Sewindu Perjalanan CU Angudi Laras: Memberdayakan anggota saling menyejahterakan

Membangun Ekonomi Kerakyatan guna mencapai kesejahteraan tidak cukup dengan demo – unjuk rasa, mengkritik – bahkan mengutuk pihak tertentu yang dianggap penyebab kemiskinan. Ada sekitar 40-an orang, sebagian terbesar Pendeta dan keluarganya perwakilan dari 11 Gereja Kristen Jawa se-Klasis (Kabupaten) Purworejo, Jawa Tengah, memilih untuk melakukan sesuatu: membuat sistem yang lebih adil dan mengajak masyarakat sebagai pelaku bukan penonton, bukan pula sebagai objek penderita yang perlu diberi bantuan.

Setelah beberapa orang belajar dari berbagai model pemberdayaan, dipilihlah Credit Union (CU) sebagai sarana membantu meningkatkan kesejahteraan. Maka, sewindu silam, tepatnya 3 Januari 2011 didirikanlah Credit Union Angudi Laras (CUAL). CU adalah lembaga yang dimiliki oleh sekumpulan orang yang saling percaya dalam ikatan pemersatu, dan bersepakat untuk menabungkan uang sehingga menciptakan modal bersama guna dipinjamkan di antara mereka dengan jasa yang layak untuk tujuan produktif dan kesejahteraan. Karena itu CU berbadan hukum Koperasi, seperti Koperasi pada umumnya. Bedanya, CU memiliki Struktur: Pembina, Pengurus, Pengawas, dan Manajemen (Manajer, Kasir, Bagian Kredit, Bagian Pemberdayaan – Pendidikan, Bagian Tata Usaha, dan Staf lapangan) serta memiliki Komite Kredit, Komite Pemberdayaan, dan Komite Pendidikan.

Semua unsur tersebut dituntut untuk memiliki kapabilitas yang mumpuni, ditandai dengan telah dan terus berproses untuk mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Puskopdit dan Inkopdit. Sebagai Contoh, bagi seorang pengurus pastilah telah mengikuti berbagai pelatihan ke pengurusan, baik: Pendidikan dasar, Pendidikan Nilai-nilai Credit Union, Pendidikan Financial Literacy, Pendidikan Kepegurusan antara lain: CUDCC – Credit Unions Directors Competency Course, dll.

Dipilihnya nama Angudi Laras mengandung makna; Angudi didasarkan pada falsafah bahwa kehidupan itu tidak dipahami sebuah perjalanan yang datar-datar saja. Kehidupan adalah penuh tantangan, peluang harus dihadapi dan diperjuangkan. Angudi juga merupakan karakter yang tangguh, dinamis, tidak kenal menyerah bahkan penuh dengan kreativitas dan hikmat dalam menjawab persoalan kehidupan. Angudi juga merupakan gerakan hermeneutic, suatu aksi-refleksi yang membawa proses pematangan spiritualitas para anggota.

Laras – harmonis. Manusia hidup dalam sebuah relasi. Yaitu relasi dengan diri sendiri, dengan Tuhan, dengan sesama dan lingkungannya. Relasi menjadi terganggu jika manusia dengan dirinya tidak harmonis yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk merencanakan sebuah kehidupan yang diharapkan. Oleh karena itu untuk menuju ke kondisi laras – harmonis manusia membutuhkan sebuah strategi agar dalam dirinya tumbuh kemampuan membuat sebuah perencanaan dan menumbuhkembangkan solidaritas dengan diri sendiri, dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan lingkunganya. Itu sebabnya slogan CUAL adalah “Tuwuh, Ngrembaka, lan Munpangati.

Kehadiran CUAL yang akhirnya tidak hanya melayani jemaat gereja, tetapi juga masyarakat umum, menjadikan GKJ Klasis Purworejo teladan bangkitnya ekonomi kerakyatan. CU adalah lembaga non profit yang didirikan oleh anggota, untuk anggota dan dimiliki oleh anggota, untuk mengupayakan kesejahteraan bersama. CU meletakkan pelayanan kepada anggota di atas keuntungan.  Meskipun lembaga non profit, namun CU harus dikelola secara profesional terutama dalam pembuatan keputusan keuangan dan kebijakan finansial. Dalam usianya yang genap sewindu, CUAL telah berbadan hukum nomor: 184/BH/XIV.21/2012.

Produk-produk CUAL dengan perhitungan jasa tabungan lebih adil katimbang bank konvensional antara lain: SiHARTA, SiPINMO dan SiBENDI. Ada juga SEBRAKAN – pinjaman mendadak untuk kepentingan mendadak, yang nominalnya maksimum 15 juta. Ada produk Simpan Pinjam yang dibuat sesuai dengan kebutuhan anggota, seperti: GEMI NASTITI (Simpan Pinjam untuk keperluan pendidikan anak), MAKARYA (Simpan Pinjam untuk modal usaha), PESANGGRAHAN (Simpan Pinjam untuk Perumahan).

Dalam sewindu perjalanan CUAL, diakui banyak dinamika yang dilalui. Mulai dari isu kapasitas pengelola yang sama sekali belum pernah pengalaman mengelola koperasi, ketidakpercayaan masyarakat kepada koperasi, termasuk ketidakpahaman dan ketidak-cocokan model pelayanan credit union yang mengharuskan adanya pendidikan bagi semua anggota.

Tetapi dengan tetap setia pada 3 pilar utama CU yaitu Pendidikan, Swadaya, dan Solidaritas perlahan tapi pasti CUAL mulai bisa berkembang. Dari tempat pelayanan yang masih menyewa di Kantor Klasis akhirnya setelah lima tahun berdiri bisa membeli tanah dan bangunan yang sampai sekarang digunakan sebagai tempat pelayanan. Dari 30 an orang yang bersepakat mendirikan CUAL sekarang sudah berkembang menjadi 1.200 an anggota.

Selama delapan tahun melayani anggota, CUAL sudah mengembangkan berbagai model pendidikan dan pelatihan anggota sesuai dengan Misi CUAL sendiri yaitu; Meningkatkan Kualitas Hidup anggota melalui pemberdayaan sosial ekonomi berbasis komunitas. Pendidikan Wajib, dan Finansial Literacy digunakan sebagai alat utama di CUAL untuk merubah pola pikir anggota menjadi lebih bijaksana terutama dalam hal pengelolaan keuangan.

Pendidikan tersebut tidak hanya dilaksanakan sekadarnya sebagai formalitas semata, tetapi terus dikembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman terutama menghadapi era disruption dengan perubahannya yang sangat cepat dan eksponensial. Penyegaran fasilitator dilakukan setiap tahun sekali agar pola pendidikan anggota selalu up to date dan benar-benar bisa menjawab tantangan terkini.

CUAL sadar benar fungsi strategis fasilitator pendidikan-pendidikan utama ini. Tidak berhenti di situ, sebagai konsekuensi berubahnya pola pikir anggota, menjadi kebutuhan adanya pendidikan dan pelatihan lanjutan. Anggota yang semula enggan dengan pendidikan menjadi berubah haus akan pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kapasitasnya terutama di bidang wirausaha. Kebutuhan inilah yang membuat CUAL mengembangkan berbagai macam keterampilan teknis untuk anggota. Mulai dari seminar kewirausahaan, magang kewirausahaan di tempat usaha mentor, pelatihan kuliner, pelatihan pijat refleksi, pelatihan membuat pupuk organik, pelatihan membuat pakan ternak, pelatihan merajut, pelatihan tata rias, pelatihan membatik,  dan yang terbaru dan sangat diminati anggota adalah pelatihan jumputan.

Hasil dari berbagai pelatihan tersebut adalah terbentuknya berbagai Komunitas Bina Usaha (KBU) yaitu kelompok anggota dengan minat atau bidang usaha yang sama. Antara lain KBU Satu Hati bergerak di bidang kuliner, KBU Karya Jemari bergerak di bidang aneka kerajinan tangan khususnya rajut, KBU Ayo Polah bergerak di bidang Batik dan yang terbaru KBU Merak Ati bergerak di bidang Jumputan Pewarna Alam.

Di samping aneka pelatihan teknis, CUAL juga memikirkan sarana dan prasarana untuk mensupport usaha anggota. Di kantor pelayanan tersedia rak khusus untuk display usaha anggota. Semua anggota berhak memajang produknya tanpa dipungut biaya. Ada juga sarana komunikasi melalui medsos WAG Komunitas Jo Kementhus, yang digunakan sebagai media informasi dari lembaga ke anggota, juga sarana promosi produk antaranggota. Ada juga media grup di FB dan yang sedang dikembangkan, toko online di market place yang nantinya akan memajang dan secara intensif mempromosikan produk anggota di pasar online.

Karena fokus ke pendidikan dan pelatihan anggota, CUAL merindukan tempat khusus untuk pendidikan yang lebih representatif. Maka awal tahun 2018 mulai dibangun gedung diklat di lahan kosong belakang kantor. Gedung dua tingkat yang dilengkapi ruang diklat, ruang rekreasi, satu ruang rapat dan dua kamar tidur akhirnya bisa diselesaikan pada Desember 2018, dan menjadi hadiah ulang tahun yang sempurna 8 tahun CU Angudi Laras melayani anggota. Gedung diklat ini diberi nama Omah Jo Kementhus (OJK) yang artinya Rumah atau tempat untuk belajar agar tidak Kementhus (Kata Jawa yang artinya bodoh, nekat, keras kepala).

Peringatan sewindu CUAL dimeriahkan dengan berbagai acara. Dimulai dengan Expo usaha anggota yang dibuka pada tanggal 2 Januari 2019. Diikuti anggota yang memiliki aneka usaha, namun didominasi anggota yang punya usaha kuliner. Ada stand aneka masakan dan jajanan seperti; mie ayam, nasi gandul, pempek, sagon, dan lain-lain. Juga ada stand jumputan dari KBU Merak Ati. Expo berjalan meriah bukan hanya dari anggota, tetapi juga dihadiri masyarakat sekitar. Di samping Expo pada 2 Januari 2019 juga diadakan Lomba tembang Kenangan untuk masyarakat umum. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi. Mengikuti acara lomba sejak siang sampai malam hari di depan Gedung OJK.

Pada 3 Januari 2019, saat Expo usaha anggota masih berjalan juga diadakan Lomba Menghias Celengan dari Tembikar. Lomba ini diikuti anak-anak usia PAUD sampai SD. Lomba tersebut bertujuan menanamkan budaya menabung sejak awal. Pada sore harinya sebagai puncak acara diadakan Tasyakuran Ulang Tahun ke-8 dan Peresmian Gedung OJK. Acara ini dihadiri oleh Camat Purworejo, Sekretaris Dinas UKUMKP Purworejo, dan masyarakat sekitar kantor. Di samping itu semua jajaran pengurus, pengawas, komite, manajemen, dan BOLO CUAL juga ikut bersama-sama bersyukur atas perjalanan CU Angudi Laras selama 8 tahun dengan berbagai dinamika yang ada.

Delapan tahun telah berlalu, masih banyak yang harus diperbaiki dan belum sempurna. Tetapi yang pasti, semua aktivis CU Angudi Laras bersemangat untuk tetap melayani anggota sebaik mungkin, apalagi saat RAT Tahun Buku yang dilaksanakan pada 27 Januari 2019 juga dilaunching aplikasi online sebagai sarana transaksi online dan payment untuk semua anggota CUAL. Aplikasi online bernama Escete-CU Angudi Laras ini diharapkan bisa semakin membantu anggota untuk beraktivitas secara lebih cepat, akurat, dan aman.

Masih banyak hal yang akan dijalani dan CU Angudi Laras agar ke depan Misi CUAL bisa terwujud yaitu Meningkatkan kualitas hidup anggota melalui pemberdayaan sosial ekonomi berbasis komunitas. Tetap dengan semangat Tuwuh, Ngrembaka, lan Munpangati  – Bertumbuh, berkembang, dan bermanfaat. (Maria Christiani)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *