NTT Bangkit, NTT Sejahtera Melalui Koperasi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan dukungan kuat dengan melakukan pembinaan-pembinaan bagi koperasi, memberikan pendampingan, dan kadang memberikan penguatan permodalan. Pemerintah berfikir, melalui koperasi sebagai mitra kerja pemerintah akan lebih cepat berjejaring mendorong anggota koperasi untuk selangkah demi selangkah, tahap demi tahap menuju ke suatu hidup yang lebih baik.

Sambutan tertulis Gubernur NTT Viktor Laiskdat pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas ke-35, tahun buku 2018 yang dilaksanakan pada 30 April 2019 itu dibacakan oleh Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dra. Sisilia Sona.

Dijelaskan pula tentang visi pemerintahan Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef A Nae Soi adalah; NTT Bangkit, NTT Sejahtera. Dalam banyak hal, secara nasional NTT dikatakan sebagai; provinsi yang tertinggal, provinsi termiskin, dan provinsi yang angka indeks pembangunan manusia terendah. Dengan kata Bangkit dikandung maksud mendorong kekuatan semua orang Nusa Tenggara Timur ketika merasa ada sesuatu yang kurang; “Mari kita bangkit bersama-sama.”

Bangkit, ini diharapkan menjadi gerakkan moral yang dimiliki masyarakan NTT untuk berani keluar dari ketertingalan yang dialami pada hari ini. “Sebagai manusia kita yakin, punya keunggulan. Tetapi juga punya kelemahan. Bagaimana orang NTT mengelola kelemahan menjadi keunggulan yang bisa bersaing, terutama dalam menata tata kehidupannya. Apakah dia sebagai ibu rumah tangga, sebagai guru, pegawai – Aparat Sipil Negara (ASN) aktivis – gerakkan koperasi, harus bangkit menuju hari esok yang lebih baik dari hari ini. Hal itu harus menjadi motivasi bagi seluruh orang NTT.

Sejahtera, memang ada yang bilang; “kami makan 3 kali sehari, cukup.” Tetapi yang ingin kita capai adalah kesejahteraan secara menyeluruh dan bagi seluruh warga negara – orang NTT. Mereka secara bertahap dengan usaha yang dimiliki, dengan segala kemampuan yang dimiliki bisa mengelola secara maksimal untuk menuju sesuatu yang diinginkan.

RAT Kopdit Obor Mas yang mengangkat tema; Mendorong Peningkatan Usaha-usaha Produktif Anggota Melalui Program KUR Untuk Mencapai Kesejahteraan, menurut Sonia, adalah sesuatu yang memotifasi anggota memanfaatkan fasilitas permodalan yang ada untuk dikelola secara baik guna menuju sejahtera.

Sejahtera ini, diharapkan tidak hanya dinikmati oleh pengurus koperasi saja, atau manajemen saja, tetapi juga dinikmati oleh seluruh anggota sebagai pemilik koperasi. Gubernur berkali-kali menyampaikan bahwa dia ingin sekali koperasi yang ada di Nusa Tenggara Timur menjadi kekuatan ekonomi sehingga semua orang yang tergabung dalam gerakkan koperasi, terutama usaha kecil dan menengah (UKM) yang dibiayai oleh koperasi menjadi UKM-UKM yang kuat.

Ada pertanyaan dari Gubernur NTT, apakah koperasi yang sudah bertumbuh sangat baik, seperti Kopdit Obor Mas dan koperasi-koperasi lain di NTT anggotanya juga berani mengawali usaha baru – UKM dan terintegrasi dengan koperasi sehingga koperasi itu ke depan memiliki unit-unit bisnis lain yang dikelola secara profesional. Di NTT, data koperasi menunjukan ada 4000 koperasi lebih.

Dari 4000-an koperasi yang ada, jumlah koperasi simpan pinjam (KSP) terbesar yaitu 3.325 unit. Selebihnya koperasi yang memiliki kegiatan usaha di bidang lain. Namun dari 4000-an koperasi tersebut sampai akhir April 2019 baru 42 koperasi melaksanakan RAT, dan Kopdit Obor Mas berada di urutan yang ke 42. Padahal Undang-undang No 25 tahun 1992 tentang perkoperasi mengharuskan koperasi melaksanakan RAT, minimal sekali dalam satu tahun.

Menurut catatan Dinaskop UMKM Pemprov NTT tahun buku 2017 koperasi yang melaksanakan RAT baru 1.600-an. Dinaskop dan UKM terus mendorong agar semua koperasi tertib melaksanakan RAT. Namun hasilnya belum menggembirakan. Dan dari 4000-an koperasi itu, yang tidak aktif ada 551 unit. Jika 551 unit koperasi yang tidak aktif itu tahun ini (2019) tidak ada perubahan, sesuai aturan akan dibubarkan. Tetapi pesan Gubernur kepada Dinaskop dan UKM, sebagai Pembina agar tidak begitu mudah membubarkan sebuah koperasi. Karena akan berurusan dengan hal-hal yang sangat berisiko.

Dalam kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur sekarang ini sangat diharapkan pemerintah daerah bisa bermitra dengan semua komponen yang ada untuk menjadi sebuah kekuatan baru bersama-sama pemerintah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga dalam terobosan program-program kerja di tingkat Pemerintah Provinsi NTT satu OPD unit hanya boleh melaksanakan 1 program. Ketika satu Dinas – Badan hanya mengelola satu, diharapkan ada keterkaitannya dengan Dinas yang lain, dan juga bisa berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ataupun unit-unit lain, ketka akan berkolaborasi akan lebih baik dan akan lebih mudah, saling menguntungkan dalam langkah bersama mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu pemerintah daerah sangat mengharapkan kepada gerakkan koperasi yang ada di NTT, terutama koperasi-koperasi besar seperti Obor Mas dan Pintu Air, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT. Koperasi harus terus bertumbuh dan berkembang menjadi lembaga usaha – ekonomi yang kuat dengan kekuatan modal sendiri – mandiri. Di NTT banyak sekali koperasi yang bertumbuh namun jika dievaluasi, modal sendiri sangat kecil, sedangkan pinjaman dari pihak ketiga sangat besar. Yang dikawatirkan, ketika suatu waktu pinjaman selesai, koperasi tak mendapatkan apa-apa.

Dan bila pinjaman itu tidak dikelola secara cerdas, akan sangat berdampak terhadap keberlanjutan sebuah koperasi. Karena itu pengurus – manajemen harus inovatif, banyak melakukan terobosan, untuk bisa bersaing dengan lembaga-lembaga keuangan yang lain. Bahkan, koperasi harus menjadi pilihan rakyat untuk membangun perekonomian masyarakat. (adit – mar)

 

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *