Kita Harus Keluar Dari Jebakan Kelas Menengah

Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2015 pada suatu abad Indonesia merdeka mestinya Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun  atau Rp 27 juta per kapita per bulan. itulah target kita bersama.

Mimpi kita di tahun 2045, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai US$ 7 triliun. Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol %. Kita sudah menuju ke sana. Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai. Namun, semua itu tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras, dan kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif.

Dalam dunia yang penuh resikot, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Harusnya inovasi bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya. Presiden Joko Widodo memberi contoh, tahun pertama sebagai presiden mengundang masyarakat untuk halalbihalal, protokol memintanya untuk berdiri di suatu titik yang telah ditentukan. Dia ikuti sesuai yang ditentukan protokal.

Tahun kedua halalbihalal lagi protokol memintanya berdiri ditik yang sama. Presiden langsung bilang ke Mensesneg; “Pak ayo kita pindah lokasi. Kalau tidak pindah akan jadi kebiasaan. Itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang.” Ini yang namanya monoton dan rutinitas. Mendobrak rutinitas adalah satu hal. Meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas. Jangan lagi kerja kita berorientasi proses, tetapi harus berorientasi pada hasil-hasil yang nyata.

Presiden sering mengingatkan kepada para menteri, tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi juga membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati hasil pembangunan. Sering kali birokrasi melaporkan bahwa program sudah dijalankan, anggaran telah dibelanjakan, dan laporan akuntabilitas telah selesai. kalau ditanya; “Program sudah terlaksana Pak.” Tetapi setelah dicek di lapangan dan ditanyakan kepada rakyat, ternyata masyarakat belum menerima manfaat, belum merasakan hasilnya.

Jadi, yang utama itu bukan prosesnya, tetapi yang utama adalah hasilnya. Cara mengeceknya mudah. lihat saja ketika kita mengirim pesan melalui SMS atau WA. Ada sent, artinya telah terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima. Tugas kita itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent. Kita tidak mau birokrasi pekerjaannya hanya sending-sending saja. Tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi adalah menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat.

Potensi kita untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah sangat besar. Saat ini kita sedang berada di puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif kita jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif. Ini adalah tantangan besar dan sekaligus juga sebuah kesempatan besar. ini menjadi masalah besar jika kita tidak mampu menyediakan kesempatan kerja. Akan menjadi kesempatan besar jika kita mampu membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan dengan ekosistem ekonomi yang kondusif.

Oleh karena itu, ke depan yang harus kita kerjakan; Pembangunan SDM menjadi prioritas utama, membangun SDM yang pekerja keras, dan yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan kita. Itupun tidak bisa dengan cara-cara lama, cara baru harus dikembangkan. Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri. (red)

Posted in Dari Redaksi | Tagged | Leave a comment

Wirausaha Muda Unggul Menopang Indonesia Maju

Pemuda Indonesia punya tugas besar mewujudkan moderasi dalam beragama, berbangsa, dan bernegara sesuai falsafah Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Hadirnya wirausaha muda unggul akan menopang terwujudnya Indonesia Maju.

Perubahan adalah keniscayaan yang terjadi di semua negara dan pemuda. Pemuda adalah ujung tombak masa depan bangsa. Pemuda menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan dan menjadi motor setiap perubahan. Continue reading

Posted in Umum | Tagged | Leave a comment

Perubahan Pola Fikir Berkoperasi

Oleh: Prof. DR. H. Agustitin Setyobudi, M.Pd, Ph.D

Sekitar 400 tahun yang lalu, seorang filsuf asal Perancis, Rene Descartes, mengatakan; “Aku berpikir, maka aku ada.” Berpikir memiliki banyak aspek. Banyak orang mengira, berpikir hanya sekadar hal-hal teknis, soal menghitung, melihat guna, dan mencari keuntungan. Namun, berpikir teknis hanya satu bagian kecil dari tindak berpikir manusia. Ada pola berpikir lain, misalnya, berpikir reflektif dan kontemplatif untuk memahami suatu hal di dunia secara mendalam dan lebih menyeluruh. Continue reading

Posted in Opini | Tagged | Leave a comment

Koperasi Adalah Jalan Meraih Keadilan Ekonomi.

Sejak anak-anak kita selalu didoktrin cara hidup penuh persaingan agar kemudian diafirmasi sebagai bagian dari watak manusia yang netral. Walaupun manusia sejak lahir sudah membawa DNA kerjasama dan saling berketergantungan satu dengan yang lainnya, kini doktrin persaingan itulah yang hidup. Continue reading

Posted in Sajian Utama | Tagged | Leave a comment

IKOPIN – KPPD Segera Realisasikan Kerjasama

Usai penandatangan MoU – kesepakatan kerjasama antara Koperasi Pegawai Pemerintah Daerah (KPPD) DKI Jakarta dengan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin), yang masing-masing diwakili oleh petingginya; H. Hasanuddin, B.Sy, SH, Ketua Umum KPPD, dan Prof. DR Ir.Burhanuddin Abdullah, MA,  Rektor Ikopin, rombongan dari KPPD DKI langsung menemui Direktur Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan, Ikopin, Indra Fahmi. Continue reading

Posted in Sajian Khusus | Tagged | Leave a comment

Industri Jawab Tantangan Era 4.0

Sejak tahun 2018, pemerintah Indonesia telah menyusun road map – peta jalan untuk mengimplementasikan industri tahap empat bertajuk Making Indonesia 4.0. Guna menghadapai era digital ini, keberpihakan pemerintah bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sangat diperlukan. Continue reading

Posted in Sajian Khusus | Tagged | Leave a comment

Era Gigital Memudahkan UKM Mengirim Logistik

Presiden Joko Widodo mengingatkan ke publik bahwa Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam mengaplikasikan konsep Industri 4.0 sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Indonesia di era digital saat ini. Gayung bersambut, konsep industri 4.0 langsung memenuhi ruang wacana publik dengan semangat tinggi untuk mencapainya. Sektor bisnis sangat sadar bahwa Industri 4.0 adalah keniscayaan dan dorongan dari pemerintah dalam melaksanakannya adalah hal yang krusial. Continue reading

Posted in Sajian Utama | Tagged | Leave a comment

 DR Sesilia Seli, M.Pd : Nilai Itu Seseuatu Yang Harus Dihayati dan Diperjuangkan

Ketika panitia seminar meminta kepada Ketua Credit Union Khatulistiwa Bakti (CUKB) DR Sesilia Seli, M.Pd, untuk menyajikan materi seminar tentang Nilai-nilai, aktivis CU yang juga Dosen Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat itu mengaku bingung. Panitia sendiri hanya mengatakan; “Pokoknya nilai-nilai. Penting itu nilai-nilai. Ibu harus memberikan nilai-nilai!” Continue reading

Posted in Cerita Sampul | Tagged | Leave a comment

Jangan Hanya Punya Mimpi Besar Milikilah Komitmen Yang Besar  “Saya Pasti Bisa !”

“Apakah Anda bisa? ‘Saya pasti bisa! Saya pasti bisa!’ Anda harus berani bermimpi besar. Mimpi saja memang harus besar. Jangan takut punya mimpi yang besar,” tegas Miss Merry Riana, penuh semangat. Selama 4 jam penuh, motivator papan atas, direktur dan pengusaha sukses itu membakar semangat kaum millennial anggota Credit Union (CU) Pancur Kasih yang memadati Function Hall Kapuas Palace Hotel, Pontianak, Kalimantan Barat, untuk menjadi pemenang. Continue reading

Posted in Cerita Sampul | Tagged | Leave a comment

BKCU Forum, Memastikan Keberlanjutan Credit Union

Pusat Koperasi Kredit – Badan Koordinasi Credit Union (Puskopdit – BKCU) Kalimantan memiliki slogan; BKCU adalah Kita, Kita adalah BKCU. Misi gerakan ini untuk memastikan keberlanjutan gerakan credit union melalui tata kelola yang sehat dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas anggota. Untuk mencapai misi tersebut, telah, sedang dan akan dilakukan bermacam aktivitas. Gerakkan bersepakat bersama dalam banyak hal untuk memastikan keberlanjutan credit union dengan tata kelola yang sehat dan terintegrasi. Ada Kontrak Solidaritas, mempunyai Manual Operational (MO) yang standar; ada kesepakatan tentang solidaritas jaringan dan stabilitasi jaringan. Continue reading

Posted in Cerita Sampul | Tagged | Leave a comment