KSP Kodanua Menyiapkan Regernasi

Sebagai koperasi besar dengan reputasi nasional, menjaga nama baik dan kepercayaan anggota, salah satunya dengan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu adalah keharusan. Hal itu disadari benar oleh pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kodanua. Sehingga pengurus selalu berusaha melaksanakan RAT di bulan Februari, atau paling lambat awal Maret. RAT tahun buku 2017 yang dilaksanakan pada 17 Februari 2018 di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, merupakan RAT ke-XL (40) sekaligus pemilihan pengurus dan pengawas baru periode 2018 – 2023.

Sebagai ungkapan syukur atas capaian kinerja tahun buku 2017, dan genap empat dasawarsa (40 th) KSP Kodanua bagi-bagi hadiah, baik untuk anak asuh sebanyak 83 orang dari tingkat sekolah dasar (SD), dan sekolah lanjutan pertama (SMP), penghargaan kepada kantor cabang berprestasi terbaik (ada 3 cabang), penghargaan anggota teladan, hadiah umrah untuk 3 orang anggota, masing-masing Rp20 juta dan setumpuk doorprize dengan hadiah utama sepeda motor. “KSP Kodanua juga menyalurkan bantuan bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana gempa Gunung Agung di Bali,” tutur Ketua Umum KSP Kodanua, H.R. Soepriyono, S.AB.

Dari beberapa penelitian, kata Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, Ir. Agus Muharram, pengembangan karir seseorang mencapai puncaknya pada di usia 40-an. Ada yang mengatakan the man of the year – puncak karir seseorang pada usia tersebut. Kita bisa lihat, ketika Ir. Soekarno (Bung Karno) memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan menjadi Presiden RI pertama usianya baru 44 tahun. John F. Kennedy Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih baru berusia 43 tahun. Kemudian Presiden Soeharto mulai memimpin Indonesia sebagai Presiden RI ke-2 pada 12 Maret 1966 ketika berusia 45 tahun, dan Joko Widodo saat terpilih sebagai Presiden ke-7 tahun 2014 usianya masih relatif muda 53 tahun. Demikian pula pemimpin-pemimpin puncak di perusahaan juga banyak yang berusia 40-an. H.R. Soepriyono ketika mulai memimpin KSP Kodanua pun usianya masih sangat muda, belum genap 30 tahun.

Tidak mudah sebuah organisasi selama 40 tahun berjalan langgeng. Padahal jumlah anggota dan calon anggota yang dilayani belasan ribu orang. “Partai saja, belum 10 tahun sudah pecah belah. Gubernur dengan wakil gubernur, walikota dengan wakil walikota baru 2 tahun sudah percah belah. Tetapi KSP Kodanua 40 tahun, tetap utuh, tidak ada gejolak, dan terus berkembang menjadi koperasi besar, pasti ada kuncinya. Dan kunci tersebut pasti dipegang ketuanya, Pak Soepriyono,” tutur pelaksana tugas (PLT) Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat, Mayjen TNI (Purn) H. Nachrowi Ramli, saat memberikan sambutan dalam RAT KSP Kodanua.

Kunci sukses KSP Kodanua, kata Nachrowi, pertama pasti membangun sense of belonging – melu handarbeni – rasa memiliki. Setelah rasa memiliki itu tinggi, timbulah sense of proud – rasa bangga terhadap Kodanua. Membanggakan bukan semata soal simpan pinjam, tetapi sebagai anggota, karena koperasi menjadi besar, tertib, dan langgeng seperti sekarang. Setelah sense of belonging – sense of proud, kemudian sense of belity – kemampuan. Maka, KSP Kodanua harus dikelola dengan baik, dimiliki dengan baik oleh semua anggota; pengurus dan pengawas, juga anggota, harus bertanggung jawab agar KSP Kodanua tidak pecah.

Dengan usia yang cukup matang, kata Agus Muharram, KSP Kodanua tentu sudah mampu mengatasi kendala yang dihadapi dan memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa persoalan yang sekarang sedang dihadapi oleh gerakan koperasi, terutama masalah sumber daya manusia (SDM). Kaderisasi harus disiapkan oleh koperasi-koperasi yang selama ini sudah hebat dan besar, termasuk KSP Kodanua. “Kaderisasi itu sangat penting, baik untuk pengurus maupun pengawas. Karena cepat atau lambat semua akan selesai. Waktu yang akan menyelesaikan. Jika kaderisasinya lambat, atau malah tidak melakukan, koperasi itu kelak akan mengalami kendala cukup berat. Untuk itu, koperasi harus selalu melakukan pelatihan-pelatihan. Selain melalui pelatihan, kaderisasi juga melalui berbagai pengalaman dengan saling berkunjung dari satu koperasi ke koperasi lain,” urai Agus yang mengaku, Mei 2018 pensiun sebagai aparat negara sipil (ANS).

Aturan organisasi koperasi, RAT adalah wadah di mana seluruh anggota bisa menyampaikan aspirasi, wadah untuk introspeksi diri, wadah memilih pemimpin – pengurus dan pengawas, wadah menyusun program kerja ke depan maunya akan seperti apa. Dalam RAT semua harus jujur mengakui kekurangan dan keberhasilan kinerja pengurus, pengawas, dan manajemen, terlebih bukan untuk mencari kesalahan semata. Ke depan, kata Nachrowi, KSP Kodanua perlu diurus orang-orang yang punya kreativitas tinggi. Harus punya skill – keterampilan yang memadai, pas dengan situasi sekarang. Maka perlu regenerasi dengan memberi kesempatan kepada yang lebih muda. Janganlah, misalnya, urusan fisik ditarik orang yang usianya sudah di atas 50 tahun, tidak pas. Atau pemikir, tetapi kegiatannya di lapangan, juga kurang pas. Tidak ada yang kekal, kecuali perubahan. Karenanya kita tak boleh alergi dengan perubahan. “Jangan merasa ada resistensi terhadap perubahan,” tegas Nachrowi.

Menurut Soepriyono, kinerja keuangan KSP Kodanuan perkembangannya tahun buku 2017 tidak cukup signifikan, tetapi lembaga juga tidak rugi. Dijelaskan, aktiva per 31 Desember 2017 sebesar Rp153.834.341.000 meningkat 2,5% dibandingkan per 31 Desember 2016, sebesar Rp151.848.590.000. Pinjaman anggota dan calon anggota tahun 2017 sebesar Rp216.785.580.000, menurun sebesar 7,5% dari tahun 2016 sebesar Rp240.420.500.000. Penurunan daya beli masyarakat berdampak terhadap usaha anggota dan calon anggota. Simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela tahun 2017 sebesar Rp17.978.187.000, meningkat sebesar 0,2% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp17.941.358.000. Tabungan 2017 sebesar Rp69.362.045.000, meningkat sebesar 12% jika dibaningkan tahun 2016, sebesar Rp65.678.321.000. Modal koperasi, kekayaan bersih 2017 sebesar Rp70.016.475.000. Sisa hasil usaha (SHU) tahun 2017 sebesar Rp2.108.512.000.

Kondisi kurang menggembirakan itu, kata Soepriyono, terpengaruh dari daya beli masyarakat yang masih lemah. Namun rasio keuangan tahun 2017 menunjukkan bahwa KSP Kodanua masih cukup baik dan aman. Rasio likuiditas sebesar 173%, menunjukkan bahwa koperasi masih sangat likuid, sehingga tabungan anggota terjamin kemanannya. Rasio solvabilitas sebesar 184% berarti seluruh utang, dan simpanan termasuk tabungan anggota dijamin berlebih oleh aset koperasi. Rasio rentabilitas usaha sebesar 2,1% hal ini menunjukkan bahwa KSP Kodanua dengan memutarkan modal dan utang masih dapat memperoleh keuntungan – SHU. Rasio rentabilitas modal sendiri 7,4% menunjukkan, KSP Kodanua masih mampu memutarkan modal sendiri berupa simpanan pokok, simpanan wajib, tabungan dan cadangan untuk menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan KSP Kodanua ke depan, Soepriyono menegaskan, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian; Adanya perubahan pola konsumsi dan perkembangan teknologi informasi di semua sektor ekonomi seperti; transportasi, komunikasi, keuangan, dan perdagangan, yang mengakibatkan banyak perusahaan besar mengalami kemunduruan, bahkan dikhawatiran bangkrut, yang juga berpengaruh terhadap usaha anggota dan calon anggota serta KSP Kodanua. Tahun 2018 – 2019 adalah tahun politik, dengan adanya pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur – Bupati – Walikota serentak pada 27 Juni 2018 yang diikut oleh 171 daerah (17 provinsi – 115 kabupaten –  39 kota), dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) serta pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 sedikit banyak akan berpengaruh pada kondisi ekonomi dan keamanan.

Berdasarkan ramalan para ekonom, pertumbuhan perekonomian nasional tahun 2018 diperkirakan tumbuh sekitar 5,5%, maka koperasi sebagai pelaku ekonomi harus mampu menangkap peluang-peluang yang ada. Karena itu perlu persiapan organisasi koperasi yang lentur, didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni – profesional, dapat mengembangkan inovasi serta menerima perubahan-perubahan tersebut sebagai pemicu pertumbuhan usaha koperasi.

Pengurus dan pengawas yang sebagian dari kalangan muda harus mampu meredam gejolak-gejolak yang akan berpengaruh pada pertumbuhan KSP Kodanua. Kader-kader muda pengurus periode 2018 – 2023 yaitui; Tommy Priyanto, S.E., M.M. (Ketua I), Nugroho Ari Wibowo, S.E. (Ketua II) baru kali pertama masuk jajaran pengurus inti, dan Susi Freolita, S.E. (Sekretaris II) diharapkan mampu menyiapkan kader-kader baru yang dapat menjaga dan menumbuhkembangkan koperasi lebih maju, tanpa adanya gejolak yang dapat merugikan KSP Kodanua, dan koperasi pada umumnya.

Melalui RAT ke-40, kata Soepriyono, anggota diharapkan memberikan masukan, kritik, dan saran serta koreksi kinerja pengurus dan pengawas agar ke depan KSP Kodanua berkembang dengan baik, mampu mendorong potensi usaha anggota, menciptakan kesempatan kerja, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi di berbagai wilayah kerja KSP Kodanua yang kini memiliki 22 kantor cabang. “Melalui semangat persatuan dan kesatuan KSP Kodanua diyakini akan terus tumbuh dan berkembang menjadi pelaku ekonomi yang handal sesuai jatidiri koperasi, dan mampu bersaing dengan pelaku-pelaku ekonomi yang lain,” tegasnya.

Sebagai Ketua Umum KSP Kodanua, Soepriyono memberikan apresiasi tinggi kepada anggota yang dengan disiplin menabung, meminjam uang di koperasi, serta mengangsurnya tepat waktu sesuai perjanjian. Bagi anggota yang masih pasif, terlebih lagi yang memiliki kredit lalai – kredit macet, dia sangat berharap agar anggota menjadi lebih disiplin, karena kelancaran angsuran anggota akan berdampak pada perkembangan lembaga, dan membantu anggota yang lain. “Bersama KSP Kodanua kita menuju keberhasilan,” tegas Soepriyono.

Terkait Pilkada serentak 2018, Pilek dan Pilpres 2019, Nachrowi mengatakan; “Koperasi yang bergerak di bidang ekonomi kerakyatan, tidak bisa berjalan sendiri. Pasti terpengaruh oleh situasi tersebut. Oleh karena itu dalam menyusun program kerja hendaknya situasi itu dihitung dengan baik. Misalnya, KSP Kodanua menyiapkan anggaran untuk anggota yang bisnis pencetakan kaos, pembuatan baliho, spanduk, dan umbul-umbul. Menyiapkan anggaran untuk anggota yang bisnis penyewaan pengeras suara. Karena musim kampanye, peralatannya kurang dan harus beli baru lantaran banyak yang menyewa.”

Bisa juga KSP Kodanua menyiapkan modal bagi anggota yang menjadi koordinator satpam untuk menjaga billboard, spanduk, umbul-umbul, dan sebagainya, peserta Pilkada – Pileg. “Bisa saja terjadi, spanduk dan umbul-umbul baru dipasang, 2 hari sudah hilang. Harus ada yang jaga. Saya mengalami waktu nyalon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012, Pasang spanduk baru 2 hari kemudian hilang. Pasang stiker, hilang. Kecuali bayar yang jaga, sehari Rp100.000 baru aman,” kata Nachrowi memberi contoh. Pilkada, Pileg, dan Pilpres, lanjut dia, juga menjadi peluang. Jadi, tahun politik harus dibaca baik-baik, pasti ada peluang untuk meningkatkan peran KSP Kodanua dalam perdagangan. Yang terpenting; tumbuhkembangkan rasa kebersamaan di dalam berkoperasi, tingkatkan rasa memiliki, tingkatkan rasa kebanggaan, dan tingkatkan rasa tanggung jawab terhadap KSP Kodanua.

Menyinggung masalah pembiayaan, Agus Muharram mengatakan; sekarang eranya sudah mulai bunga single digit, bunga murah di bawah 10%. Kredit usaha rakyat (KUR), misalnya, sekarang hanya 7%. Ini akan membuat koperasi-koperasi bersaing ketat di lapangan. Selain KUR yang bunganya 7% ada juga kredit ultra mikro (UMi) yang disalurkan melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk disalurkan kembali kepada usaha mikro dengan besar pinjaman Rp3 – 4 juta, maksimal Rp10 juta dengan bunga 4% per tahun.

Menteri Keuangan Sri Mulayani Indrawati menargetkan, penyaluran kredit UMi pada tahun 2018 sebesar Rp2,5 triliun atau naik dari tahun 2017 yang sebesar Rp1,5 triliun. Menteri Keuangan mengaku anggaran dana penyaluran UMi sebesar Rp2,5 telah disetujui oleh DPR. Kredit tersebut akan disalurkan kepada pelaku usaha mikro kecil, seperti pedagang ayam, tukang jahit, dan pelaku usaha lainnya. Diharapkan, penambahan anggaran ini bisa didistribusikan dan menjangkau lebih banyak usaha mikro, agar mereka mampu bertahan dan roda ekonominya tetap berputar untuk menopang kebutuhan keluarganya.

Saat ini, penyaluran kredit UMi dilakukan melalui PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yang dikoordinasi oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Ketiga BUMN dan anak usaha BUMN itu juga melibatkan koperasi sebagai perpanjangan tangan penyaluran kredit. Kredit UMi sendiri baru dimulai Oktober 2017. Kendati demikian hingga Januari 2018 debitur UMi sudah mencapai 307.032. Pemerintah menargetkan sampai akhir 2018 jumlah debitur kredit UMi mencapai 800.000-an. Jumlah usaha mikro yang tidak terfasilitasi oleh KUR cukup banyak, sekitar 44 juta usaha lebih, atau 72,1% dari jumlah UMKM. Pada pertengahan 2018, program pembiayaan UMi akan dievaluasi. Jika lancar proses penyalurannya, alokasi anggaran untuk tahun 2019 akan ditambah. (mar – sutarwadi)

Pengurus dan Pengawas KSP Kodanua Periode 2018 – 2023

PENGURUS
Ketua Umum : H.R. Soepriyono, S.AB.
Ketua I : Tommy Priyanto, S.E., M.M.
Ketua II : NugrohoAri Wibowo, S.E.
Sekretaris I : H. Djamingun
Sekretaris II : Susi Friolita, S.E.
Bendahara I : H. Tugiman, S.E., M.M.
Bendahara II : Hj. Djariyah

PENGAWAS
Ketua : H. Soemarno, B.Sc.
Sekretaris : Drs. M. Rumman, S.H.
Anggota : Acmad Warsino
PENASEHAT : Prof. S.R. Thobby Mutis

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *