Makmur Berkat Kardus Jamur

Aldi, begitu dia akrab disapa, menyaksikan ayahnya membuang biji durian di sebidang tanah kecil di Lembang. Beberapa waktu kemudian, Aldi sempat kembali ke daerah tersebut. Tak menyangka, Aldi menemukan biji durian yang dulu dibuang begitu saja oleh ayahnya sudah menjadi pohon.

Dari sinilah pikiran Aldi terbuka, dan terus tersangkut pada peristiwa itu. Mengandalkan alam, bisnis tanaman diyakini mendatangkan keuntungan berlimpah. Aldi dan ketiga rekannnya; Annisa Wibi, Adi Reza, dan Robbi Zidna mulai mengembangkan bisnis tanaman, jamur tiram pilihannya. Menurut Aldi, terjun ke bisnis tanaman unik. Wibi, satu-satunya perempuan dalam tim adalah mahasiswi jurusan ekonomi. Namun, dia enggan jadi bankir. Aldi, dan dua rekannya berlatar belakang arsitek, tetapi tak tertarik menjadi hamba developer. Maka mereka berikhtiar membangun usaha unik, budidaya jamur tiram.
Budidaya jamur tiram dipelajari secara otodidak melalui penelitian yang membuat Aldi bak ahli jamur. Jamur tiram, bisa tumbuh subur dengan dua faktor, yaitu; kelembaban udara (humidity) dan asupan air. Dengan meletakkan jamur di dalam sekotak kardus, kelembaban udara dijaga di level 70% – 90%. Untuk menjaga kelembaban jamur harus disemprot air.
Setelah panen, jamur dikemas dalam kemasan yang menarik untuk kemudian dipasarkan. Wibi yang mempelajari bidang ekonomi bertugas mengurus strategi bisnis dan keuangan. Sedangkan ketiga pria berlatar belakang arsitek menggali ide dan peluang usaha tanaman jamur disinergikan dengan dimensi bidang, ruang, dan keindahan layaknya sebuah bangunan arsitektur elegan.

Kolaborasi mereka melahirkan usaha budidaya jamur tiram dalam wadah berbentuk kotak yang disebut Growbox. Menurut Aldi, tanaman jamur mudah dipelihara, tahan lama, dan mengandung keunikan bentuk estetika tersendiri. “Kalau tumbuh di alam bebas, jamur memang tampak tak menarik. Tetapi, kalau dikemas dan dipelihara dalam wadah yang bersih, jamur itu sangat menarik” ujar Aldi yang kini menjabat sebagai CEO Innovation Design Engineering Art and Science (IDEAS).

Berkat inovasi dan keunikan jamur tiram dalam growbox-nya, pada tahun 2013 Aldi sukses sebagai salah satu finalis Shell LiveWire Businees Start-Up Awards. Aldi menjelaskan, sejak awal, produk jamur tiram kemasan menyasar konsumen dari anak-anak sampai orang dewasa. Pelanggan dari kelompok orang tua diharapkan mau merogoh koceknya membeli bibit jamur untuk dibudiayakan. Aldi yakin, dengan desain kemasan yang bagus, anak-anak tertarik.

Ada tiga jenis jamur tiram yang bisa dipilih, yaitu; berwarna putih, merah muda, dan kuning. Jamur warna putih dijual dengan harga Rp 40.000, yang merah muda dan kuning harganya Rp 75.000. Tes pasar ke luar negeri, Singapura pun dilakukan untuk mengetahui seberapa besar respon calon konsumen, khususnya anak-anak. “Responnya sangat positif, mereka menyebut;” flowers is to mainstream” kata Aldi.

Kini, bibit jamur dalam kardus berlabel Growbox itu mampu menghasilkan omzet Rp 25 juta – Rp 40 juta setiap bulan. Capaian itu kata Aldi, belum maksimal jika dibandingkan potensi produksi mencapai 15.000 unit 25.000 unit kardus setiap bulan. “Kami terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan penjualannya,” jelas Aldi. Bagi yang tertarik membeli produk Growbox atau sekedar mau melihat-lihat, bisa melalui facebook Growbox. Informasi lain, lewat akun twetter @growboxbdg. (sut)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *