Koperasi Bisa Menjadi Penghantar Kesejahteraan Bangsa

Koperasi akan menjadi luar biasa, jika sesama koperasi mampu bersinergi, bekerja sama perekonomian. Pertumbuhan perekonomian nasional saat ini mencapai 5,07%, boleh dibilang sudah oke, karena merupakan pertumbuhan ekonomi terbesar ke-3 di dunia setelah China dan India. Yang belum oke, pemerataannya. Siapa yang mampu memberikan pemerataan?Jawabnya tegas, koperasi.

Setiap ada peluang, muncul kesempatan yang harus dimanfaatkan. Begitulah sepenggal kalimat yang mengambarkan perlunya memanfaatkan kesempatan dari peluang yang ada untuk mendapatkan keuntungan.Tak ubahnya potensi membaiknya pertumbuhan ekonomi tahun 2018 yang harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meraup untung.Membaik tidaknya pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dipengaruhi kondisi perekonomian global.Karena sektor perdagangan;ekspor-impor Indonesia dilakukan dengan negara-negara lain. Begitu pun sektor keuangan dan pasar modal, yang transksinya secara global.

Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, menargetkan pertumbuhan ekonomi -Produk Domestik Bruto (PDB)mampu mencapai sekitar 5,4%. Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi tahun 2018 akan tumbuh di kisaran 5,1% – 5,5%.Artinya pertumbuhan ekonomi tahun 2018 akan lebih baik dibanding realisasi tahun 2017 yang sebesar 5,07%.Membaiknya pertumbuhan ekonomi tahun 2018didorong proyek pembangunan infrastruktur pemerintah.

Dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi, maka roda perekonomian nasional juga akan mengikuti.Jika pertumbuhan ekonomi memburuk, banyak sektor usaha yang dirugikan.Dampak positif membaiknya pertumbuhan ekonomi adalah semua sektor membaik dan ini memengaruhi ekonomi setiap individu. Yang menjadi pertanyaan, apa pengaruhnya dari semua pendorong ekonomi tersebut?Masifnya pembangunan infrastruktur, maka banyak tenaga kerja yang terserap, baik pekerja infrastruktur itu sendiri, maupun pekerja untuk industri-industri yang mulai bermunculan karena diuntungkan oleh kemudahan infrastruktur. Tentuakansemakin banyak orang yang memiliki penghasilan.

Dengan membaiknya harga komoditas, ekspor Indonesia sangat diuntungkan.Mengingat ekspor utama Indonesia sejauh ini terbanyak masih komoditas hasil pertambangan dan perkebunan, seperti batubara, kelapa sawit, dan lainnya.Bila harga komoditas itu naik, maka nilai ekspor juga akan meningkat. Dan ini akan meningkatkan penerimaan negara dari Bea Keluar (BK) ekspor alias pajak ekspor. Di sisi lain, pendapatan industri juga akan bertambah, dan berdampak pada kesejahteraan karyawan atau lebih banyak lagi tenaga kerja yang terserap karena perusahaan mampu melakukan ekspansi.

Berdasarkan teori ekonomi, bila pertumbuhan ekonomi suatu negara itu baik, maka seluruh komponen yang ada juga baik.Artinya, kondisi ekonomi masyarakatnya juga membaik. Ini dikarenakan inflasi yang rendah dan stabil sehingga daya beli masyarakat terjaga, lalu nilai tukar rupiah menguat dan stabil sehingga pelaku usaha juga akan lebih diuntungkan, terutama industri pengolahan karena impor bahan bakunya murah, dan masih banyak lagi dampak positif lainnya.

Peran koperasi, dalam Undang Undang (UU) No 25 tahun 1992 Pasal 43 ayat (3) disebutkan bahwa koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat. Jika koperasi mampu bersinergi dengan perusahaan swasta danBadan Usaha Milik Negara (BUMN), maka koperasi akan menjadi penghantar pemerataan kesejahteraan bangsa. (red)

This entry was posted in Dari Redaksi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *