Menciptakan Manusia Indonesia Unggul

Kita harus menyadari bahwa sekarang hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis. Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh resiko, penuh kompleksitas dan penuh kejutan yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita. Oleh karena itu kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi.

Dan kita harus mau meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, mengelola pemerintahan, mengelola lembaga bisnis, termasuk mengelola lembaga koperasi. Yang sudah tidak efektif diubah menjadi efektif, yang sudah tidak efisien diubah menjadi lebih efisien. Manajemen seperti inilah yang diperlukan sekarang. Kita harus menuju sebuah negara yang produktif, memiliki daya saing, memiliki fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut.

Untuk itu pembangunan infrastruktur perlu dilanjutkan. Infrastruktur yang besar-besar telah dibangun, ke depan perlu lebih cepat menyambung infrastruktur besar tersebut seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Disambungkan dengan kawasan industri kecil, disambungkan dengan kawasan ekonomi khusus, dan disambungkan dengan kawasan pariwisata. Juga harus disambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, perkebunan dan tambak-tambak perikanan.

Kemudian membangun sumber daya manusia (SDM) harus pula menjadi prioritas, karena SDM akan menjadi kunci Indonesia di masa yang akan datang. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Karena ini merupakan usia emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul. Usia emas harus dijaga jangan sampai ada stunting, kematian ibu atau kematian bayi meningkat. Ini adalah tugas besar kita bersama.

Untuk menciptakan manusia Indonesia yang unggul, kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, dan pentingnya vocational school. Kita juga perlu membangun  lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Untuk itu pemerintah harus mengindentifikasi, memfasilitasi dan memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus diberikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Mempersiapkan lembaga khusus untuk mengurus manajemen talenta merupakan keniscayaan, agar kita mampu mengelola talenta-talenta hebat untuk membawa negara ini bersaing secara global.

Kita perlu mengundang investasi seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan alergi terhadap investasi. Karena dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka besar-besaran. Oleh karena itu yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas. Baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya. Presiden Joko Widodo sudah berjaniji, dan memastikan akan mengejar, mengontrol, mengecek langsung, bahkan jika diperlukan akan menghajar. Tujuannya agar tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi, karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

Sangat penting bagi kita, untuk mereformasi birokrasi, dan reformasi struktural agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel dan semakin lincah. Bila mindset – pola pikir birokrasi tidak berubah, Presiden telah memastikan akan memangkas. Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Presiden akan cek sendiri, dan kontrol sendiri. Begitu dilihat tidak efisien, tidak efektif akan diangkas, dan dicopot pejabatnya. Lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah akan dibubarkan.

Presiden memastikan tidak ada lagi pola pikir lama, tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, dan tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Kita harus berubah, membangun nilai-nilai baru dalam bekerja. (red)

This entry was posted in Dari Redaksi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *