkan UKM

Kiat Sukses Mengembangkan UKMPeluang usaha – sukses bisa diraih siapa saja. Bukan hanya laki-laki, perempuan juga punya peluang yang sama. Juga bukan hanya para orang tua yang katanya lebih berpengalaman, anak-anak muda pun memiliki kesempatan meraih sukses. Pun, bukan hanya milik orang yang berpendidikan tinggi dengan title berderet di belang namanya, orang yang hanya lulusan SLTA, bahkan hanya punya ijazah SMP, atau SD sekalipun, punya kesempatan menjadi juragan – saudagar kaya raya. Syaratnya; tekun, mau kerja keras, fokus, dan cercas berinovasi. Plus, jujur dalam bermitra.

Suatu kesuksesan akan berhasil diraih jika kita pandai membaca peluang. Kemampuan membaca peluang merupakan karakteristik seseorang – pengusaha. Seorang pengusaha yang sukses pastilah memiliki kemampuan untuk membaca pelaung pasar, kemudian mencoba untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Berani nekat dengan modal kecil, dan berisiko kehilangan uang tabungan. Seorang calon pebisnis apa potensi dirinya.

Kita, setiap pribadi tentu memiliki kekurangan. Namun, di sisi lain kita juga memiliki kelebihan, bakat dan potensi yang dapat kita latih untuk menghasilkan kesuksesan. Sayangnya, banyak sekali kaum muda yang tidak mengetahui bakat – potensi yang terpendam pada diri mereka. Lebih parah lagi, meskipun mereka tahu, namun mereka tidak mau berusaha untuk memanfaatkan bakat yang dimiliki untuk menghasilkan uang.

Mengelola usaha di tengah pertumbuhan ekonomi yang sedang bergejolak, dan penuh ketidakpastian seperti saat ini, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para wirausaha, terutama wirausaha pemula. Hanya pebisnis yang memiliki kemampuan luar biasa, mampu menangkap semua peluang yang mampu membawa perusahaannya menjadi pemenang. Berwirausaha membutuhkan jiwa yang tidak mudah menyerah. Situasi yang tidak menentu itu memang tidak selalu terkait dengan; kapan, di mana, atau bagaimana bola akan turun.

Tetapi, bagaimana langkah pengusaha menghadapi kondisi yang tidak terduga, dan langsung menghadapi keadaan itu dengan gesit untuk bisa beradaptasi dengan apa pun perubahan dan tantangan yang ada. Lebih dari 60 orang pemimpin besar dunia pernah menghadapi kondisi mengejutkan yang menyebabkan bisnis mereka berada di titik terburuk, tetapi kemudian berhasil membalikkan kemunduran menjadi kesuksesan.

Perkembangan teknologi dan pasar, ikut mengiringi laju pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia. Setiap hari muncul berbagai UKM baru yang cukup potensi, untuk ambil bagian meramaikan persaingan pasar. Namun tidak semua UKM yang muncul bisa sukses menghadapi persaingan pasar.

Motivasi mendorong orang membangun, untuk memperoleh penghasilan dan keuntungan. Namun banyak pelaku usaha, yang belum optimal dalam menjalankan bisnisnya. Yang terpenting bagi mereka, bisnisnya masih bisa berjalan dan mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keadaan seperti itu membuat UKM jalan ditempat, tidak berkembang, hingga akhirnya hilang ditengah persaingan pasar yang semakin ketat. Padahal, bila mereka mau mengelola usahanya dengan optimal, bukan tidak mungkin sebuah UKM dapat berkembang menjadi industri besar.

Bisnis di sektor UKM memiliki ciri khas, modal tidak terlalu besar dan skala bisnis yang terbatas. Walau demikian, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi sebuah usaha kelas UKM untuk kelak naik kelas. Untuk bisa naik kelas, pelaku UKM haruslah jeli dan teliti dalam mempersiapkan dan menjalankan usahanya. Pelaku UKM, harus menyadari bahwa yang menjadi pemimpin perusahaan adalah dirinya sendiri. Karena itu, dia harus menjadi pemimpin yang baik bagi perusahaannya sendiri, layaknya pimpinan perusahaan besar. Dia harus memiliki visi dan misi serta rencana yang menjadi target usaha. Tidak hanya menjalankan usaha dengan mengalir, tanpa tujuan atau target ke depan yang jelas.

Walau usahanya masih terbilang kecil, namun harus dikelola secara profesional seperti halnya perusahaan besar. Sebagai pemilik, perlu juga dukungan sumber daya manusia (SDM) untuk melaksanakan usaha, agar bisa lebih berkonsentrasi untuk memikirkan pengembangan usaha. Dengan pembagian kerja yang jelas, program usaha akan bisa terselesaikan lebih optimal. Soal keuangan perusahaan, harus dipisahkan dengan uang keluarga. Ini yang sering dilupakan oleh sebagian besar pelaku UKM. Pelaku usaha mencampur-adukan uang usaha dengan uang pribadi. Akibatnya, uang usaha ikut termakan untuk keperluan pribadi atau sebaliknya. Karena itu pembukuannya harus tertib.

Salah satu hal penting dalam berbisnis adalah strategi pemasaran. Membuat strategi atau perencanaan bisnis jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, kemudian selalu dievaluasi secara periodik adalah langkah yang sangat baik. Setrategi pemasaran menjadi kunci terakhir yang sangat penting, agar produk – jasa dikenal masyarakat luas, dan laris manis. Mencari lokasi usaha yang strategis, membuat merek – logo produk yang mudah diingat masyarakat, juga tidak kalah penting. Memasarkan melalui internet, mengikuti event-event promosi langkah lain menuju sukses.

Terus berinovasi, menampilkan produk-produk baru, produk yang unik, tidak meniru produk yang sudah ada di pasar, juga dengan kemasan yang menarik adalah kiat untuk menghadapi persaingan pasar, yang bagi seorang pengusaha juga menjadi keharusan. Sebab, kondisi pasar terus berubah sesuai selera konsumen. Kebanyakan pengusaha UKM lalai membuat business plan karena merasa bisnisnya terlalu kecil untuk dibuatkan, plus, membuat business plan – perencanaan usahaadalah hal yang merepotkan. Akibatnya dalam menjalankan bisnis mereka cenderung melakukannya secara coba-coba, yang tanpa mereka sadari justru membuang-buang energi, waktu dan uang.

Padahal dengan membuat business plan, pengusaha dapat memrediksi banyak hal dengan cara bertanya kepada orang-orang atau ahli di bidang usaha tersebut. Anda bisa bergabung dengan berbagai komunitas pengusaha UKM yang dijamin bakal bersedia membagi pengalaman mereka. Berdasarkan hal tersebut, pengusaha dapat membuat business plan yang meliputi gambaran atas bisnis yang dijalankan, analisa terhadap pasar dan kemungkinan kompetisi yang terjadi, lokasi, cara pemasaran produk, struktur pelaku dan pelaksanaan bisnis dan sumber daya manusia, production plan, finansial – yang harus sejak awal dipisahkan antara uang pribadi dan perusahaan, serta target di jangka pendek, menengah dan panjang. Oh, ya. Anda juga wajib mencantumkan mimpi tentang UKM di business plan tersebut.

Apa yang membuat Starbucks bisa sukses dan mendunia? Tak lain karena produknya memiliki standardisasi. Jadi, kopi Starbucks yang kita nikmati di Jakarta memiliki aroma dan rasa yang sama dengan kopi Starbucks di AS. Hal ini dapat tercapai lantaran ada standardisasi. Untuk mencapai standardisasi, pengusaha perlu membuat SOP atau Standard Operating Procedure.

Kembali ke Starbucks sebagai contoh, mereka telah memiliki berbagai ukuran untuk menciptakan, misalnya kopi espresso, sampai yang terkecil. Berapa gram jumlah kopi, seberapa panas airnya, dan sebagainya. Kalau mau dilihat lebih jauh, SOP juga meliputi sistem keuangan, manajemen, sampai ke pelayanan pelanggan. Semakin kecil perusahaan, sebetulnya semakin mudah. Karena kita hanya perlu menjaga agar 3-5 orang untuk mengikuti SOP yang sudah dibuat. Pembuatan SOP sendiri dapat kita lakukan sendiri, walau kelak, ketika perusahaan bertambah besar dan produk bertambah rumit, kita harus melakukan bersama profesional di bidang ini.

Mau sebaik apapun produk kita, bila tidak ada orang yang mengetahui dan membelinya, tentu percuma. Untungnya di era internet seperti saat ini, banyak sekali ruang yang diberikan bagi pengembangan UKM. Misalnya dengan memanfaatkan sosial media yang sedang marak. Tekniknya bisa beragam tergantung produk, lokasi, dan kesanggupan kita dalam menjalankan promosi. Internet juga mengizinkan kita untuk bisa berjualan secara online, sehingga meniadakan lokasi, yang umumnya merupakan beban yang berkontribusi cukup besar terhadap keseluruhan biaya produksi.

Yang jelas, agar dapat memanfaatkan sosial media dan internet dalam mendukung usaha, kita harus mau membangun dan mengembangkan jaringan atau network. Tapi tetap jangan melupakan hal yang bernama netike atau etiket alias tata krama berinternet. Jangan sampai karena kita ingin sukses, justru beroleh musuh di dunia maya. (mar)

This entry was posted in Kiat Sukses and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *