KSP Kodanua Menyerahkan SMK Ketika yang Lain Masih Resah dan Gelisah

Saat sebagian insan koperasi resah dan gelisah, serta sibuk mempersoalkan pasal-pasal dalam Undang-undang (UU) No 12 tahun 2012 tentang Perkoperasian, karena dianggap “menceredai” filosofi koperasi, tidak aspiratif, mengkerdilkan koperasi, pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kodanua yang diketuai oleh HR Soepriyono, justru sigap dan mengambil langkah cepat mengimplementasikan UU tersebut.

Jelang akhir tahun 2012 silam, misalnya, pengurus menyelenggarakan Rapat Anggota Khusus (RAK), di Hotel Bidakara, Jakarta. Dalam RAK tersebut di samping menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) tahun buku 2013. Yang juga sangat penting, membahas implementasi UU No 17 tahun 2012, khususnya tentang simpanan wajib menjadi setoran pokok koperasi yang tidak bisa diambil ketika anggota keluar dari koperasi, dan besaran Sertifikat Modal Koperasi (SMK). Melalui pembahasan yang cukup hangat, akhirnya disepakati  – diputuskan bahwa besaran setoran pokok koperasi Rp 100.000,- dan nilai nominal Sertifikat Modal Koperasi (SMK) Rp 100.000,-

Walau Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri (Permen) belum diterbitkan, karena menyadari bahwa UU harus dipatuhui oleh seluruh Warga Negara Indonesia, pengurus Kodanua terus mempersiapkan langkah-langkah ke depan. Adalah KSP Kodanua pula yang tercatat sebagai koperasi pertama yang telah menyerahkan SMK kepada anggotanya. Deputi Menteri Koperasi dan UKM, Bidang Kelembagaan, Drs Setyo Heriyanto, yang menyerahkan secara simbolis SMK KSP Kodanua kepada anggota, saat pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-35 tahun buku 2012 di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada 12 Maret 2013. Setyo Heriyanto tidak saja mengapresiasi langkah cepat KSP Kodanua, juga memuji dan memeri acungan jempol.

Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM, DR Pariaman Sinaga, yang juga pernah menjabat Deputi Bidang Kelembagaan mengatakan; “Kodanua memang selalu proaktif, dan antisipatif. Meski PP dan Permen-nya belum terbit, karena secara eksplisit tertulis dalam UU, tidak salah Kodanua sekarang sudah menerbitkan Sertifikat Modal Koperasi, dan menyerahkannya kepada para anggota. Lebih cepat, lebih baik, karena UU tidak bakal dicabut.”

Terkait RAT, Soepriyono menjelaskan bahwa RAT bukan semata-mata untuk melaporkan pertanggungjawaban kinerja pengurus – pengawas selama setahun, tetapi juga untuk melakukan koreksi dan evaluasi secara terus-menerus sehingga menjadi koperasi yang berkembang dengan baik, mendorong potensi usaha anggota, memberikan lapangan pekerjaan, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi di wilayah kerjanya.

Dijelaskan bahwa jumlah anggota dan calon anggota yang juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini sekitar 18.000 orang. Jika setiap anggota tahun 2013 ini membawa 2 orang pengusaha maka KSP Kodanua akan mempunyai anggota kurang lebih 36.000 – 84.000 orang. Bila setiap anggota membutuhkan modal Rp 50 juta – Rp 100 juta, berarti dibuhkan pendanaan sekitar Rp 180 miliar. Karena itu KSP Kodanua menjalin kerja sama dengan beberapa bank, antara lain Bank DKI, Bank Bukopin, Bank Mandiri. “Karena Kodanua juga berencana akan membuka unit syariah, akan bersinergi dengan Bank Muamalat,” tutur Soepriyono.

Dilaporkan kondisi KSP Kodanua bahwa selama 3 tahun terakhir jumlah anggota ada sedikit penurunan 0,04%. Bila dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah calon anggota, masih belum seimbang. Namun jika dilihat dari aspek usaha, sangat menguntungkan bagi anggota maupun calon anggota. Munurut Soepriyono, hal ini terjadi karena pengurus mempunyai strategi, memberikan pelayanan kepada calon anggota terlebih dahulu dengan maksud untuk meningkatkan usaha para calon anggota, sehinga setelah usaha para calon anggota itu tumbuh, dan memenuhi kreteria – persyaratan dicatat sebagai anggota penuh koperasi, maka dengan caracara seperti ini akan memperkuat keberadaan koperasi karena ada dukungan dari anggota dan calon anggota.

Di sisi lain, yang menggembirakan adalah partisipasi anggota naik 7,79% dibanding tahun sebelumnya, 2011. Tabungan dan simpanan naik 5,30%, aset bertambah 8,08%. “Hal ini menunjukan bahwa kinerja bidang keuangan dikelola cukup baik. Sehingga secara otomatis seluruh aset yang ada mendukung pertumbuhan usaha,” jelasnya. Tingkat keswadayaan koperasi, kata dia, tumbuh cukup menggembirakan, yaitu 7,79%, dan rasio pendapatan naik 3,66%. Ini juga menunjukan bahwa setiap aset yang dikelola mampu menghasilkan pendapatan cukup baik. “Secara umum dalam tahun buku 2012 KSP Kodanua tumbuh 7,99%, atau lebih besar bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi makro sekitar 6,8%,” jelas Soepriyono.

Disamping beberapa hal yang menunjukan kenaikan, pengurus mengakui, aspek pendapatan yang sedikit menurun hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya hari kerja, karena setiap hari Sabtu libur. Kerja karyawan – pengelola dalam satu minggu hanya 5 hari kerja. Dalam satu tahun, jumlah hari Sabtunya  44 hari, dan hari Minggu 44 hari, dan libur nasional 11 hari, belum lagi cuti bersama terkait Hari Raya Lebaran. Dalam setahun kecuali libur hari minggu, kurang lebih 2 bulan libur tidak bekerja. Belum lagi kalau mengambil cuti. Kerja hanya 10 bulan, tetapi gajinya minta setahun. Karena itu para karyawan harus kerja keras dalam 5 hari kerja, yang sebelumnya 6 hari penuh.

Di sisi lain, tingginya tingkat persaingan dengan pelaku ekonomi yang memiliki usaha sejenis, dan secara makro perkembangan ekonomi global sulit untuk diprediksi sehingga sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi mikro yang di dalamnya pelaku UMKM anggota KSP Kodanua. Pertumbuhan KSP Kodanua dapat ditandai dengan bertambahnya aset seperti dibelinya gedung kantor di Semarang, Jawa Tengah senilai Rp 1,5 miliar, dan gedung kantor di Sukabumi, Jawa Barat senilai Rp 2 miliar. Dengan adanya gedung yang cukup representatif itu diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para anggota, juga memberikan semangat kerja kepada para karyawan yang dapat berpengaruh meningkatnya
pendapatan koperasi.

Dari tahun ke tahun, kata Soepriyono, KSP Kodanua menunjukan angka-angka pertumbuhan yang cukup signifikan. Pertumbuhan itu harus dijaga, bahkan ditingkatkan terus sehingga koperasi tetap menjadi tiang penyangga yang kokoh dan kuat untuk perkembangan UMKM sebagai pelaku ekonomi di masa kini dan masa yang akan datang. Atas dasar itulah, kata dia, semangat kerja dan bersatunya pengurus, pengawas, manajemen, dan anggota perlu dijaga secara sistematis.

Selama ini, bersatunya ketiga komponen tersebut dikemas dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas – jujur dalam memberikan pelayanan kepada anggota maupun calon anggota secara kontinyu dan optimal. Dengan semangat itulah hingga seluruh pengurus dan perangkat manajemen memiliki tekat kuat untuk mampu menghadapi perubahan situasi dan kondisi apa pun guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada para anggotanya.

Disamping itu juga berinovasi untuk menjaga pertumbuhan sehingga tetap stabil dan menjadi andalan bagi setiap anggota. Tekat dan semangat ini telah terpatri di dada dan sanubari para pengurus maupun pengelola koperasi. Dan ternyata, dapat menyumbangkan semangat untuk meningkatkan pertumbuhan koperasi dan usaha para anggota hingga saat ini. Ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian bersama, yaitu; adanya Undang-undang (UU) No 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian sebagai pengganti UU No 25 tahun 1992, yang di dalamnya ada beberapa Pasal yang harus disesuaikan operasionalnya.

Tahun 2013 – 2014 disebut sebagai tahun politik, sebagai persiapan penggantian presiden, dan kemungkinan ada kebijakan-kebijakan baru yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, di dalamnya ada koperasi. Berdasarkan perkiraan para pakar ekonomi, pertumbuhan ekonomi nasional diramalkan tumbuh 6,8% per tahun. Koperasi sebagai pelaku ekonomi harus mampu menangkap peluang tersebut. “Karena itu perlu persiapan organisasi yang lentur, dan didukung sumber daya manusia (SDM) yang dapat mengembangkan inovasi,  menerima perubahan sebagai pemicu pertumbuhan,” urai Soepriyono.

Terkait kemungkinan berbagai perubahan, agar koperasi tetap stabil, tidak menimbulkan gejolak, maka ketika diadakan pemilihan pengurus baru periode 2013 – 2018 secara aklamasi anggota mengamanatkan kembali kepercayaannya kepada pengurus dan pengawas yang telah berakhir masa baktinya, kemudian dikukuhkan untuk masa bakti 5 tahun ke depan, dengan tambahan beberapa personil baru sebagai upaya persiapan kaderisasi.

Disadari bahwa tantangan ke depan semakin berat sehingga dibutuhkan orang-orang yang sudah berpengalaman, dan tahu seluk likunya organisasi dan usaha koperasi sehingga siap menerima perubahan UU yang berlaku tanpa adanya gejolak yang berpengaruh kepada pertumbuhan koperasi. Pengurus ini juga diamanatkan untuk menyiapkan kader-kaderyang dapat menjaga, dan menumbuhkan koperasi agar lebih maju, tanpa adanya gejolak yang merugikan koperasi. Kaderisasi itu dianggap sangat penting karena akan menjaga dan membawa kehidupan koperasi di masa-masa yang akan datang.

Pengurus harus punya kecakapan intrepreneurship – jiwa kewirausahaan yang kuat, mempunyai karakter da kepribadian yang baik. Karena ini adalah kunci untuk bisa meneruskan apa yang telah menjadi cita-cita KSP Kodanua. “Tidak ada jaminan bahwa koperasi yang gontaganti pengurus juga akan lebih baik. Sebagai contoh di Kospin Jasa, Pak Zaki (alm) menjadi Ketua Umum selama 26 tahun, tidak pernah diganti. Program kerjanya secara berkesinambungan bisa dilaksanakan terus-menerus sehingga generasi berikutnya yang meneruskan menjadi lebih enak. Itu terbukti dengan capaian-capaian yang diperoleh Kospin Jasa. Ke depan, KSP Kodanua juga bisa menjadi lebih baik, dan menjadi salah satu kekuatan koperasi yang besar di Indonesia. Saya yakin, kalau koperasi itu besar, UKM kuat, rakyat Indonesia akan sejahtera, ” tutur Ketua Kospin Jasa, Andi Arslan, yang juga menjabat Ketua I Induk Koperasi Simpan Pinjam (IKSP).

Mengomentari pertumbuhan aset KSP Kodanua sebesar 8,46% Andi mengatakan; “Cukup bagus, walaupun belum fantastis.” Untuk tahun buku 2012 Kospin Jasa mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 28%. Ke depan KSP Kodanua diharapkan mampu menggapai pertumbuhan aset sampai 2 digit. Artinya, ukurannya tidak sekedar kepada pertumbuhan ekonomi nasional. Kalau aset KSP Kodanua itu besar, kata Andi, tentu harapannya SHU semakin besar. Dan inilah sebetulnya cita-cita dari koperasi bahwa koperasi yang besar itu mampu memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada seluruh anggotanya. Terkait kerja sama dengan perbankan guna memupuk permodalan agar dapat memenuhi kebutuhan anggota, Andi menyarankan, barangkali kalau simpanan dan tabungan dari anggota bisa terus ditingkatkan untuk menambah permodalan KSP Kodanua akan sangat bagus, dan lebih baik lagi karena otomatis biaya bunga juga lebih murah daripada bank.

Telah menjadi tradisi sejak awal, sebagai koperasi yang memiliki jiwa sosial  KSP Kodanua juga melakukan berbagai kegiatan sosial. Pada RAT tahun buku 2012 ini KSP Kodanua memberikan beasiswa bagi 75 murid SD dan siswa SMP. Untuk murid SD menerima beasiswa Rp 600.000, per orang, sedangkan untuk siswa SMP sebesar Rp 750.000,-  dan memberikan sumbangan kepada masjid-masjid yang berada di wilayah kerja koperasi. Memberikan hadiah kepada anggota dan karyawan yang memiliki loyalitas tinggi, dan memberikan dukungan kuat kepada koperasi. (mar – yun) 

This entry was posted in Sajian Khusus and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *