Koperasi Credit Union Harus Menjadi Sekolah Kehidupan

Menutup tahun buku 2012 dengan pertemuan besar bukan sekedar rutin rapat anggota tahunan (RAT), tetapi juga silahturahmi bersama sebagai keluarga Koperasi Credit Union. Dapat bertemu dalam suasana damai,bersahabat, bersemangat, tentu karenacintanya terhadap gerakan Koperasi CreditUnion yang sudah dikenal baik, diakuidan dilaksanakan praktek nyata di Koperasi CreditUnion masing-masing,

“Melalui gerakan Koperasi Credit Union, dan praktik nyata pengembangan di koperasi masing-masing pasti kegiatan ini banyak manfaatnya, dan sungguh berguna bagi kehidupan di masyarakat sekitarnya. Saya percaya, para pengurus primer telah menjadi saksi bahwa manfaat Koprasi Credit Union itu nyata dan tepat bagi pemberdayaan masyarakat saat ini,” tutur Ketua Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) BKCU Kalimantan, Marselus Sunardi.

Koperasi Credit Union, lanjut dia, telah merubah hidup banyak orang, telah memberikan harapan kehidupan yang lebih baik dari kondisi sulit yang dihadapi dalam kehidupan nyata ini. Juga telah menuntun dan memastikan, terutama anggotanya untuk menuju kepada kesejahteraan sejati. Mencapai satu demi satu impian dari keluarga, dan masyarakat kita. Karena itu mereka akan mengatakan; “Koperasi Credit Union sungguh berguna.”

Dia yakin, pengembangan lembaga ini tidak mudah, banyak tantangan yang dihadapi, dan banyak sekali fakta yang terjadi di luar harapan-harapan yang dijabarkan dalam business plan – program kerja. “Namun di balik berhasil atau masih gagalnya beberapa hal yang seharusnya kita lakukan, pantas bersyukur karena apa yang kita lakukan ini pekerjaan baik, pekerjaan kemanusian yang sungguh sejalan dengan nilai-nilai hidup, bahkan nilai-nilai agama apa pun, atau budaya yang kita ambil,” katanya penuh semangat.

Dalam dinamika pengembangan itu, kata dia, pasti ada suka dukanya. Kalau kita frustrasi, kecewa, misalnya, saat anggota menerima pinjaman mengangguk-angguk, tetapi ketika pembayar kembali pinjamannya berbeda, dia menggeleng, belum punya uang, atau berbagai alasan lain. Kita menyadari, membangun masyarakat untuk menuju keadaan yang lebih baik, tidak mudah. Orang yang mau terus menerus, memotivasi masyarakat, memotivasi teman-temannya menjadi anggota yang lebih baik, dan terus lebih baik dari tahun ke tahun perlu mendapat apresiasi.

Kita telah dan sedang menjadi bagian proses ini, dan dapat dikatakan saksi hidup atas manfaat Koperasi Credit Union dalam kehidupan. Pertanyaannya, bagaimana Koperasi Credit Union dipilih sebagai pemberdayaan dan pengembangan sosial ekonomi di masyarakat. Yang pasti, sudah dihayati sebagai bagian tak terpisahkan dari tata kehidupan dan telah membuka cara pandang, serta cara tindak untuk menentukan pilihan terbaik bagi kehidupan anggota, maupun kehidupan kita sendiri.

Koperasi Credit Union yang dibangun, kata Sunardi, bukan jalan kapitalis. Meski pun dalam membangun impian anggota itu membuat impian di bidang financial – keuangan tetapi tujuan keuangan bukan galanya, dan tidak berlomba-lomba aset besar saja, tetapi orang yang memiliki aset besar itu tidak siap secara mentalitas dan spiritual. Tugas Koperasi Credit Union membangun mereka menjadi seimbang. Pada waktunya mereka memiliki aset, tetapi sejak dari awal dipersiapkan agar aset itu bisa menjadi alat untuk berbuat kebaikan. Jika tujuan itu tercapai mereka akan menghiasi kehidupan lebih baik lagi untuk dirinya dan lingkungannya.

Koperasi Credit Union yang dikembangkan, menurut Sunardi, juga bukan bersifat sosial atau paham sosialis, tetapi lebih popolis humanis. Bagi gerakan Koperasi Credit Union, orang harus menjadi obyek terpenting yang diberdayakan. Bukan semata-mata uang atau harta benda, tetapi lebih pada nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kebaikan bersama untuk memastikan bahwa anggota siap menghadapi aset dirinya sendiri berapapun di masa mendatang. Hal itu sesuai dengan misi utama Koperasi Credit Union yaitu menolong diri sendiri. Ingin membangun orang-orang yang mau saling membantu, tetapi diawali diri sendiri. Menolong mereka bangkit, berkembang kepada kehidupan yang lebih baik secara bersama-sama.

Pada akhir tahun buku 2012, kata dia, sudah terlihat ciri-ciri yang ada pada gerakan Kopeasi Credit Union. Secara kuantitas, BKCU Kalimantan memiliki anggota 45 Primer dengan 380.700 orang anggota. Akumulasi jumlah anggota sudah cukup besar, tetapi kalau dihitung prosentase di wilayah kerja masing-masing masih jauh dari harapan. Penetrasi pasar yang diharapkan sekitar 30% dari jumlah populasi di daerah kerja, angka yang telah dicapai masih jauh. “Kita tidak patah semangat. Kita terus membenahi diri agar Koperasi Credit Union bertumbuh dengan sehat. Kalau saat ini masih banyak orang ragu-ragu, dan menunggu bukti, karena sering dilukai fakta-fakta, dimana harapan yang ditawarkan tidak sesuai kenyataan yang terjadi,” tegas Sunardi.

Dia percaya bahwa para pengurus, pengawas dan manajemen Koperasi Credit Union anggota BKCU Kalimantan siap memberikan pengabdian lebih banyak lagi. Memberikan partisipasi yang lebih tepat untuk bersama-sama menunjukan kualitas. Karena hanya dengan meningkatkan kualitas orang menjadi percaya, dan akan memilih Koperasi Credit Union. Dijelaskan, secara finansial kumulatif dari seluruh 45 primer dalam gerakan BKCU Kalimantan menorehkan rekor aset Rp 4,1 triliun. Aset itu benar-benar murni dari swadaya masyarakat, swadaya anggota. Tidak ada aset dari durian runtuh. Aset dari masing-masing primer merangkak berbulan-bulan, bertahun-gtahun dan dari sedikit demi sedikit. Karena kepercayaan anggota aset itu terus membesar.

Dilihat dari jumlah anggota maupun aset cukup membanggakan karena menempatkan BKCU Kalimantan masih sebagai Sekunder terbesar di gerakan Koperasi Credit Union Indonesia. Lebih dari itu, Kementerian Koperasi dan UKM dengan program Koperasi Skala Besar, tahun 2011 telah menetapkan 100 koperasi besar dari berbagai jenis koperasi, dan 14 koperasi di antaranya adalah Koperasi Credit Union jaringan BKCU Kalimantan. “Ini buah dari kebersamaan yang patut disyukuri. Namun kita tidak boleh terlena dan puas diri. Prestasi-prestasi di tahun buku 2012 juga sebagai hadiah bagi gerakan Koperasi Credit Union jaringan BKCU Kalimantan,” jelas Sunardi.

Dia mengingatkan, sukses tersebut harus dipandang sebagai tantangan untuk memaksimalkan peran dan fungsi Koperasi Credit Union sebagaimana karakateristik Credit Union yang hakiki. Puskopdit BKCU Kalimantan ingin memastikan bahwa Kopeerasi Credit Union yang dikembangkan sungguh-sungguh koperasi sejati, bukan mirip Koperasi Crdit Union. Namanya saja Credit Union tetapi pola lakunya, sepak terjangnya tidak mencerminkan nilai-nilai, prinsip-prinsip Koperasi Credit Union. Atau hanya menggunakan nama Credit Union untuk numpang tenar. Masyarakat sekarang sudah mulai percaya kepada Koperasi Credit Union. “Kita harus pastikan bahwa Credit Union adalah koperasi yang hakiki, genuine – sejati,” tegasnya.

Kalau hanya memberikan pinjaman-pinjaman, kata dia, baru mirip credit union. Memberi pinjaman sebagai solusi atas kebutuhan salah satu kebutuhan, adalah solusi yang benar. Solusi atas kebutuhan anggota bukan hanya pinjaman, tetapi juga bisa simpanan. Untuk meningkatkan taraf hidup yang pasti caranya adalah menabung….., dan menabung. Suatu ketika, dalam diskusi ada pertanyaan dari peserta; “Bagaimana mengajarkan menabung dan menabung, sementara ada yang mengatakan, jangan banyak-banyaklah menabungnya.” Kenapa ketika anggota bersemangat menabung dianggap sebagai malapetaka? Alasannya, lembaga membayar bunga besar.

Kata Sunardi, kita tidak boleh mengatakan; “Koperasi Credit Union modern tidak perlu menabung lagi.” Agar tidak menjadi beban lembaga, membayar biaya tinggi, kalau ada penumpukan dana – modal, kita harus mensiasati, dan mencari jalan keluar. Dulu disuruh membangun kebiasaan menabung seperti halnya makan. Kalau sehari dua kali, makanlah sehari dua kali. Melakukan kebiasaan secara baik manfaatnya sangat baik pula. Begitu juga menabung sebagai kebiasaan harus terjaga.

Pada pertemuan forum pengurus – pengawas dalam jaringan BKCU telah berupaya merumpuskan kembali melalui workshop. BKCU memandu – membimbing anggota untuk terus berbenah diri, dan berani melakukan perubahan guna mencapai koperasi yang sehat. Aset besar adalah sebuah prestasi yang membuat bangga. Tetapi kalau dibedah, masih banyak hal yang harus dibenahi sehingga Koperasi Credit Union siap untuk ada bukan hanya sekarang, tetapi sampai waktu yang sangat lama, untuk anak-cucu kita. Untuk memastikan koperasi sehat, dan lebih baik lagi membutuhkan komitmen bersama. Koperasi sehat harus sesuai dengan tata kelola dan standar-standar yang telah ditentukan bersama dalam jaringan BKCU Kalimantan – Credit Union Indonesia, bahkan standar yang ditetapkan oleh Koperasi Credit Union Asia dalam kontestasi access branding.

Sebagai Ketua BKCU Kalimantan, Sunardi mengajak para anggota, mulai tahun 2013 gerakan Koperasi Credit Union memasang kembali pikiran di bawah sadar guna memastikan Koperasi Credit Union pantas memperoleh peringkat tertentu dalam katagori sehat sesuai standar accsess branding. Accsess branding, kata dia, bukan sekadar simbol, tetapi isinya menunjukan bahwa koperasi itu benar-benar sehat sehingga dipercaya anggota dan masyarakat. “Kalau dipercaya oleh anggota, maka Koperasi Credit Union akan terus ada dari masa ke masa. Melalui Koperasi Credit Union kita bangun masyarakat yang harmonis, bermartabat, sejahtera dan bahagia. Banyak di antara kita telah mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk bersama-sama mengembangkan Koperasi Credit Union bagi sesama. Terutama bagi mereka yang sampai saat ini masih belum beruntung, masyarakat miskin dan terpinggirkan,” urainya.

Sunardi berani memastikan, BKCU Kalimantan yang saat ini beranggotakan 47 primer dengan anggota individu sebanyak 380700 orang, 90% adalah orang miskin, terpinggirkan dan berada di kampung-kampung, di pulau-pulau terpencil. Orang-orang tak berdaya itu bagaikan lidi yang telah dikumpulkan oleh penggerak Koperasi Credit Union menjadi sapu yang mempunyai kekuatan besar dan sangat berguna. “Kami menyadari masih banyak hal yang harus dilakukan pembenahan. Tantangan ke depan tidak mudah. Apalagi menghadapi regulasi baru, yaitu diberlakukannya Undang-undang (UU) No 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian. Namun bagi penggerak Koperasi Credit Union semua itu harus dianggap sebagai tantangan sekaligus peluang dengan terus melakukan pembenahan dan mempertahankannya sebagai koperasi sejati.

Kerja keras dan kerja cerdas pengurus, pengawas yang didukung patisipasi aktif anggota membuat Koperasi Credit Union dalam jaringan BKCU Kalimantan banyak memperoleh apresiasi dari pemerintah maupun lembaga non pemerinah dengan memberikan ruang tumbuh bagi perkembangan dan keberadaan Koperasi Credit Union. Hampir semua koperasi yang berada dalam jaringan BKCU Kalimantan memperoleh penghargaan, minimal dari pemerintah kabupaten – kota. Juga ada beberapa yang telah memperoleh penghargaan dari pemerintah provinsi dan dari pemerintah pusat. Tetapi kalau dilihat dari pertumbuhan dan perkembangannya belumlah merata.

Banyak Koperasi Credit Union meraih penghargaan sebagai bentuk pengakuan dari pemerintah – Negara atas apa yang telah diperjuangan secara swadaya, dan mandiri bersama masyarakat. Dalam kenyataan itu Koperasi Credit Union kini telah dan sedang bertumbuh dalam bingkai Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI). Bersama gerakan koperasi, khususnya GKKI, Puskopdit Kalimantan siap mewarnai Indonesia dengan koperasi. BKCU Kalimantan akan terus bersinergi dengan Inkopdit dalam mewujudkan visi GKKI tahun 2020, dimana dicanangkan jumlah anggota di seluruh Indonesia sebesar 10 juta orang. Sekarang baru 2 juta. “BKCU Kalimantan akan berusaha menyumbangkan 5 juta anggota” tutur Sunardi, optimis. Sambil terus memperkenalkan Koperasi Credit Union kepada masyarakat luas, kata Sunardi, kualitas kelembagaan masing-masing koperasi anggota BKCU juga terus ditingkatkan, dan melaksanakan prinsip-prinsip dan nilai-nilai koperasi secara konsisten.

“Bagi kami Koperasi Credit Union bukan semata-mata transaksi bisnis tetapi harus menjadi sekolah kehidupan bagi anggota dan para aktivis. Melalui Koperasi Credit Union bisa saling belajar, saling bantu, saling percaya, saling berbagi, saling meneguhkan, saling peduli, saling bekerja sama, saling memberi dan bersolider satu dengan yang lainnya. Semangatnya adalah; Anda susah saya bantu, saya susahAnda bantu, bergotong-royong mewujudkan kesejahteraanbersama yang berkeadilan. Sehingga pada akhirnya Koperasi Credit Union menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan terutama merubah sikap dan mental agar masyarakat lebih bermental positif. (mar)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *