Koppas Kranggan Anak Ajaib

Koperasi Pasar (Koppas) Kranggan didirikan pada 4 September 1989. Di usianya yang akan genap 27 tahun (2016), koperasi yang semula menempati kantor sempit, ukuran 3 X 3 meter, kumuh di pojok pasar, dan bau menyengat pun masuk ke kantor, kini telah menjelma menjadi salah satu koperasi besar di Indonesia. Kantornya pun megah, modern berlantai 3, dengan teve monitor, layaknya kantor bank Suasana sejuk dan wangi kayawati nan cantik, berseragam memberikan kesan bahwa Koppas Kranggan telah menggapai sukses.

Meski di depan pintu dijaga security, emak-emak, neneknenek pedagang pasar bersandal jepit tak merasa risih keluar masuk, karena kantor itu miliknya. Memang, para pengurus sudah berpesan, dan wanti-wanti untuk melayani anggota dengan ramah. Sebab merekalah pemiliknya. Sedangkan pengurus – pengawas dan manajemen adalah penerima amanah yang harus dijaga dengan baik.

Pola pikir yang dulu serba sederhana, terus dikembangkan. Gaji karyawan yang dulu dari kocek pengurus, dan sering tidak diterima tepat waktu, kini tak pernah terjadi. Jenjang karir karyawan untuk menduduki jabatan penting, ditentukan atas dasar prestasi kinerja, bukan karena punya hubungan istimewa – keluarga (saudara; kakak, adik, kemenakan, sepupu) atau karena teman dekat pengurus – pengawas. Parameter lain koperasi dikatakan baik jika mengadakan rapat anggota tahunan (RAT) secara tertib dan tepat waktu. Dan Koppas Kranggan memenuhi persyaratan tersebut. Anim Imanuddin, S.E., M.M. yang masih mendapat amanah dari anggota untuk memimpin Koppas Kranggan, sepertinya tak lelah untuk terus berinovasi.

Keberhasilan itu bukan sematamata karena kerja keras, tetapi juga adanya dukungan doa dari banyak pihak. Anim yakin, doa dari orang-orang yang diperhatikan, misalnya, dari orang kurang mampu, atau anak-anak yatim akan dikabulkan Tuhan. Itu sebabnya, setiap Ramadhan – jelang lebaran sambil buka bersama pengurus selalu membagikan bingkisan. Jelang Lebaran tahun 2016 sedikitnya dibagikan bingkisan untuk 150 orang. Masih dalam rangka meringankan beban orang-orang kecil, terutama anggota, jelang lebaran, Koppas Kranggan juga mengadakan operasi pasar menjual daging murah bekerja sama dengan Bulog dan PT Suri Daging Nusantara, importir daging beku yang kebetulan pimpinannya anggota Koppas Kranggan. Kalau di pasar harga daging Rp145.000,- per Kg, Koppas Kranggan menjualnya Rp85.000, per Kg. Tahun ini menyebarkan 4000 kupon. Setiap kupun hanya boleh untuk beli 2 Kg daging.

Dia terus bekerja keras keliling ke pedagang-pedagang di Pasar Kranggan, mensosialisasikan bahwa koperasi adalah satu-satunya lembaga ekonomi milik bersama. Dijelaskan koperasi tidak mengenal bunga, tetapi mengenal jasa. Supaya mudah dipahami dan mereka tertarik menjadi anggota Salah satu kiat membangun kepercayaan masyarakat melalui Gebyar Tabungan Cempaka yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Sebagai sarana promosi Gebyar Tabungan Cempaka sangat menarik kerena ada undian ratusan hadiah, mulai dari hadiah hiburan, seperti payung, kaos, seterika, dispenser, blender, magic comb, rice box, kipas angin, kompor gas, rak piring, sepeda anak, lemari, teve 24 inc, mesin cuci, teve 29 inc, kulkas 2 pintu, sofa jati, dan 5 buah sepeda motor.

Penyelenggaraan Gebyar Tabungan Cempaka dari tahun ke tahun semakin semarak. Ribuan anggota dan nasabah, juga seluruh lurah di Kecamatan Jatisampurna, guru-guru SD – SMP – SMA, Camat, dan para pejabat di lingkungan Pemda Kota Bekasi hadir. Sebagai ungkapan syukur, yang diberikan setiap tahun, santunan kepada anak yatim dan jompo, uang saku dan bea siswa.

Keberadaan Koppas Kranggan sebagai gerakan ekonomi kerakyatan di Kota Bekasi, khususnya di Kecamatan Jatisampurna mampu membuktikan eksistensinya. Ketika gonjang-ganjing krisis ekonomi melanda negeri ini (1997) Koppas Kranggan mampu mencuri hati masyarakat, dan meraih kepercayaan. Kini jumlah anggota dan calon anggota yang dilayani Koppas Kranggan mencapai 20.500 orang. Kurang lebih 1.500 diantaranya calon anggota dari usaha mikro, seperti pedagang bakso, warung nasi dan sebagainya. Kalau jumlah penduduk Kota Bekasi sekarang 2,5 juta jiwa, berarti 10% sudah bisa dilayani oleh Koppas Kranggan.

Koppas Kranggan yang punya tekat melawan rentenir dan menjadikan ekonomi kerakyataan sebagai garda terdepan sokoguru perekonomian nasional berkembang sangat pesat. Disamping Kantor Pusat dengan gedung barunya seluas 570 meter persegi  juga punya 6 cabang, masing-masing Cabang Cileungsi, Bogor, Bojong Kulur, Pasar Kranggan, Cabang Cikeas. Cabang Pasar Munjul, Jakarta Timur, dan mengelola perparkiran Rumah Sakit Melia di Depok.

Produk-produk Koppas Kranggan, makin bervariasi. Untuk tabungan, ada dua katagori. Pertama, Tabungan Cempaka yang bisa diambil setiap saat. Sekarang nabung, besok bisa diambil, pagi nabung, sore diambil juga boleh. Kedua, simpanan berjangka, istilah bank deposito. Simpanan ini bisa diambil setiap bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun atau sesuai waktu yang telah ditentukan. Agar masyarakat – nasabah tambah bergairah menabung di Koppas Kranggan, jasa simpanan (bunga) lebih tinggi daripada menyimpan di bank.

Tidak ingin membusungkan dada, tetapi saat ini Koppas Kranggan memang satu-satunya koperasi di Kota Bekasi yang terus berprestasi dan meraih penghargaan bergengsi. Antara lain; Koperasi Berprestasi Nasional (2003) dari Presiden Megawati Sukarnoputri, tahun 2006 pada Hari Koperasi Nasional ke 59 di Pekalongan, Jawa Tengah, memperoleh penghargaan Bakti Koperasi, dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada Harkopnas ke-63 (2010) di Surabaya meraih penghargaan, Koperasi Award 2010 dari Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan, dan pada Harkopnas ke-65 (2012) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (2014) memperoleh penghargaan Satyalencana Wirakarya dari Presiden yang disematkan oleh Wakil Presiden Boediono. Dalam Harkopnas ke 69 di Jambi (2016), Koppas Kranggan juga meraih pengharaag Koperasi Award.

Sebagai praktisi koperasi, Anim sering membeberkan suka duka dan kiat suksesnya membangun koperasi yang pernah kehilangan kepercayaan dari anggota. Sebelum menjadi ketua umum, pernah menjadi bendahara, manajer, pencari nasabah, sekaligus tukang tagih. Image koperasi di masyarakat terlanjur kurang baik, dan koperasi tidak ada artinya. Tetapi ketika melakukan sesuatu, dan beda dari orang lain, diyakini akan menjadi berharga. Untuk mendapatkan sebuah kehidupan yang layak, dan dihormati orang, dalam arti prestasi memang berat. Kita harus berjuang, dan bertempur di medan pertempuran sampai tergeletak menjadi pemenang. Intinya, kita tak boleh menyerah sebelum apa yang diperjuangkan tercapai.

Diyakini tidak ada perjuangan yang sia-sia, dan tidak ada rezeki yang datang dari langit begitu saja. Misal, sebuah koperasi tiba-tiba terpilih sebagai koperasi berprestasi nasional, tetapi tidak melakukan apa-apa. Untuk menerima predikat itu, harus bertanya pada diri sendiri: “Apa yang aku lakukan?” Semua anggota koperasi mesti paham, apa itu koperasi. Yang tidak tahu, bagaimana mengimplementasikan pengertian berkoperasi itu secara baik. Orang yang pintar ngomong belum tentu cerdas melaksanakan.

Kementerian Koperasi dan UKM menilai Koppas Kranggan itu ajaib. Sehingga bila ada gerakan koperasi, terutama dari daerah-daerah seperti Padang, Riau, Palembang, Jawa Tengah, Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Kalimantan, atau daerah lain ingin menggadakan studi banding ke Kota Bekasi, pasti diarahkan ke Koppas Kranggan. Di Jawa Barat ada sekitar 100-an Koppas ketika mengadakan studi banding juga ke Koppas Kranggan. Bahkan gerakan koperasi internasional dari kawasan Asia Pasifik juga pernah berkunjung ke Koppas Kranggan.

Mereka tertarik ke Koppas Kranggan karena anggota lelaki dengan perempuan lebih besar anggota perempuannya, 40 : 60. Tenaga kerja lelaki dengan perempuan juga lebih besar tenaga kerja perempuan. Karena kunjungan tersebut khusus untuk program gander ketika Kepala Dinas Koperasi Kota Bekasi menawarkan kepada delegasi yang berasal dari 7 negara yaitu; Philipina, Malaysia, Singapura, Banglades, Thailand, China, Taiwan didampingi Gerakan Koperasi Indonesia sangat tertarik untuk berkunjung ke Koppas Kranggan, yang oleh Anim disebut “koperasi kampung”.

Untuk menunjukkan eksistensinya Koppas Kranggan selalu berpartisipasi aktif dalam berbagai even – kegiatan, baik di tingkat lokal Kota Bekasi, tingkat Provinsi Jawa Barat, maupun yang bertaraf nasional dan internasional. Dengan kata lain, Koppas Kranggan tidak lagi menjadi andalan Kota Bekasi, tetapi telah menjadi andalan Jawa Barat untuk tingkat nasional. Tahun 2016 ini Anim juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Harkopnass tingkat Jawa Barat, dan Kota Bekasi sebagai tuan rumah.

Di Kota Bekasi Koppas Kranggan telah menjadi bapak angkat koperasikoperasi baru, atau koperasi yang masih perlu pembinaan. Mereka yang mau studi banding, mau pelatihan, pendidikan datang ke Koppas Kranggan. Bersama Dekopinda Kota Bekasi punya program baru “Brantas Rentenir”. Program non bisnis yang dikerjakan antara lain;  memberdayakan keberadaan bantuan-bantuan keagamaan. Masjid dan musola yang tempat wudhunya rusak diperbaiki, yang tidak punya MCK dibuatkan. Kemudian bedah rumah bagi orang yang tidak mampu. Rumah yang atapnya bocor, reyot diperbaiki. Program bedah rumah ini masing-masing bernilai Rp 10 juta per rumah, telah dilakukan sejak 5 tahun silam, dan setiap tahun 3 – 4 rumah. Tergantung besar kecilnya dana yang disisihkan dari SHU. Biayanya diambil dari SHU sebesar 2,5% yang disisihkan untuk kegiatan sosial dan pengembangan wilayah kerja.

Mimpi paling indah yang telah tercapai, karena tujuan mendirikan koperasi untuk membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir sudah terlaksana. Sekarang rentenir sudah tidak merajalela di daerah Kranggan. Bahkan  “raja rentenir”-nya telah “takluk” dan menjadi anggota Koppas Kranggan. Dia sekarang berdagang, tidak lagi menjalankan bisnisnya menjerat masyarakat kecil. Usahanya maju sekali, depositonya di Koppas Kranggan cukup besar. Keberhasil menyadarkan rentenir tersebut menjadi kebanggaan. Kebanggan lain, berhasil menciptakan lapangan bagi banyak orang. Saat ini ada sekitar 180-an karyawan yang menggantungkan hidup dan masa depannya di Koppas Kranggan. Para karyawan itu sebagian terbesar direkrut dari warga sekitar. (mar)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *