Melalui Kepala Dinas Pendidikan Diharapkan 3.000-an CPNS Menjadi Anggota KKGJ

Untuk menjadi koperasi unggul di era global dan revolusi industri 4.0, di mana transaksi bisnis dan berbagai layanan serba online mau tidak mau harus memanfaatkan teknologi informasi (IT). Kegiatan bisnis yang tidak menyesuaikan perkembangan zaman, menggunakan teknologi terkini serba canggih, bisa dipastikan ketinggalan, tidak akan mampu bersaing, bahkan bisa mati tergilas.

Guna memberikan layanan cepat dan prima kepada anggota, Koperasi Keluarga Guru Jakarta (KKGJ) yang memiliki anggota lebih dari 16.000 orang dan aset sebesar Rp200 miliar lebih, juga tidak mau ketinggalan untuk menggunakan IT. KKGJ online telah diluncurkan bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018 yang dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Ketua Umum KKGJ Drs. Dakso Sartono menjelaskan, “dengan adanya KKGJ online, diharapkan KKGJ menjadi pionir. Kini semua layanan KKGJ pun berada dalam genggaman anggota, bisa dibawa ke mana saja. Artinya, para anggota bisa bertransaksi dari mana saja, tidak harus ke kantor, baik menabung, pinjam uang di koperasi, juga cek saldo tabungan secara real time melalui laptop maupun hand phone (HP) android.”

Seperti koperasi besar pada umumnya, KKGJ juga sulit mencari tempat untuk melaksanakan RAT sekaligus. Karena RAT merupakan konstitusi tertinggi koperasi yang memberi hak kepada seluruh anggota untuk mengetahui hasil kinerja pengurus dan pengwas sepanjang tahun buku, maka jalan keluarnya adalah melaksanakan pra RAT di 43 unit yang berada di setiap kecamatan di 5 wilayah kota dan 1 kabupaten di Provinsi DKI Jakarta.

RAT yang dihadiri utusan dari anggota di 43 kecamatan merupakan legitimasi dan bagian tak terpisahkan dari kegiatan pra RAT yang dilakukan selama 2 minggu, dan dihadiri kurang lebih 1.600 anggota. Karena tugas pokok anggota KKGJ di sekolah, maka pra RAT yang dihadiri pengurus, pengawas, dan penasehat dilaksanakan setelah tugas mengajar, sehingga kegiatan itu tidak mengganggu tugas kedinasan.

Kecuali peluncuran KKGJ Online RAT dan penyerahan Dana Hari Tua (DHT) bagi anggota yang memasuki purna tugas, juga menerima secara resmi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono sebagai anggota baru KKGJ. Keanggotaannya bukan sekadar formalitas atau anggota luar biasa sebagai pejabat, tetapi menjadi anggota biasa dengan hak dan kewajiban sama seperti anggota biasa lainnya.

Dengan masuknya Kepala Dinas Pendidikan sebagai anggota KKGJ, kata Dakso, diharapkan akan mendorong 3.000-an calon aparat sipil negara (CASN) menjadi anggota KKGJ, sehingga jumlah anggota KKGJ akan kembali mencapai sekitar 20.000-an orang seperti yang pernah dialami beberapa tahun silam. Dalam 5 tahun terakhir anggota KKGJ memang terus berkurang karena memasuki purna tugas – pensiun. Sementara penerimaan guru baru jumlahnya sangat kecil. “Lebih banyak yang pensiun daripada yang baru diangkat,” jelas Dakso.

Terkait diluncurkannya KKGJ Online yang diinisiasi pengurus dan pengawas, sebagai Kepala Dinas, Ratiyono sangat mengapresiasi langkah besar tersebut. Tiga bulan sebelumnya ketika pengurus dan pengawas KKGJ silaturahmi, kala itu masih berkantor di Budi Utomo, Ratiyono mengungkapkan mimpinya ingin melihat KKGJ betul-betul menjadi daya tarik yang semakin memenuhi trust – kepercayaan dari seluruh anggota karena pelayanannya semakin prima, efektif, dan efisien. ‘

Menurut data yang ada di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dari tahun 2017 – 2022 mendatang, Dinas Pendidikan akan kehilangan hampir 13.000-an ASN, yang mayoritas adalah guru karena memasuki purna tugas. Dari 13.000 itu mayoritas guru Sekolah Dasar (SD) yang mulai menjadi ASN ketika muncul program SD Inpres. Kala itu pengangkatan guru SD jumlahnya sangat besar. Dan usia para guru tersebut ketika diangkat relatif hampir sama, bedanya antara 1 – 4 tahun. Maka, ketika memasuki masa purna bakti juga massal, hampir bersamaan.

Secara bertahap akan datang guru-guru baru yang eranya sama sekali berbeda. Kalau guru waktu itu saat kuliah masih akrab dengan mesin stensil, ketika mengajar merasa gagah, berwibawa, dan bangga jika sudah menggunakan proyektor untuk menayangkan materi ajar dari kertas transparan, sekarang sudah hilang. Suatu masa kita bangga dengan slide proyektor, namun kemudian juga lenyap. Para guru mencoba menyesuaikan diri, menyajikan bahan ajar dari flasdisk. Dan jangan-jangan, 5 – 10 tahun ke depan flasdisk pun tidak lagi dibutuhkan, karena ada media baru yang lebih canggih, seperti hologram, misalnya. Perkembangan teknologi memang takkan terhidarkan. Siapa pun yang tidak menyesuaikan diri, dia akan ketinggalan zaman.

Ada pertanyaan, saat ini siapa yang masih mengirim uang kepada putra-putrinya atau orang tuanya pakai wesel pos? Wesel pos adalah salah satu surat berharga yang bisa diuangkan di setiap kantor pos di seluruh Indonesia. Saat ini uang kertas sebagai alat pembayaran yang sah masih beredar di masyarakat luas. Tetapi ada juga uang elektronik, E-money, dan mata uang baru yang namanya bitcoin. Uang tersebut akan berlaku lintas negara. System online, transaksi pembayaran atau memindahbukukan saldo tabungan bisa dilakukan dari mana saja melalui HP. Dan dengan memanfaatkan teknologi baru – system online, KKGJ telah mampu menjawab tuntutan kekinian.

Guru yang masih berbau kapur semakin habis, digantikan guru-guru muda yang berhadapan dengan berteknologi baru, dan ingin serba praktis. Mereka tumbuh besar di era keserbamudahan dan keserbaberlimpahan. Seluruh informasi itu sudah tersedia. Sehingga anak-anak muda, anak milenial sekarang ini rata-rata memiliki kecerdasan. Dikasih pekerjaan merasa bisa semua, karena mereka betul-betul akrab dengan teknologi. “Dan KKGJ telah menangkap berbagai kemudahan untuk bisa mendapatkan program-program yang tersedia untuk melayani anggota bersama mitra-mitranya. Untuk beli laptop, misalnya, atau baju merek baru, tidak harus datang ke toko. KKGJ bisa melayani karena telah bekerja sama dengan toko-toko online lainnya,” urai Ratiyono.

Melalui KKGJ Online, lanjut dia, akan menghemat waktu, menghemat biaya, mengefisienkan seluruh proses transaksi. Yang tak kalah penting, 16.000 anggota perlu mendapatkan kepercayaan yang selama ini sudah disandang oleh mereka. Apa yang sudah dilakukan oleh pengurus, bahwa kepedulian KKGJ bukan hanya bisnis, tetapi juga kepada anggota yang memasuki purna tugas, perlu dipupuk dan dikembangkan agar KKGJ selalu di hati anggota.

Terkait dengan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas ada beberapa saran dan masukan yang disampaikan oleh peserta RAT, antara lain; pengurus perlu melakukan sosialisasi kepada CASN yang jumlahnya sekitar 3.000-an, maupun ASN yang belum menjadi anggota KKGJ sehingga mereka tertarik masuk menjadi anggota. Guna menjamin keberlanjutan lembaga dan meningkatkan sikap militasi anggota, sekaligus sebagai kaderisasi perlu adanya pendidikan anggota yang berkelanjutan. Pemberian beasiswa yang telah menjadi program lembaga bertahun-tahun untuk siswa siswi SD, SLTP, dan SLTA jumlahnya perlu ditingkatkan dan sampai perguruan tinggi.

Untuk bidang keuangan,pinjaman dari pihak ketiga, khususnya dari perbankan harus semakin diperkecil dengan perimbangan meningkatkan simpanan anggota. Pengurus disarankan terus mengembangkan usaha pendukung selain simpan pinjam. Misalnya, segera merealisasikan program pengembangan KKGJ Mart di setiap kecamatan. Di samping itu juga perlu meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat pengembangan KKGJ.

Kultur di koperasi pada umumnya, termasuk KKGJ yang jumlah anggotanya begitu besar menggunakan sistem perwakilan. Pra RAT yang telah menjadi payung hukum KKGJ adalah forum untuk menangkap aspirasi, mendengarkan usulan, dan dialog secara demokratis sehingga sekitar 75% aspirasi anggota telah tersalurkan. Kemudian dilanjutkan dengan RAT yang diwakili 1 sekolah 1 peserta dari 43 kecamatan atau 16.000 anggota untuk melegitimasi apa yang telah disetujui dalam pra RAT.

Laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas koperasi pada dasarnya hanya ada 4 hal pokok, yaitu; Pertama tentang perkembangan keuangan. Koperasi sebagai lembaga usaha jika tidak melaporkan keuangannya berarti tidak sah. Kedua, laporan kegiatan usaha. Karena itu laporan keuangan dan usaha harus berdampingan, tidak boleh jauh. Sangat mutualistik, sangat integral, dan saling memengaruhi. Ketiga, soal organisasi, dan keempat adalah soal lembaga.

Soal keuangan dan usaha sebagai ruh dari laporan pertanggungjawaban, kata Dakso, saling berkaitan atau tidak. Target usaha dalam RAPBK berapa, capaiannya minus atau surplus, itulah ruh usaha. Kalau usahanya rugi, perlu dipertanyakan, kenapa? Surplus usaha KKGJ yang disepakati dalam RAPBK hanya Rp7,5 miliar. Tetapi capaian surplus dari sekian banyak bidang usaha sebesar Rp8,3 miliar. “Artinya, kinerja keuangan KKGJ melampaui target, 12,5%,” tegas Dakso.

Aset lancar – uang kas yang dimiliki KKGJ Rp28 miliar lebih, kemudian aset tetap; gedung, properti, kendaraan, dan sebagainya toal Rp92,3 miliar. Bidang usaha sehingga mencapai angka Rp80,3 miliar meliputi ada SPBU, SPBE, SD, SLTP, SMK, Perguruan Tinggi, toko koperasi – KKGJ Mart, dan sebagainya. “Jika tidak dilaporkan angka dan asetnya, bisa dianggap pengurus menyembunyikan aset,” urai Dakso. (mar)

 

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *