Pariwisata Jembatan Pasar Produk UKM

Pariwisata bisa menjadi jembatan bagi pemasaran produk usaha jecil dan menengah (UKM) di Tanah Air. Salah satu produk UKM yang dapat dikembangkan adalah cenderamata dan souvenir khas dari masing-masing daerah. Selama ini, sebagain besar produk cenderamata dan souvenir khas daerah dikembangkan oleh industri rumahan.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Noviendi Makalam mengungkapkan, perkembangan wisatawan di Tanah Air seharusnya dimanfaatkan untuk menggenjot industri cenderamata dan souvenir khas daerah. Sebab, para wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara cenderung memburu produk souvenir khas daerah atau Negara sebagai buah tangan.

Noviendi mencontohkan, rombongan finalis Miss World 2013 dari 33 negara di Bali memburu cenderamata dan souvenir khas Bali. Sebagian besar produk cenderamata danĀ  souvenir khas daerah selama ini, biasanya diproduksi industri rumahan, UKM. Jika produk cenderamata lebih diberdayakan, tentu UKM juga akan terangkat, karena wisatawan di Tanah Air saat ini terus meningkat.

Dia mencontohkan, cenderamata yang biasanya diburu wisatawan, di antaranya tempelan kulkas (magnet) dengan bentuk dan tema sesuai daerah yang dikunjungi, dan kerajinan tangan khas daerah. Sayangnya, masih banyak pelaku UKM yang belum memahami kondisi pasar, sehingga tidak menyiapkan produk souvenir sesuai minat pasar. Juga disayangkan, tidak semua destinasi wisata menyediakan produk layak jual kepada wisatawan. Noviendi menyoroti beberapa sentra pariwisata di sejumlah tempat justru menjual produk-produk buatan China.

Cenderamata yang banyak ditemukan di beberapa obyek wisata kualitasnya perlu ditingkatkan, agar dapat bersaing dengan cinderamata impor, terutama dari China dan Korea yang kini mendominasi pasar. Di beberapa obyek wisata di Jakarta, seperti Kota Tua, Taman Mini Indonesioa Indah, Meseum Fatahillah, Museum Nasional banyak menjual cinderamata khas daerah. Baik khas Betawi, Sunda, Jawa dan daerah lainnya. Ini yang perlu lebih dikembangkan. (St)

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *