KSP Kopdit Pintu Air Mengepakkan Sayap Sampai Ibukota, Jakarta

Tidak seperti biasanya, Koperasi Simpan Pinjam – Koperasi Kredit (KSP Kopdit) Pintu Air Rotat Indonesia, melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada bulan April. Selama 21 tahun, biasanya RAT dilaksanakan pada bulan Februari, atau paling lambat Maret. Baru kali pertama, KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia melaksanakan RAT pada bulan April, yaitu 6 – 7 April 2018 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tema RAT kali ini; “Dengan Semangat RAT ke-XXII Tahun Buku 2017, Kopdit Pintu Air Bersama Nelayan, Tani, Ternak, dan Buru (NTT-B), Siap Menciptakan Wirausahawan Baru, Sekaligus Menjadi Investor Lokal untuk Membangun Masyarakat Indonesia yang Bermartabat, Sejahtera Jasmani, dan Rohani.” Sedangkan subtemanya adalah; Wujudkan Ekonomi Mandiri Bersama Nelayan, Tani, Ternak, dan Buru (NTT – B) sebagai Pemain Utama, Bukan Penonton.

Dalam kegiatan RAT yang dilaksanakan di Hotel Cahaya Bapa Kupang, itu juga ada kegiatan seminar – lokakarya sehari bagi seluruh komponen pengelola KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 6 April 2018 dengan tema “Memahami Dunia Kerja yang Profesional dan Berintegritas” itu menghadirkan 3 orang narasumber yaitu Pembina Bidang Hukum KSP Kopdit Pintu Air, Victor Nekur, S.H., Akuntan Publik, Johanes Mboik, dan motivator Moses Usvinit. Namun sebelumnya, pada 5 April dilakukan upacara adat dan malam perkenalan di aula Kantor Cabang Kupang di Jln. Kelapa Lima, Kota Kupang, dihadiri para pengurus, pengawas, komite, dan tim manajemen sebanyak 300-an orang. Ada juga misa syukur paskah bersama, misa syukur Jumat pertama dan misa syukur ulang tahun KSP Kopdit Pintu Air yang ke-XXII.
Menurut penjelasan Ketua Umum KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, khusus RAT tahun buku 2017 pelaksanaannya di bulan April karena segala sesuatunya harus dipersiapkan sebab; RAT ke-XXII merupakan RATNAS perdana setelah status KSP Kopdit Pintu Air disahkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, sebagai koperasi primer tingkat nasional. Sebelumnya KSP Kopdit Pintu Air adalah koperasi primer tingkat provinsi. Setelah membuka cabang di Makassar, Sulawesi Selatan, di Surabaya, Jawa Timur, dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kementerian Koperasi dan UKM pada 23 Oktober 2017 mensahkannya sebagai koperasi primer tingkat nasional. Dan tahun 2018, KSP Kopdit Pintu Air juga segera membuka cabang di Ibukota Negara, Jakarta. “Persiapannya sudah matang, tinggal meresmikan,” jelas Jano.

Yang hadir dalam RAT, meliputi utusan dari 45 kantor cabang dan 16 kantor cabang pembantu termasuk dari Makassar, Surabaya, dan Dompu, dengan jumlah yang diundang 1.500 orang, namun yang hadir lebih dari 2.000 anggota. Kapasitas aula menurut pengelola hotel mampu menampung 2.000 orang, tetapi peserta yang berdiri karena kehabisan tempat duduk jumlahnya cukup banyak. Untuk RAT tahun buku 2018 akan ada utusan dari DKI Jakarta. KSP Kopdit Pintu Air mulai tahun buku 2017 sudah diaudit oleh akuntan publik; Wartono & Rekan dari Surakarta, Jawa Tengah. Auditor dari Akuntan Publik – Wartono & Rekan melakukan pemeriksaan mendalam – standar Sak Etap baru pada bulan Januari 2018. “Karenanya, pelaksanaan RAT sedikit mundur dari biasanya, menjadi  April,” tutur Yakobus Jano.

Dalam laporan singkatnya tentang kinerja keuangan tahun buku 2017, Yakobus Jano menjelaskan; proyeksi kenaikan simpanan saham sebesar 80%, tercapai 70% yaitu dari Rp560.435.000.000 tercapai Rp393.744.426.050 per 31 Desember 2017. Kemudian proyeksi pelayanan pinjaman sebesar Rp919.325.000.000 terealisasi 69% atau sebesar Rp631.919.107.437. Proyeksi pendapatan Rp169.961.000.000 hanya tercapai 72% atau sebesar Rp121.882.790.394. Untuk sisa hasil usaha (SHU) bersih – setelah pajak diproyeksikan sebesar Rp3.537.597.000 realisasinya hanya tercapai sebesar 34% atau setara dengan Rp1.213.030.972. Total anggota KSP Kopdit Pintu Air per 31 Desember 2017 sebanyak 173.280 atau naik 20% (28.846 orang) dari tahun 2016 yang sebanyak 144.434 orang.

Pintu Air yang dibuka pada 1 April 1995, terus mengalirkan air kehidupan sampai jauh dari sumbernya di Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Maumere, NTT. “Kami tidak banyak permintaan kepada pemerintah, khususnya pemerintah pusat, Kementerian Koperasi dan UKM. Kami yang terdiri dari para nelayan, tani, ternak, dan buru, hanya minta pendidikan, pelatihan, dan keterampilan. Agar kami yang terkumpul dari kekuatan nelayan, tani, ternak, dan buru ini mampu mandiri. Itu saja permohonan kami,” tegas Jano penuh harap.

Dia mengutip sebaris syair Mars KSP Kopdit Pintu Air; “Orang kaya adalah datang dari orang miskin yang bermental kaya.”  “Jadi, mulai hari ini semua anggota gerakan KSP Kopdit Pintu Air mempunyai tekat yang satu dan sama; Kita harus menjadi orang yang memberikan kontribusi kepada negeri tercinta, Indonesia. Walaupun hanya dengan recehan-recehan sehari Rp2.000. Tetapi mempunyai nilai untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa yang kita cintai, Indonesia,” tegasnya.

Menjawab permintaan Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, yang jelang akhir April 2018 dilantik menjadi Sekretaris Menteri (Sesmen) Koperasi dan UKM, A.A.G. Ngurah Puspayoga, mengatakan; “Bisa dikoordinasikan dengan Dekopin, baik Dekopinwil, maupun Dekopin Pusat, karena Dekopin juga punya Diklat pelatihan. Bisa juga dengan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) di Kementerian Koperasi dan UKM. Tolong pengurus membuat rencana Diklat apa yang diperlukan. Sebab, Diklat ini banyak sekali macamnya. Secara spesifik, Diklat yang diperlukan segera disampaikan ke kami, nanti difaslitasi untuk disampaikan kepada Deputi Bidang SDM agar harapan Ketua KSP Kopdit Pintu Air bisa terpenuhi,” pinta Meliadi.

Diklat, lanjut Meliadi, suatu hal yang sangat penting. Bagaimana mungkin ke depan kita bisa berhasil jika kualitas SDM-nya masih kurang. Di Kementerian Koperasi dan UKM ada yang namanya reformasi total. Programnya ada rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan. Peningkatan kualitas SDM bisa masuk dalam program reorientasi, di mana kalau dulu kita berfikir kuantitas, sekarang berfikirnya meningkatkan kualitas. Dan kualitas SDM itu menjadi hal utama – sangat penting.

Tema dengan clue kewirausahaan, sangat menarik. Karena kewirausahaan itu menjadi program nasional. Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta agar jumlah wirausaha ditingkatkan. Suatu Negara rakyatnya akan menjadi makmur dan maju jika jumlah wirausahanya paling sedikit 2% dari populasi jumlah penduduk. Tentu saja wirausahanya bukan sekelas UKM, tetapi wirausaha besar. Tahun 2014 jumlah wirausaha kita baru 1,4%. Tapi 2016 masuk 2017 rasio kewirausahaan kita sudah meningkat menjadi 3,1%. “Jika setiap koperasi punya program meningkatkan kewirausahaan anggotanya, saya yakin pada tahun 2019 jumlah wirausaha Indonesia secara nasional akan mencapai sekitar 5% – 6%. Dalam program pengembangan, masalah IT juga menjadi prioritas. Tidak ada cara lain selain kita menguasai IT. Koperasi tidak akan menjadi besar tanpa menguasai IT,” tegas Meliadi.

Kopdit Pintu Air telah mampu mencapai prestasi-prestasi prestisius, antara lain tahun 2017, setelah meresmikan 2 cabang, yaitu Cabang Makassar dan Cabang Surabaya, resmi menjadi koperasi primer nasional, dari sebelumnya primer provinsi. Dan tahun buku 2017 adalah RAT tahun pertama sebagai primer tingkat nasional. Prestasi Kopdit Pintu Air memang luar biasa dengan jumlah anggota 173.280 orang, dengan jumlah aset lebih dari Rp762,736.083.300, dengan jumlah perputaran usaha atau pinjaman beredar Rp631.919.107.743, simpanan anggota lebih dari Rp390 miliar dan sisa hasil usaha (SHU) yang dicapai lebih dari Rp3,5 miliar, mempunyai 45 cabang, yang sebentar lagi akan bertambah 16 cabang, sehingga totalnya menjadi 61 cabang. “Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan,” kata Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat Agung Sujamoko, saat menyampaikan sambutan.

Prestasi itu, lanjut dia, tidak mungkin datang sendiri, karena dalam usianya yang baru 22 tahun, perjuangannya dimulai dari 50 orang anggota, tetapi saat ini anggotanya sudah 173.000 orang, tentu merupakan hasil pejuangan gigih para pengurus, pengawas, dan manajemen. Untuk itu pimpinan Dekopin mengharapkan, jangan hanya main di 4 provinsi. Indonesia sangat luas. Ada 34 provinsi, terdiri dari 526 kabupaten dan kota, ada lebih dari 7.000 kecamatan, dan mempunyai sekitar 69.000 desa dan kelurahan dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta jiwa. Pangsa pasar yang begitu luas, merupakan potensi besar bagi Kopdit Pintu Air.

Ada beberapa hal yang perlu dicermati. Sebagai forum demokrasi – pesta bersama menyambut keberhasilan kinerja sampai tahun 2017, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebagai sebuah pesta demokrasi, bukan sekadar membuang-buang biaya besar, tetapi ini merupakan bagian dari proses demokrasi untuk menyadarkan kita bersama tentang pentingnya kebersamaan membangun ekonomi gotong-royong. Menyadarkan kita bahwa besarnya koperasi ditentukan oleh partisipasi anggotanya. Besarnya koperasi ditentukan oleh kontribusi anggotanya, bukan hebatnya ketua – pengurus, atau manajemen. Jika anggota tidak berpartisipasi dan berkontribusi, Kopdit Pintu Air tidak mungkin akan sebesar ini.

Dalam pesta demokrasi ini, harapan Dekopin, dengan 45 cabang, dan 16 cabang yang akan segera menjadi cabang penuh, syukur-syukur di tahun 2018 sudah mampu menembus 10 provinsi, dengan minimal 1 cabang di ke-10 provinsi tersebut. “Saya kira, pengurus dan manajemen sudah menganilisis, mengkritisi kemampuan internal Kopdit Pintu Air dan eksternal masyarakat di tempat yang akan dibuka cabang baru,” tutur Agung. Dalam RAT, anggota juga harus berfikir mengkritisi tentang bagaimana perencanaan bisnis ke depan. Kalau mengkritisi jeleknya, pasti ada yang kurang. Wajar sebagai manusia punya kekurangan. Tetapi mengkritisi rencana bisnis ke depan yang ingin dicapai, misalnya, bahwa di tahun 2018 aset Kopdit Pintu Air harus di atas Rp1 triliun. Itu berarti ada target bersama antara pengurus, manajemen, dan anggota untuk mencapainya. Kalau sekarang baru mencapai Rp763 miliar, harus kerja ekstra keras untuk mencapai target Rp1 triliun.
Untuk mencapai aset Rp1 tiliun, logika sederhana secara ekonomi, mudah dicapai. Jika setiap anggota, setiap bulan menambah simpanannya Rp100.000 saja, dengan 173.000 orang, target aset Rp1 triliun akan mudah tercapai. Tantangan ke depan, dinamika bisnis sangat dinamis. Hal itu menjadikan motor bagi berbedanya strategi, pola, dan model bisnis. Ada contoh koperasi yang sudah melakukan  transformasi organisasi, yaitu Kospin Jasa Pekalongan, Jawa Tengah. Aset Kospin Jasa per 31 Desember 2017 telah mencapai Rp8 triliun, volume modal yang diputar mencapai Rp5,8 triliun. Kospin Jasa memiliki 134 cabang, tersebar di berbagai daerah, dan total jumlah anggota 212.450 orang.

Kospin Jasa sebagai holding, telah memiliki beberapa anak perusahaan. Punya 2 hotel cukup besar; Aston Simatupang, Jakarta dan Grand Kheisa, Yogyakarta. Bentuk badan usahanya PT, tetapi kepemilikan saham terbesarnya Kospin Jasa. Boleh atau tidak? Logika ekonomi boleh. Kenyataannya, di Negara-negara lain sudah dilakukan. Undang Undang (UU) No. 25 tahun 1992 Pasal 43 ayat (3) tentang Perkoperasian menyebutkan bahwa; “Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat.” Jadi, koperasi boleh punya hotel, boleh punya pabrik, boleh punya usaha maskapai penerbangan, juga boleh punya kapal, dan sebagainya.

Tetapi di Koperasi Kredit ada pertentangan yang belum ketemu formulasi resolusi menyelesaikan persoalan perbedaan pandangan tersebut. Kospin Jasa juga punya perusahaan yang bergerak di bidang asuransi yang sudah terdaftar di Bursa Saham. Beberapa waktu yang lalu juga sudah mengakuisisi PT Asuransi Takaful Umum, dan beberapa anak perusahaan lainnya. Bahkan juga berencana ingin mengakuisisi Bank Muamalat. Ada harapan besar untuk koperasi bisa berkembang dan maju. Sebenarnya, Kospin Jasa juga tidak jauh berbeda dengan Kopdit Pintu Air. Jika Kopdit Pintu Air mampu menjaga kebersamaan seluruh anggota dengan manajemen, dan dimotori oleh pengurusnya, hal itu akan tercapai.

Pengurus Kopdit Pintu Air harus berani mencanangkan, 5 tahun ke depan aset lembaga harus lebih dari Rp2 triliun. Caranya, anggota harus lebih rajin menabung di Kopdit Pintu Air, jangan menabung di bank, atau uangnya disimpan di lemari atau di bawah bantal. Karena menabung di koperasi, akan membesarkan koperasi itu sendiri. Keuntungan menabung di koperasi akan memudahkan untuk mendapatkan pinjaman dan pada akhir tahun memperoleh pembagian sisa hasil usaha (SHU). Sangat berbeda kalau kita punya uang ditabung di bank. Menabung di bank itu hanya mendapatkan kemudahan pelayanan dan bunga tabungan. Padahal, bunga tabungan itu dipotong pajak bunga tabungan. Bila kita punya uang di bawah Rp10 juta, lebih baik tidak ditabung di bank. Karena bunga tabungannya akan habis dipotong untuk biaya administrasi sebulan Rp10.000 plus Rp1.000 setiap kita ambil uang di ATM. Jika mengambilnya dari ATM bank lain akan dikenakan biaya Rp7.000 sekali transaksi.

Dalam dinamika bisnis, perubahan menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Untuk bisa besar dan kuat, maka sistem online dan aplikasi pengelolaan Kopdit Pintu Air harus kuat. Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya Kopdit di Indonesia dibandingkan provinsi lain. Kopdit-kopdit besar di NTT antara lain; Kopdit Pintu Air, Kopdit Obor Mas, Kopdit Ankara, Kopdit Songosay, Kopdit Serviam, Kopdit Kasih Sejahtera, Kopdit Swastisari, dan banyak lagi. Tinggal sekarang, dengan perubahan itu maka membutuhkan adanya tata kelola yang lebih modern dengan sistem aplikasi.

Agung Sujatmoko yang mengaku sedang menyelesaikan desertasinya untuk meraih master ilmu ekonomi di Universitas Pasundan, Bandung, mengadakan penelitian tentang koperasi kredit. Dengan studi kasus – penelitian Kopdit di Jakarta. Dia menyimpulkan bahwa  ada 5 variabel yang menarik. Pertama, citra koperasi. Citra koperasi di kalangan anggota Kopdit, hebat semua. Kedua, kualitas pelayanan juga hebat, meski masih ada catatan. Salah satunya, anggota ingin cepat mendapat pelayanan, dan anggota pingin pelayanan itu menggunakan sistem online. Ketiga, motivasi anggota bagian tertinggi. Untuk bisa membangun motivasi anggota, maka komunikasi dan sosialisasi koperasi dari pengurus dan manajemen bagi anggota sangat dibutuhkan. Keempat, kepuasan anggota. Pada umumnya anggota puas, tetapi masih ada catatannya. Di mana pengelolaan koperasi masih harus ditingkatkan oleh pengurus dan seluruh manajemen. Dan yang Kelima, variabelnya partisipasi anggota. Partisipasi anggota cukup tinggi, jika; citra koperasi, kualitas pelayanan, motivasi anggota, dan kepuasan anggota dijaga oleh seluruh manajemen koperasi.

Perubahan menjadi hal yang harus ditangkap, diimplementasikan dalam sistem modernisasi pengelolaan koperasi kredit yang dilandaskan pada penggunaan sistem aplikasi. Tantangan koperasi ke depan, semakin tidak mudah untuk mewujudkan kesejahteraan anggota. Di mana tantangan terberat Kopdit atau koperasi simpan pinjam (KSP) adalah adanya kebijakan pemerintah untuk menurunkan suku bunga bank dari 2 digit menjadi 1 digit. Kalau bank menurunkan kreditnya lagi menjadi 9% per tahun, kemudian kredit untuk rakyat (KUR) menjadi 5% per tahun, itu tantangan yang tidak mudah. Tetapi koperasi punya kelebihan, yaitu fleksibelitas dalam memberikan pelayanan kepada anggota, dibandingkan bank. Karena risiko biaya operasional bank,  kalau mengurusi yang kecil-kecil, biayanya besar. Belum lagi persoalan kebijakan kalau di bank itu NPL-nya naik – banyak yang ngemplang, maka pemilik saham di bank tersebut harus setor modal tambahan. Di koperasi belum ditentukan. Jadi, masih banyak kelebihan berkoperasi dibandingkan dengan sistem yang ada di bank konvensional. Itu tantangan yang kita hadapi.

Tentang peluang, banyak peluang yang bisa kita manfaatkan. Pertama, kesempatan membuka cabang sangat terbuka. Bahwa koperasi landasan dasarnya adalah kebutuhan anggota. Karena anggota pada dasarnya adalah pemilik, sekaligus pengguna atau pelanggan dari jasa koperasinya. Sebagai pemilik, para anggota harus senang menabung di koperasi. Harus membayar simpanan pokok dan simpanan wajibnya secara rutin di koperasi. Karena simpanan anggota itu yang akan membuat koperasi menjadi besar. Dan setelah membayar simpanan pokok, dan simpanan wajib, anggota juga wajib utang di koperasi. Karena yang akan menambah koperasi menjadi besar lantaran anggota mau bertransaksi dengan koperasi.

Utangnya untuk kegiatan produktif agar bisa lancar mengembalikannya. Untuk itu, keterampilan anggota juga perlu ditingkatkan, perlu bimbingan dan pendampingan. Jika kita bisa mengendalikan sistem operasi koperasi yang bisa terkontrol, dan day to day – setiap hari bisa kita ketahui perputaran uang di koperasi. Jangan utang di koperasi, tetapi belanjanya di Transmart. Seharusnya, Kopdit juga punya toko koperasi, sehingga para anggota bisa belanja di toko koperasi, yang harganya sama dengan yang ada di Transmart. Koperasi harus bisa! Jadi, uang akan berputar di lingkungan koperasi sendiri. Pinjam di koperasi, belanja di toko koperasi, maka akan menambah aset, menambah volume usaha koperasi dan pada akhirnya akan menghasilkan SHU lebih besar.

Koperasi akan tumbuh, berkembang, maju, kuat, sehat, dan mandiri karena adanya kebutuhan anggota yang dikoordinasikan pemenuhannya oleh koperasi. Menurut Prof. Yuyun Wirasasmita, mantan Rektor Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) dan juga mantan Rektor Universitas Pajajaran (UNPAD), Bandung, 2 periode, berdasarkan teori yang dipelajari dari tokoh-tokoh koperasi dunia, kebutuhan anggota harus dikelola dengan baik. Kopdit atau KSP kebutuhan anggotanya pasti sumber pendanaan. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari juga butuh sandang dan pangan. Karena itu, koperasi perlu memiliki toko untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna, maka harus ada komitmen bersama untuk mengembangkan koperasi. Di koperasi, kebersamaan harus disatukan. Bersama kita bisa membesarkan koperasi, bersama kita membangun kesejahteraan yang lebih baik. Tantangan yang tidak mudah, harus ada cooperative effect. Misalnya, kalau pinjam di koperasi, harus lebih mudah, jasanya lebih murah daripada bunga bank.

(mar)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *