Kopdit Credit Union Betang Asi Mengejar E-business solution

FOTO BETANG ASIDilihat dari usianya, masih sangat muda, baru 10 tahun. Namun kiprahnya dalam Gerakkan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) sangat membanggakan. Terutama dalam mengembangkan usaha. Itulah Koperasi Kredit (Kopdit) Credit Union Betang Asi yang berkantor pusat di Jl Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kopdit Credit Union Betang Asi yang dibangun atas dasar cita-cita ingin mensejahterakan mereka yang terpinggirkan secara ekonomi telah membuahkan hasil.

Namun keberhasilan itu bukan tanpa perjuangan berat. Tersandung dan jalan terseok-seok pernah dialami. Hanya karena ada orang-orang yang mau kerja keras dan memiliki dedikasi tinggi, Kopdit Credit Union Betang Asi terselamatkan. Sejarah kelam itu yang dijadikan cermin instropeksi diri untuk kemudian membangun semangat kerja sama, kerja keras, kerja cerdas, tegas, inovatif, dan mengedepankan sikap bijak

“Banyak tantangan sudah kita lalui dengan semangat kebersamaan. Banyak pengalaman masa lalu menjadi pelajaran berharga. Kita belajar dari kekurangan, bukan dari kelebihan. Sehingga kekurangan itu menjadi lebih,” tegas Ketua Kopdit Credit Union Betang Asi, Ambu Naptamis Hanyi, SH,MH, memotivasi para anggota saat dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-10 tahun buku 2013 di Wisma Soverdi Keuskupan Palangka Raya, 1 Februari 2014 silam.

Sebagai lembaga ekonomi kerakyatan, milik rakyat, Kopdit Credit Union Betang Asi telah berusaha sekuat tenaga untuk berkontribusi – memberikan wadah bagi anggota, untuk memberdayakan dirinya bersama keluarga. Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada anggota, kata Ambu, Kopdit Credit Union Betang Asi memiliki 19 kantor pelayanan termasuk tempat pelayanan khusus, tersebar di 5  kabupaten dan Kota Palangka Raya. Dalam RAT Konsolidasi masing-masing tempat pelayanan (TP) mengirimkan utusannya yang dipilih secara demokratis dalam pra RAT Konsolidasi, dimana setiap 200 anggota dewasa diwakili oleh 1 orang utusan.

Ke-8 Tempat Pelayanan (TP) itu ialah; TP Kantor Pusat di Palangka Raya, TP Betang Sinta di Sepang Kota, TP Penyang Hinje Simpel di Pulang Pisau, TP Batu Lampang di Telok Kabupaten Katingan, TP Betang Batarung di Kuala Kurun, TP Penyang Hatampung di Tumbang Malahoi, TP Batuah Marajaki di Petuk Liti dan TP Tahasak Batu Sepan di Pujon. Sedangkan ke-11 Tempat Pelayanan Khusus (TPK) yaitu; TPK Banjarmasin, TPK Tumbang Talaken, TPK Tumbang Manggu, TPK Tumbang Sangai, TPK Jabiren, TPK Kuala Kapuas, TPK Timpah, TPK Kasongan, TPK Tewah, TPK Tumbang Jatuh, dan TPK Mantangai.

Meski jumlah anggota terus meingkat bukan berarti tidak ada anggota yang keluar. Selama tahun buku 2013 jumlah anggota yang masuk tercatat 6261 orang sedangkan yang keluar berjumlah 3200 orang sehingga total anggota Kopdit CU Betang Asi akhir tahun 2013 mencapai 35.019 orang. Alasan anggota keluar bervariasi, ada yang pindah TP, pindah tempat kerja, tidak aktif, tidak mampu membayar kredit, kecewa karena permohonan kreditnya tidak dikabulkan. Ada juga yang dikeluarkan karena kredit kapitalisasi dan kredit sebesar simpanan tidak dibayar 3 bulan keatas.

Bagi orang di luar Kalimantan – Etnis Dayak, nama-nama produk simpanan Kopdit CU Betang Asi terasa asing – susah diingat. Tetapi bagi Etnis Dayak, nama produk-produk simpanan itu justru membumi, sangat mudah diingat orang pedesaan sekalipun. Produk simpanan di Kopdit CU Betang Asi yaitu; Simpanan Saham (Simpanan Wajib + Simpanan Pokok), Simpanan Duit Turus, Simpanan Mandau-mandau, Simpanan Balanga, Tabungan Anak Sekolah, Simpanan Lansia TUNGKEH, Tabungan Hari Raya dan Tahun Baru dan Tabungan Wisata.

Piutang anggota merupakan kegiatan utama Kopdit CU Betang Asi agar anggota dapat bertumbuh dan dapat memenuhi kebutuhannya untuk mencapai kesejahteraan. Jumlah total piutang anggota Kopdit CU Betang Asi konsolidasi tahun 2013 sebesar Rp 431.937.145.225 atau 73% dari total aset. Tahun buku 2013 Kopdit CU Betang Asi Konsolidasi telah mendistribusikan melalui pencairan piutang anggota sebesar Rp 24.969.812.000. Sedangkan angsuran piutang anggota pada tahun buku 2013 sebesar Rp 217.680.641.155,- atau sekitar 72,65% dari rata-rata pencairan piutang anggota setiap bulannya.

Mengelola – bisnis di bidang keuangan resiko kredit macet – kredit lalai pasti ada. Pertanyaannya, seberapa besar kredit lalai tunggakan piutang anggota, dan bagaimana kiat menekan seminim mungkin kredit lalai tersebut. Meneurut penjelasan pengurus, kredit lalai terbagi atas dua katagori, yaitu kredit lalai 1 – 2 bulan dan kredit lalai di atas 12 bulan. Untuk kredit lalai 1 – 12 bulan sebesar Rp 22.241.932.175 atau 93,47% dari total kredit lalai. Dan kredit lalai di atas 12 bulan sebesar Rp 1.553.283.150 atau 6,53%. Total kredit lalai Kopdit CU Betang Asi konsolidasi per 31 Desember 2013 sebesar Rp 23.795.215.325 atau 5,51%. Diakui bahwa kredit lalai itu relatif tinggi dan tidak ideal dari piutang anggota. Karena rasio ideal – standar PEARLS yang ditetapkan oleh ACCU lebih kecil dari 5%. Pengurus dan seluruh jajaran manajemen harus kerja lebih keras lagi agar tahun buku 2014 mampu memperkecil kredit lalainya.

Berdasarkan pola kebijakan pengurus tahun buku 2013, kata General Manager (GM) Ethos H Lidin, SE,  Kopdit Credit Union Betang Asi mengadakan undian berhadiah. Anggota yang berhak mengikuti undian adalah yang mempunyai kredit, membayar angsuran pokok dan balas jasa kredit sesuai dengan perjanjian, dan tidak pernah menunggak baik angsuran maupun balas jasa tahun buku 2013. Undian dibagi menjadi 2 wilayah. Wilayah 1 terdiri dari TP Penyang Hinje Simpei, TP Batuah Marajak, dan wilayah 2 terdiri dari TP Batu Lampang, TP Tahasak Batu Sepan, TP Betang Sinta, TP Betang Betarung, dan TP Penyang Hatapung. Hadiah masing-masing wilayah 1 sepeda motor (hadiah utama), 2 buah lemari es, 3 buah televisi 21 digital 21 inci dan beberapa hadiah lainnya.

***

Lahirnya credit union di Jerman pada abad ke-19 dilatarbelakangi keprihatinan walikota FW Raiffeisen, terhadap warganya yang kebetulan tidak beruntung. Setelah sang walikota berproses dalam pengorganisasian dengan kaum yang tidak beruntung – kaum petani dan buruh, ditemukan cara pemberdayaan yang dilandasi oleh semangat kekuatan, semangat kemandirian dan semangat kemartabatan anggota sebagai manusia, yang kemudian dikenal dengan istilah Credit Union atau kumpulan orang-orang yang saling percaya.

Situasi di Jerman abad ke-19 itu ternyata beresonansi – bergetar dengan kondisi dan situasi kita pada masa perjuangan, dengan apa yang diajarkan oleh Bapak Bangsa, Bung Karno, melalui ajarannya Trisakti; berdaulat – berdikari – bermartabat. Ajaran Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi dengan Demokrasi Ekonomi. Selama berproses dan berprakek dalam gerakkan koperasi, insan credit union meyakini dan semakin yakin bahwa gerakkan credit union merupakan jalan yang benar.

Dilandasi oleh ajaran dan praktek tersebut Kopdit Credit Union Betang Asi berusaha keras untuk menjalankan organisasi dengan tuntunan nilai-nilai, prinsip-prinsip serta aturan dan ilmu pengetahuan yang ada. Pengurus – pengawas – manajemen terus komit dan konsisten untuk memberikan pelayanan dan afirmasi kepada kelompok yang memang menjadi konsituen utama – sasaran utama seperti yang ditunjukan oleh sejarah gerakkan credit union. Hal ini seturut dan sejalan dengan semangat yang diajarkan oleh Bung Karno; “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah (Jasmerah)” kata Ambu penuh semangat.

Kopdit Credit Union Betang Asi dengan sekuat tenaga memberikan wadah dan pelayanan kepada anggota untuk memberdayakan diri, lebih mampu memanfaatkan hasil-hasil pembangunan, seperti jalan, infrastruktur dan lebih mampu secara optimal. Bagaimana dengan bijak memanfaatkan sumber daya yang ada bagi kesejahteraan yang berkelanjutan. “Memang kita sadari bahwa keterpanggilan dan peranan tersebut merupakan tugas moral dan konstitusional yang menuntut kita kerja keras, dan cerdas di tengah terbukanya Kalimantan Tengah sebagai konskuensi dari hasil pembangunan yang ada,” urai Ambu.

Apa yang telah kita dedikasikan, lanjutnya, baik berupa pikiran, tindakan maupun kontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju kehidupan yang berdaulat, mandiri dan bermartabat dalam kesejahteraan, keadilan dan kebersamaan. Ke depan, hal ini harus terus ditingkatkan melalui siklus, aksi, refleksi untuk menapak jalan yang benar bersama Credit Union bagi kemanusiaan.

Pelajaran tentang credit union, kata Antonius Anyu, telah mengubah pola pikir kita, bagaimana membangun investasi keuangan masyarakat. Tugas credit union adalah bagaimana melindungi investasi anggota, dan mendukung investasi anggota. Banyak yang hanya tahu berorganisasi, tetapi belum tentu tahu maknanya. 10 tahun sudah usia Betang Asi, tentu mulai berefleksi bahwa kesadaran masyarakat untuk menabung sudah jauh lebih baik.

Keraguan-keraguan pada masa lalu bahwa masyarakat tidak punya uang, di usia 10 tahun Credit Union Betang Asi, tidak terbukti. Faktanya sampai akhir Desember 2013 Betang Asi memiliki aset Rp 586,329 miliar. Langkah berikutnya, bagaimana memastikan bahwa para anggota CU Betang Asi tidak hanya berinvestasi, tidak cukup uang. Kalau 10 tahun yang lalu diskusinya adalah bagaimana membuat orang punya tabungan Rp 1 miliar. Itu obsesi, memastikan bahwa menabung itu punya hebit. Hari ini, sekarang, juga harus memastikan bahwa uang itu dikelola dengan baik.

Credit Union harus membimbing masyarakat untuk lebih produktif. Misi Credit Union sejati adalah menolong sesama agar dapat menolong diri sendiri. Semua ini tentu harus dimulai dari dalam, dimulai dari pengurus – pengawas – manajemen. Jangan sampai misi Credit Union sejati gagal sebelum sampai di lapangan. Kita boleh saja mengatakan: “Mari berusaha, mari menabung.” Namun di dalam sendiri tidak tuntas. Jika hal itu terjadi, inilah yang disebut misi gagal sebelum sampai di lapangan. “Mari kita berefleksi atas semua itu, dan pastikan misi ini dimulai dari dalam,” ajak Anyu.

Betang Asi, menurut Anyu, sudah menetapkan dasar-dasar yang baik. Standar credit union ideal nasional sudah dijawab oleh Betang Asi. Strandar ideal nasional tahun 2020 menurut Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) anggota minimal 20.000 orang, dan aset minimal Rp 100 miliar. Punya infrastruktur – kantor permanen. Memiliki kebijakan yang jelas. Hari ini Credit Union Betang Asi sudah memiliki semua itu. Soal analisa kesehatan, 2 tahun lalu dapat peringkat Credit Union Sehat dari Puskopdit BKCU Kalimantan. Dengan terpenuhinya standar ideal nasional, tentu tahun ini (2014) harus memastikan Credit Union Betang Asi mendapat predikat Kopdit Bersehabat untuk peringkat nasional.

Satu hal yang menjadi tantangan cukup berat, memastikan Betang Asi pada tahun 2020 menjadi credit union ideal standar Asia – E-business solution. Untuk menggapai itu tidak mudah. Harus dipastikan sebelum 2020 online jaringan di setiap tempat pelayanan (TP) dan tempat pelayanan khusus (TPK). Jika hal itu mampu dijawab sebelum 2020 maka Betang Asi akan memenuhi standar ideal credit union Asia. Harus dipastikan bahwa E-bussiness Solution, menjadi keniscayaan.

Sudah tidak zamannya lagi belajar semata-mata harus pergi. Kita bisa belajar di tempat masing-masing. Rasanya tidak terlalu berat bagi Betang Asi. Sekarang tinggal pengembangan IT, kemudian bertransaksi melayani anggota 24 jam. Kalau E-bussiness Solution-nya dicapai bisa melayani anggota 24 jam secara keuangan. Pembinaan-pembinaan kelompok juga bisa secara online. Tentu kuncinya adalah terus-menerus peningkatan anggota. Semoga rencana business CU Betang Asi tahun ini memastikan 3 tahun ke depan akreditasi accsess branding.

Kopdit Credit Union Betang Asi, menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah Drs Hengky, memiliki keunggulan khusus dibandingkan dengan koperasi lainnya, yaitu terletak pada keanggotaannya. Anggota mempunyai rasa kepemilikan dan kecintaan secara militan terhadap koperasinya sehingga mampu memotifasi mereka untuk menjadi anggota, berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab. Hal demikian terjadi karena anggota Kopdit Credit Union Betang Asi sejak dini, sebelum menjadi anggota koperasi telah mengikuti proses pendidikan. Hal demikian sejalan dengan salah satu prinsip koperasi, yaitu pendidikan perkoperasian.

Kopdit Credit Union Betang Asi mampu mengemas nilai-nilai positif budaya Kalimantan Tengah dalam istilah produk usaha simpan pinjam dengan para anggotanya. Keunggulan lainnya tentang kemandirian. Dari aspek permodalan Kopdit Credit Union Betang Asi sangat mandiri dan mampu mengelola sumber daya para anggota. Ini menjadi contoh bagi koperasi lain agar sejak pendirian koprasi sudah memiliki motivasi atau tujuan visi dan misinya. Yang patut diberbanggakan bahwa Kopdit Credit Union Betang Asi telah mampu menunjukan kapasitasnya sebagai lembaga keuangan alternatif non bank yang keberadaannya sangat dibutuhkan dan telah dirasakan manfaatnya oleh para anggota. Hal ini dapat terlaksana karena adanya komitmen, dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di Kopdit Betang Asi.

Diharapkan, agar kemajuan yang telah dicapai oleh Kopdit CU Betang Asi tetap dipertahankan, dan bahkan harus selalu berupaya untuk ditingkatkan. Kopdit CU Betang Asi harus menjadi barometer dan pionir khususnya bagi koperasi sejenis yang ada di Kalimantan Tengah. (dmy)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *