Kopas Ciracas Terus Tumbuh dan Berkembang

FOTO KOPPAS CIRACASTidak cukup banyak pasar tradisional di Jakarta, mungkin juga di daerah-daerah lain yang koperasinya tergolong baik, masuk koperasi besar Indonesia menurut Kementerian Koperasi dan UKM, dan meraih prestasi nasional. Pasar tradisional di Jakarta, baik pasar milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PD Pasar Jaya, maupun pasar tradisional yang di kelola swasta jumlahnya lebih dari 150. Tetapi tidak semua pasar tradisional itu ada Koperasi Pasar (Koppas-nya).

Dari yang bisa dihitung dengan jari tangan, salah satu Koppas yang telah meraih prestasi nasional adalah Koppas Ciracas. Tahun 2006 saat Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) pusat kegiatannya diselenggarakan di Pekalongan, Jawa Tengah, Koppas Ciracas meraih puncak prestasi, Budianto SE, sang ketua menerima anugerah Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan itu, menurut Budi kepada Majalah UKM beberapa waktu yang lalu, bukan target kerja, karena yang diutamakan adalah bagaimana mengelola lembaga dan melayani anggota sebaik mungkin.

Melayani anggota secara prima, kemudian anggota bisa sejahtera dan puas, itulah penghargaan yang hakiki bagi pengurus dan pengelola koperasi. Salah satu upaya Koppas Ciracas memberikan layanan nyaman adalah memiliki gedung kantor sendiri. Dan itu sudah dibangun belasan tahun silam, dan diresmikan oleh Menteri Koperasi Adisasono. Koppas Ciracas-lah koperasi pasar pertama di DKI Jakarta yang memiliki gedung kantor sendiri. Bahkan sampai saat ini belum terdengar kabar ada Koppas memiliki gedung kantor sendiri. Namun Budianto yang telah beberapa peiode memimpin Koppas Ciracas tidak membusungkan dada atas keberhasilannya itu. Bahkan dia merasa hasil yang dicapai selama ini masih belum seberapa besar dari yang diharapkan para anggota. Artinya, pengurus dan manajemen masih harus kerja keras untuk memenuhi harapan anggota.

Hasil kerja keras itu seperti dilaporkan oleh Budianto dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-26 tahun buku 2013 yang dilaksanakan pada 23 Januari 2014 silam, bahwa hasil sisa usaha (SHU) mengalami kenaikan cukup signifikan dari tahun buku 2012 sebesar Rp 210.261.951 menjadi Rp 290.845.539,- atau sekitar 40%. Peningkatan aset lembaga tahun buku 2013 cukup besar, dari Rp 19 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp 21 miliar di tahun 2013. Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan adanya perubahan personil susunan pengurus karena bendahara koperasi H.Drs Budi Waluyo meninggal dunia kemudian dalam rapat koordinasi pengurus mengangkat penggantinya Wiwik Widiastuti, SE.MM, yang sebelumnya menjabat manajer. Dipilihnya Wiwik menurut pertimbangan pengurus karena dia sudah berpengalaman terjun ke lapangan, dekat dengan anggota.

Sebagai lembaga usaha yang bisnis utamanya di bidang keuangan, Koppas Ciracas memiliki beberapa produk yang selama ini dikelola dengan baik, sehingga diminati para anggota maupun calon anggota antara lain; Simpanan Sikocir, yang diperuntukan bagi masyarakat umum, terutama pedagang – wirausaha yang tidak menempati kios-kios di Pasar Ciracas, tetapi lokasi usahanya berdekatan dengan Koppas Ciracas. Simpanan Sikocir ini bisa ditarik setiap saat pada jam kerja, dan diberikan jasa 0,35% per bulan sesuai dengan suku bunga bank. Disamakannya dengan bunga bank juga dimaksudkan, agar masyarakat yang belum terbiasa menabung di bank bisa menabung di koperasi. Kebiasaan menabung itulah yang ingin dibangun oleh Koppas Ciracas.

Ada juga simpanan berjangka, yaitu 3 bulan – 6 bulan – 1 tahun. Simpanan masyarakat ini juga mengacu dengan simpanan berjangka perbankan yang bisa ditarik oleh penabung pada saat jatuh tempo. Perhitungan jasanya bafgi penabung disesuaikan dengan perjanjian awal, dan dapat dipertimbangkan apabila ada perubahan sewaktu-waktu dengan disertai tanda tangan pengurus.

Sedangkan produk pinjaman bagi anggota dan masyarakat yaitu; Pinjaman berjangka – mingguan dengan jasa 1,5% per bulan. Bagi anggota yang memenuhi persyaratan, seperti tertib menabung, tertib mengangsur pinjamannya maupun melakukan transaksi lainnya dengan koperasi, dapat diberikan pinjaman sampai 3 kali lipat dari jumlah tabungannya. Sedangkan calon anggota diberikan 2 kali lipat dari jumlah simpanannya. Besarnya pinjam bagi anggota – calon anggota mulai dari Rp 100.000,- sampai Rp 15.000.000,- sesuai kreteria yang ditetapkan pengurus atau besarnya usaha anggota yang meminjam. Koppas Ciracas juga membuka unit pelayanan di tempat lain yaitu di  Palsi Gunung, Suka Tani, Citayam dan Pucung.

Terkait dengan permodalan, kecuali modal sendiri yang berasal dari simpanan anggota, Koppas Ciracas juga mendapatkan penguatan modal dari BNI 46 Cabang Kramat hampir Rp 13 miliar. Permodalan yang diperoleh dari lembaga perbankan ini menunjukan bahwa Koppas Ciracas termasuk koperasi yang sehat. Sebab selaqma ini bank sangat sulut memberikan kredit permodalan kepada koperasi yang tidak sehat. Dan pinjaman jangka panjang dari BNI itu telah menurun menjadi kurang lebih Rp 7 miliar. Kemampuan membayar angsuran tersebut semakin menguatkan kepercayaan dari BNI 46. Tolok ukur keberhasilan mengelola dana-dana dari anggota dan pinjaman dari pihak ketiga itu pula yang menjadikan pihak BNI 46 menyatakan akan terus mendukung permodalan Koppas Ciracas.

Salah satu keberhasilan daripada koperasi sebagai usaha bersama tidak semata-mata kinerja pengurus, pengawas dan manajemen, tetapi juga partisipasi aktif anggota, terutama dalam bertransaksi, karena anggota adalah pemilik lembaga dan pengguna jasa. Karena itu Budianto sangat mengharapkan peran serta anggota dalam memanfaatkan produk-produk koperasi. Sebagai pemilik, kata dia, anggota memiliki hak tertinggi dalam RAT untuk memberikan masukan maupun kritik atas kinerja pengurus, pengawas dan manajemen. Karena itu keputusan-keputusan dalam RAT tidak boleh diabaikan oleh pengurus maupun pengawas. Anggota sebagai kader koperasi, dan untuk mempertahankan keberlangsungan hidup lembaga, perlu adanya pendidikan anggota, dan pelatihan berjenjang dan terus menerus. Melalui pendidikan itulah persepsi anggota dibangun. (yuni)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *