KJK Kemanggisan Minta Perhatian DPRD

“Sebenarnya forum itu bagus.  menyalurkan aspirasi KJK kepada UPDB, tolonglah dana ini digulirkan. Prosedurnya paling lama 3 bulan, jangan dipersulit.  Jangan sampe berbulan bulan”, demikian disampaikan Darmono Wibowo, SE, tentang Forum KJK se-Jakarta Barat berkaitan dengan seretnya guliran dana dari UPDB. Ketua KJK Kelurahan Kemanggisan ini menegaskan: “Kalau soal cukup atau tidak cukup,  berkasnya pasti cukup. Jangan hal ini dijadikan alasan”.

Menurutnya, memang ada sumber dana bergulir lain yang disebut sebut bisa mengatasi masalah ini yaitu Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPBD). “Cuman kita kan tidak mau jadi  istilahnya: pengkhianat meninggalkan Unit Pelaksana Dana Bergulir atau UPDB yang telah membesarkan kita.  Jangan sampe ….dibilang pecah kongsi.  Biar bagaimana kita, sungkan-lah sama UPDB, dia kan yang membesarkan.  Tapi, tolong juga kita dibantu.  Sebenarnya  kita belum minat sama LPDB. Tapi kalo gini lagi, gini lagi, dari pada kita dikeroyok massa mendingan ………”.

Dituturkan pula bahwa KJK punya forum tingkat Wali Kota, tempat pengaduan sebulan sekali kami bertemu, keluhannya apa, ahirnya mulai ada yang lari ke LPDB itu. Dilayani ? O, di Jakarta Barat sudah ada 5  KJK yang dapat guliran dana dari LPDB.

Sebenarnya gak masalah ada lembaga keuangan lain,  kan kita berdiri berdasarkan akte notaris, bisa memakai lembaga pihak ke 3. Masyarakat harus liquid, percaya pada koperasi. Tapi kalo KJK gak ada duitnya masyarakat tidak percaya. Usaha KJK mencari sumber lain agar masyarakat jangan berpaling ke bank lain.

KJK akan menyalurkan aspirasi tidak sendiri-sendiri, tapi melalui forum. Biar forum yang maju. Kalau tidak bisa ya, melalui DPRD. Mudah-mudahan anggota Dewan  mendengar aspirasi kita. Memanggil kita, memanggil UPDB, apa kendalanya. Cari titik temu.

Darmono Wibowo berharap DPRD  bisa memfasilitasi pertemuan antara KJK dan UPDB. Supaya jelas kendalanya dimana. Kalo kekurangan dana dimana mandegnya dana itu.  Kedua, DPRD itu harus respek terhadap perekonomian masyarakat……bagaimana menekan angka pengangguran. Mumpung, sebelum pemilu, citra DPRD harus diperbaiki. Panggil kita, panggil UPDB, kendalanya apa.  Mudah mudahan melalui majalah UKM ini DPRD bisa melihat kondisi kita di lapangan.

Sebuah Koperasi Jasa Keuangan (KJK) seperti di Kelurahan Kemanggisan, sudah 5 kali dapat guliran dana apakah itu suatu keberhasilan ber-koperasi ? Dikatakan berhasil atau maju, belum. Karena kita masih ada kewajiban membayar ke sana. Idealnya keberhasilan  itu kalo kita dapat suntikan 5 sampai 6  milyar baru bisa berdiri sendiri. Kalo disini belum bisa dibilang berhasil karena belum  berdiri sendiri,  kita belum punya modal yang kuat.

KJK Kemanggisan Jakarta Barat dibentuk tahun 2008,  Untuk memberikan modal pada orang yang sudah  berusaha, untuk menambah modal bagi yang tidak bisa berhubungan dengan bank. Pertama beranggotakan 100 orang nasabah sekarang sudah  685 orang. Animo masyarakat senang dengan adanya KJK ini terutama para  pedagang kelas ekonomi menengah. Dimana para pelaku bisnis menengah itu sangat membutuhkan dana yang cepat. Tidak bertele tele, tidak pusing dengan urusan bank.

Sebelumnya, mereka berhubungan melalui tempat peminjaman yang  instant, dengan  bunga yang mencekek, tapi setelah adanya KJK   animo masyarakat besar sekali dimana waktu itu pengurus koperasi terjun ke  pangsa pasar yang kumuh . Memperkenalkan KJK, ini program dana bergulir bukannya dana PPMK pada waktu itu. Karena itu harus dikembalikan.

“Sudah 5 kali dapat guliran. Kita berterima kasih pada pemerintah, dikasih modal, dikasih fasilitas, kita tinggal menjalankan aja”, ditanya konsep yang digunakan, Ketua KJK menyebutkan  :  konsep kita kederpan memberdayakan masyarakat ekonomi dikerlurahan kita.  Dengan KJK ini, ekonomi makin bertumbuh, uang  berputar, dimana nasabah itu dapat dengan mudah meminjam ke KJK dan kita bisa mengembalikan ke UPDB. Kemudian  kita bisa mendapat guliran lagi.

Sudah ada nasabah yang sampai 5 kali dapat pinjaman. Karena belum setahun sudah melunasi,  dia pinjam lagi.  Ada juga nasabah yang warungnya kecil, sekarang jadi grosir. Kita bangga sekali.  Kira kira ada 25 yang seperti itu.

Sebaliknya, yang tidak bisa menjalankan uang, pada prinsipnya uang itu harus dikembalikan. Tapi kita tidak harus emosional. Menghubungi nasabah yang bersangkutan, dengan cara persuasif. Antara lain mendekati RW-nya, bahwa uang ini harus dikembalikan. Dengan pendekatan seperti ini kita sudah melaksanakan dua hal: disamping uang pinjaman kembnali, pemberdayaannyapun harus ada. Kalau kita hantam kromo saja, itu bukan pemberdayaan. (mf).

PENGURUS

Ketua            :           Darmono Wibowo, SE.

Sekretaris      :           H. Nursyam.

Bendahara    :           Hidayat Yunus.

 

PENGELOLA

Menejer         :           Sri Rahayu.

Kasir               :           Wirda Hafiz.

Pembukuan :           Andi

Pemasaran   :           Agus Riyanto.

Kamarulzaman.

Caption :

  1. Darmono Wibowo, SE, Ketua KJK Kemanggisan
  2. Sri Rahayu, Menejer bersama Agus Riyanto, Pembukuan.
  3. Wirda Hafiz, Kasir.

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *