Koperasi Badan Usaha Pemersatu Bangsa

ukm_tukidiGotong royong, kebersamaan, kekeluargaan, kerjasama merupakan cirikas budaya bangsa Indonesia yang  harus dijaga kelestariannya.  Setiap daerah memilki pola gotong royong berbeda-beda merupakan bentuk upaya membangun persatuan masyarakat dilingkungan yang paling bawah yaitu Rukun Tetangga.  Misalnya gotong royong membangun rumah, kerjabakti membangun infrastruktur, arisan, jimpitan, saling menjenguk jika ada salah satu warga sakit, saling berbagi jika ada tetangga yang kurang beruntung  semua adalah bentuk cirikhas bangsa yang sangat mendasar dalam rangka membangun kebersamaan kegotong-royongan dengan tujuan memperkokoh kesatuan dan persatuan, baik dalam tujuan ekonomi maupun infrastruktur, tanpa harus melihat latarbelakang sosial.  Bangun Usaha yang cocok untuk wadah ciri sosial ekonomi tersebut adalah Badan Usaha Koperasi. Oleh karena sangat tepat jika Koperasi merupakan sokoguru perekonomian nasional. Sebagai gambaran dapat dilihat kegiatan di masyarakat dalam upaya membangun kerukunan warga.

  • Masyarakat melaksanakan kerjabakti membangun jalan, membangun tempat ibadah, membangun fasilitas umum, fasilitas sosial, bahkan mengerjakan sawah ladang secara bergantian rela tanpa diberi upah, ini merupakan salah satu contoh bentuk kerjasama membangun infrastruktur untuk kepentingan bersama.
  • Masyarakat lingkungan Rukun Tetangga (RT) sering melaksanakan kegiatan arisan yaitu mengumpulkan uang setelah terkumpul dibuat mekanisme siapa yang berhak mnggunakan uang tersebut bahkan ada yang melaksanakan kegiatan simpan pinjam uang. Ibu-ibu sering melakukan jimpitan yaitu secara sukarela mengumpulkan beras atau hasil bumi, kemudian setelah terkumpul dijual kepada yang menbutuhkan dengan harga dibawah harga pasar, contoh ini merupakan pembangunan ekonomi sosial di masyarakat.
  • Masyarakat mengumpulkan, memilah sampahnya sendiri, kemudian secara sukarela ditabung di Bank Sampah, setelah terkumpul Pengelola Bank Sampah menjual sampah yang telah dipilah tersebut, kemudian hasil penjualannya  dikembalikan kepada penabung ( nasabah ) atau di pinjamkan kepada para usaha mikro, disamping lingkungan bersih, perubahan perilaku masayarakat peduli lingkungan meningkat dan mendapatkan hasil secara finansial.

Ketiga contoh tersebut merupakan gambaran kegiatan di masyarakat,  secara tidak disadari telah praktek prinsip dan nilai-nilai koperasi. Bisa dibayangkan berapa volume infrastruktur jalan dan fasilitas umum lainya yang dikerjakan oleh kemampuan masyarakat secara sukerela jika dinilai dengan uang atau anggaran pemerintah berapa jumlah anggaran pemerintah yang harus dikeluarkan.  Secara ekonomi berapa besar uang yang berputar dimasyarakat melalui arisan ibu-ibu bapak-bapak dan lainnya untuk menyokong perekonomian bangsa ini. Menjaga lingkungan bersama supaya bersih indah dan nyaman melalui pengelolaan sampah rumah tangga yang dikemas dalam bentuk “Bank Sampah”, upaya mengurangi sampah dari sumbernya. Melalui pengelolaan Bank Sampah ini, sampah yang beredar di masyarakat sudah berkurang melalui proses 3 R (Reduce, Reuse, Recicle).

Pada dasarnya Prinsip dan Nilai Koperasi telah tumbuh dan berkembang dilakukan oleh masyarakat terutama dirasakan oleh masyarakat lapisan bawah lingkungan RT, RW. Dengan demikian Koperasi sebagai perekat mempersatukan bangsa, dapat dibayangkan jika Koperasi di Indonesia ini maju dan warga bangsa ini menjadi anggota maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Misalnya koperasi untuk mengembangkan tanam cabe di sela-sela rumah secara masal disuatu wilayah sudah dibayangkan jika setiap warga menanam cabe di rumanhya 5 pot saja secara serentak hasilnya ditampung dikoperasi akan panen cabe tanpa lahan, jadi kalau mau sambal cabe tidak perlu menunggu impor. Di gang-gang sepanjang jalan rumah ditanami buah yang bermanfaat juga akan mendapatkan hasil, jika dilakukan secara bersama sama akan panen secara masal. Masyarakat ditumbuhkan kesadarannya untuk kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong untuk menuju kemandirian, maka Koperasi harus tampil di depan dalam kancah perekonomian nasional. (***)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *