Sesilia Seli, M.Pd : Sudah Saatnya Alih Generasi

Telah menjadi tradisi, suatu kepanitiaan berupaya menampilkan tema kegiatan. Tujuannya untuk memotivasi dan menggelorakan semangat, karena dari tema tersebut ada mimpi – cita-cita yang ingin dicapai bersama. Credit Union Khatulistiwa Bakti (CUKB), Pontianak, Kalimantan Barat, ketika melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018 pun mengusung tema; Meningkatkan Keterlibatan Anggota Dalam Memajukan Credit Union Khatulistiwa Bakti.

Menurut Ketua CUKB, DR Sesilia Seli, M.Pd, tema itu sengaja dipilih sebagai sebuah pesan mendalam untuk selalu selalu mengingatkan seluruh anggota CUKB bahwa begitu pentingnya peranan anggota baik secara pribadi maupun komunitas dalam memajukan dan memastikan keberlanjutan CUKB. “Peranan anggota dalam ber-CU yaitu; Anggota ikut memiliki, anggota ikut bertanggung jawab dan anggota ikut menentukan. Oleh sebab itu, kemajuan dan keberlangsungan CUKB pada hakekatnya sangat ditentukan oleh anggota sebagai pemilik, sebagai orang yang bertanggung jawab dan yang menentukan,” tegasnya.

Sebagai anggota, lanjut aktivis CU yang juga dosen di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, kita semua bukan orang yang berada di luar credit union. Anggota adalah pemilik CU. Semua mempunyai saham di CU. Oleh sebab itu, keberlanjutan CU KB adalah tanggung jawab bersama. “Sama-sama untung, jika CU untung. Dan sama-sama menanggung kerugian kalau memang CU ini rugi. Jangan pernah mengatakan; kalau untung anggota harus punya jasa tabungan setinggi-tingginya, dan jasa pinjaman serendah-rendahnya. Namun jika rugi, silahkan pengurus yang menanggung kerugian. Di CU tidak seperti itu. Untung sama-sama untung, dan rugi sama-sama rugi,” urainya.

Jika mengamati laporan pertanggungjawaban kinerja pengurus tahun buku 2018, yang pencapaian program kerjanya rata-rata 99,64% pantas kiranya bila CUKB, yang disebut sebagai CU Laboraturium dan CU tertua di Kalimantan mendapat predikat sebagai CU terbaik di Kalimantan Barat (Kalbar) dari Pusat Koperasi Kredit Badan Koordinasi Credit Union (Puskopdit BKCU) Kalimantan. Prestasi ini sangat baik, jika dibandingkan program kerja. Namun ada dua kemungkinan. Pertama, program kerjanya terlalu rendah dalam menetapkan capaian, atau kedua, memang pengurus dan jajaran manajemen telah benar-benar kerja keras.

“Menurut saya, pengurus, pengawas dan jajaran manajemen sudah bekerja keras. Namun, kita harus jujur. Keberhasilan ini bukan semata-mata keberhasilan pengurus, melainkan keberhasilan kita semua dan harus dipertahankan di masa-masa mendatang,” jelas Ketua CUKB yang tahun ini (2019) merupakan tahun terakhir periode kepengurusannya (2017 – 2019), dan dalam pemilihan pengurus baru untuk periode 2020 – 2022 tidak akan mencalonkan lagi, kepada semua anggota berpesan; terkait pinjaman hendaknya selalu TWTJ – tepat waktu tepat jumlah sesuai perjanjian. Alasannya, karena mulai 2019 CUKB akan mengikuti penilaian tingkat dunia. “CUKB adalah salah satu CU yang digadang-gadang oleh Puskopdit BKCU Kalimantan Untuk mendapatkan penghargaan internasional tingkat Asia yaitu Access Branding.

Diakui bahwa tidak mudah untuk mendapatkan penghargaan Access Branding. Dari 15 kreteria ideal dalam analisis PEARLS, CUKB yang bisa dikatakan ideal baru 1/3, atau 5 katagori. Tetapi semangat untuk Access Branding sudah digadang-gadang sejak tahun yang lalu. Dan pada bulan Maret 2019, CUKB akan dipandu oleh Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) untuk mendapatkan penilaian ini.

PEARLS merupakan alat monitoring yang dinamis yang secara terus-menerus akan disesuaikan oleh World Council of Credit Unions (WOCCU) untuk memenuhi kebutuhan CU. Dari sudut pandang manfaat, PEARLS adalah sistem pemantauan tingkat kesehatan CU yang terdiri dari 41 indikator  keuangan kuantitatif. Tiap-tiap indikator mengacu pada prinsip kehati-hatian. Semua indikator diarahkan untuk saling berhubungan dan dapat digunakan sebagai dasar analisis yang cepat, mudah, akurat dan lengkap terhadap kekuatan dan kelemahan keuangan CU. Semua rasio keuangan PEARLS dapat disarikan ke dalam satu halaman informasi.

Beberapa fungsi PEARLS antara lain; (1). Alat pantau yang dapat membandingkan antar CU atau koperasi. (2) Alat ukur standar kinerja usaha CU. (3) Suatu sarana manajemen. (4) Evaluasi stabilisasi keuangan CU. (4) Merupakan alat manajemen kehati-hatian sebelum merugikan. (5) Alat untuk mengetahui kelemahan yang perlu diperbaiki. (6) Merupakan seperangkat rasio – indikator keuangan yang membantu standarisasi. (7) Secara jelas mendemonstrasikan dimana masalah tersebut berada. (8) Alat yang dapat digunakan untuk membandingkan dan merangking CU dengan berbagai cara, antara lain Kelompok CU, Wilayah Geografi, dan atau Nasional

Secara khusus, masing-masing komponen PEARLS ditunjukkan pada bagian berikut. PProtection (Perlindungan). (1). Cadangan Risiko Pinjaman merupakan sumber utama perlindungan. Dana Cadangan Umum dipakai sebagai usaha terakhir. (2) Tingkat kelalaian kredit berhubungan langsung dengan cadangan risiko pinjaman. (3) Tiap 3 bulan semua kredit lalai di atas 12 bulan dihapus-bukukan (charge-off).  (4) Pengembalian kredit yang telah di-charge-off dipakai untuk menambah cadangan risiko pinjaman.

E = Effective Financial Structure (Struktur Keuangan Efektif). (1) Struktur keuangan merupakan variabel yang sangat penting yang akan mempengaruhi pertumbuhan, tingkat keuntungan, dan efisiensi. (2) Struktur keuangan secara konstan berubah dan harus dikelola secara cermat, khususnya pada kondisi pertumbuhan yang cepat. (3) Pola kebijakan harus diterapkan secara ketat.

A =  Asets Quality (Kualitas Aset). (1) Kualitas aset merupakan variabel utama yang mempengaruhi keuntungan Credit Union. (2) Tingkat kelalaian kredit harus dihitung dengan tepat dan ditagih dengan tekun. (3) Simpanan saham, simpanan non-saham, atau hutang tidak boleh dipakai untuk membayar aset yang tidak menghasilkan.

R = Rates of Return and Costs (Tingkat Pendapatan dan Biaya). (1) Pendapatan dan biaya berpengaruh langsung pada tingkat pertumbuhan credit union. (2) SHU terbagi dianggap sebagai biaya berbunga dan pengurangan laba bersih. (3)Penyisihan Penghapusan Piutang dianggap sebagai bagian biaya operasional.

L =  Liquidity (Dana Likuid). (1) Kecukupan likuiditas diperlukan untuk menanggulangi penarikan permintaan anggota. (2) Pemeliharaan tingkat likuiditas memerlukan biaya sehingga perlu ditekan seminimal mungkin. (3) Induk dan Pusat Koperasi perlu mengatur dan mengelola sistem likuiditas ini.

S =  Signs of Growth (Tanda-tanda Pertumbuhan). (1) Pertumbuhan mempengaruhi struktur keuangan koperasi sehingga harus dipantau dengan cermat. (2) Pertumbuhan total aset adalah indikator sangat penting karena mempengaruhi rasio PEARLS lain. (3) Informasi ekonomi makro dapat dipakai sebagai acuan tingkat pertumbuhan.

Jika CU ingin tumbuh, berkembang, maju dan berkelanjutan, salah satu langkah yang harus dilakukan adalah mempersiapkan regenerasi pengurus, pengawas dan pimpinan manajemen secara sistemik. Untuk mempersiapkan generasi penerus yang profesional haruslah melalui pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan pula. Sebagai CU Laboraturium, secara internal CUKB melaksanakan berbagai pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus, pengawas dan manajemen. Sering pula ikut pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Puskopdit BKCU Kalimantan maupun Inkopdit.

Terkait regenarasi, Sesilia Seli mengatakan; “Karena sebagai ketua saya sudah 3 periode, berarti sudah 9 tahun tidak boleh lagi menjadi ketua. Sebelum dipercaya sebagai Ketua CUKB pernah menjadi Bendahara 3 periode dan Anggota Pengurus juga 3 priode. Sampai ada yang mengatakan; CU-nya Bu Seli. Saya menjadi pengurus CU sudah terlalu lama 27 tahun. Kini saatnya alih generasi.” Dari jajaran pengurus ada 3 orang yang telah pasti tidak mencalonkan diri yaitu Dr Sesilia Seli, M.Pd, Drs. Iganatius Basno dan Serinus Rezeki, A.Md. Mereka menyatakan akan menjadi anggota biasa.

Di jejaring CU, periode kepengurusan pada umumnya 3 tahunan. Ada juga yang 4 tahun, tetapi jumlahnya tidak banyak. Dengan periode 3 tahunan, bila ada seseorang yang terpilih sebagai ketua sampai 3 periode berturut-turut, boleh. Dalam Undang-undang (UU) No 25 tahun 1992 Pasal 29 ayat (4) disebutkan bahwa masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun, dan dalam penjelasan pun hanya disebutkan bahwa anggota pengurus yang habis masa jabatannya boleh dipilih kembali. Sampai berapa periode, tidak ada penegasan. Di jejaring Puskopdit BKCU Kalimantan, kata Sesilia, ada aturan bahwa seseorang menjadi pengurus, apa pun posisinya, maksimal 12 tahun. Juga ada ketentuan lain, batas boleh melamar menjadi pengurus maksimal usia 59 tahun. Kesepakatan telah ditandatangani, gerakkan konsekuen atau tidak.

Karena CUKB perlu penyegaran, perlu regenerasi agar terus berkembang lebih baik, melalui rapat pengurus ditetapkan tim formatur yang diketuai Sesilia Seli, untuk menjaring calon pengurus, pengawas dan komite. Pencalonan dilakukan secara terbuka bagi seluruh anggota yang memenuhi syarat. Walau belum memenuhi syarat tetapi ingin memajukan CUKB anggota akan dijaring melalui kantor pelayanan masing-masing. Tim formatur penjaring telah memiliki program untuk melakukan pendidikan dan pelatihan bagi calon pengurus, pengawas dan komite yang lolos penjaringan. Pelatihan terutama berkaitan dengan pendalaman nilai-nilai credit union.

Di CUKB ada ketentuan, sebagai pengurus atau pengawas, harus mempunyai tabungan minimal 1,5 kali rata-rata tabungan anggota. Total anggota CUKB akhir Desember 2018 berjumlah 53.329 orang, terdiri dari 27.675 laki-laki, 25654 perempuan, dan memiliki aset Rp 611,478 miliar, kini rata-rata per anggota baru Rp 9 juta. Jadi, kalau mau menjadi pengurus atau pengawas harus memiliki tabungan minimal Rp 15 juta. “Bagi yang belum memiliki tabungan minimal Rp 15 juta, dan ingin menjadi pengurus atau pengawas harus segera menabung. Sebab, pengurus dan pengawas harus punya komitmen, dan harus menjadi teladan dalam menabung dan meminjam,” tegas Sesilia Seli.

Memasuki awal 2019, CUKB yang didukung 235 karyawan untuk memberikan pelayanan prima kepada anggota di 24 Tempat Pelayanan (TP) atau Kantor Cabang dan Kantor Pusat yang tersebar di 2 Kota dan 6 Kabupaten di Kalimantan Barat, bahkan telah melakukan regenari pucuk pimpinan manajemen. General Manager (GM) Drs. Nicolaus Apin, digantikan oleh Zeno Wahyudi DH., S.Ak. Meski alih generasi secara internal lembaga sudah definitif, namun secara hukum Zeno sah sebagai GM baru pada 17 Juni 2019 setelah dilakukan pelantikan dan serah terima. Sebelum resmi dilantik dan serah terima, Nicolaus Apin yang setahun lagi akan memasuki masa pensiun, secara hukum tetap sebagai GM, sekaligus mendampingi Zeno.

Karena sistem di CU sudah berjalan baik, kepemimpinan tidak tergantung pada figur seseorang. Itu sebabnya siapa pun yang punya potensi memimpin, punya komitmen menjunjung tinggi nilai-nilai inti CU yang telah ditetapkan, dan dinilai mampu membawa membawa CU ke arah yang lebih baik, maka dialah yang diberi kepercayaan dan kesempatan memimpin CU. Sesungguhnya, seorang pemimpin bisa dikatakan berhasil jika dia mampu melahirkan kader-kader yang lebih baik untuk mengganti kepempinannya. Karena itu, pengkaderan di CU, khususnya di CUKB harus dimulai sedini mungkin, dengan memberikan kesempatan lebih besar kepada yang muda-muda dan memiliki talenta pemimpin.

Pengkaderan memang memakan waktu cukup lama, sebagai antisipasi jika ada pergantian pengurus dan pengawas baru. Ada ketentuan di CU bahwa pergantian pengurus atau pengawas tidak boleh semua ganti. Perbandingannya, 60% pengurus lama, dan 40% pengurus baru. Soal posisi jabatan pengurus lama, bisa saja barganti. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keberlanjutan sistem yang telah dibangun agar tidak terjadi sesuatu yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kemajuan CU itu sendiri. Regenerasi pimpinan di jajaran manajemen pun mekanismenya hampir sama.

Pengurus menyusun manual operasional (MO) dan manual prosedur (MP), dan disepakati bersama bahwa seorang GM kreterianya apa saja. Misalnya, masa – kurun waktu menjadi GM berapa tahun, level pendidikan, termasuk pendidikan tentang CU apa yang telah dikuasai atau diikuti, dan tabungannya berapa. “Semua ada kreterianya, semua sudah tersistem. Yang telah menduduki jabatan manajer utama, dia boleh melamar sebagai calon GM,” tutur Sesilia Seli seraya menjelaskan bahwa di CUKB ada beberapa jenjang jabatan; GM dibantu oleh para deputi. Di bawah deputi ada manajer-manajer kanto pelayanan. Dan manajer kantor pelayanan itu ada 3 jenjang yaitu manajer pratama, manajer madya dan manajer utama. Mereka boleh melamar jika sudah manajer utama.

Pemimpin itu melalui proses. Karena GM adalah jenjang karir, jadi tidak ada misalnya, di CUKB ada lowongan GM, lalu menerima pelamar sebagai GM dari luar. Jenjang karir itu mulai dari petugas lapangan. Walau dia sarjana (S1) atau master (S2), dia harus mulai berkarir dari petugas lapangan, baru naik ke kepala bagian, staf deputi, baru menjadi manajer. Perjalanan yang harus ditempuh memang cukup pajang, agar mereka benar-benar tahu tentang nilai-nilai inti credi union.

Sebagai salah satu CU – koperasi besar di Indonesia dengan aset Rp 611,478 miliar milik dari 53.329 anggota, bukan saja harus dikelola dengan penuh kehati-hatian, kejujuran, transparan, dan pelayanan prima dengan teknologi digital industri 4.0 yang hampir semua dikendalikan melalui andrid dan segala macam. Kita disadarkan bahwa perubahan ini penting, dan jangan menutup diri dengan perubahan. Inilah tantangan transformasi yang terjadi setiap waktu dan harus dihadapi secara profesional oleh pengurus dan generasi generasi millennial CUKB. Menyadari tantangan ke depan sangat berat, maka dalam kegiatan RAT tahun buku 2018 panitia juga menyusun acara Expo bagi anggota kelompok basis dan seminar tentang industri 4.0 dengan nara sumber Guru Besar Universitas Tanjungpura (Untan) Prof. Eddy Suratman.

“Credit Union, khususnya CUKB tidak boleh ketinggalan dengan perkembangan industri teknologi 4.0, tetapi CUKB juga tak boleh serta merta meninggalkan pelayanan tradisional bagi anggota yang ada di daerah-daerah pedalaman Kalimantan Barat,” begitu pesan Profesor yang terpilih sebagai Rektor Utan yang baru. CUKB, kata Sesilia, mulai membenahi sistem. CUKB awalnya pakai Sikopdit. Karena Sikopdit tidak mampu menjawab kebutuhan CUKB, pindah ke SICUNDO dan kini menggunakan teknologi yang lebih mumpuni Saktilink agar mampu meng-input data 53.329 anggota dalam waktu singkat dan bertransaksi dengan perbankan juga bisa. CUKB tidak alergi dengan tenologi, di kini telah mampu memberikan pelayanan berbasis android.

Tentang CUKB ke depan, dijelaskan bahwa strategic planning sebagai acuan program kerja disusun untuk jangka waktu 5 tahun. Karena strategic planning CUKB saat ini disusun tahun 2017 maka baru akan berakhir pada tahun 2021 mendatang. “Yang kami cita-citakan, PEARLS ideal semua. Karena itu yang ditetapkan oleh gerakkan CU, sehingga bisa mendapatkan Access Branding. Sekarang yang ideal baru 5, masih harus kerja lebih semangat lagi,” katanya penuh semangat. Bidang usaha, lanjut dia, tetap hanya simpan dan pinjam, tidak ada yang lain. Gerakkan Puskopdit BKCU Kalimantan agak alargei dengan yang namanya spin off. “Kami tidak berminat untuk spin off,” tegasnya. (dmj)

 

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *