Personal Aspect – Aspek Kepribadian

“Melihat dengan mata kita… Mendengar dengan telinga kita.. Berbicara dengan suara hati kita. Landasilah hidup dengan cinta, agar dapat melihat masalah kecil yang perlu diperbaiki hingga masalah yang besar yang perlu diselesaikan”.

Secara umum, Pengertian Personal Aspek atau Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang terdiri dari corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap yang melekat pada seseorang jika berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan. Istilah kepribadian adalah konsep yang luas sehingga tidak mungkin membuat definisi berlaku untuk semua orang. Dapat dikatakan kepribadian merupakan latar belakang corak perilaku seseorang.

Kepribadian mencakup kebiasaan, sikap, sifat, yang dimiliki seseorang yang berkembang ketika seseorang berhubungan dengan orang lain. Kepribadian sangat erat kaitannya dengan nilai, norma, dan perilaku. Kepribadian merupakan konsep yang luas, sehingga pengertian kepribadian banyak ditanggapi berbeda-beda oleh para ahli Sosiologi. Namun dari definisi pengertian kepribadian saling melengkapi dan memperkaya konsep kepribadian.

Beberapa definisi kepribadian menurut ahli sosiologi antara lain; Gordon W. Allport: Pengertian kepribadian adalah organisasi sistem jiwa raga yang dinamis dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya. M.A.W. Brouwer: Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang terdiri dari corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang. Theodore M. Newcomb: Pengertian kepribadian adalah organisasi sikap-sikap – predispositions yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang pemiliknya. John F. Cuber: Kepribadian adalah keseluruhan sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.

Kepribadian–integritas, ada juga yang mengartikan sebagai keunggulan moral dan menyamakan sebagai “jati diri”. Juga diartikan sebagai bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kode etik. Dengan kata lain, sebagai “satunya kata dengan perbuatan”. Kepribadian mencakup sifat: bertanggung jawab, jujur, menepati kata-kata, dan setia. Konon, di Tiongkok kuno orang menginginkan rasa damai dari kelompok barbar utara. Itu sebabnya mereka membangun tembok besar. Tembok itu begitu tinggi sehingga mereka yakin tidak seorang pun yang bisa memanjatnya. Karena sangat tebal, tidak mungkin hancur walaupun didobrak. Sejak tembok dibangun dalam seratus tahun pertama, setidaknya Tiongkok diserang tiga kali oleh musuh-musuhnya, namun tidak ada satu pun yang berhasil masuk karena temboknya tinggi, tebal, dan kuat.

Suatu ketika, musuh menyuap penjaga pintu gerbang perbatasan itu. Apa yang terjadi? Musuh berhasil masuk. Orang Tiongkok berhasil membangun tembok batu yang kuat, tetapi gagal membangun kepribadian pada generasi berikutnya. Seandainya, penjaga pintu gerbang tembok itu memiliki kepribadian – integritas tinggi, ia tidak akan menerima uang suap itu, yang tidak hanya menghancurkan dirinya, tapi juga orang lain. Betapa sering kita meremehkan dan memandang sebelah mata terhadap arti penting sebuah kepribadian. Akan lebih banyak risiko dan akibat fatal yang terjadi jika harus mengorbankan kepribadian. Bila kita tidak memperhatikan sikap dan tindakan, kenikmatan sesaat sering berujung pada akibat buruk yang berkepanjangan.

Suatu penelitian menyatakan, perbedaan antara negara berkembang (miskin) dan negara maju (kaya) tidak tergantung pada usia negara itu. Contoh, India dan Mesir, yang usianya lebih dari 2.000 tahun, tetapi mereka tetap terbelakang. Di sisi lain, Negara seperti Singapura, Kanada, Australia, dan New Zealand, yang umurnya kurang dari 150 tahun dalam membangun, saat ini adalah bagian dari negara maju di dunia. Ketersediaan sumber daya alam (SDA) suatu negara juga tidak menjamin negara itu menjadi kaya. Jepang, punya area yang sangat terbatas, di mana daratannya delapan puluh persen berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakan. Tetapi, saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia.

Jepang laksana negara “industri terapung” yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia, dan mengekspor barang jadinya. Swiss tidak punya perkebunan coklat, tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia. Negara Swiss sangat kecil, hanya sebelas persen daratannya yang bisa ditanami. Swiss juga mengolah susu dengan kualitas terbaik. Nestle adalah salah satu Koperasi makanan terbesar di dunia. Bank-bank di Swiss, menjadi bank yang sangat disukai di dunia.

Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dengan temannya dari negara terbelakang, sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan. Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara maju dan kaya di Eropa. Ras atau warna kulit juga bukan faktor penting. Lalu, apa perbedaannya? Perbedaannya adalah pada sikap – perilaku masyarakat yang terbentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan. Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti dan mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan yang salah satu dari prinsip dasar itu adalah integritas diri.

Apakah makna integritas bagi kita? Pertama, integritas berarti komitmen dan loyalitas. Komitmen – janji pada diri sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan-tindakan. Seseorang yang berkomitmen adalah mereka yang dapat menepati janji dan mempertahankan janji itu sampai akhir, walaupun harus berkorban. Banyak orang gagal dalam komitmen. Faktor pemicu mulai dari keyakinan yang goyah, gaya hidup yang tidak benar, pengaruh lingkungan, hingga ketidakmampuan mengatasi berbagai persoalan. Gagal dalam komitmen menujukkan lemahnya integritas diri.

Kedua, integritas berarti tanggung jawab. Tanggung jawab adalah tanda dari kedewasaan pribadi. Orang yang berani mengambil tanggung jawab adalah mereka yang bersedia mengambil risiko, memperbaiki keadaan, dan melakukan kewajiban dengan kemampuan yang terbaik, peluang menuju sukses terbuka bagi mereka. Sementara itu, orang yang melarikan diri dari tanggung jawab merasa seperti sedang melepaskan diri dari sebuah beban. Semakin lari dari tanggung jawab, akan semakin kehilangan tujuan dan makna hidup.

Ketiga, integritas berarti dapat dipercaya, jujur, dan setia. Kehidupan kita akan menjadi dipercaya, apabila perkataan sejalan dengan perbuatan kita; tentunya dalam hal ini yang kita pandang baik atau positif. Sebuah peribahasa mengatakan “Kemarau setahun akan dihancurkan oleh hujan sehari”, yang artinya segala kebaikan akan runtuh dengan satu kali saja kita berbuat jahat.

Keempat, integritas berarti konsisten, tetap pada pendirian. Orang yang konsisten adalah orang yang pendiriannya tidak goyah. Konsisten bukan berarti sikap yang keras atau kaku. Orang yang konsisten dalam keputusan dan tindakan adalah orang yang memilih sikap untuk melakukan apa yang benar dengan tidak bimbang, karena keputusan yang diambil berdasarkan fakta yang akurat, tujuan jelas, dan bijak. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah konsistensi dimulai dari penguasaan diri dan sikap disiplin.

Kelima, berintegritas berarti menguasai dan mendisiplin diri. Banyak orang keliru menggambarkan sikap disiplin sehingga menyamakan disiplin dengan bekerja keras tanpa istirahat. Padahal sikap disiplin berarti melakukan yang seharusnya dilakukan, bukan sekadar hal yang ingin dilakukan. Disiplin mencerminkan sikap pengendalian diri, suatu sikap hidup yang teratur dan seimbang.

Keenam, berintegritas berarti berkualitas. Kualitas hidup seseorang itu sangat penting. Kualitas menentukan kuantitas. Bila kita berkualitas maka hidup kita tidak akan diremehkan. Kitab Suci menuliskan dengan gamblang tentang kehidupan para tokoh Alkitab, ada yang gagal ada yang berhasil. Integritas hidup berkualitas adalah kehidupan yang membiarkan orang luar menilai diri kita. Pada saat menyenangkan atau pada saat tidak menyenangkan.

Antusiasme bekerja di dalam keseharian, kadang terjadi naik turunnya semangat yang secara langsung – tidak langsung dapat menurunkan kinerja dan pelayanan – produk dari Koperasi. Manusia membutuhkan semangat dan perasaan antusias, bukan hanya supaya dapat terus-menerus bekerja, tapi juga akan membuat mereka melakukan pekerjaannya dengan sukacita. Dengan antusiasme tinggi akan memberikan energi positif kepada anggotanya. Ketika masalah dan tantangan dalam pekerjaan semakin besar, pada akhirnya yang akan tersisa hanya orang-orang dengan antusiasme tinggi.

Seseorang yang memiliki antusias bekerja tak pernah dikontrol oleh lingkungan, bahkan dia yang mengontrol lingkungannya. Jika lingkungan dalam kondisi baik, dia akan baik. Jika lingkungan dalam keadaan buruk, dia akan tetap baik.  Antusiasme adalah energi kehidupan yang tertanam dalam diri setiap manusia. Energi itu membuat maju dan terus maju. Antusiasme merupakan sendi-sendi kehidupan yang membuat hidup menjadi lebih hidup, berwarna, dan bermakna, bukan saja bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain di sekitarnya. Antusiasme  mencerminkan beberapa sikap yang kita butuhkan sehingga dapat dikatakan sebagai modal yang mutlak diperlukan jika kita ingin mencapai sesuatu yang berharga.

Antusiasme menjadi bahan bakar agar kita terus berjalan, tekun, dan belajar untuk menikmati proses pencapaian tujuan. Barangkali Anda pernah mendengar ungkapan; “Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Semangat yang patah, mengeringkan tulang”.  Gairah atau semangat membuat orang menyisihkan hambatan atau kesulitan yang mereka hadapi, dengan fokus pada pencarian solusi. Memang, tidak mudah untuk tetap bergairah saat menghadapi keadaan yang sulit, tetapi bila kita tahu cara mempertahankan atau mengisi kembali hati kita dengan kegembiraan berarti kita sedang bergerak maju menemukan solusi. Sebaliknya, bila kita membiarkan diri berlama-lama patah semangat, itu artinya, bukan hanya otot yang kering, bahkan lebih dalam lagi sampai ke tulang. Ini tidak terjadi pada mereka yang selalu menghidupkan antusiasme dalam diri mereka. Mereka mungkin jatuh, tetapi akan segera bangkit.

Meski rasa syukur tidak melipatgandakan  penghasilan, namun rasa syukur menjadikan hari-hari lebih baik. Bila dalam 1 kota kecil hanya ada 1.000 mangkok bakso yang terjual per hari, rasa syukur tidaklah menciptakan pelanggan jadi 1.500 per hari dengan semua kondisi yang tidak berubah. Rasa syukur membuat kita dapat menanggung situasi. Baik situasi baik, maupun buruk. Rasa syukur membuat bekerja selaras dengan hukum alam dan tidak membuang-buang energi untuk mencari kambing hitam bila terjadi kegagalan. Dengan rasa syukur, kita berada pada level energi yang kuat untuk melakukan sejumlah perbaikan, yang akan membawa kita ke jalur yang benar.

Melakukan yang baik tak selalu otomatis menghasilkan yang baik secara instan. Sekali berpikiran positif, tidak serta-merta warna pikiran selamanya positif, karena kita selalu berinteraksi dengan orang lain, bahkan diri kita sendiri yang tak sempurna. Di sini pentingnya antusiasme, ketika negativitas dari luar memancing kita untuk menyimpang, antusiasme mengingatkan kita untuk melakukan hal yang benar. Ketika dari luar membuyarkan fokus kita, antusiasme mengingatkan untuk fokus kembali.

Antusiasme menghasilkan kreativitas dan kreativitas memicu antusiasme. Selalu mencari cara yang lebih baik dan lebih baru dalam melakukan sesuatu. Mereka yang antusias, proaktif dalam apa yang mereka lakukan, tidak menunggu atau meletakkan lebih banyak beban ke pundak orang lain. Sebaliknya, mereka giat mencari solusi, rendah hati meminta saran dan memberi respek terhadap orang lain. Antusiasme memang sebuah semangat besar. Tetapi tidak serta-merta menjadikan semua menjadi mungkin. Bersifat masuk akal merupakan penyeimbang semangat yang menggebu-gebu. Antusiasme mengenal apa yang layak dan apa yang tidak, sehingga kita tetap mengejar kemanfaatan. Bersifat masuk akal juga berarti mendengar pendapat orang lain, dan terbuka mendengar kritikan dari mereka. Bukankah kita memerlukan orang lain untuk saling melengkapi?

Kesabaran merupakan satu hal berharga lainnya untuk berhasil. Kesabaran dibutuhkan sepanjang perjalanan hidup. Para empu tidak membuat keris dalam waktu yang singkat, mereka sabar melakukan sejumlah proses untuk menghasilkan keris yang mereka inginkan. Di zaman banyak cara mutakhir mengerjakan sesuatu, mungkin mempengaruhi sikap kita – termasuk menginginkan keberhasilan secara instan, sehingga kesabaran menjadi properti yang langka dalam diri.  Bersabar melalui proses memungkinkan kita mengalami lebih banyak pengalaman dan menarik hikmat dari proses tersebut.

Mereka yang mengembangkan antusiasme memiliki sejumlah waktu pribadi untuk berhening. Milikilah waktu pribadi keluar dari tengah kesibukan. Bila ingin melihat isi kolam, jangan membuat kegaduhan di permukaan. Demikian juga pikiran. Membuat hidup lebih bahagia dan menyenangkan, karena bekerja dengan sangat bahagia, tanpa mengeluh, dan membangkitkan semangat dari dalam untuk menikmati pekerjaan, dan bersyukur dengan yang dikerjakan dan miliki. Pribadi yang kreatif, inovatif, dan atraktif, karena dengan antusiasme yang dimiliki menjadikan kita haus untuk terus belajar hal baru yang membuat kita lebih hebat dan semakin hebat, mampu memberikan efisiensi.

Komunikasi powerful setiap kita antusias, semangat sangat tinggi, adrenalin selalu terpacu dalam melakukan hal-hal positif, mempengaruhi bahasa tubuh, dan tonalitas suara mendukung rasa antusiasme tersebut. Sehingga mempengaruhi juga dalam berkomunikasi, di mana kata-kata dan pesan semakin kuat, menjadikan kita pribadi yang persuasif, tegas, mampu menyampaikan pendapat, ide-ide cemerlang, mengajak atau mempengaruhi orang-orang sekitar untuk lebih positif.

Kita yakin bahwa masalah yang datang adalah pelajaran, tantangan, proses, dan motivasi, dan pasti ada solusi menyelesaikan ‘masalah’ tersebut, sehingga menjadikan kita mendapat pelajaran baru melalui pengalaman hidup sendiri. Ibarat kendaraan, antusiasme adalah injakan pedal gas yang memacu menggerakkan keseluruhan sistem mekanik dalam kendaraan sehingga dapat bergerak dan melaju dengan cepat dan semakin lebih cepat.

Inovasi dapat diartikan sebagai proses pengembangan dan pemanfaatan – mobilisasi pengetahuan, keterampilan, termasuk keterampilan teknologi. Pengalaman untuk menciptakan – memperbaiki produk, proses, atau sistem baru memberikan nilai secara signifikan. Hubungan dari kreatif dan inovasi, bisa diketahui jika kita memiliki pemikiran atau memiliki daya cipta serta kemampuan untuk menciptakan hal baru, bisa memprosesnya menjadi sebuah inovasi yang dapat memberikan pengaruh perubahan, baik ke diri sendiri, maupun ke lingkungan sekitar.

Tidak bisa dipungkiri, di era globalisasi persaingan dalam segala bidang semakin ketat. Apalagi dalam dunia ekonomi dan bisnis, persaingan tentu semakin ketat. Di sinilah kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan. Dengan bersikap kreatif dan inovatif, kita dapat menghasilkan sesuatu yang berbeda dengan yang lain, serta membawa perubahan dan pasti berpotensi menjadi yang terdepan. Untuk mengembangkan sikap kreatif dan inovatif itu tidak mudah. Memang pada dasarnya sifat itu telah dimiliki oleh setiap orang, tetapi tidak semua orang mampu mengembangkannya. Untuk mengembangkan dibutuhkan kesungguhan dan ketekunan.

Pada dasarnya sebuah inovasi didorong oleh suatu kebutuhan dan akan terus berkembang mengikuti perkembangan kebutuhan. Sebagai contoh, pada tahun 90’ an, handphone (HP) digunakan hanya untuk berkomunikasi secara lisan saja, tetapi pada awal tahun 2000 an muncul fasilitas SMS yang mempermudah pengguna HP berkomunikasi dengan mengirim pesan singkat. Selain itu, HP terus berkembang tidak hanya sebagai alat komunikasi belaka, tetapi sudah dilengkapi berbagai fasilitas seperti kamera, MMS, BBM, dan fasilitas lainnya.

Dari sebuah kreativitas, akan timbul penemuan baru yang tidak disangka sebelumnya. Dengan adanya penemuan baru, tentu akan mempermudah pekerjaan manusia. Sebagai contoh, penemuan mesin uap oleh James Watt dapat mengubah dunia yang berakibat pada Revolusi Industri di Inggris. Ditemukannya mesin uap, dunia memasuki era baru dalam menyelesaikan pekerjaan manusia yang sebelumnya menggunakan peralatan feodal – kuno dan diselesaikan oleh tenaga manusia kini bergeser pada tenaga mesin. Ditemukannya mesin uap pula mendorong inovasi-inovasi lain, sehingga pekerjaan manusia dapat lebih mudah lagi seperti dikembangkan menjadi penggerak kereta api lokomotif pada awal tahun 1800-an.

Kreativitas dan inovasi merupakan syarat penting yang harus dimilki seorang wirausaha. Salah satu faktor produksi yang penting dan sangat dibutuhkan dalam menghasilkan suatu jenis barang ialah keahlian berwirausaha –Entrepreneurship. Keahlian berwirausaha merupakan keahlian yang dimiliki seorang pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Keahlian berwirausaha meliputi keahlian untuk merencanakan – Planning, langkah yang akan diambilnya, mengorganisir – Organizating pekerjaan-pekerjaan, mengarahkan – Actuacting pekerja dan bawahannya agar sesuai dengan yang diharapkan dan mengontrol – Controlling pekerjaan yang sebelumnya telah dilakukan.

Inovasi dan kreativitas berbeda wilayah, domain yang sama, tetapi memiliki batasan yang tegas. Proses kreatif merupakan langkah pertama menuju inovasi yang terdiri dari beberapa tahap. Kreativitas berkaitan dengan produksi kebaruan dan ide yang bermanfaat. Sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya terdapat beberapa sumber kreativitas, di antaranya; wawasan, pengetahuan, imajinasi, logika, intuisi kejadian-kejadian kebetulan, evaluasi lingkungan, dan rangsangan eksternal.

Juga terdapat tiga elemen kreativitas yaitu; Sensitivitas – kemampuan mengetahui adanya persoalan, menyisihkan detail dan fakta yang menyesatkan. Sinergi – kemampuan menemukan totalitas sistem dengan memadukan elemen-elemennya, dan Serendivitas– kemampuan menangkap esensi dari suatu kejadian yang terjadi secara kebetulan. Kreativitas merupakan kemampuan alami manusia yang telah dianugerahkan. Setiap orang mampu memiliki kreativitas tinggi karena mereka menginginkannya. (Prof. Agustitin Setyobudi – Penulis tetap Majalah UKM)

 

This entry was posted in Opini and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *