Prospek Usaha Batu Bata

Pembangunan yang berkelanjutan banyak memberikan peluang bagi banyak orang. Apalagi ditunjang pendapatan yang semakin meningkat sehingga memberikan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan utama, seperti properti. Dari hal inilah sebuah peluang muncul dalam pengadaan material utama pendukung dalam pembangunan properti yaitu batu bata. Meskipun dewasa ini sudah ditemukan inovasi bahan pengganti batu bata dalam membuat dinding bangunan, tetapi sebagian besar masyarakat masih menggunakan batu bata yang tingkat kekuatan dan kesejukannya dalam rumah sangat tinggi jika dibandingkan dengan bahan yang menggunakan batu bata pres.

Membangun rumah menggunakan batu bata merah merupakan sesuatu yang lumrah dan biasa ditengah-tengah masyarakat kita. Material batu bata merah selain harganya terjangkau, juga memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan menggunakan material bangunan lainnya seperti batako, batu hebel, batu bata press, bata ringan serta material bangunan lainnya. Menggunakan bahan bangunan batu bata merah memang memiliki kekhasan sendiri. Di negeri tetangga Malaysia, misalnya, menggunakan material bangunan batu bata merah memberikan kelas tersendiri. Jika tidak betul-betul memiliki tingkat ekonomi kelas atas belum tentu memiliki rumah dengan material batu bata merah. Karena di negeri jiran harga batu bata merah sangat mahal, maka termasuk istimewa jika punya rumah di bangun dengan batu bata merah.

Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk dinding pada bangunan perumahan, gedung, pagar, saluran dan pondasi. Pesatnya pembangunan di sektor perumahan dan property menjadikan kebutuhan terhadap batu bata semakin meningkat, hal ini membuka peluang usaha. Hal lain yang menjadikan komoditas ini sebagai peluang usaha, karena proses pembuatannya yang relatif mudah dengan biaya investasi yang murah dan bahan baku mudah didapat. Peralatan yang diperlukan pun gampang, peralatan tradisional dari cangkul, alat pencetak batu bata, mesin penggiling batu bata,  mesin pembakar atau bisa juga menggunakan tungku pembakaran, kayu bakar, batu bara atau sekam padi. Sedangkan bahan bakunya dari tanah liat, air dan abu sisa pembakaran. Proses pembuatan batu bata terhitung sederhana tanah liat yang sudah diramu dicetak dalam mesin pencetak, selanjut di jemur lalu dibakar selesai sudah.

Beberapa peneliti mencoba mengembangkan beberapa alternatif pengganti bahan baku dan proses pembakaran untuk menghindari berkurangnya bahan baku tanah liat dan mencegah polusi akibat pembakaran. Hasilnya mereka menemukan alternatif pengganti bahan baku tanah yaitu kotoran sapi. Sementara peneliti lainnya menemukan suatu ramuan yang dapat mengeringkan bata tanpa perlu dilakukan pembakaran. Batu bata yang dibuat menggunakan 75% kotoran sapi dan disempurnakan dalam proses pemanasan biogas yang mengurangi emisi CO2 secara signifikan atas pembakaran kayu pada pembuatan batu bata tradisional. Pemanasan dengan cara biogas diklaim dapat mengurangi 1.692 ton CO2 pertahun.

Proses pembuatan batu bata melalui proses pembakaran berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Disamping itu biaya bahan bakar berupa kayu bakar relatif mahal sehingga biaya produksi pun menjadi mahal. Tiga orang Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menemukan cara pembuatan batu bata tanpa proses pembakaran yaitu dengan cara tanah liat (lempung) yang dijadikan bahan baku bata dicampur dengan limbah industri dan limbah pertanian.
limbah industri dan pertanian memiliki unsur pozzolanik atau sifat yang memiliki daya ikat seperti semen. Reaksi pozzolanik pada limbah-limbah tersebut dapat menyatukan mineral-mineral pada limbah dan lempung sebagai bahan dasar batu bata.

Unsur pozzolonik bisa memperkuat daya rekat dan tekan pada batu bata.
Cara meramunya lempung dan limbah industri dicampur dengan air, kemudian dicetak. Unsur air akan mengantarkan pollozonikid menjadi plastis atau perekat bata dan tidak mudah pecah. Membuat bata mudah dicetak, dikeringkan tanpa susut, tanpa retak-retak maupun melengkung. Pencetakan batu bata tanpa proses pembakaran akan menekan polusi udara sekaligus biaya. Perajin tidak memerlukan lagi bahan bakar untuk mengeringkan batu bata.

Mengenai lokasi usaha yang perlu diperhatikan adalah lokasi, transportasi yang mudah dijangkau, lokasi pemasaran, dan luas lahan sehingga memungkinkan untuk pencetakan, penjemuran, pembakaran dan penampungan batu bata yang siap dipasarkan. Carilah lahan tanah merah yang berbentuk perbukitan – membukit, dan tekstur tanah merahnya sangat liat, tidak terlalu banyak mengandung pasir. Masukan tanah merah tersebut dengan menggunakan sekop kedalam mesin pencetak bata. Berikan miyak sawit di tempat keluarnya cetakan bata pada mesin, agar bata dapat tercetak rapi, apa bila catakan bata yang keluar dari mesin cetak belum padat atau pecah, pekerjaan bisa diulanggi, dengan memasukan kembali tanah merah (bata) ke dalam mesin pencetak sampai cetakan bata yang keluar betul-betul padat dan rapi.

Proses pembakaran dilakukan selama 48 Jam (2 hari) non stop. Setiap satu kali pembakaran terdapat 70.000 biji bata. Bahan bakar yang digunakan adalah potongan kayu ulin, agar bahan bakar tahan lama. Potongan Kayu ulin yang digunakan sebanyak 2,5 ret dump trek. Jika kondisi cuaca cerah (musim kemarau), pembakaran dapat dilakukan setiap 20 hari. Apabila kondisi cuaca musim penghujan, maka pembakaran hanya dapat dilakukan 1 kali dalam 1 bulan. Hasil dalam 1 kali pembakaran atau 70.000 biji biasanya di beli oleh 2 konsumen (2 rumah). Batu bata yang diproduksi berukuran sedang, berukuran 5 x 10 x 20 cm bisa dijual dengan harga Rp 230,- – Rp 240,- per buah. Keuntungan yang diperoleh bisa mencapai 120% dari biaya produksi. Ketika terjadi krisis global membuat harga anjlok sampai Rp 140,- per buah.

Para perajin batu bata masih banyak yang belum mampu memanfaatkan teknologi modern dalam pembuatan batu bata. Mereka cenderung lebih memilih cara konvensional. Cuaca merupakan salah satu kendala yang paling berat dalam usaha batu bata. Secara umum, proses pengeringan batu bata sangat tergantung kepada matahari, sehingga produksi cenderung menurun ketika musim hujan. Bahkan tidak sedikit pengusaha batu bata memilih tidak berproduksi. Namun di musim kemarau pun ketika sinar matahari bersinar sepanjang hari masih memungkinkan terjadi kendala karena mungkin mengalami kekeringan atau kekurangan air. Padahal air merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan batu bata.

Kembar Teknika adalah penyedia mesin bata yang paling lengkap dan kompeten di Indonesia. Kisah pengusaha batu-bata sukses pelanggan kembar teknika sudah tersebar diseluruh Indonesia. Produsen mesin produksi batu bata itu memberikan garansi kepada konsumen, dan pelanggan akan mendapatkan jaminan bahwa mesinnya berjalan secara optimal. Apabila mesin tidak dapat menghasilkan batu bata, maka mesin tersebut boleh dikembalikan dengan jaminan uang kembali.

Kembar Teknika tidak hanya sekedar merakit dan menjual mesin yang diproduksi melainkan juga memandu secara langsung usaha pelanggan terutama yang masih pemula. Dengan garansi dan jaminan tersebut tentu keraguan akan keberhasilan mesin sebagai tulang punggung produksi tidak akan menjadi masalah bagi pengusaha, sehingga pengusaha bata pelanggan Kembar Teknika dapat fokus pada bisnis bata mereka. Kelebihan lain adalah memberikan training gratis kepada pelanggan dimana hal ini akan ditangani langsung oleh konsultan usaha bata CV Kembar Teknika, dimana mereka memang ahli dalam bidang usaha batu bata yang meliputi; pemilihan bahan baku, layout produksi, sampai strategi pemasaran. Konsultan datang langsung ke tempat pengusaha yang membutuhkan bimbingan, dan memberikan konsultasi sampai pelanggan benar-benar bisa.

Menggunakan material batu bata merah untuk bahan bangunan bukan tidak mungkin memiliki cacat dan jauh dari sempurna, semua material mesti memiliki plus dan minus untuk sebuah bangunan. Kelebihan penggunaan material batu bata merah untuk bahan bangunan:

  1. Material batu bata merah memiliki daya serap panas yang tinggi dari sengatan sinar matahari dibandingkan dengan material bangunan yang lain.
  2. Untuk di Indonesia harganya cenderung relatif terjangkau dibandingkan material bangunan yang lain seperti batako.
  3. Batu bata merah memiliki keeksotikan yang tinggi jika kita menginginkan rumah dengan desain semi ekspose.
  4. Batu bata merah memiliki daya tahan terhadap api, sehingga sangat bagus untuk bahan bangunan, karena tidak mudah terbakar.

Walaupun memiliki beberapa kelebihan, namun disisi lain batu bata merah juga punya kekurangan jika di bandingkan dengan bahan material bangunan yang lain. Beberapa kekurangan dari batu bata merah sebagai bahan bangunan:

  1. Batu bata merah yang memiliki ukuran kurang standar, akan mengalami kesulitan dalam pemasangannya
  2. Jika dinding batu bata merah cara pemasangannya kurang rapi, ketika hendak diplester memakan biaya lagi, karena plesternya harus tebal agar bisa rapi.
  3. Proses pengerjaan cenderung lebih lama jika dibandingkan menggunakan bahan material yang lain, batako, misalnya.
  4. Karena rata-rata batu bata merah produksi rumahan, sehingga untuk mencari bentuk dan kualitas yang standart lebih sulit. Mau tidak mau ketika kita membeli batu bata merah, lain produsen lain kualitas yang diperoleh. Itula sedikit tentang plus minus menggunakan bahan bangunan batu bata merah. (arie)

This entry was posted in Sajian Khusus and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *