Koperasi Tankers Menuju Konglomerasi

Pertumbuhan ekonomi nasional yang masih lambat, sangat berpengaruh pada usaha koperasi, baik koperasi jasa keuangan seperti; Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Kredit (Kopdit) yang juga disebut Credit Union (CU), Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS), Baitul Maal wa Tamil (BMT), maupun koperasi-koperasi jenis lain, seperti Koperasi Serba Usaha (KSU), Koperasi Konsumen, dan Koperasi Produsen. Koperasi jasa keuangan pertumbuhannya lambat, karena anggota yang mempunyai kegiatan produktif mengerem pinjam baru lantaran daya beli masyarakat juga rendah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2017 mencapai 5,07%. Angka ini merupakan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak tahun 2014. Bisa kita lihat, pertumbuhan tahun 2014 sebesar 5,01%, tahun 2015 turun hanya mencapai 4,88%, dan tahun 2016 naik lagi menjadi 5,03%. Jadi, memang bertumbuhnya hanya 0,04% saja dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga dikeluhkan dan dikritik banyak orang.

Terutama dari pengamat ekonomi, karena memang tidak mencapai target 5,2% seperti yang dicanangkan oleh pemerintah sendiri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai Maret 2018 telah mencapai 5,06%. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 mencapai 5,3% dengan inflasi sebesar 3,5% per tahun. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, tahun 2018 kementeriannya membuat projeksi internal minimal bertumbuh 5,17% sampai 5,4%. Sedangkan Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhannya minimal 5,2%.

Ekonomi Indonesia tahun 2018, menurut Sri Mulyani, menghadapi kondisi yang berubah, sehingga akan mempengaruhi seluruh faktor dalam pertumbuhan ekonomi. Dalam hal investasi, misalnya, Kemenkeu masih optimis pertumbuhan investasi yang terjadi pada kuartal I-2018 bisa berlanjut di kuartal II-2018. Hal itu nanti akan terlihat apakah investasinya pick up, dan konsumsi bisa tembus di atas 5%, sesuai siklus kuartal II dan kuartal III, dengan adanya hari raya, gaji ke-13, dan Asian Games.

Walau secara nasional pertumbuan ekonomi kita lambat, namun para pelaku usaha ritel optimis penjualan mereka bisa tumbuh 20% – 35% selama Ramadan hingga lebaran tahun 2018. Penggelontoran dana sebesar Rp35,76 triliun oleh pemerintah melalui tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 dinilai bakal menggairahkan konsumsi. Selain pejabat, aparatur Negara, dan pensiunan, pemerintah memastikan memberikan THR kepada pegawai kontrak atau honorer pada instansi pemerintah pusat.

Masih beratnya pertumbuhan ekonomi nasional, tidak hanya berpengaruh kepada koperasi-koperasi yang dibangun oleh masyarakat umum, tetapi juga dirasakan koperasi-koperasi pegawai di lingkungan instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun koperasi karyawan di lingkungan perusahaan swasta. Koperasi pegawai PT Pertamina Perkapalan, seperti diungkapkan ketuanya, DR. Ir. Nursatyo Argo, M.M., misalnya, usaha Koperasi Tankers Pertamina tahun 2017, pertumbuhan usahanya tidak seperti yang ditargetkan. Tidak rugi, itu jelas. Karena masih mampu meraih sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2017 setelah pajak, sebesar Rp4.046 miliar.

Kalau saat ini Kementerian Koperasi dan UKM mulai mendorong – kampanye agar koperasi di Indonesia melakukan spin off – pemekaran usaha, Koperasi Tankers Pertamina justru sudah cukup lama tidak hanya “usaha tradisional” simpan pinjam dan toko koperasi, tetapi juga bergerak di berbagai bidang usaha dengan anak-anak perusahaannya antara lain; PT Tanker Mandiri, PT Tanker Samudera Mandiri, PT Perta Samudera, PT Samudera Perdana Maritim, dan PT Samudera Perdana Maritim.

PT Tanker Mandiri, didirikan pada tahun 2006, pada awalnya bergerak di bidang pengadaan jasa tenaga outsourching bagi Divisi Shipping Pertamina. Pengelolaan tenaga outsourching ini merupakan pengalihan dari sebelumnya dikelola secara langsung oleh Koperasi Tankers. Dialihkan karena dalam penyediaan jasa ini PT Pertamina mensyaratkan penyedia jasa berbentuk Perusahaan Terbatas (PT). PT Tanker Samudera Mandiri bergerak di bidang usaha; sperre compressor, young chong rope – tali tross, allweiler pum – mesin pompa, spare part engine, spare part deck and bridge, dan agen tunggal scan jet di Pertamina. Saat ini PT Tanker Mandiri telah terdaftar sebagai vendor PT Pertamina, di mana pekerjaan yang telah dilaksanakan adalah penyediaan – suplai material untuk kapal tanker maupun kapal lainnya.

PT Perta Samudera bergerak dalam bidang usaha jasa perbaikan kapal dan pengadaan material – spare part untuk kapal-kapal, baik kapal-kapal tanker maupun kapal jenis lainnya. Sebagian besar pekerjaan yang dilakukan adalah running repair. Sedangkan PT Samudera Perdana Maritim menggeluti bidang usaha perbaikan kapal, terutama untuk kapal-kapal tanker milik PT Pertamina. Pada tahun 2017 Koperasi Tankers dengan anak perusahaannya juga gencar melakukan perluasan usaha dengan melakukan berbagai kerja sama dengan perusahaan-perusahaan manufaktur maupun distributor asing di samping kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Hal ini sesuai dengan target Koperasi Tankers untuk menjadi koperasi terbaik dan unggul yang mampu menyejahterakan anggota.
Beberapa perjanjian kerja sama yang telah dilakukan antara lain; Keagenan Sauer Compressoren, telah dilakukan dalam bentuk MoU, Keagenan Naniwa Pumb, Jepang telah ditandatangani kerja sama dalam bentuk MoU, Keagenan Sperre telah dilakukan kerja sama dalam bentuk penandatanganan MoU di bidang pengadaan kompresor berikut pengadaan spare partnya. Keagenan Martex telah disepakati kerja sama dengan ditandatanganinya MoU di bidang pengadaan peralatan Gas Detector. Dan masih banyak lagi.

Dengan menambah satu anak berusahaan baru (2018), yaitu PT Tanker Karya Gemilang. Dan anak perusahaan baru tersebut diharapkan akan segera eksis. Jadi, tahun 2018 ada 5 anak perusahaan yang akan bahu-membahu memperbesar Koperasi Tankers. Ini artinya Koperasi Tankers sedang menuju konglomerasi dengan berbagai bidang usaha, yang memang dibenarkan oleh Undang-undang (UU) No. 25 tahun 1992, di mana Pasal 43 ayat 3 yang menegaskan bahwa Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat. Gairah menuju konglomerasi itu semakin membara setelah Nursatyo Argo, tokoh sentral yang melambungkan keberhasilan Koperasi Tankers, telah pensiun dari PT Pertamina, sehingga bisa lebih berkonsentrasi mengurus koperasi.

Menurut Argo, tahun buku 2017 benar-benar dirasakan sangat berat, tetapi itu bukan hanya Koperasi Tankers yang mengalami, melainkan semua kegiatan usaha, termasuk koperasi di seluruh Indonesia terdampak. “PT Pertamina pun mengalami hal yang sama. Akibatnya Koperasi Tankers yang selama ini kegiatannya menginduk ke Pertamina mengalami kendala. Terutama berkaitan dengan budget Pertamina yang juga terbatas, kemudian ada beberapa kondisi lain yang secara tidak langsung membuat usaha koperasi tidak lancar sepenuhnya,” jelas Argo, mengungkap salah satu kendalanya.
Dicontohkan, ketika PT Pertamina mendirikan anak perusahaan baru PT Pertamina International Shipping, maka sebagian dari bisnis koperasi mengikuti anak perusahaan tersebut. Karena anak perusahaan itu baru didirikan akibatnya masalah pendanaannya belum siap. Sehingga projek yang diharapkan bisa segera terbayarkan, menunggu waktu cukup lama, sekitar 8 bulan. Keuntungan yang diharapkan, habis untuk membayar bunga bank.

“Ini kondisi riel yang dihadapi, dan menjadi serba-serbi mengelola koperasi,” tegas Argo, seraya menambahkan bahwa SHU tahun buku 2017 sebesar Rp4.046 miliar merupakan SHU terkecil selama 7 tahun (2011 – 2017) dan tertinggi tahun 2014 sebesar Rp8,519 miliar. Argo berpesan kepada para anggota, walau SHU-nya mengecil, karena jumlah anggota berkurang cukup banyak lantaran pensiun, dan mereka tidak melanjutkan sebagai anggota koperasi, maka SHU yang dibagikan kepada anggota tidak berbeda jauh.

Tahun 2017 Koperasi Tankers telah memperkokoh kembali susunan kepengurusannya, dengan menetapkan R. Rahmat Wiryawan M. sebagai Wakil Ketua menggantikan I Putu Benedin, yang karena tuntutan tanggung jawab pekerjaan dinas di PT Pertamina sangat besar, harus meninggalkan kesibukannya di koperasi. Tahun 2018 Koperasi Tankers akan lebih banyak mengembangkan usaha di luar Pertamina. Sekarang sudah menjalin kerja sama dengan beberapa galangan kapal. Sebulan silam, telah membuka perwakilannya di Kota Batam. “Ini adalah upaya meningkatkan kinerja koperasi agar di tahun buku 2018 menghasilkan keuntungan lebih baik,” katanya penuh harap.

Berbisnis di luar Pertamina, kata Argo, bukan hal mudah. Di Pertamina, dari sisi pembayaran relatif lebih terkontrol. Kapan waktu pembayaran, sudah bisa diprediksi. Sedangkan di luar Pertamina, kadang-kadang yang diharapkan pembayarannya bisa diselesaikan 3 bulan setelah pekerjaan selesai, misalnya, ternyata bisa memakan waktu sampai 5 – 6 bulan. Hal itu harus menjadi pertimbangan bisnis secara matang. Dengan waktu pembayaran yang cukup lama, berarti semakin berkurang pendapatan sebagai keuntungan koperasi untuk membayar bunga bank.

Sampai saat ini koperasi juga masih terus berupaya meningkatkan kerja sama keagenan dengan beberapa agen di luar negeri. Dan keagenan itu tidak semata-mata untuk men-support penuh di Pertamina Perkapalan, tetapi sekaligus menjadi peluang bagi karyawan Pertamina untuk lebih mengenal produk-produk yang dipakai di kapal. Jadi, sifatnya dalam bentuk edukasi, atau pengenalan produk. Tahun 2017 Koperasi Tankers mengajak beberapa orang dari Pertamina Pusat dan Pertaminan Tongkang mengunjungi pabrik – agen yang diageni oleh Koperasi Tankers, baik yang ada di Singapura maupun di Jepang. Sebagai mantan orang dalam di PT Pertamina, yang juga pernah menduduki jabatan cukup tinggi, Sekretaris Perusahaan, Argo sangat berharap agar PT Pertamina, khususnya Pertamina Perkapalan, bisa semakin meningkatkan kerja sama dengan Koperasi Tankers.

Ketika mendapat kepercayaan dari anggota (2006) untuk menakhodai Koperasi Tankers, sebagai ketua, pada waktu itu manajemen PT Pertamina Perkapalan betul-betul bekerja sama dengan koperasi untuk seluruh proses pengadaan di Pertamina. Hal itu dilakukan karena pada waktu ada semacam kartel di vendor-vendor. Sehingga keputusan manajemen pada waktu itu; koperasi sebagai mitra untuk mengkontrol. Dan hal itu berjalan dengan baik. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, manajemen juga silih berganti, karyawan berganti dengan yang baru-baru, sepertinya sejarah tersebut tidak dipahami oleh pejabat-pejabat baru, maka kebijakan pun berganti. Sering kali di lapangan, Koperasi Tankers diperlakukan seperti vendor yang lain.

“Padahal, koperasi didirikan betul-betul khusus untuk mensupport Pertamina Perkapalan,” tegas Argo. Oleh karena itu, lanjut dia, harapan ke depan, kemitraan selama ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Kalau perlu, tempatkan manajemen Pertamina Perkapalan sebanyak-banyaknya di koperasi, agar semua kegiatan koperasi bisa “terkontrol” oleh manajemen. “Saya sangat senang kalau ada teman-teman yang masuk ke koperasi. Dengan demikian, maka, seluruh kebijakan yang ada bisa lebih sinkron, sehingga akan lebih memudahkan koperasi untuk bergerak bersama-sama,” urai Argo.

Terkait dengan keanggotaan Koperasi Tankers, dijelaskan bahwa dalam tahun buku 2017 jumlah anggota berkurang cukup banyak 171 orang (turun 17%) dari tahun sebelumnya sebanyak 1.143 orang. Anggota Koperasi Tankers kini tinggal 963 orang. Dari yang 17% itu ada 33% atau sekitar 50 orang dinon-aktifkan sementara, karena tidak tertib memenuhi kewajibannya, sampai mereka rajin membayar lagi. Kalau tidak dinonaktifkan, dan minta SHU, berarti koperasi tidak adil.

Sebagian (65%), mereka mengundurkan diri karena pindah kantor, ada juga karena pensiun. Kepada yang pensiun tidak harus keluar sebagai anggota koperasi, dan menurut Argo, sudah ditawarkan kepada mereka. Namun mereka tidak mau. Problemnya, setiap bulan memang harus menyetor simpanan wajib, yang selama ini dipotong dari penerimaan gaji. Sebenarnya, membayar simpanan atau transaksi yang lain itu mudah, bisa ditransfer. Alasan mereka, sudah tua, wegah – malas.

Koperasi Tankers setiap tahun juga memberikan beasiswa bagi anak-anak anggota yang berprestasi. Tahun buku 2017 membagikan beasiswa untuk anak sekolah dasar (SD) 25 orang, SMP 15 siswa, dan SLTA ada 9 siswa. Kemudian untuk apresiasi Umrah dan Wisata Rohani diberikan kepada 7 orang, 5 orang di antaranya Umrah, dan 2 orang Wisata Rohani ke Yerusalem. Sedangkan untuk tahun 2018 akan ada 3 anggota yang akan berangkat Umrah.

Untuk memacu kinerja pengurus dan manajemen, telah ditargetkan tahun 2018 memperoleh SHU minimal Rp6,3 miliar – Rp7,45 miliar. “Karena itu, anggota diharapkan agar lebih aktif bertransaksi dan mensupport koperasi, sehingga target tersebut tercapai. Tanpa partisipasi anggota, koperasi tidak akan berkembang dan maju,” tegas Argo. (my)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *