Kita Harus Mampu Memanfaatkan Globalisasi

Apa yang bisa dilakukan kaum muda Indonesia agar meraih sukses.  Bagaimana supaya bisa membangun – mengekspresikan keinginan dan aspirasi. Apa yang perlu dilakukan kaum muda Indonesia untuk mendukung keberhasilan negeri tercinta.  Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat penting. Kalau kita bicara tentang anak muda  Indonesia, 1/3 dari populasi penduduk Indonesia atau sekitar 65 juta warga, merekalah yang dikategorikan sebagai kelompok muda. Di tangan generasi muda itulah letak kunci keberhasilan negeri Indonesia, dan pada saat yang sama kita tahu bahwa tantangan lingkungan baik di dalam negeri, maupun regional dan global semakin sulit.

Pada saat ini pertumbuhan ekonomi dunia sangat rapuh, dan sering disertai gejolak. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2017 hanya akan mencapai kisaran 2% – 2,3%. IMF pernah melakukan revisi 5 tahun berturut-turut tentang pertumbuhan ekonomi. Ini mencerminkan sangat rapuhnya perekonomian dunia saat ini. Melambatnya pertumbuhan ekonomi di China dan perubahan struktur dari perekonomian di China sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Melemahnya ekspor komoditas dari berbagai Negara ke China, seperti; Amerika Latin, Afrika, Asia Tengah juga Asia Tenggara termasuk Indonesia yang nilai ekspornya hanya 11%, sangat memukul pertumbuhan di dalam negeri.

Negara-negara berkembang yang dalam dua decade terakhir menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dunia, artinya mereka mampu memperbaiki kondisi ekonomi sosial masyarakatnya, mampu mengentaskan kemiskinan, saat ini Negara-negara sedang menghadapi tantangan berat. Ibarat badai yang datang bersamaan secara sempurna. Perlambatan dan perubahan structural dari ekonomi China,  rendahnya harga-harga komoditas, menurunnya aliran modal ke Negara berkembang dan meluasnya konflik atau serangan teroris serta perubahan iklim global, yang datang bersamaan, memberikan guncangan hebat bagi banyak negara berkembang di dunia.

Negara-negara pengekspor komoditas yang memiliki jutaan penduduk miskin mengalami pukulan paling berat menghadapi kondisi tersebut. Sekitar 40% revisi proyeksi penurunan ekonomi dunia, karena Negara pengekspor komoditas mengalami pukulan berat. Untuk mengatasi dan membangun kembali kondisi yang lebih baik,   tentunya membutuhkan kerja sama yang semakin erat dan koordinasi kebijakan antar Negara. Namun yang terjadi di dunia justru sebaliknya. Di berbagai belahan dunuia, populisme tengah bangkit dan bahkan meluas. Kesetiaan untuk bekerja sama antar Negara berada pada titik terendah sepanjang sejarah. Apa yang terjadi di Inggris dengan keputusan keluar dari Union, itu adalah salah satu contoh.

Bagaimana Indonesia harus menyikapi lingkungan dan kecenderungan global ini. Indonesia sebagai Negara memiliki potensi sangat besar untuk menjadi pelaku global yang disegani. Potensi yang dimiliki Indonesia harus diwujudkan menjadi kinerja dan investasi. Untuk itu diperlukan generasi muda yang percaya diri, dengan visi yang luas, ambisi, kreativitas yang kuat untuk menguasai ilmu pengetahuan, dan teknologi,  kemudian menggunakan pengetahuan dan teknologi tersebut untuk menciptakan kemakmuran dan kemajuan peradaban bangsa, serta keadilan sosial.

Berbagai data yang  kita lihat memberikan optimism bahwa hal ini bisa mewujudkan potensi menjadi kinerja. Tetapi pada saat yang sama berbagai data juga memberikan peringatan dan tantangan bahwa mewujudkan potensi menjadi kinerja tidak mudah. Bagaimana Indonesia bisa melangkah maju bersama untuk masa depan yang lebih baik. Kita harus menjadi bagian dunia yang berperan aktif. Dengan globalisasi dunia bisa dikatakan menjadi lebih kecil. Ibaratnya seperti sebuah kampung, di mana umat manusia, bisnis, modal, teknologi, informasi dan ilmu pengetahuan terus tersebar tanpa mengenal zona waktu maupun perbatasan Negara.

Globalisasi memberikan peluang untuk menciptakan kemajuan perekonomian semua Negara di dunia. Kalau kita lihat Negara-negara yang sukses, di dalam mengatasi kemiskinan dan mencapai kemakmuran adalah mereka yang mampu memanfaatkan globalisasi, dan juga membangun ketahanan untuk bisa menjaga dirinya dari gejolak globalisasi. Indonesia, sama sekali tidak terkecuali di dalam konteks ini. (red)

This entry was posted in Dari Redaksi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *