Kolaborasi Ibadah dan Promosi Melalui Gebyar Hadiah Tabngan Cempaka

Untuk menggairahkan masyarakat menabung dan menjadi anggota koperasi, pengurus harus melakukan terobosan kreatif dan inovatif. Pemikiran itu direalisasikan oleh pengurus Koperasi Pasar (Koppas) Kranggan, Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan cara memberi hadiah melalui undian sejak 22 tahun yang lalu, tepatnya 1997 sekaligus dirangkai dengan kegiatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 12 Juli.

Undian berhadiah yang mentradisi lebih dari dua dasa warsa itu diberi tajuk, Gebyar Hadiah Tabungan Cempaka. Penggagasnya Ketua Koppas Kranggan sendiri, Anim Imanuddin, SE, MM, yang mengaku tak pernah bercita-cita menjadi aktivis koperasi. Namun, karena dipaksa sang ayah H Olot Lami untuk menyelamatkan lembaga ekonomi kerakyatan yang kala itu berada dalam kondisi memprihatinkan, Anim menyerah untuk memikul tanggung jawab berat tersebut. Kini, jiwa dan darahnya kental menyatu dengan koperasi. Sehingga jika berbicara tentang koperasi, betah berjam-jam.

Sebagai pengurus, kata Anim membuka perbincangan dengan Majalah UKM di Kantor Pusat Koppas Kranggan beberapa waktu silam, haruslah berbuat sesuatu. Kala itu, tabungan di pasar sifatnya tradisional, dan jumlah penabung hanya puluhan orang. Sehingga pengurus harus berimprovisasi dan berinovasi agar bisa menarik perhatian anggota dan masyarakat. Maka dibuatlah program Gebyar Hadiah Tabungan Cempaka dengan hadiah utama satu sepeda motor. Gagasan untuk memberikan hadiah melalui undian kepada anggota – calon anggota tidak serta merta didukung, bahkan ditentang pengurus lain. Mereka bilang, “mengapain ngeluarin duit?”

Sebagai generasi muda dengan semangat full power – penuh percaya diri dan ingin membuktikan bahwa koperasi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat asal dikelola dengan profesional dan jujur, Anim kukuh dengan pemikirannya; “Kalau mau mencari duit, mancingnya juga harus pakai uang. Maksudnya, jangan terlalu berfikir sayang uang untuk membeli hadiah. Sebab, hadiah itu tidak akan lari ke mana-mana, tetapi untuk anggota – calon anggota,” tegas Anim.

Agar setiap anggota punya harapan besar untuk mendapatkan hadiah, lanjut dia, nilai kelipatan per kupon Rp 50.000,- Jika punya tabungan Rp 500.000,- misalnya, dia akan memperoleh 10 kupon. Dengan kelipatan yang relatif kecil itu, gairah menabung anggota meningkat luar biasa karena mereka berharap dapat hadiah. Dalam waktu singkat Gebyar Hadiah Tabungan Cempaka dikenal masyarakat, dan mereka berbondong-bondong menabung di koperasi.

Jika tahun 1997 jumlah penabung baru puluhan orang, sampai pertengahan 2019 telah mencapai sekitar 18.000 orang, dengan total tabungan lebih dari Rp 100 miliar. Modal besar itu kemudian disalurkan sebagai pinjaman anggota sekitar Rp 80 miliar. Karena jumlah tabungan sangat besar, maka kelipatan nilai per 1 kupon juga dinaikan menjadi Rp 200.000,- Total hadiah mulai dari alat-alat rumah tangga, kompor gas, kulkas, lemari, teve, 4 sepeda motor, dan hadiah utama ibadah umrah mencapai ratusan juta. Khusus untuk hadiah utama ibadah umrah baru dimulai tahun 2018.

Ketika masyarakat tertarik menabung, mereka disarankan jadi anggota koperasi. Namun, tak mudah merayu mereka untuk jadi anggota koperasi. Mereka lebih senang menjadi penabung saja. Menjadi anggota koperasi adalah sukarela, tidak bisa dipaksa. Ini tantangan tersendiri bagi pengurus dan manajemen. Namun kepercayaan kepada Koppas Kranggan terus bertumbuh. Diakui Anim, jumlah anggota biasa memang baru 400-an, tetapi total calon anggota dan penabung sekitar 18.000-an orang. Dijelaskan bahwa persyaratan menjadi anggota Koppas Kranggan sangat ketat – selektif.

Karena badan hukum (BH) Koppas Kranggan bukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP), melainkan Koperasi Serba Usaha (KSU) memungkinkan menerima tabungan dari masyarakat yang, misalnya, ingin kredit barang. Didirikan oleh para pedagang Pasar Kranggan pada 12 September 1987, memperoleh Badan Hukum (BH) No. 9184/BH/KWK.10/8 dan SIUP No. 194/10.8/PK/VI/1992, merupakan satu-satunya koperasi di Kota Bekasi yang berhasil meraih berbagai penghargaan dari tingkat Kota, Provinsi, sampai tingkat Nasional.

Berbeda dengan kebanyakan koperasi dimana untuk menjadi anggota, calon anggota harus menabung terlebih dulu. Tetapi Koppas Kranggan justru sebaliknya. Sebelum menjadi calon anggota mereka harus pinjam dulu 3 kali berturut-turut. Selama menjadi calon anggota wajib mengikuti pendidikan – bimbingan berkoperasi dan terus dievaluasi. Mereka disiplinkah, rajin menabungkah, bisa dipercayakah, loyalkah, dan sebagainya. Setelah dievaluasi dan memungkinkan, boleh menjadi calon anggota. Itu pun masih dengan catatan, ada 2 anggota biasa yang mereferensikan.

Ketika diterima sebagai anggota, selama 6 bulan statusnya masih percobaan, kartu anggotaannya belum diteken ketua. Dampak dari selektivitas itu, setelah resmi menjadi anggota mereka bangga, karena leasing pun percaya. “Jadi, menjadi anggota Koppas Kranggan ibarat lulus ujian – wisuda kepercayaan. Mereka juga disumpah dan janji. Inilah bedanya Koppas Kranggan dengan koperasi yang lain,” tutur Anim. Strategi untuk mengetahui seseorang serius berkoperasi atau tidak, lanjut dia, bisa diukur dari kesiapannya membayar simpanan pokok yang semula Rp 3 juta, sejak 2011 dinaikkan menjadi Rp 5 juta.

Selain Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan Simpanan Sukarela, juga ada produk lain; Tabungan Cempaka, Tabungan Berjangka, sejenis deposito di perbankan, Tabungan Umrah dan sebagainya. Untuk Tabungan Cempaka, bebas diambil kapan saja, seperti Simpanan Sukarela. Hal ini dimungkinkan karena Koppas Kranggan sudah punya sistem print real time. Anggota – calon anggota bisa mengetahui secara otomatis berapa saldo tabungannya.

Sebagai lembaga keuangan, Koppas Kranggan punya beberapa jenis pinjaman; Pinjaman Modal Kerja jangka pendek (1-3 th) besarnya Rp 2 juta – Rp 200 juta, Pinjaman Modal jangka menengah di atas Rp 200 juta (1 – 5 th, dan pinjaman KPR dengan jasa 1% (5 – 10 th). Ada pula produk Pinjaman Bina Usaha. Khusus pinjaman bina usaha Rp 1 juta ke bawah, tanpa agunan. Pinjaman Bina Usaha dikhususkan bagi usaha mikro, seperti; pedagang kaki lima, pedagang dorongan, semacam pedagang mie bakso, pedagang gorengan, dan sebagainya. Sedikitnya ada 2.000-an pedagang binaan. “Mereka itu wirausaha ulet yang perlu diperhatikan,” jelas Anim.

Koppas Kranggan telah menjelma menjadi lembaga keuangan nan tangguh, dan terpercaya. Tahun 2003, pada puncak peringatan Harkopnas di Wonogiri, Jawa Tengah, memperoleh penghargaan dari Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai Koperasi Teladan Nasional. Lalu Harkopnas tahun 2006, di Pekalongan, memperoleh penghargaan Bhakti Koperasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada Harkopnas ke-63 (2010) di Surabaya, memperoleh penghargaan Bhakti Koperasi dari Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hassan. Di Palangka Raya (2012) memperoleh Setyalencana Wirakarya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Koperasi Award (2016) pada puncak Harkopnas di Jambi – Riau. “Penghargaan itu sangat membanggakan, dan mengharumkan Kota Bekasi. Namun yang lebih membanggakan, anggota bisa menikmati manfaat berkoperasi,” tutur Anim.

Pengurus, lanjut Anim, terus berinovasi bahkan lebih punya greged, bukan saja urusan duniawi tetapi juga untuk akhirat. Gagasannya muncul setelah ada saran dari beberapa anggota. Banyak anggota ambil uang di Koppas Kranggan niatnya untuk ibadah umrah, semua biaya sudah dibayar tetapi tidak diberangkatkan, dibohongi. Akhirnya mereka usul agar Koppas Kranggan sendiri menyelenggarakan umrah dan haji. Setelah pengurus rapat, keputusannya dibawa ke Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk disahkan sebagai program kerja. Akhirnya Koppas Kranggan menjalin kerjasama dengan salah satu biro perjalanan, haji dan umrah. Setelah langkah awal sukses, tahun 2019, untuk kali ke-3 menyelenggarakan umrah dengan jumlah peserta lebih dari 50 orang.

Kecuali memberikan hadiah umrah melalui undian dari Tabungan Cempaka, mulai tahun 2019 Koppas Kranggan juga memberangkatkan umrah gratis bagi 2 orang merbot – pegawai masjid dan mushola yang kurang mampu. Programnya tiap tahun 2 orang. “Di wilayah Kranggan ada sekitar 100-an masjid dan mushola. Nama-nama merbot dikumpulkan kemudian diundi,” jelas Anim. Karena usaha itu tidak hanya untuk urusan duniawi – memikirkan keuntungan semata, setelah berbuat keberkahan, membantu yang kurang mampu, lanjut dia, diyakini, berkahnya juga akan melimpah kepada kita – koperasi.

Koppas Kranggan juga membantu – memberikan kemudahan kepada anggota yang ingin umrah, tetapi simpanannya belum mencukupi. Misalnya, biaya umrah Rp 24 juta, anggota baru punya simpanan Rp 12 juta, maka yang Rp 12 juta lainnya boleh pinjam di koperasi. Sebagai talangan pengembaliannya dicicil tanpa dikenakan jasa. Kebijakan itu bisa dikatakan sebagai hadiah, sekaligus promosi agar masyarakat semakin giat menabung dan menjadi anggota koperasi. Semakin banyak yang menabung, secara ekonomi akan berpengaruh pada betambahnya permodalan.

“Dengan adanya Tabungan Umrah, semangat menabung para anggota semakin baik,” jelas Anim. Untuk menyemangati anggota lain, kegiatan pengajian rutin bulanan juga mengundang alumni umrah Koppas Kranggan, agar mengajak yang lain sekaligus menceritakan pengalamannya selama beribadah di tanah suci, khususnya terkait pelayanan yang diberikan oleh team Koppas Kranggan. Ny Misik, ibu rumah tangga, yang juga salah seorang alumni umrah, misalnya, merasa puas karena pelayanannya sangat baik.

Dia gencar berpromosi, mengajak teman-temannya menabung di koperasi untuk umrah. Misik mengaku, menabung di koperasi sudah cukup lama, lantaran disuruh sang suami yang lebih dulu jadi anggota koperasi. Rajin menabung di koperasi, tidak punya tabungan di bank, karena pelayanan di koperasi baik, enak, tidak dipersulit. “Nabung di bank ribet,” jelasnya. Ketika ditanya jumlah tabungannya di koperasi, Misik tak mau menyebut angka secara jelas, tetapi lebih dari Rp 50 juta. “Lumayan,” katanya berbinar. Promosi dari mulut ke mulut, menurut Anim lebih efektif. Ketika mereka dapat pelayanan terbaik, itu pula yang diceritakan kepada kawan-kawannya. Sehingga yang lain pun akan tertarik.

Karena akta notaris dan BH yang diperoleh dari Kementerian Koperasi dan UKM jenis usaha Koppas KRanggan tidak terbatas simpan dan pinjam, maka hal itu memberi keleluasaan kepada pengurus untuk terus berinovasi dan berekspansi sesuai peluang yang ada, guna mengaktualisasikan ide-ide yang berkembang. Disamping kegiatan usaha, ada pula kegiatan sosial seperti; memberi santunan kepada anak yatim, panti jompo, beasiswa, bedah rumah yang kurang layak huni, memberi kesempatan umrah kepada merbot masjid, dan sebagainya. “Itu namanya ibadah dikolaborasikan promosi,” jelas Anim.

Memperkenalkan koperasi kepada generasi muda dilakukan melalui kerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Jatisampurna, misalnya, secara bergiliran mengundang siswa-siswi SLTA dibawah bimbingan guru mereka dilibatkan dalam acara pembukaan RAT – undian Gebyar Hadiah Tabungan Cempaka, kur membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Koperasi dan Mars Koppas Kranggan. Harapannya, mereka akan menjadi penabung dan anggota koperasi maupun aktivis koperasi. Karena masa depan koperasi Indonesia berada di pundak generasi muda. Ini pun bisa disebut sebagai kolaborasi dan promosi. Promosi dibungkus kain sutera, Tabliq Akbar, mengundang tokoh – raja dang dut H Rhoma Irama pun pernah dilakukan Koppas Kranggan. Setiap penarikan undian Gebyar Hadiah Tababungan Cempaka, selalu dimeriahkan oleh tenar, sekelas Anisa Bahar.

Bertepatan dengan pelaksanaan undian Gebyar Hadiah Tabungan Cempaka tahun 2019, ditandatangani pula MoU – kesepakatan kerja sama antara lain; Kerjasama Perdagangan Furniture, Kerjasama Perdagangan Material. Keuntungannya, jika para anggota belanja di toko yang bekerjasama dengan Koppas Kranggan, ketika dia menunjukan kartu anggota akan mendapatkan diskon. Kerjasama dengan Universitas Mercu Buana (UMB). Anggota yang anaknya nanti kuliah di UMB uang pangkal dan uang gedungnya akan didiskon 50%.

Prestasi sudah diraih, hasil sudah dirasakan, manfaat sudah menjadi bagian dari kehidupan anggota. Sehingga, kata Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) DR Agung Sudjatmoko, M.Si, Koppas Kranggan bisa dirasakan manfaatnya dan memberi manfaat yang luar biasa kepada masyarakat, khususnya  di Kota Bekasi, dan kota-kota lain yang sudah menjadi bagian dari wilayah kerja Koppas Kranggan. Karena Koppas Kranggan cabang-cabangnya ada di Bogor, Depok dan DKI Jakarta. Karena itu, Dekoppin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, khususnya kepada para anggota Koppas Kranggan. “Sebab, tanpa peran serta, dedikasi, dan loyalitas anggota, koperasi tidak akan mungkin meraih prestasi besar seperti ini,” tegas Agung.

Tumbuh dan besarnya suatu koperasi ditentukan oleh keterlibatan anggota. Anggota yang produktif; yaitu anggota yang aktif  menyimpan, rajin meminjam dan tertif membayar anggsuran yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan kemajuan koperasi. Karena Koppas Kranggan adalah koperasinya para pedagang pasar, dan para anggotanya aktif bertransaksi maka sangat layak koperasinya dapat tumbuh dan berkembang menjadi besar. Perkembangannya akan semakin pesat jika semua anggota menjadikan Koppas Kranggan sebagai satu-satunya lembaga keuangan, dengan kata lain anggota tidak pinjam uang di bank.

Pertumbuhan koperasi di Kota Bekasi, kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Abdillah Hamta, cukup baik. Kemampuan koperasi juga semakin kuat. Ini semua berkat kegigihan kita, berkat kerja sama yang baik antara pemerintah dan gerakkan koperasi, khususnya di Kota Bekasi. Di Kota Bekasi tercatat ada 617 koperasi yang dikatagorikan aktif. Namun, Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan aktivasi kembali untuk mengetahui secara pasti kondisi koperasi terkini. Aktivasi tersebut mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi untuk 5 tahun ke depan. Dari total jumlah koperasi aktif tersebut, bergerak di berbagai sektor.

Terkait aset koperasi, di Kota Bekasi ada bebera koperasi yang asetnya mencapai ratusan miliar. Koperasi Lima Garuda asetnya mencapai Rp 500 miliar, Koperasi Karyawan Brigstone aset Rp 300 miliar, Koppas Kranggan satu-satunya koperasi pedagang pasar terbesar di Jawa Barat, asetnya mendekati angka Rp 200 miliar. Hal tersebut menunjukan, koperasi sebagai badan usaha punya kemampuan yang cukup kuat untuk berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi saat ini juga terus melakukan pendekatan kepada para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk berkoperasi. Bisa saja membentuk wadah koperasi baru, atau bergabung dengan koperasi yang telah ada.

Di Kota Bekasi ada berbagai jenis koperasi; misalnya, koperasi boneka Mamin, Koperasi Pegawai Negeri, dan koperasi masyarakat. Koppas Kranggan sebagai koperasi masyarakat yang anggotanya para pedagang pasar, langkahnya sangat tepat karena saat ini juga terus berusaha merangkul para pedagang kecil – pelaku UMKM menjadi anggota. Bahkan, Koppas Kranggan menjadi Pembina dan menyalurkan modal usaha bagi usaha mikro. Ini sangat membantu pemerintah untuk mengembangkan koperasi di Kota Bekasi.

Ada pun konsep yang dikembangkan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi adalah koalisis buying and selling. Bukti menunjukan, pada saat UKM menyatukan kekuatan, baik pada saat membeli bahan baku, memproduksi dan menjual produknya dalam satu wadah, maka kebersamaan itu menjadi kekuatan sangat besar. Dulu, orang memandang koperasi dengan sebelah mata. Tetapi kini, koperasi punya segalanya. Sebagai kekuatan ekonomi, menyerap tenaga kerja dan contributor PDB.

Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi saat ini tidak lagi memberikan bantuan keuangan kepada koperasi. Dinas hanya “mengajarkan” bagaimana koperasi bisa mendapatkan akses permodalan lebih mudah – pinjaman lunak dengan bunga rendah. (adit – dm)

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *