Kospin Jasa: Kamis Gaul Supaya Tidak Jadul

“Koperasi tidak harus Jadul, namun harus kekinian, dan profesional. Berkoperasi bisa memberikan manfaat dan kesejahteraan yang baik. Cuma anak-anak muda sekarang belum tertarik berkoperasi. Saya ajak generasi berkoperasi karena dengan koperasi sebetulnya harapan masa depan bisa kita gantungkan kepada koperasi, sepanjang kita professional mengelolanya,” ungkap Ketua Kospin Jasa, Pekalongan, H.M. Andy Arslan Djunaid, S.E., saat rehat Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kospin Jasa 10 Maret 2018, silam.
Kospin Jasa sendiri, lanjut dia, menyikapi daripada generasi milenial ini dengan membuat produk-produk yang diharapkan diminati oleh generasi muda, produk yang keninian juga. Di Kospin Jasa juga dicanangkan Kamis Gaul. Setiap hari Kamis, karyawan Kospin Jasa mengenakan celana jeans dan kaos. Tujuannya agar koperasi tidak terkesan Jadul sehingga banyak anak muda mau bergabung dengan Kospin Jasa. Otomatis mereka menjadi berkoperasi.

Berbicara tentang tahun 2017, untuk Kospin Jasa dan lembaga keuangan pada umumnya, kondisinya relatif berat. Karena ekonomi secara makro sepanjang tahun 2017 tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya. Indikatornya, pertumbuhan ekonomi secara nasional yang ditargetkan pemerintah 5,2% ternyata hanya tercapai 5,1%. Begitu juga perbankan, hampir semua bank tidak mencapai target keuntungan yang dicanangkan. Walau sulit, namun seluruh jajaran Kospin Jasa tetap kerja keras. Meski target yang ditetapkan bersama tidak tercapai, berkat dukungan para anggota yang loyalitasnya luar biasa, hasilnya tidak mengecewakan.

“Tidak 100% tercapai, memang, tetapi juga tidak mengecewakan. Ini semata-mata karena situasi umum yang kita alami bersama,” tegas Andy saat melaporkan kinerja pengurus tahun buku 2017. Walau berat, lanjut dia, namun sepanjang tahun 2017 banyak hal yang dicapai Kospin Jasa. Soal kekayaan, misalnya, Kospin Jasa konvensional per 31 Desember 2017 berhasil membukukan aset sebesar Rp6,428 triliun, meningkat dari tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp5,768 triliun, atau tumbuh 11,44%. Biasanya, Kospin Jasa selalu mencatat pertumbuhan di atas 15% per tahun.

Karena situasinya cukup berat, pertumbuhan Kospin Jasa tidak besar. Total simpanan anggota, per 31 Desember 2017 tercatat sebesar Rp5,7 triliun, sedangkan tahun buku 2016 sebesar Rp4,9 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 15,68%. Pinjaman, tumbuhnya tidak sebesar aset maupun simpanan dan tabungan. Pinjaman tahun 2017 sebesar Rp3,9 triliun dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp3,8 triliun atau hanya tumbuh 2,79%. Andy mengaku tidak tahu, kenapa. Karena itu dia menghimbau kepada seluruh anggota Kospin Jasa, kalau butuh dana untuk menambah modal usaha jangan ke yang lain, ke bank, misalnya. “Karena Kospin Jasa milik anggota sendiri, mari kita besarkan bersama-sama,” ajak Andy.

ospin Jasa Layanan Syariah, per 31 Desember 2017 asetnya sebesar Rp1,5 triliun, tumbuh 16,94% dibandingkan tahun buku 2016. Simpanan dan tabungan di Kospin Jasa Syariah sebesar Rp1,49 triliun, dibanding tahun 2016 bertumbuh18,82%. Begitu pun pinjaman, tumbuh 12,8%. Karena perbandingan antara konvensional dengan syariah masih terlalu timpang dari sisi besaran secara umum, sehingga walau angkanya relative sama, tetapi secara prosentase lebih besar. Dengan loyalitas anggota, dan kerja keras seluruh pengurus – pengawas – manajemen, tahun 2018 diharapkan mampu meraih hasil yang lebih baik.

Sisa hasil usaha (SHU) Kospin Jasa secara nominal ada peningkatan sedikit, tetapi ketika dibagikan kepada anggota berkurang, lebih kecil daripada tahun lalu 2016, karena pembaginya – anggota tambah, menjadi 200.000 orang lebih. Harapan semua orang, koperasi itu anggotanya tambah banyak. Tetapi keuntungannya dibaginya juga tambah banyak lagi. Ini masalah. Tidak menambah anggota ada orang yang rebut, menambah anggota, otomatis yang didapat berkurang.

Di tahun 2017 telah banyak yang dikerjakan Kospin Jasa, baik dari sisi inovasi produk maupun pelaksanaan daripada produk-produk yang sudah dijalankan. Salah satu produk unggulan baru di Kospin Jasa adalah Tabungan Prima. Khusus Tabungan Prima yang penggunaannya untuk program wisata bersama, sampai Maret 2018 sudah sebanyak 5 periode. Wisata pertama ke Singapura, kedua ke Hongkong dan Makau, dilaksanakan pada Agustus 2017 dengan jumlah peserta kurang lebih 600-an orang dari jumlah penabung 800-an orang. Setelah sukses periode pertama dan kedua, program ketiga wisata ke Korea dilaksanakan pada 15 April 2018 dengan peserta 900 orang dari jumlah penabung yang mencapai 1.100 orang.

Giliran Andy yang pusing. Sebab, tidak semua pesawat bisa memberikan tempat duduk banyak kepada Kospin Jasa. Ke Korea, hanya ada 3 penerbangan langsung, yaitu Garuda Indonesia, Korean Air, dan Asiana Air. Ketiga maskapai itu masing-masing hanya bisa memberikan 100 tempat duduk. Maka, dengan terpaksa piknik dibagi menjadi 3 kali. Atas keberhasilan Prima 1, Prima 2, dan Prima 3, kepercayaan anggota meningkat tajam. Sampai Februari 2018, jumlah peserta Tabungan Prima telah tercatat 1.500 orang lebih. Karenanya pada RAT tahun buku 2017 di-launching Tabungan Prima tahap keenam dengan tujuan wisata ke Beijing – Shanghai – Kwuangtung.

Di tahun 2017, salah satu anak perusahaan Kospin Jasa, PT Jasa Mitra Abadi (JMA) Tbk, bergerak di bidang asuransi jiwa syariah telah go public – melalui Bursa Efek. Acara listing-nya dihadiri Menteri Koperasi dan UKM, A.A. Gede Ngurah Puspayoga. “Sebuah perusahaan yang bisa mencatatkan sahamnya di Bursa Efek merupakan capaian tertinggi, karena perusahaan itu pasti perusahaan yang baik. Tidak mungkin perusahaan tidak baik; Bursa Efek dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin untuk bisa menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat,” kata Andy, bangga.

Karena asuransi PT JMA Tbk adalah syariah, Andy mengaku senang. Untuk tata kelola, manajemen, adminstarsi, dan sebagainya diawasi oleh OJK, dan Bursa Efek, ke-syariah-annya diawasi oleh Dewan Syariah Nasional, yang di dalamnya ada Kiai Anwar Abas, Sekjen MUI Pusat, yang secara kebetulan menjadi penasehat Kospin Jasa Syariah. “Dengan diawasi dua lembaga yang sangat kompeten, menunjukkan suatu prestasi yang luar biasa bagi Kospin Jasa,” kata Andy penuh semangat. Mungkin, lanjutnya, di antara anggota Kospin Jasa ada yang bertanya, kenapa PT JMA Tbk perlu dilakukan penjualan sebagian sahamnya kepada masyarakat luas melalui Bursa Efek?

Menurut Andy, hal tersebut perlu dijelaskan bahwa sesuai dengan dasar-dasar koperasi, yaitu; bekerja sama, maka jika ingin membesarkan perusahaan tidak mungkin sendirian, tanpa bekerja sama dengan perusahaan yang lain. Dengan alasan strategis, maka Kospin Jasa menjual 40% saham PT JMA Tbk kepada pihak ketiga – masyarakat luas melalui Bursa Efek. Dengan harapan, pihak ketiga sebagai pemilik saham yang baru punya kepentingan yang sama dengan Kospin Jasa untuk mengembangkan PT JMA Tbk lebih baik lagi.

Dan terbukti, setelah go public hampir seluruh bank syariah di Indonesia secara nasional sudah bekerja sama dengan PT JMA Tbk. Yang luar biasa, jelas Andy, omset daripada PT JMA Tbk pada 1 – 2 tahun pertama 70% – 80% masih mengandalkan dari market – pangsa pasar Kospin Jasa, kini posisinya sudah berbalik, market Kospin Jasa tinggal 20% – 30%. Sedangkan 70% – 80% dari perbankan yang sebelumnya tidak bersama PT JMA Tbk. Harapannya, ke depan perusahaan milik koperasi ini menjadi perusahaan ternama, diperhitungkan. “Yang tidak kalah penting, bisa memberi manfaat kepada seluruh anggota, yang nota benenya sebagai pemilik koperasi dan anak-anak perusahannya,” urai Andy.

Andy mengatakan, suatu ketika dalam sebuah acara ketemu Kiai Anwar Abas, dan dibisiki bahwa ada sebuah asuransi besar, yang harus diambil oleh Kospin Jasa. Ini untuk menyelamatkan salah satu institusi syariah besar di Indonesia, yaitu Asuransi Takaful Umum. Mendapat “mandat” sang Kiai, Andy pun segera mempersiapkan segala daya untuk mengambil Asuransi Takaful Umum. Walau menghadapai segala macam kerumitan dalam pengurusan izin di OJK, namun asuransi yang dulu sebagian besar sahamnya dilmiliki perusahaan dari Malaysia, kini 100% menjadi milik Kospin Jasa. Untuk melakukan perbaikan, Asuransi Takaful Umum diperkirakan butuh waktu 1 tahun, kemudian diharapkan bisa go public melalui bursa efek.

Diakui, Takaful itu dulu besar, dan memang punya nama besar di dunia asuransi. Hanya saja salah manajemen – salah kelola. Potensinya masih sangat besar untuk dikembangkan. Menurut Andy, ada plus minusnya. Kalau bikin baru, mem-branding-nya lama, tetapi persoalan tidak ada. Takaful, brand-nya kuat, tinggal dibenahi yang belum baik. Setelah disusun ulang dengan SDM yang kuat, diharapkan akan menjadi lebih besar lagi. Dijelaskan bahwa biaya akuisisnya juga tidak terlalu besar, di bawah Rp15 miliar. Untuk Kospin Jasa, sangat mampu.

Saat ini, kata Andy, kondisinya relatif, frase. Setelah karyawan lama diselesaikan dengan baik, kemudian disusun dengan yang baru-baru, dimulai dari nol. Untuk mencari klien tidak sulit, karena asuransi syariah punya keunggulan tersendiri. Jumlahnya masih sedikit, dan bank-bank syariah wajib asuransinya ke asuransi syariah. Kalau bank umum harus ke asuransi umum. Namun, asuransi syariah bisa menerima dari bank umum, dan bisa terima dari bank syariah. Karena Takaful milik sendiri semua anggota Kospin Jasa secara otomatis diasuransikan sehingga preminya tidak pergi ke mana-mana. Jika anggota Kospin Jasa meninggal dunia langsung dapat Rp5 juta. Hal ini sangat membantu keluarga yang ditinggalkan.

Jika anggota punya pinjaman, pinjamannya juga diasuransikan. Beberapa waktu silam, salah satu pasar besar di Pekalongan terbakar. Ada pedagang di sana yang punya hutang, baik di Kospin Jasa, bank pasar, BPR, atau bank-bank. Mereka kasihan, usahanya kebakar, menanggung utang pula. Kalau kesadaran berasuransi tinggi, selesai, tidak ada masalah besar. Terbakar, tetapi tidak menanggung utang, tinggal memulai usaha lagi, ada modal dari asuransi. “Sekarang masalah mereka, dagangan habis, masih nanggung utang. Kalau pinjam uang di Kospin Jasa untuk bisnis, jiwanya dicover oleh JMA, dan agunannya dicover oleh Asuransi Takaful. Dua jadi satu, tetapi perusahaannya harus berbeda,” jelas Andy.

Terkait pengembangan unit-unit usaha baru, dengan pilihan bidang usaha asuransi, menurut Andy, koperasi siman pinjam (KSP) sebagai salah satu infrastruktur keuangan untuk lembaga keuangan selain bank harus punya aset manajemen dan punya asuransi untuk mem-back up, karena bisnis keuangan ke depan sudah tidak terlalu menjanjikan. Dari sisi ekonominya – keuntungan, rezim bunga murah seperti sekarang, spread margin (perbedaan antara harga jual dan harga beli) tidak kecil. Diibaratkan makanan, Kospin Jasa Simpan Pinjam hanya nasi putihnya. Mau makan sate, ikan bakar mesti dari anak-anak perusahaan yang lain. Penyumbang SHU justru deviden dari anak-anak perusahaan. Sekarang Kospin Jasa punya 5 anak perusahaan yaitu; Asuransi Jiwa Syariah, Asuransi Takaful Umum, (asuransi harus ada dua, satu jiwa satu umum – kerugian), Percetakan, Jasa Investindo, dan  Aset Manajemen.

Untuk 2018, kata Andy, tahun yang cukup menantang. Orang bilang tahun poilitik, karena ada pemilihan kepala daerah (Pilkada); gubernur, walikota, dan bupati secara langsung di 171 daerah; provinsi, kota, dan kabupaten. Kemudian 2019 ada pemilihan legislatif (Pilleg) dan Pemilihan Presiden – Wakil Presiden (Pilpres). Pesta demokrasi itu ternyata menimbulkan kekhawatiran banyak orang. Sebagian besar pelaku ekonomi – pebisnis mengatakan wait and see – menunggu kepastian dan sebagainya.

Untuk mengetahui dampak ekonomi dari tahun politik tersebut, pada akhir 2017 Kospin Jasa yang terus belajar menimba ilmu ke mana-mana, termasuk dengan perbankan, mengundang dua pakar khusus, yaitu pakar ekonomi DR. Aviliani dan pakar politik Burhanuddin Muhtadi, M.A., diskusi dengan seluruh pengurus dan kepala cabang. Tujuannya agar rencana – kebijakan yang ditetapkan untuk tahun 2018 tidak salah. Agar 2018 bisa dilalui dengan baik, kuncinya adalah loyalitas dari anggota. “Mari seluruh anggota merapatkan barisan. Politik, biarlah politik. Kita orang dagang, ayo, saling mendukung bekerja sama – bersinergi dalam bisnis. Kalau dibutuhkan permodalan, Kospin Jasa siap menudukung sesuai kesepakatan bersama,” jelas Andy.

Disaksikan Menteri Koperasi dan UKM, dilakukan penandatanganan kerja sama Kospin Jasa – Bank Mandiri. Kerja sama tersebut menyangkut fintech cashless – bertransaksi tanpa uang tunai, semisal transfer melalui online. Sebentar lagi, pada saat lebaran, trans Jawa – jalan tol sudah bisa digunakan, dan ke depan orang akan terbiasa menggunakan jalan tol. Kospin Jasa atas kerja sama dengan Bank Mandiri akan menerbitkan kartu E-tol. Harapannya, anggota kalau bayar tol kartunya milik Kospin Jasa sendiri.
Ini luar biasa, suatu layanan yang terus ditingkatkan untuk kemudahan bagi seluruh anggota dalam bertransaksi tidak hanya simpan pinjam, tetapi secara umum. Karena sekarang terjadi distrubtion ekonomi – perubahan gaya hidup, perubahan pola transaksi dari sebelumnya manual menjadi online. Kita tahu bahwa perdagangan online juga sudah sangat masif. Menurut data, omzet dari seluruh perdagangan melalui online mencapai 30% dari seluruh transaksi perdagangan. Dan dapat dipastikan, transaksi perdagangan – bisnis melalui fintech akan terus meningkat.

Kospin Jasa, kata Andy, tidak boleh telat mengikuti berbagai perubahan global, termasuk pemanfaatan teknologi. Karena mau tidak mau harus menghadapi persaingan baik dengan bank-bank plat merah maupun bank swasta nasional. Persaingannya sudah tidak dengan BPR lagi, tetapi bersaing dengan bank-bank besar. Sesuai yang dijanjikan Bank Mandiri, tahun 2019 ATM Kospin Jasa sudah akan menyatu dengan ATM Bank Mandiri. Saat ini Kospin Jasa telah bekerja sama dengan Bank Permata, namun jaringan ATM-nya belum begitu banyak. Sehingga anggota masih ada kesulitan dalam bertransaksi melalui ATM. Setahun yang lalu, Kospin Jasa juga bekerja sama dengan Bank Jateng, dengan menggunakan ATM khusus untuk Tabungan Mikro.

Di Kospin Jasa ada 2 produk tabungan, yaitu Tabungan Koperasi dan Tabungan Mikro. Untuk Tabungan Mikro kerja sama dengan Bank Jateng. Harapannya, anggota yang ada di Randu Dongkal atau di daerah-daerah lain yang belum ada jaringan ATM bisa menggunakan Bank Jateng dengan ATM-nya. (adit – mar)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *