Mimpinya Koppas Kranggan Masuk 300 Koperasi Besar Dunia

FOTO KOPPAS KRANGGANSeperti kebanyakan koperasi pasar (Koppas), Koppas Kranggan juga pernah mengalami masa-masa sulit. Berkantor di kios pasar, nyempil di pojok belakang, pun tempatnya kumpuh. Pernah pula mengalami masa suram, hilang kepercayaan. Itu dulu. Keadaannya telah berubah 360 derajad. Koppas Kranggan kini telah menjilma menjadi sebuah lembaga keuangan yang tangguh, terpercaya, dan menjadi kebanggaan.

Kantornya yang megah, 3 lantai, di Jln Raya Pasar Kranggan, Kota Bekasi, Jawa Barat, simbul keberhasilan dan kepercayaan. Bukti kepercayaan itu, belum lama ini Koppas Kranggan mendapat penguatan modal dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), tanpa agunan sebesar Rp 10 miliar. Hal itu diungkapkan Ketua Koppas Kranggan Anim Imamuddin, SE, MM, saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-26 tahun buku 2013 yang dilaksanakan pada 29 Januari 2014 silam.

Koppas Kranggan kini tidak hanya di kenal oleh warga Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, tetapi dikenal luas oleh gerakkan koperasi di Indonesia. Banyak gerakkan koperasi dari berbagai daerah mengadakan kunjungan studi banding ke Koppas Kranggan. Bahkan gerakkan koperasi dari beberapa Negara anggota Asean; Malaysia, Philipina, Singapura dan Brunei Darusalam pernah berkunjung ke Koppas Kranggan.

Untuk memudahkan pelayan bagi semua anggota, kecuali di kantor pusat, Koppas Kranggan membuka unit-unit pelayanan antara lain di Cileungsi, Bojong Kulur, Cikeas, dan di Munjul, Jakarta Timur. Terkait dengan sistem operasional prosedur (SOP) pengurus tidak bisa sewenang-wenang mengeluarkan uang. Semua harus berdasarkan aturan. Ketika akan memberikan pinjaman kepada anggota melebihi dari Rp 500 juta, misalnya, harus diputuskan oleh komite.

Untuk meningkatkan semangat anggota, yang kadang-kadang lesu darah, kata Anim, pengurus dan manajemen memilih anggota berprestasi dan anggota teladan. Untuk anggota berprestasi penilaiannya ada beberapa kreteria, antara lain; aktif menyimpan uang di koperasi, aktif bertransaksi dengan koperasi, disiplin mengangsur pinjaman, pemaham tentang perkoperasian. Sedangkan anggota teladan diberikan kepada mereka yang telah beberapa tahun berturut-turut meraih predikat anggota berprestasi.

Karena anggota Koppas Kranggan paling banyak adalah pedagang, dan tidak hanya yang jualan di Pasar Kranggan, tetapi juga buka warung di rumah, pedagang kaki lima, dan sebagainya, maka usaha utama koperasi adalah simpan pinjam. Agar koperasi cepat berkembang kemudian membuka unit-unit usaha baru seperti; usaha perparkiran bekerja sama dengan RS Melia, Pasar Kranggan, Universitas Mercu Buana, kemudian ada kredit sepeda motor, alat-alat elektronik, mebel, menerima pembayaran listrik, telpon, kartu kredit, pembelian tiket kereta api maupun tiket pesawat terbang. Dari situ pula akan dapat dihitung seberapa besar transaksi anggota, kemudian dijadikan pertimbangan untuk menentukan predikat anggota berprestasi.

Total simpanan anggota, baik Simpanan Berjangka maupun Simpanan Cempaka kurang lebih Rp 46 miliar. Dengan adanya Koppas Kranggan, uang masyarakat Jati Sampurna tidak ke mana-mana. Masyarakat tidak harus bergi jauh-jauh ke bank, cukup menyimpan di Koppas Kranggan. Jumlah yang menyimpan di Koppas Kranggan, baik yang sudah jadi anggota maupun yang ingin menjadi (calon) anggota per 31 Desember 2013 tercatat 14.318 orang

Dari simpanan tersebut yang dipinjamkan kepada pemanfaat – uang beredar sebesar Rp 40 miliar, dengan jumlah peminjam kurang lebih 12.000 orang. Pinjaman itu dalam bentuk pinjaman elektronik, dan untuk modal usaha. Peminjam, kata Anim, sebagian besar pelaku usaha mikro dan usaha kecil yang belum bisa pinjam di bank. “Dengan berputarnya simpanan anggota menjadi modal usaha pendapatan per kapita semakin meningkat,” katanya yakin. Yang dilayani oleh Koppas Kranggan, lanjut dia, baik anggota, penabung maupun peminjam non anggota 27.231 orang. Kalau jumlah penduduk Jatisampurna 90.000 jiwa, berarti hamper 30% dilayani oleh Koppas Kranggan.

Program-program yang dicanangkan, baik program rutin tahunan, seperti rapat anggota tahunan, misalnya, maupun program tambahan, kata Anim selalu dapat terealisir dengan baik. Artinya, Koppas Kranggan termasuk koperasi yang sehat. Program yang paling menarik dan ditunggu-tunggu adalah undian Tabungan Cempaka. Khusus Tabungan Cempaka ini jumlah peminatnya terus meningkat tajam, sampai akhir Desember 2013 telah tercatat 13.662 penabung. Tahun silam jumlah kupon Tabungan Cempaka mencapai 128.000 kupon dari kelipatan Rp 100.000,- per kupon. Karena jumlah kupon terlalu banyak, mulai tahun 2014 nilai  kelipatannya dinaikan menjadi Rp 200.000,- per kupon. Total hadiah yang diundi Rp 200 juta, hadiah utama sepeda motor. Tahun 2014 direncanakan hadiahnya mobil.

Seperti halnya koperasi lain, Koppas Kranggan setiap tahun juga melaksanakan rapat kerja (Raker) sebagai pra daripada rapat anggota tahunan. Peserta Raker adalah anggota yang berprestasi, mengerti tentang lapaoran keuangan, dan paham tentang koperasi, untuk membahas dan menentukan program kerja koperasi tahun buku berikutnya, untuk diajukan dan disahkan oleh RAT.

Sebagai koperasi terbesar di Kota Bekasi, Koppas Kranggan tidak bisa lepas dari berbagai kegiatan yang terkait dengan koperasi. Dalam kegiatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas), yang diselenggarakan di Kota Bekasi misalnya, Koppas Kranggan bisa dikatakan sebagai ujung tombak. Aktifitas itu memberikan nilai tambah terhadap lembaga. Setelah Koppas Kranggan meraih Bakti Koperasi di era Presiden Megawati Sukarnoputri (2003), Lalu pada tahun 2006 mendapatkan Satya Lencana Pembangunan (2006), tahun 2010 mendapatkan penghargaan Bakti Koperasi dari Menteri Koperasi dan UKM, dan pada Harkopnas 2012 di Palangka Raya mendapatkan Satya Lencana Wirakarya.

Meski sudah cukup banyak prestasi yang diraih, baik tingkat lokal, regional maupun nasional, namun Anim mengaku masih punya obsesi – mimpi dan cita-cita yang ingin diraih. Dulu pernah dicanangkan, Koppas Kranggan di tahun 2013 harus masuk daftar 300 koperasi besar Indonesia. “Target tersebut telah tercapai, dan 5 tahun ke depan, saya ingin Koppas Kranggan harus masuk 300 koperasi besar dunia,” katanya penuh semangat. Target lain, katanya menambahkan, tahun 2015 Koppas Kranggan tidak punya utang di bank. Dengan tidak punya utang di bank, akan bisa memberikan pinjaman kepada anggota dengan jasa – bunga lebih rendah.

Terkait dengan omset usaha, kata Anim, tahun 2013 hanya mencapai Rp 39 miliar, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 42 miliar. Akibat dari penurunan omset usaha perpengaruh langsung pada sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2013 yang hanya mencapai Rp 1 miliar. Padahal tahun buku 2012 mencapai Rp 1,4 miliar. Tetapi intinya, kata dia, bahwa koperasi ini tujuan utamanya bukan semata-mata mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, tetapi bagaimana bisa mensejahterakan anggota. Sejahtera bisa itu karena waktu mau pinjam uang terpenuhi, mau ambil uang tidak dipersulit. Aset lembaga yang terus meningkat juga menggambar bahwa kegiatan usaha berjalan lancar. Aset Kopas Kranggan tahun buku 2012 baru mencapai Rp 48 miliar, sedangkan tahun buku 2013 menjadi Rp 64 miliar.

Untuk meningkatkan modal lembaga agar suatu saat nanti koperasi mampu mandiri dengan modal yang kuat, kata Anim, simpanan pokok anggota ditingkatkan menjadi Rp 5 juta, dan simpanan wajib Rp 250.000, per bulan. Bagi anggota yang simpanan pokoknya belum mencapai Rp 5 juta diberi kesempatan untuk mengangsur sampai mencapai Rp 5 juta. “Saat ini masih ada yang simpanannya baru Rp 1 – 2 juta. Setelah dievaluasi, ternyata ada yang tidak mau melanjutkan. Ada yang karena usianya sudah tua, ada juga dikompensasi dengan pinjamannya,” jelas Anim.

Bagi anggota yang pinjam, tetapi simpanan wajibnya belum penuh, masih ada bulan-bulan yang belum dibayar, kata Anim, uang pinjamannya akan dipotong untuk membayar simpanan wajib. Prinsipnya, simpanan wajib harus lancar, harus dibayar. Ada juga simpanan wajib khusus dipotong pada saat pinjaman cair, besarnya 2%. Rinciannya, 1% untuk simpanan wajib khusus, 0,5% cadangan resiko, sedangkan 0,5% lainnya sebagai pendapatan administrasi. Untuk pinjaman bina usaha yang besarnya Rp 750.000, kata Anim, diberuntukan pedagang kecil – pedagang kaki lima (PKL), tukang ojek, tidak pakai jaminan.

Anim mengakui, saat ini sebagian besar yang dilayani Koppas Kranggan belum menjadi anggota. Statusnya sebagai calon anggota. Suka tidak suka harus bersiap diri menyesuaikan dengan Undang Undang (UU) No 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian. Secara bertahap, kata dia, mulai diseleksi, calon anggota yang dinilai memenuhi syarat akan ditetapkan sebagai anggota. Seleksi penilaian itu dititik beratkan pada disiplin dan partisipasinya terhadap koperasi selama ini. “Karena sampai saat ini Peraturan Pemerintah (PP-nya) belum ada, apalagi Peraturan Menteri (Permen-nya) sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, maka penyesuaiannya nanti dimulai sekitar tahun 2015,” jelasnya.

Koppas Kranggan adalah badan usaha yang berbasis kerakyatan, dan memiliki peran strategis sebagai salah satu pelaku ekonomi yang telah mampu memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah tingginya angka pengangguran, kemiskinan dan rendahnya daya beli masyarakat di Kota Bekasi, yang ditunjukan dengan cukup besarnya jumlah karyawan yang bekerja di Koppas Kranggan, 83 orang, dan besarnya volume layanan usaha dalam bentuk pemberian pinjaman untuk usaha produktif.

“Dengan jumlah yang dilayani mencapai 27.231 orang, sekitar 30% berarti ada kontribusi ekonomi cukup besar dari Koppas Kranggan. Baik kesempatan kerja, pengguliran modal usaha,” tutur Kepala Dinas Perindagkop Kota Bekasi Drs Hamid Riyadi, yang juga hadir pada RAT tersebut. Meski peran dan kontribusi Koppas Kranggan yang sudah cukup besar itu, kata dia, pemerintah Kota Bekasi tentu masih berharap agar terus ditingkatkan sehingga semakin banyak warga masyarakat yang bisa ikut menikmati layanan dan keberhasilan Koppas Kranggan.

Dalam era pasar bebas kekuatan ekonomi Indonesia tergantung kepada kemampuan menciptakan struktur ekonomi yang sehat ditandai dengan tumbuhnya sektor riil dan semakin kuatnya ekonomi rakyat. Oleh sebab itu peran koperasi dan usaha mikro – kecil – menenagah (UMKM) harus dipacu, khususnya di Kota Bekasi. Karena sektor ini merupakan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja.

Atas dasar prestasi yang diraih selama ini Pemerintah Kota Bekasi mengharap manajemen Koppas Kranggan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang lebih luas untuk pengembangan koperasi di Kota Bekasi sehingga semua koperasi yang ada di Kota Bekasi bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik. Kalau Koppas Kranggan targetnya 300 koperasi besar dunia, yang lain biarlah mempunyai target nasional dulu.

Yang juga tidak kalah penting, kata dia, Koppas Kranggan harus mampu menjaga rasio – likuiditas pada posisi yang aman sehingga tidak terjadi hilangnya kepercayaan seperti pernah dialami di masa lalu. Jika NPL atau kredit macet bisa ditekan, dan terus berada di posisi rendah, 2% saja, misalnya, tentu kepercayaan masyarakat – anggota juga akan terjaga.

Tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang mampu membuktikan kinerja secara profesional, sangatlah layak jika Koppas Kranggan menjadi “kampus” atau pusat pengembangan SDM perkoperasi di Kota Bekasi. Dinas Koperindag dan UKM Kota Bekasi yang sering menerima tamu dari berbagai daerah seperti dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumatera untuk studi banding, juga direkomendasikan ke Koppas Kranggan. “Koppas Kranggan bisa dianggap tempat untuk belajar koperasi dari nol sampai lulus sarjana,” kata Hamid.

Masalah utang bermasalah, kata Anim, saat ini menjadi perhatian serius dari manajemen supaya bisa diselesaikan sehingga NPL-nya berada di titik ideal maksimal 2%. Anggota yang punya utang bukan tidak mau bayar, tetapi bayarnya kebanyakan kalau sudah jatuh tempo. “Mulai sekarang harus dirubah, mengangsurnya setiap bulan supaya perhitungan NPL di akhir tahun tidak besar,” kata Anim. (yuni – my)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Mimpinya Koppas Kranggan Masuk 300 Koperasi Besar Dunia

  1. Rossida says:

    Bagaimana cara pinjam modal unt bimbel di jkt . 100juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *