Sewindu CUBG Melangkah Lebih Maju

Usianya genap sewindu, tepatnya 15 Mei 2014, Credit Union Bererod Gartia (CUBG), selangkah melangkah lebih maju. Secara fisik kemajuan tersebut ditandai dengan kepemilikan gedung kantor pusat di Jln Utan Kayu No 46C, Rawamangun, Jakarta Tumur. Misa Syukur dan pemberkatan kantor 4 lantai itu dipersyembahkan oleh Romo RD Fredy Rante Taruk, dan Romo Sumarwan SY, pada 30 Mei 2014, seusai seminar sehari dengan tema; Kembali Ke Jatidiri Credit Union dengan nara sumber Romo Fredy dan Trisna Ansarli, salah seorang tokoh pergerakkan Credit Union di Indonesia.

Ketua CUBG, Ign Edy Patmanto mengajak seluruh keluarga besar CUBG, mulai dari pengurus – pengawas – manajemen dan anggota untuk terus bersama-sama, memperbaiki, membangun dan mengembangkan CUBG sehingga keberadaan CUBG memberikan manfaat dan meningkatkan kesejateraan seluruh anggota, dan melimpah kepada masyarakat. “CUBG ke depan diharapkan lebih baik, dan lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada anggota. Tantangan yang dihadapi cukup banyak dan berat, terutama pembentukan dan pemberdayaan kelompok basis anggota serta kredit lalai,” jelas Edy seraya menambahkan bahwa hal itu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pengurus dan manajemen, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para anggota. Tantangan itu, kata Edy, harus dihadapi, dan tidak boleh jalan di tempat. Salah satu program yang diagendakan sebagai prioritas adalah membentuk kelompok inti (Pokti) atau kelompok basis anggota.

Edy menjelaskan perjalanan CUBG secara singkat yang awalnya difasilitasi oleh Konferensi Wali Gereja Indonesia (KAWI), dan menempati ruangan sebuah gedung di Cikini, Jakarta Pusat, yang dipinjamkan oleh KAWI. Karena perkembangan CUBG cukup baik, kemudian pindah ke kantor yang lebih besar, namun gedung di Jl Matraman Dalam itu juga milik KAWI. Karena CUBG mampu mandiri, maka bisa memberikan kontribusi kepada KAWI. Setelah melalui proses cukup panjang, akhirnya CUBG mampu membeli gedung sendiri untuk kantor pusat dan kantor pelayanan Cabang Cikini. Dengan memiliki gedung sendiri diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada stake holders – pengurus, pengawas, manajemen, dan terutama pelayanan kepada anggota.

Di CUBG ini cukup aneh. Yang memiliki gedung bukan kantor pusat terlebih dulu, tetapi dimulai dari Tempat Pelayanan (TP). Ada beberapa TP yang lebih dulu menempati gedung milik sendiri, seperti TP di Tangerang, Banten, TP di Wedi, Jawa Tengah juga punya aset untuk tempat pelayanan anggota. Dimilikinya tempat-tempat pelayanan tersebut menjadi sarana tambahan untuk menjalankan usaha, mewujudkan pelayanan yang lebih baik, dan lebih berkualiktas kepada para anggota.

Dengan dinamaika yang ada, diyakini akan menyongsong hari depan yang lebih baik, masa depan yang diimpikan sebagaimana dalam visi misi akan terwujud, dan itu menjadi bagian dari keberhasilan. Diwujudkannya gedung pelayanan kita akan dapat mewujudkan Credit Union sebagai sekolah kehidupan. Kantor Credit Union, kata Ketua Puskopdit BKCU Kalimantan, Dr (HC) Marselus Sunardi, S Pd, saat memberi sambutan, tidak boleh hanya sebagai kantor aktivitas pelayanan keuangan semata, tetapi harus menjadi tempat yang memiliki nilai tambah yang lebih dari itu. Kantor Credit Union harus mampu mendekatkan kita dengan semua anggota. Jangan sampai karena kantor bagus, anggota enggan ke kantor. Salah satu di antara mereka karena merasa tidak nyaman. “Banyak kenyataan yang saya dengar, saya lihat dan saya hadapi di lapangan, dengan kantor baru, perilaku manajemen, perilaku pengurus dan pengawas juga baru. Kita harus sepakat, kantor baru, semangat baru,” tegasnya. Dan semangat baru itu, lanjut dia, harus tetap semangat pelayanan.

Menurut catatan, CUBG yang jumlah anggotanya per 31 Desember 2013 sebanyak 9.798 orang dengan asset Rp 121,6 miliar menempati peringkat ke -12 di dalam jaringan Puskopdit BKCU Kalimantan yang jumlah anggotanya 47 Credit Union Primer, dan dipastikan masuk 100 besar jaringan Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) yang anggotanya pada akhir tahun buku 2013 mencapai 930 primer. Dalam konteks misi Credit Union, menolong diri sendiri dan menolong orang lain, kehadiran CUBG diharapkan sungguh-sungguh bisa dirasakan oleh masyarakat, termasuk yang belum menjadi anggota. Berhasil mengajak seseorang menjadi anggota Credit Union, menurut Sunardi, bukan berarti bonus bagi kita, tetapi suatu keberhasilan menyelamatkan seorang sahabat atau orang-orang di sekitar kita untuk menumbuhkan kehidupan baru, semangat hidup yang benar, sehingga akhirnya hidup sejahteran dan bahagia.

Kita percaya bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah, baik adanya. Tetapi, kenapa mereka harus miskin, hidup menderita, kenapa mereka tidak bisa menabung, dan seterusnya. Pertanyaan kenapa – mengapa itu, kata Sunardi, yang mendasari kita untuk memperkenalkan Credit Union kepada mereka. Misi Credit Union haruslah menyediakan pelayanan yang berkualitas bagi orang yang kita layani supaya meningkat kualitas kehidupan mereka. Oleh karena itu misi Credit Union ditegaskan kembali melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) Puskopdit BKCU Kalimantan dengan tema Reinterpretasi dan Revitalisi Misi Credit Union.

Credit Union adalah model pemberdayaan yang dimulai dari diri sendiri, karena itu orang yang cocok masuk ke Credit Union adalah orang-orang yang mau menolong diri sendiri, tetapi juga mau saling peduli melihat sekitar, saling menguatkan, saling bekerja sama, dan saling percaya dalam berbagai bentuk nilai-nilai dasar yang lain seperti gotong-royong dan sebagainya. Itu sebabnya, siapa pun yang dipercaya menjadi pengurus maupun pengawas di Credit Union kita bukanlah boss. Mungkin orang-orang di luar sana akan mengatakan; “Ketua BKCU adalah boss. Kalau naik pesat tempatnya di kelas bisnis, bukan kelas ekonomi.” Pegawai yang bekerja di Credit Union pun harus menyadari bahwa tidak semata-mata bekerja, juga bukan buruh, karena itu tidak perlu ada serikat pekerja atau serikat buruh. Bekerja di Credit Union harus bangga karena memang bukan buruh. (my)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *