Persembahan bagi Sang Ayah

Di mana, akan kucari. Aku menangis seorang diri. Hatiku slalu ingin bertemu. Untukmu, aku bernyayi. Untuk ayah tercinta. Aku ingin bernyanyi. Walau air mata. Di pipiku. Ayah dengarkanlah. Aku ingin berjumpa. Walau hanya dalam Mimpi…..

Sepenggal syair lagu Ayah karya Rinto Harahap yang dipersembahkan bagi (alm) ayah tercinta, dan popular di awal tahun 1990-an, juga merasuk di hati sanubari Ketua Umum Koperasi Pasar (Koppas) Kranggan, Anim Imanuddin, S.E.,M.M. Sebelum acara rapat anggota tahunan (RAT) Koppas Kranggan tahun buku 2016 pada 26 Januari 2017 resmi dimulai, misalnya, Anim pun mempersembahkan lagu tersebut bagi ayahanda, H. Lami (alm), dengan penuh penghayatan.

Berdendang dan berjoget di atas panggung, bagi Anim hal biasa. Seperti telah menjadi kewajiban, pejabat – politisi harus bisa nyanyi. Meski suaranya pas-pasan, dan modalnya lagu itu-itu juga, namun tempik sorak pun gemuruh. Panggung kampanye, bagi Anim yang sudah 2 periode terpilih sebagai wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Jawa Barat, tempat uji nyali bernyanyi. Beberapa lagu dikuasai dengan baik, terutama lagu-lagu dang dut yang digemari semua lapisan masyarakat untuk joget bersama. Tetapi menyanyikan lagu Ayah, dikaitkan dengan Koppas Kranggan, ada nilai historis tersendiri.

Mengaku, semula tidak pernah tertarik menekuni koperasi, tetapi kini sukses sebagai praktisi koperasi. Yang ada dalam benaknya waktu kuliah, ingin kerja di bank. Dia terobsesi penampilan pegawai bank yang selalu trendi berdasi, kelihatan keren, ada gengsi. Itu sebabnya ketika paman dan kakaknya, menyarankan Anim mengurus koperasi, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Kalaupun ada yang tertinggal dalam benaknya hanya sekian persen saja. Yang membuatnya tak berkutik, ketika dipanggil sang ayah, H. Lami.

DSCN9587Melihat si bungsu dari 5 bersaudara telah bergelar sarjana, Anim diharapkan mampu berkontribusi – bermanfaat bagi masyarakat. Ayah bilang; ‘Kamu harus ngurusi koperasi. Punya ilmu bisa dibanggakan kalau tidak untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain, dan membangun daerahnya. Kalau ikhlas menjalankannya, pasti maju. Saya doakan!’ Pokoknya ceramahlah! Mungkin beliau sudah ‘disuntik’ pengaruh” kenang Anim. Meski merasa bingung, “perintah” sang ayah yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat yang disegani, membuat Anim tak berani menolak. Merasa tidak paham soal koperasi, dan tak berani menolak titah ayahanda, mau tidak mau harus belajar dan membaca buku-buku tentang koperasi.

Ada yang bilang, Koppas Kranggan yang memiliki motto; Mitra usaha menuju anggota sejahtera dan visi Memberdayakan koperasi dan pengusaha kecil sebagai pelaku ekonomi yang diarahkan untuk menciptakan strukturekonomi yang kuat, maju, tangguh, dan mandiri di wilayah Jatisampurna, Bekasi, adalah koperasi “turunan”. Memang, karena yang mendirikan keluarga; ayah, mertua, kakak, paman dan keluarga dekat lainnya. Lantaran itu pula H. Lami bersikukuh, bungsu harus mengurus koperasi. Anim berterus terang, yang ada di Pasar Kranggan 60% keluarganya, dan sebagian lain tetangga desa yang juga dikenal.

Namun Koppas Kranggan bukan semata-mata untuk kesejahteraan keluarga. Hal itu tertuang dalam Misi Koppas Kranggan yang sangat jelas; “Memperkokoh gerakan ekonomi rakyat agar dapat mempercepat proses kesejahteraan rakyat. Mitra usaha yang menguntungkan menuju anggota sejatera. Memberdayakan koperasi agar mampu mengembangkan dirinya sendiri menjadi koperasi maju, mandiri dan bermanfaat bagi masyarkat dan anggota.”

Untuk mendukung visi dan misinya, Koppas Kranggan mencanangkan 7 Mantap, yaitu; Mantap organisasi – semua perangkat organisasi dari pimpinan tertinggi sampai pelaksana tugas terbawah solid dalam satu gerak langkah untuk satu tujuan. Mantap Sumber daya manusia (SDM) – Karyawan yang berkerja sesuai kompetensi dan terus menerus mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan kemajuan. Mantap permodalan – Modal sendiri yang utama dan dukungan modal luar dengan tetap terjaganya likuiditas untuk operasional usaha. Mantap manajemen – Sistem yang mengatur operasional setiap satuan tugas yang efisien dan efektif dengan kinerja yang baik untuk mencapai target pelayanan dan pendapatan. Mantap marketing – Kemampuan menganalisa dan memasuki pasar dengan berbagai inovasi produk dan sistem dalam meningkatkan omzet dan pendapatan. Mantap Informasi – Sistem pengolahan dengan perangkat teknologi informasi yang handal dalam mendukung kinerja pelayanan untuk pencapaian hasil yang maksimal cepat dan akurat. Mantap pelayanan – Pelayanan yang diberikan sepenuh hati dan memuaskan kepada setiapanggota.

Untuk memberikan pelayanan prima kepada anggota ada 7 mantap pelayanan yaitu; Senyum – Ekspresi wajah yang menyenangkan, mencair, dan menarik simpati, Salam – Memberikan salam agama atau salam yang lazim dalam masyarakat setempat, Sapa – Menanyakan, apa yang bisa dibantu dan mengajak bicara dengan suara bersahabat, Sopan Santun – Sikap hormat kepada yang lebih tua, ramah kepada sebaya dan menyayangi kepada yang lebih muda. Serasi – Penampilan sosok dan pakaian yang sesuai, tidak berlebihan dan natural. Solusi – Senantiasa menawarkan jalan keluar dan menghindari perselisihan dan Sepakat – Berusaha mencari kesepakatan dan komitmen terhadap janji.

Dengan 7 mantap tersebut Koppas Kranggan yang berkantor pusat di Jln. Raya Pasar Kranggan No.12 Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, terus berkembang, kini telah memiliki 5 kantor cabang dan 4 kantor unit usaha, yaitu; Cabang Pasar Kranggan Mas, Cabang Cikeas – Nagrak, Cabang Bojong Kulur, Cabang Cileungsi, Cabang Taman Laguna, dan Kerja sama Pengelolaan Pasar Kranggan Mas, Pengelolaan Perparkiran RS Meilia, Pengelolaan Perparkiran Universitas Mercu Buana, Kampus D, Pengelolaan Pasar dan Perparkiran Kawasan Betos Unit Usaha Pembangunan Perumahan Kintamani Town House, Jatisampurna, Bekasi. Pada akhir tahun buku 2016 mencatatkan total aset Rp 89.636.381.499,- Yang menjadi anggota, maupun yang dilayani bukan hanya pedagang yang berjualan di Pasar Kranggan, tetapi juga para pedagang kaki lima dan pengusaha kecil di luar pasar. Jumlahnya cukup besar 33.166 orang. Diakui, mereka belum semua menjadi anggota, tetapi sudah menjadi calon anggota dan pemanfaat lainnya.

Kantornya yang megah, 3 lantai, di Jln Raya Pasar Kranggan, Kota Bekasi, Jawa Barat, simbul keberhasilan dan kepercayaan. Bukti kepercayaan itu, misalnya, Koperasi Pasar (Koppas) Kranggan mendapat penguatan modal dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), tanpa agunan sebesar Rp 10 miliar. Koppas Kranggan tidak hanya di kenal warga Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, tetapi dikenal luas oleh gerakkan koperasi di Indonesia. Banyak gerakkan koperasi dari berbagai daerah mengadakan kunjungan studi banding ke Koppas Kranggan. Bahkan gerakkan koperasi dari beberapa Negara anggota ASEAN; Malaysia, Philipina, Singapura dan Brunei Darusalam pernah berkunjung ke Koppas Kranggan.

DSCN9608Untuk memudahkan pelayan bagi semua anggota, kecuali di kantor pusat, Koppas Kranggan membuka cabang dan unit-unit pelayanan, termasuk ke DKI Jakarta. Alasan invasi ke Jakarta itu dekat, dan ngetren – bergengsi kalau punya cabang di DKI Jakarta. “DKI itu Ibukota, kalau ada cabang Koppas Kranggan di Jakarta, keren,” kata Anim menirukan alasan anggota. Kospin Jaya Pekalongan dan Nasari Semarang, juga punya cabang di Jakarta. Setelah dilakukan survey, dan melihat penduduknya masih kekeluargaan, Pasar Munjul, Jakarta Timur, menjadi pilihan lokasi. Perkembangan cabang Pasar Munjul luar biasa. Dibuka 11 Juli 2011, selama 2 minggu penabungnya 50 orang, dan jumlah tabungan Rp 60 juta. Setiap hari yang ingin menabung minimal 15 orang.

Sebelum menentukan pilihan lokasi diadakan survey terlebih dulu, dan harus melihat latar belakang masyarakatnya. Kalau di daerah tersebut sudah banyak pedagang dan pendatang, cenderung berspekulasi dan gesekan terlalu tinggi. Jika latar belakangnya penduduk asli, kekeluargaannya sangat kuat, cenderung, jujur, diarahkan mau. Setrateginya, melibatkan tokoh setempat untuk membangun ekonomi kerakyatan. Soal kantor, satu dua tahun kontrak dulu. Bila kelak usahanya berkembang bagus, hasilnya sesuai, baru beli ruko atau gedung untuk investasi – kantor.

Dengan sistem operasional prosedur (SOP) pengurus tidak bisa sewenang-wenang mengeluarkan uang. Semua berdasarkan aturan. Ketika akan memberikan pinjaman kepada anggota melebihi Rp 500 juta, misalnya, harus diputuskan oleh komite. Untuk meningkatkan semangat anggota, yang kadang lesu darah, pengurus dan manajemen memilih anggota berprestasi dan anggota teladan. Untuk anggota berprestasi penilaiannya ada beberapa kriteria, antara lain; aktif menyimpan uang di koperasi, aktif bertransaksi dengan koperasi, disiplin mengangsur pinjaman, pemaham tentang perkoperasian. Predikat anggota teladan diberikan kepada mereka yang telah beberapa tahun berturut-turut meraih predikat anggota berprestasi.

Karena anggota Koppas Kranggan paling banyak pedagang, dan tidak hanya yang berjualan di Pasar Kranggan, tetapi juga buka warung di rumah, pedagang kaki lima, dan sebagainya, maka usaha utama koperasi adalah simpan pinjam. Agar koperasi cepat berkembang kemudian membuka unit-unit usaha baru seperti; usaha perparkiran bekerja sama dengan RS Melia, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Pasar Kranggan, Universitas Mercu Buana, dan sebagainya.

Program-program yang dicanangkan, baik program rutin tahunan, seperti rapat anggota tahunan (RAT), maupun program tambahan, selalu dapat terealisir dengan baik. Artinya, Koppas Kranggan termasuk koperasi yang sehat. Program paling menarik undian Gebyar Tabungan Cempaka yang digelar sejak tahun 1998, saat Indonesia dilanda krisis ekonomi, selalu ditunggu-tunggu belasan ribu orang, baik anggota, calon anggota dan penabung, karena hadiahnya. Setiap tahun nilai hadiahnya terus ditingkatkan, baik jenis hadiah maupun nilainya. Ada hadiah hiburan, seperti payung, kaos, lalu nilai hadiahnya semakin mahal; setrika, dispenser, blender, magic comb, rice box, kipas angin, kompor gas, rak piring, sepeda anak, lemari bravo, teve 25 inc, mesin cuci, teve 29 inc, kulkas 2 pintu, sofa jati.

Kalau tahun 2010 hadiah utama baru 2 unit sepeda motor, tahun 2011 hadiah utama menjadi 3 unit sepeda motor. Total hadiah tahun 2011 Rp 120 juta. Tahun 2013 hadiah utamanya 4 sepeda motor. Suatu ketika hadiah utama bisa mobil. Semakin besar nilai hadiah yang diundi, masyarakat semakin tertarik menabung di koperasi. Dengan hadiah mobil, masyarakat kelas atas yang selama ini menyimpan uangnya di bank diharapkan mau menabung di koperasi. Penyelenggaraan Gebyar Tabungan Cempaka selalu semarak, dihadiri ribuan anggota dan penabung, juga seluruh lurah di Kecamatan Jatisampurna, guru-guru SD – SMP – SMA, Camat, dan pejabat di lingkungan Pemkota Bekasi.
Hana, ibu rumah tangga yang sudah 10 tahun menabung di Koppas Kranggan boleh dibilang paling mujur. Pemilik tabungan Rp 92 juta itu 2 tahun berturut-turut (2010 – 2011) mendapat hadiah utama. “Senang sekali dapat hadiah motor dua motor,” tutur Hana. Yang menabung di Koppas Kranggan, bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak sekolah, SD – SMP – SMU di Jatisampurna.

Bagi cabang yang berkembang pesat diberi otonomi, untuk menyelenggarakan undian berhadiah sendiri. Cabang Bojong Kulur, misalnya, karena asetnya Rp1 miliar dan tabungan masyarakat juga lebih dari Rp 1 miliar, mengadakan undian sendiri. Baru Cabang Bojong Kulur yang otonom melaksanakan undian sendiri. Efeksnya, masyarakat yang menabung semakin banyak. Memberikan hadiah kepada anggota, calon anggota dan penabung, dikemas dalam bentuk unidian adalah kiat membangun kepercayaan dan kebanggaan masyarakat berkoperasi. Kalau mau maju, harus berani berkorban.

Diyakini, dengan adanya hadiah dan pelayanan yang baik, masyarakat akan berbondong-bondong menabung ke koperasi. Sebagai media promosi, undian berhadiah sangat efektif. Dicontohkan, ketika baru kali pertama 1998, hadiah utamanya baru kulkas dan tv 29 inc. Aset koperasi saat itu Rp 1 miliar lebih sedikit, setahun kemudian aset langsung meningkat menjadi Rp 3 miliar. Peningkatan sangat signifikan ketika hadiah utama sepeda motor. Tahun buku 2015 jumlah penabung di Tabungan Cempaka hampir mencapai 19.000 orang total simpanan Rp 37,2 miliar. Sebagian terbesar dari masyarakat Jatisampurna. Anim yakin, belum ada tabungan masyarakat di Koppas lain sampai Rp 37,2 miliar. Tabungan berjangka Rp 29,5 miliar, sehingga total keseluruhan Rp 66,7 miliar.

Hadiah tidak perlu diambil dari biaya operasional. Mencontoh menejemen bank, biaya diambil dari pos pemasukan biaya adminstrasi transaksi di ATM, kliring dan sebagainya. Sistem perbankan itu diadopsi, dimana setiap anggota, calon anggota dan penabung dikenakan biaya administrasi Rp 2000, per bulan. Pengurus harus cerdas berkreasi, wawasannya luas mengelola uang masyarakat. Jika tidak, bisa bingung.

Meski sudah cukup banyak prestasi yang diraih, baik tingkat lokal, regional maupun nasional, namun Anim mengaku masih punya obsesi – mimpi dan cita-cita yang ingin diraih. Dulu pernah dicanangkan, Koppas Kranggan di tahun 2013 harus masuk daftar 300 koperasi besar Indonesia. Target tersebut telah tercapai. Ke depan, Koppas Kranggan harus masuk 300 koperasi besar dunia. Target lain, tahun 2015 Koppas Kranggan tidak punya utang di bank. Dengan tidak punya utang di bank, akan bisa memberikan pinjaman kepada anggota dengan jasa – bunga lebih rendah.

Terkait dengan omset usaha, tahun 2013 hanya mencapai Rp 39 miliar, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 42 miliar. Akibat dari penurunan omset usaha, perpengaruh langsung pada sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2013 yang hanya mencapai Rp 1 miliar. Padahal tahun buku 2012 mencapai Rp 1,4 miliar. Tujuan utama koperasi bukan semata mencari keuntungan sebesar-besarnya, tetapi bagaimana bisa menyejahterakan anggota. Sejahtera itu bisa waktu mau pinjam uang terpenuhi, mau ambil uang tidak dipersulit, dan kemudahan lainnya. Aset lembaga yang terus meningkat juga menggambarkan bahwa kegiatan usaha berjalan lancar. Aset Kopas Kranggan tahun buku 2012 baru mencapai Rp 48 miliar, sedangkan tahun buku 2013 menjadi Rp 64 miliar.

Untuk meningkatkan modal lembaga agar suatu saat nanti koperasi mampu mandiri dengan modal yang kuat, simpanan pokok anggota ditingkatkan menjadi Rp 5 juta, dan simpanan wajib Rp 250.000, per bulan. Bagi anggota yang simpanan pokoknya belum mencapai Rp 5 juta diberi kesempatan untuk mengangsur sampai mencapai Rp 5 juta. Memang ada yang simpanannya baru Rp 1 – 2 juta. Setelah dievaluasi, ternyata ada yang tidak mau melanjutkan. Ada yang karena usianya sudah lanjut, ada juga dikompensasi dengan pinjamannya.

Bagi anggota yang pinjam, tetapi simpanan wajibnya belum penuh, masih ada bulan-bulan yang belum dibayar, uang pinjamannya akan dipotong untuk membayar simpanan wajib. Prinsipnya, simpanan wajib harus lancar, harus dibayar. Ada juga simpanan wajib khusus dipotong pada saat pinjaman cair, besarnya 2%. Rinciannya, 1% untuk simpanan wajib khusus, 0,5% cadangan resiko, sedangkan 0,5% lainnya sebagai pendapatan administrasi. Untuk pinjaman bina usaha yang besarnya Rp 750.000, diperuntukan pedagang kecil – pedagang kaki lima (PKL), tukang ojek, tidak pakai jaminan. Koppas Kranggan adalah badan usaha yang berbasis kerakyatan, dan memiliki peran strategis sebagai salah satu pelaku ekonomi yang telah mampu memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah tingginya angka pengangguran, kemiskinan dan rendahnya daya beli masyarakat di Kota Bekasi.

Dalam era pasar bebas kekuatan ekonomi Indonesia tergantung kepada kemampuan menciptakan struktur ekonomi yang sehat ditandai dengan tumbuhnya sektor riil dan semakin kuatnya ekonomi rakyat. Oleh sebab itu peran koperasi dan usaha mikro – kecil – menenagah (UMKM) harus dipacu, khususnya di Kota Bekasi. Karena sektor ini merupakan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja. Atas dasar prestasi yang diraih selama ini Pemerintah Kota Bekasi mengharap manajemen Koppas Kranggan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang lebih luas untuk pengembangan koperasi di Kota Bekasi sehingga semua koperasi yang ada di Kota Bekasi bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik. Kalau Koppas Kranggan targetnya 300 koperasi besar dunia, yang lain biarlah mempunyai target nasional dulu.

Tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang mampu membuktikan kinerja secara profesional, sangatlah layak jika Koppas Kranggan menjadi “kampus” atau pusat pengembangan SDM perkoperasi di Kota Bekasi. Dinas Koperindag dan UKM Kota Bekasi yang sering menerima tamu dari berbagai daerah seperti dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumatera untuk studi banding, juga direkomendasikan ke Koppas Kranggan. Koppas Kranggan bisa dianggap tempat untuk belajar koperasi dari nol sampai lulus sarjana.

Terkait program ke depan, melalui rapat kerja (Raker) ditentukan program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Program jangka panjang, implementasinya menjadi program jangka menengah dan jangka pendek. Setiap tahun dilakukan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar capaiannya. Salah satu program jangka panjang, membangun gedung kantor yang representantif telah terlaksana. Karena ada anggota yang jadi dokter, banyak anak anggota jadi suster, anggota menginginkan koperasi punya klinik kesehatan yang bisa rawat inap, dan melayani BPJS.

Jika punya klinik sendiri biayanya bisa lebih murah, dapat diskon, pelayanannya lebih baik, klaim BPJS menjadi milik klinik, sehingga uang yang dibayar oleh koperasi tidak ke mana-mana. Selama ini Koppas Kranggan bekerja sama dengan rumah sakit (RS) swasta. Semua anggota BPJS-nya sebesar Rp 25.000,- per bulan – Rp 300.000,- setahun dibayari oleh koperasi. Uang tersebut diambil dari sisa hasil usaha, bukan dari tabungan. Artinya, anggota tidak mengeluarkan uang secara langsung.

Inilah salah satu upaya koperasi meningkatkan kesejahteraan anggota dari hasil usaha yang dikembangkan. Selama ini koperasi hanya meng-cover kematian, membarikan santunan kepada keluarga. Karena ingin lebih menyejahterakan anggota, kesehatan pun dicover. Koperasi punya tanah yang belum dimanfaatkan, akan segera dibangun gedung untuk klinik.Anim mengaku, secara lisan sudah melakukan pendekatan dengan pihak BPJS Kota Bekasi, sehingga kelak jika klinik koperasi itu mulai operasional bisa segera menjalin kerja sama definitif. Anim mengaku tidak pernah lelah memperjuangan masa depan koperasi agar bisa maju, demi anggota sejahtera. (mar – adit)

Save

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *