Lokomotif Itu Telah Melepas Gerbongnya

Sikapnya tegas, dan kukuh memegang prinsip. Dia akan katakan tidak, jika memang tidak benar. Cenderung kaku, dan memberikan kesan “keras kepala”. Itulah sosok Abat Elias, General Manager (GM) Induk Koperasi Kredit Indonesia (Inkopdit). Angker – galak, adalah kesan pertama sebelum mengenal lebih jauh tentang pribadinya. Tetapi sebenarnya, dia adalah sosok sahabat yang hangat dan ramah. Itu diakui koleganya, baik di kalangan Gerakkan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) maupun dalam Gerakkan Koperasi Indonesia (GKI) pada umumnya.

Abat Elias ibarat sebuah lokomotif yang mampu menarik gerbong dengan kecepatan tinggi. Tidak jarang kinerja di jajarannya, sering terpontal-pontal mengikuti irama kerjanya yang tak kenal lelah, dan tidak mau menunda-nunda pekerjaan. Kerja keras melengkapi sikapnya yang pantang menyerah. Itu yang menghantarkan Inkopdit seperti dalam kondisi yang dapat kita lihat hari ini.

Wisma Inkopdit di Jln Gunung Sahari III, Jakarta Pusat yang diresmikan pada Mei 2013, sehari jelang Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2012 di Bandung, Jawa barat, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawabannya, juga bukti sikapnya yang kukuh menghadapi “serangan” dari mereka yang tidak setuju membangun Wisma. Padahal Wisma itu sebenarnya sangat dibutuhkan sebagai tempat pendidikan dan pelatihan (Diklat) sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan tempat pertemuan anggota gerakkan, maupun tempat menginap murah meriah bagi anggota Kopdit.

Sabtu sore, 30 November 2013, lokomotif “tua” nan energik itu telah melepas gerbong-gerbong yang ditariknya, kemudian menyerahkan tanggung jawabnya kepada yuniornya Basilius Puspo Cahyo Nugroho. Sebelum menggantikan Abat, Puspo, begitu dia biasa dipanggil teman-temanya menjabat sebagai Manajer Dana Perlindungan Bersama (Daperma).

“Dua tahun lalu saya sudah menjanjikan akan mengundurkan diri sebagai GM, dan tidak mau lagi untuk memperpanjang kontrak. Saya ingin memberikan kesempatan kepada yang lebih muda. Kalau terlalu lama duduk di sini (GM) akan terkena penyakit, tidak mau mendengar apa yang dikatakan orang lain,” tutur Abat Elias, saat serah terima jabatan. Kerelaan melepas jabatan prestisius di sebuah lembaga tingkat nasional diharapkan menjadi contoh.

“Mudah-mudahan ini menjadi contoh – pelajaran bagi kita semua – seluruh gerakkan koperasi kredit Indonesia bahwa kursi GM milik nenek moyang, tetapi kursi itu milik organisasi. Karena itu siapa pun yang menduduki kursi tersebut juga harus bersiap-siap untuk hengkang jika memang dikehendaki oleh pengurus. Sebab di jajaran Ikopdit, penguruslah yang berkuasa – punya wewenang untuk menentukan siapa GM-nya. Tetapi GM yang berprestasi juga perlu dipertahankan. Jangan sampai karena like and dislike, meskipun prestasi kerjanya bagus, diturunkan,” urai Abat, yang mengandung pesan moral bagi pengurus.

Menurut Abat, kita harus memberikan suatu sejarah yang baik dan sejarah yang benar. “Saya sendiri sebenarnya ketika baru 3 tahun menjadi GM hampir digusur. Dan saya pun terima. Tetapi orang tua saya dari Sumatera Utara tanya; “Kau terima?” “Terima Pak!” jawabku. “Bodoh sekali, kau!” katanya. Orang tua saya, Pak Sitanggang, orangnya juga keras,” kata Abat menceritakan pengalaman masa lalunya. Yang punya wewenang dan kekuasaan memang pengurus, tetapi, kenapa waktu itu, bukan sejak 3 tahun yang lalu? Setelah aset Inkopdit membaik, kenapa  saya malah diganti?” tanya Abat seraya berpesan, yang ada jangan sampai dijual, tetapi hendaknya ditambah yang lebih cantik lagi.

Ketua Inkopdit, Romanus Woga mengatakan, setelah dilantik pada Mei 2013 di Hotel Ibis, Bandung, Jawa Barat, tugas pertama yang dirasakan cukup berat adalah bagaimana mencari pengganti GM – Abat Elias karena 6 bulan kemudian harus purna tugas. Maka mulai bulan Juli pengurus bersiap-siap, semua staf dan para manajer (4 orang) dikumpulkan dan diberitahu bahwa setelah GM purna bakti, para manajer diberikan kesempatan untuk melamar menjadi GM. Ternyata hanya 3 manajer yang melamar menjadi GM. Setelah proses interview – wawancara akhirnya pengurus memutuskan Puspo dipilih untuk menempati posisi GM.

“Setelah diinformasikan oleh pengurus untuk menjadi GM, saya langsung cerita kepada isteri. Ma, saya mau diangkat menjadi GM di Inkopdit. Tetapi isteri langsung bilang; “jangan!” Kenapa? “Tidak mudah menjadi GM di Inkopdit. Saya sudah mengalami menjadi seketrarisnya Pak Abat, jadi sudah tahu seperti apa GM Inkopdit,” tutur Puspo. Kesempatan itu, Puspo pikir, suatu tantangan. Dia berharap dapat melanjutkan semua karya dan gagasan-gagasan seniornya, bisa memberikan suatu yang baru bagi gerakkan koperasi kredit indonesia. “Saya tidak bisa berjanji karena semua perlu kerja sama dari semua pihak, perlu komitmen dari gerakkan,” katanya.

Menggagas untuk ikut berkoperasi, kata Petrus Lengi, sebuah pilihan supaya kita sendiri, dan orang-orang yang bergabung dengan kegiatan kita dan membawa harapan sederhana bisa hidup lebih baik. Koperasi adalah perusahaan bersama, milik bersama, memiliki tujuan utama sebesar-besarnya untuk kemakmuran bersama. Untuk mencapai tujuan mulia itu, sangat membutuhkan orang-orang yang tepat. Kita berdiskusi untuk menemukan cara yang tepat, bersusah payah untuk mencari tempat yang tepat.

“Kita telah mendapatkan lembaga yang tepat, Credit Union (CU) rumah kita semua. Semua telah dibuktikan bahwa hingga saat ini kita mengalami pertumbuhan aset di luar dugaan, telah mencapai Rp 17 triliun lebih, dari 36 Puskopdit anggota, dan 5 Puskopdit binaan, 930 primer. Yang lebih mencengangkan kita hadirnya sebuah lembaga Wisma Inkopdit,” katanya.

Bagi anggota, ini gagasan yang luar biasa, kenangan yang tak terlupakan, dan ide yang mencengangkan. Terlepas di sana sini perlu dibenahi bersama, dari sekian keberhasilan, prestasi dan gagasan, ide-ide yang bagus telah diberikan seorang tokoh, seorang figur yang kita senangi yang bernama Abat Elias. Tanpa sosok yang bisa merajut kekuatan bersama, pasti ide-idenya tidak seperti ini. Abat Elias adalah figur pekerja keras, yang terus menerus mengunjungi anggota di daerah-daerah.

Kepada Puspo, anggota sangat berharap, berani katakan tidak, termasuk pada diri sendiri, bila itu bertentangan dengan agama, hukum dan norma. Pastikan secara internal bahwa baik Inkopdit, Puskopdit, dan Kopdit Primer saat sekarang dalam keadaan kokoh, kuat dan sehat. Semua tata kelola dan usaha-usaha dalam gerakkan agar lebih profesional, berada dalam regulasi dan peraturan yang sama. Pastikan bahwa semua aset yang ada adalah milik gerakkan. Boleh berbeda nomor badan hukumnya, tetapi ini semua berada di bawah kendali pengurus dan manajer Inkopdit. Dam dipertanggungjawabkan setiap tahun dalam RAT. (mar)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *