Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Formulasi Produk Dreen Clean Pada UKM Suradita

Sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang memiliki peran signifikan dalam perekonomian Indonesia adalah industri kecil dan rumah tangga (IKRT). Beberapa karakteristik IKRT adalah: merupakan usaha padat karya yang diharapkan dapat menyerap angkatan kerja di wilayah perdesaan, modal awal usaha yang relatif kecil, menggunakan teknologi yang relatif sederhana, sebaran industri berada di daerah pedesaan dengan menggunakan sumber daya dan bahan baku lokal.

Dalam kehidupan sehari-hari, mencuci pakaian dan membersihkan rumah merupakan kegiatan yang biasa dilakukan oleh semua orang, terutama oleh industri rumah tangga. Selama ini untuk mencuci dan membersihkan digunakan bahan pembersih kimia sintetis. Yang banyak digunakan di rumah tangga, contohnya, detergen. Jenis ini mengandung bahan kimia berbahaya untuk kesehatan pengguna dan lingkungan sekitar. Untuk mengatasi masalah ini perlu dilakukan pengembangan bahan pembersih ramah lingkungan (green clean), yang berfungsi membersihkan pakaian, hygiene, aman untuk kesehatan pengguna dan ramah lingkungan.

Jenis detergen yang banyak digunakan di rumah tangga sebagai bahan pencuci pakaian adalah detergen yang mengandung ABS (alkyl benzene sulphonate) yang tergolong keras. Detergen ini sulit terurai oleh mikroorganisme (nonbiodegradable) sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Lingkungan perairan yang tercemar limbah detergen kategori keras ini dalam konsentrasi tinggi akan mengancam dan membahayakan kehidupan biota air dan manusia yang mengkonsumsi biota tersebut. Senyawa-senyawa yang terkandung didalam detergen dapat menimbulkan gangguan kesehatan terhadap manusia seperti iritasi pada kulit, kulit terasa kering, panas, melepuh, retak-retak, gampang mengelupas hingga mengakibatkan gatal dan kadang menjadi alergi, menyebabkan katarak pada mata orang dewasa dan menimbulkan gangguan terhadap lingkungan seperti adanya busa-busa pada permukaan air sehingga mengurangi kadar oksigen terlarut dalam air.

Karena dampak pembersih yang beredar di pasaran cukup membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan sekitarnya, maka perlu dilakukan pengembangan pembersih yang ramah lingkungan (green clean environment), yang berfungsi membersihkan dengan baik, hygiene, aman untuk kesehatan penggunanya dan ramah lingkungan. Hal ini merupakan peluang usaha bagi Usaha Mikro Kecil atau Industri Kecil Rumah Tangga untuk mengembangkan usaha produk green clean.

IKRT Suradita di Kompleks Suradita Indah, merupakan UMK binaan dosen Universitas Mercu Buana (UMB), sejak dilaksanakan Pengabdian pada Masyarakat tahun 2017 dengan pendanaan internal dari UMB sampai sekarang. IKRT yang memproduksi green cleaner ini didirikan untuk menambah penghasilan para ibu rumah tangga di wilayah RW 09. Hasil produksinya dipasarkan di wilayah sekitar. Saat ini kapasitas produksi green cleaner masih terbatas. Karena proses produksi masih manual dengan peralatan sederhana. Selain itu, tata kelola manajemen dan strategi pemasaran belum baik.

Untuk tugas pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi di masyarakat mahasiswa UMB masing-masing; I Gusti Ayu Arwati – Teknik Mesin, Euis Nina Saparina Yuliani, Teknik Industri, dan Nur Endah Retno – Ekonomi dan Bisnis, melakukan penelitian tentang; Penerapan teknologi tepat guna pada proses produksi produk green cleaner; Kualitas formulasi produk green cleaner dan Penerapan manajemen tata kelola dan strategi pemasaran.

Produk yang dihasilkan IKRT adalah green detergen dan karbol sereh. Green Clean Detergen mempunyai fungsi untuk menghilangkan dan membersihkan kotoran, serta mewangikan pakaian. Karbol sereh berfungsi untuk membersihkan lantai dan desinfektan dari jamur, bakteri dan binatang seperti kecoa, semut, lalat dan lainnya. Kedua produk tersebut dibuat dari bahan-bahan yang aman untuk pengguna dan lingkungannya. Selama ini IKRT binaan memproduksi kedua produk dengan kapasitas 500 liter per bulan.

Saat ini usaha detergen – pembersih lantai ramah lingkungan mulai berkembang, seiring dengan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan semakin baik. Beberapa merk pembersih ramah lingkungan telah beredar dipasaran, dengan berbagai harga dan kualitas. Produk IKRT SR RW 09 diberi merk Green Cleaner SR, dimana kualitas produk mampu bersaing dengan harga jual dibawah merk lainnya.

Hal itu membuat pelanggan Green Cleaner SR loyal menggunakan produk ini, bahkan beberapa dari pelanggan menjadi agen kecil untuk dipasarkan kembali. Karena ada informasi dari mulut ke mulut (words of mouth) bahwa kualitasnya lebih aman, sehat, higienis dan harga lebih murah, permintaan produk Green Cleaner SR semakin meningkat. Peluang pengembangan IKRT Suradita secara ekonomi menguntungkan bagi produsen dan masyarakat. Beberapa hal yang perlu dikembangkan; perluasan daerah distribusi, penjualan, konsumen tetap yang membeli dalam jumlah banyak, seperti rumah sakit, sekolah dan berbagai instansi.

Dari penelitian dan interview yang dilakukan diketahui permasalahannya yaitu kapasitas produksi dan pemasaran masih terbatas karena proses produksi masih manual dengan peralatan sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam empat tahapan: pendahuluan, perancangan teknologi, peningkatan kualitas formulasi dan pengujian laboratorium, perancangan manajemen tata kelola, strategi pemasaran dan implementasi.

Berdasarkan permasalahan mitra, maka dilakukan perancangan teknologi tepat guna mesin pengaduk (mixer) bahan untuk proses produksi produk green cleaner. Lalu, formulasi produk green cleaner diperbaiki kembali dengan tujuan agar kualitasnya lebih bermutu, aman, dan hygene bagi pengguna dan ramah lingkungan. Perbaikan formulasi dilakukan dengan melengkapi suatu alat destilasi air dimana alat ini dapat berfungsi untuk mendapatkan air baku yang bersih sesuai strandar kadar TDS dibawah 100 ppm sesuai undang-undang (UU) Kesehatan. Kemudian formulasi itu dilakukan pengujian laboratorium guna memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Laboratorium LIPI sebagai tempat pengujian dan analisa formulasi green cleaner. Mendapatkan HAKI-Hak Cipta.

Dengan menggunakan alat mixer hasil produksi menjadi lebih meningkat sampai 100 % sehingga menghasilkan sampai 1 ton per 2 minggu. Dengan peningkatan produksi detergen cair dan karbol sereh ramah lingkungan ini dapat menyerap tenaga kerja di sekitar desa Suradita menjadi marketing keliling dengan motor ke daerah lain atau pasar tradisional di luar Desa Suradita. Melakukan segmentasi pasar untuk membidik pasar yang lebih besar seperti instansi pemerintah dan swasta (rumah sakit, sekolah, pemda, dan lainnya), laundry, dan industri rumah tangga.

Langkah-langkah strategis; memantau perkembangan harga bahan baku, biaya operasional, harga produk sejenis dari pesaing, menciptakan keunggulan dari pesaing. Seperti keunggulan produk, inovasi pemasaran. Investasi guna meningkatkan kapasitas usaha dengan penggunaan mesin tepat guna. Memperluas jaringan distribusi – pasar untuk meningkatkan keuntungan. Meningkatkan promosi melalui media sosial, web dan membagian brosur, penjualan melalui event seperti bazar. Menata pencatatan dan pelaporan inventarisasi barang, penjualan dan pendapatan. Potensi pengembangan produk green clean UKMSR di Desa Cisauk cukup prospektif. (***)

Gambar 4. (A) Observasi survey wawancara terhadap Team UMK SR oleh Team dosen UMB (B) Observasi survey ruangan produksi terhadap UMK SR oleh Team dosen UMB survey ruangan produksi terhadap UMK SR oleh Team dosen UMB

Gambar 6; (A) Foto Alat  teknologi tepat guna mesin pengaduk (mixer) bahan untuk proses produksi produk green cleaner(B) Foto Alat destilasi air yang berfungsi untuk mendapatkan air baku proses yang lebih Hygines

Gambar 7. Foto team Dosen dan Mahasiswa  Universitas mercu buana dengan Team UKM SR

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *